Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pertarungan Tiga Hari Lagi

Di luar Gua Ziyun, ribuan anggota Klan Xiao telah menunggu sejak pagi.

Bagaimanapun, Gua Ziyun hanya dibuka sekali setiap tiga tahun.

Semua orang ingin mengetahui seberapa besar kemajuan sepuluh generasi muda terbaik setelah berkultivasi selama sepuluh hari di dalamnya.

“Mereka keluar!”

Teriakan seorang anggota klan segera menarik perhatian semua orang.

Puluhan pasang mata langsung beralih menuju pintu masuk Gua Ziyun.

Tak lama kemudian, sepuluh sosok muda berjalan keluar secara berurutan.

“Lihat aura mereka. Sepertinya semuanya mengalami kemajuan besar.”

“Tidak mengherankan. Itu Gua Ziyun!”

“Kesempatan seperti ini hanya datang sekali dalam tiga tahun.”

Para anggota klan segera mengerumuni kerabat mereka masing-masing.

“Zimu, bagaimana kultivasimu?”

“Zhuang’er, kau sudah mencapai tingkat berapa sekarang?”

Suasana seketika menjadi ramai.

Di tengah kerumunan itu, Tetua Ketiga Xiao Zhong segera menemukan Xiao Yi.

“Yi’er.”

Tatapan Xiao Zhong menyapu tubuh Xiao Yi dari atas sampai bawah.

Namun anehnya, ia tidak dapat memastikan tingkat kultivasi pemuda tersebut.

“Bagaimana? Apa kau mendapatkan sesuatu?”

Xiao Yi tersenyum tipis.

“Tenang saja, Tetua Ketiga. Sepuluh hari ini tidak sia-sia.”

“Bagus!”

Xiao Zhong tertawa puas.

Ia tidak bertanya lebih jauh.

Baginya, perubahan Xiao Yi selama beberapa minggu terakhir sudah cukup mengejutkan.

Sepuluh hari lalu, pemuda yang selama bertahun-tahun dianggap sampah itu mampu mengalahkan Xiao Zimu dengan telak.

Selama Xiao Yi keluar dari Gua Ziyun dengan selamat, Xiao Zhong sudah merasa lega.

Namun tidak semua orang terlihat bahagia.

Di sisi lain kerumunan, wajah Xiao Ruohan tampak sangat buruk.

Tetua Kelima berdiri di sampingnya dengan ekspresi tak kalah muram.

“Apa sebenarnya yang terjadi?”

Tetua Kelima menurunkan suaranya.

“Dengan Jiwa Bela Diri Ular Awan Api milikmu, seharusnya kau mampu menyelesaikan terobosan menuju Alam Pengumpulan Qi.”

Xiao Ruohan mengepalkan tangan.

“Aku juga tidak tahu.”

Ia terdiam sebentar sebelum melirik Xiao Yi dari kejauhan.

“Tapi pada hari terakhir, aku merasa masalah itu berkaitan dengannya.”

“Xiao Yi?”

Tetua Kelima mengerutkan kening.

“Mustahil.”

Menurut pengetahuannya, Jiwa Bela Diri Xiao Yi hanyalah Binatang Pengendali Api berperingkat merah.

Bagaimana mungkin Jiwa Bela Diri selemah itu mengganggu kultivasi Xiao Ruohan?

“Ayah, jangan meremehkannya lagi.”

Nada Xiao Ruohan terdengar serius.

“Setengah bulan lalu, dia masih dianggap sampah. Tetapi dalam waktu singkat, dia mampu mengalahkan Xiao Zimu.”

Ia menatap punggung Xiao Yi.

“Belum lagi teknik gerakannya.”

“Teknik semacam itu belum pernah kulihat sebelumnya.”

Tatapan Tetua Kelima perlahan berubah.

Ucapan putranya memang masuk akal.

Perubahan Xiao Yi terlalu besar.

Hanya saja, sekarang bukan waktunya mencari rahasia tersebut.

“Lupakan dulu.”

Tetua Kelima menyipitkan mata.

“Ruohan, jawab satu hal.”

“Apa?”

“Dengan kekuatanmu sekarang, apakah kau yakin dapat mengalahkan Xiao Yi?”

Senyum dingin segera muncul di wajah Xiao Ruohan.

“Tentu saja.”

Meskipun gagal menerobos, dirinya telah mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan.

Hanya satu langkah lagi menuju Alam Pengumpulan Qi.

Ditambah Jiwa Bela Diri Ular Awan Api peringkat kuning miliknya, Xiao Ruohan yakin dirinya masih menjadi generasi muda terkuat Klan Xiao.

“Selama dia belum mencapai Alam Pengumpulan Qi, aku bisa mengalahkannya.”

“Bagus.”

Tetua Kelima tersenyum.

“Kalau begitu rencana kita masih bisa dilanjutkan.”

Xiao Ruohan mengerutkan kening.

“Ayah sudah menyiapkan sesuatu?”

“Tentu saja.”

Tetua Kelima tidak menjelaskan lebih jauh.

Ia langsung melangkah meninggalkan kerumunan.

“Semuanya, dengarkan!”

Suara yang diperkuat Qi menggema ke seluruh tempat.

Keramaian seketika berhenti.

Ribuan anggota Klan Xiao menoleh kepadanya.

Xiao Yi juga mengalihkan pandangan.

Tatapan Tetua Ketiga berubah waspada.

“Orang tua itu mau melakukan apa lagi?”

Tetua Kelima berdiri di hadapan seluruh anggota klan.

“Klan tidak boleh terlalu lama kehilangan pemimpin.”

Kalimat pertama saja sudah membuat suasana berubah.

“Patriak kita telah menghilang bertahun-tahun tanpa kabar.”

“Selama ini urusan Klan Xiao memang tetap berjalan. Namun kita tidak bisa terus membiarkan posisi Patriark berada dalam ketidakpastian.”

Ia berhenti sejenak.

Tatapannya menyapu seluruh kerumunan.

“Karena itu, aku mengusulkan agar Klan Xiao mulai mempersiapkan pemilihan Patriark baru!”

Kerumunan langsung gempar.

“Apa?”

“Memilih Patriark baru?”

“Bukankah Tetua Ketiga selama ini memimpin klan dengan baik?”

Bisikan terdengar dari berbagai arah.

Salah seorang anggota klan akhirnya bertanya lantang.

“Tetua Kelima, apakah maksudmu kau ingin menjadi Patriark?”

“Tidak!”

Jawabannya datang tanpa keraguan.

Tetua Kelima memasang ekspresi serius.

“Di hadapan seluruh anggota Klan Xiao, aku bersumpah tidak akan memperebutkan posisi Patriark.”

Ucapan itu membuat banyak orang terdiam.

Tetua Kelima melanjutkan.

“Aku sudah tua.”

“Yang dibutuhkan Klan Xiao adalah pemimpin generasi baru yang memiliki kekuatan, bakat, dan keberanian.”

“Karena itu, kita tidak harus langsung memilih Patriark.”

“Kita dapat memulainya dengan memastikan siapa yang paling layak menjadi Patriark Muda.”

Begitu mendengar kalimat tersebut, wajah Xiao Zhong langsung menggelap.

Sekarang ia mengerti.

Semua perkataan panjang Tetua Kelima hanya memiliki satu tujuan.

Xiao Yi!

“Cukup!”

Xiao Zhong melangkah maju.

Aura kuat dari tubuhnya langsung membuat udara di sekitar bergetar.

“Tetua Kelima, jangan keterlaluan!”

Tatapannya menusuk tajam.

“Setengah bulan lalu kau mencoba mencabut kedudukan Yi’er.”

“Dia sudah membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan Xiao Zimu.”

“Sekarang kau kembali mempermasalahkan kedudukan Patriark Muda?”

Xiao Zhong mengepalkan tangan.

“Apakah kau pikir aku akan diam saja?”

Tekanan mengerikan menyebar.

Beberapa anggota klan yang berada paling dekat segera mundur.

Tetua Kelima justru tetap tenang.

“Tetua Ketiga, jangan salah memahami maksudku.”

“Posisi Patriark Muda memang milik Xiao Yi.”

“Tapi sejak dulu, pemimpin Klan Xiao selalu ditentukan berdasarkan kemampuan.”

Ia memandang Xiao Yi.

“Dahulu, ayah Xiao Yi menjadi Patriark karena beliau merupakan salah satu jenius terhebat yang pernah dimiliki klan.”

“Tak seorang pun mempertanyakan kepemimpinannya.”

“Tapi sekarang situasinya berbeda.”

Tetua Kelima mengangkat suara.

“Jika Xiao Yi memang memiliki kemampuan yang sama, tentu saja aku tidak akan menentangnya.”

“Namun jika ada generasi muda lain yang lebih kuat darinya, apakah kita harus mengabaikan orang itu hanya karena Xiao Yi adalah putra Patriark sebelumnya?”

Kerumunan kembali berbisik.

Sebagian orang mulai mengangguk.

Dari sudut pandang mereka, perkataan tersebut memang tidak sepenuhnya salah.

Xiao Zhong mendengus dingin.

“Yi’er baru saja mengalahkan Xiao Zimu sepuluh hari lalu. Bukankah itu sudah membuktikan kemampuannya?”

“Belum cukup.”

Tetua Kelima tersenyum tipis.

“Sepuluh hari telah berlalu.”

“Semua generasi muda terbaik baru saja selesai berkultivasi di Gua Ziyun.”

“Sebagian besar dari mereka mengalami peningkatan besar.”

Tatapannya kemudian menyapu sepuluh pemuda tersebut.

“Karena itu, biarkan Xiao Yi membuktikan dirinya sekali lagi.”

Xiao Zhong menyipitkan mata.

“Maksudmu?”

“Sederhana.”

Tetua Kelima menjawab tanpa ragu.

“Biarkan Xiao Yi menerima tantangan dari generasi muda Klan Xiao.”

Suasana langsung menjadi sunyi.

Beberapa orang tanpa sadar melirik Xiao Ruohan.

Semua orang memahami satu hal.

Setelah Xiao Yi mengalahkan Xiao Zimu, hampir tidak ada generasi muda lain yang berani menantangnya.

Kecuali satu orang.

Xiao Ruohan.

Pemuda yang selama bertahun-tahun diakui sebagai jenius nomor satu generasi muda Klan Xiao.

Xiao Zhong jelas memahami maksud tersebut.

“Jadi akhirnya kau ingin Ruohan melawan Yi’er.”

Tetua Kelima tidak menyangkalnya.

“Jika Xiao Yi mampu mengalahkan semua penantang, aku sendiri akan mengakui bahwa kedudukan Patriark Muda memang pantas menjadi miliknya.”

“Namun jika dia kalah...”

Senyumnya perlahan menghilang.

“Posisi itu harus diserahkan kepada orang yang lebih mampu.”

Boom!

Aura Xiao Zhong langsung meledak.

“Kurang ajar!”

Tanah di bawah kakinya bahkan bergetar.

Namun sebelum ia sempat maju, sebuah tangan menahan lengannya.

Xiao Zhong menoleh.

“Yi’er?”

Xiao Yi berjalan melewatinya.

Wajahnya sangat tenang.

“Tetua Kelima.”

Semua mata langsung tertuju kepadanya.

“Aku menerima tantangan itu.”

Kerumunan kembali gempar.

“Yi’er!”

Xiao Zhong hendak menghentikannya.

Namun Xiao Yi hanya menoleh dan tersenyum.

“Tenang saja.”

Kemudian ia kembali memandang Tetua Kelima.

“Bukankah kau ingin mengetahui apakah aku layak menjadi Patriark Muda?”

“Tidak perlu bertele-tele.”

“Siapa pun yang ingin merebut kedudukanku, ayo datang sendiri.”

Beberapa anggota klan langsung terdiam.

Bahkan Tetua Kelima sedikit menyipitkan mata.

Xiao Yi terlalu tenang.

Tetapi rencananya sudah berjalan.

“Bagus!”

Tetua Kelima tertawa.

“Patriark Muda memang seharusnya memiliki keberanian seperti itu.”

“Kalian baru keluar dari Gua Ziyun. Demi memastikan tidak ada yang mengatakan pertandingan ini tidak adil, aku memberimu waktu tiga hari untuk memulihkan kondisi.”

“Tiga hari lagi.”

Ia menunjuk ke arah arena Klan Xiao.

“Di sana, kau akan menerima semua tantangan.”

Xiao Yi tersenyum dingin.

“Tiga hari?”

“Baik.”

Ia berbalik hendak pergi.

Namun baru beberapa langkah, Xiao Yi berhenti.

Tanpa menoleh, suaranya terdengar jelas.

“Tetua Kelima.”

“Ada satu hal yang sebaiknya kau ingat.”

Tetua Kelima mengerutkan kening.

“Apa?”

Xiao Yi sedikit memiringkan kepala.

“Kalau tiga hari nanti putramu yang naik ke arena...”

Sudut bibirnya terangkat.

“Pastikan kau sudah menyiapkan seseorang untuk membawanya turun.”

Wajah Xiao Ruohan seketika membeku.

Tetua Kelima juga kehilangan senyumnya.

Xiao Yi tidak memedulikan mereka lagi.

Ia berjalan meninggalkan kerumunan bersama Xiao Zhong.

Tidak seorang pun mengetahui bahwa selama sepuluh hari di Gua Ziyun, pemuda yang masih mereka anggap hanya mampu menandingi Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam itu telah berubah sepenuhnya.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan.

Dan tiga hari kedepan...

Bukan hanya Xiao Ruohan yang sedang mempersiapkan pertarungan.

Xiao Yi juga memiliki rencananya sendiri.

......................

Bersambung…

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!