Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: Keajaiban Sang Tabib Dewa
Hujan badai di Pegunungan Tiannan telah mereda, menyisakan bau aspal basah yang bercampur dengan aroma anyir darah.
Di tengah jalanan yang hancur, Ye Chen memapah Su Yuhan dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memancarkan True Qi (Qi Sejati) berwarna emas yang sangat lembut. Cahaya emas itu menyelimuti tubuh Master Tang Zhenhai dan sembilan Grandmaster Istana Naga yang terluka parah.
Keajaiban pun terjadi di depan mata mereka.
Luka sayatan pedang beracun yang menganga di dada Master Tang menutup dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Darah yang terus mengalir berhenti seketika, dan kulit baru tumbuh menggantikan daging yang robek. Hanya dalam waktu kurang dari tiga menit, sepuluh Grandmaster yang nyaris tewas itu kembali berdiri dengan tenaga penuh, seolah mereka tidak pernah terluka sama sekali!
"I-Ini... Mukjizat..." Master Tang menatap dadanya yang mulus tanpa bekas luka, lalu langsung bersujud ke tanah yang becek. "Terima kasih, Tuan Ye! Kekuatan Anda... Anda telah mencapai Alam Dewa!"
Kesembilan anggota Pasukan Bayangan ikut bersujud, menatap Ye Chen dengan fanatisme yang melampaui logika fana. Menyembuhkan luka fatal dalam hitungan menit tanpa obat apa pun? Ini bukanlah ilmu medis manusia; ini adalah otoritas Sang Pencipta!
"Bangunlah," ucap Ye Chen tenang. Energi Alam Ilahi di dalam Dantian-nya kini terasa tak terbatas setelah menyatu dengan Nadi Naga. "Kalian telah bertaruh nyawa untuk melindungi istriku. Luka-luka kalian adalah lencana kehormatan bagiku. Sekarang, siapkan kendaraan cadangan dari kota terdekat. Kita kembali ke Ibu Kota malam ini juga."
"Siap, Tuan!"
Beberapa jam kemudian, fajar mulai menyingsing saat jet pribadi Konsorsium Naga Ye mendarat kembali di Ibu Kota Jingcheng.
Setibanya di Kediaman Utama Keluarga Ye, Ye Chen membawa Yuhan langsung ke paviliun pribadi mereka. Yuhan yang kelelahan fisik dan mental segera tertidur lelap setelah Ye Chen menyuntikkan sedikit energi penenang ke titik akupunkturnya.
Melihat wajah istrinya yang damai saat tertidur, kilatan dingin kembali melintas di mata Ye Chen.
Ia berjalan keluar dari kamar, menuju ruang kerja paviliun di mana Kakek Ye Tianlong dan Master Tang sudah menunggu dengan wajah tegang.
"Chen-er... kudengar kau terbang melintasi langit untuk menyelamatkan Yuhan?" Kakek Ye bertanya dengan suara bergetar, menatap cucunya seolah menatap eksistensi yang sama sekali baru.
Ye Chen mengangguk pelan. Ia duduk di kursi kayu, auranya sepenuhnya ditarik ke dalam hingga ia terlihat seperti pemuda biasa. Namun, Kakek Ye tahu, di balik ketenangan itu, tersimpan kekuatan yang bisa meratakan Ibu Kota.
"Kakek, Kuil Bayangan Hitam telah melewati batas kesabaranku," Ye Chen menuangkan teh untuk kakeknya. "Mereka membakar pabrik herbal di Tiannan dan memutus rantai pasokan bahan baku Salep Dewi Luo. Yuhan keluar dari Ibu Kota karena ia berusaha menyelamatkan bisnis keluarga kita."
Kakek Ye menghela napas panjang, wajah tuanya memancarkan kecemasan. "Tanpa pasokan Bunga Teratai Es dari Tiannan, kontrak internasional Grup Su akan batal. Reputasi Konsorsium Naga Ye yang baru saja dibangun akan hancur berantakan. Ini adalah taktik kotor untuk menguras kekayaan dan pengaruh kita dari luar."
Master Tang menundukkan kepala penuh rasa bersalah. "Ini salah saya. Jika saja intelijen Pasukan Bayangan mendeteksi pergerakan mereka lebih awal..."
"Ini bukan salahmu, Master Tang," potong Ye Chen datar. "Menghadapi kultivator Alam Ilahi yang ahli dalam penyusupan, intelijen fana tidak akan berguna."
Ye Chen meletakkan cangkir tehnya. "Soal Bunga Teratai Es dan pasokan bahan baku, kalian tidak perlu khawatir. Masalah itu sudah selesai."
Kakek Ye dan Master Tang saling berpandangan dengan bingung.
"Selesai? Tapi Tuan, ladang di Tiannan sudah hangus menjadi abu. Butuh waktu puluhan tahun untuk menumbuhkan Teratai Es dengan kualitas yang sama!" protes Master Tang halus.
Ye Chen hanya tersenyum tipis. Ia mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya menghadap ke atas.
"Waktu puluhan tahun bagi manusia fana, hanyalah satu tarikan napas bagi alam semesta," gumam Ye Chen pelan.
Seketika, energi spiritual berelemen kayu (Wood Qi) yang sangat murni dan padat meledak dari telapak tangan Ye Chen. Energi itu berwarna hijau keemasan, memancarkan aroma kehidupan yang luar biasa wangi.
Ye Chen mengambil sebuah pot kecil berisi tanah biasa dari sudut ruangan, lalu meletakkan sebutir biji Bunga Teratai Es layu—sisa sampel dari laboratorium Yuhan—ke atas tanah tersebut.
Ia mengalirkan energi hijau keemasan itu ke dalam pot.
Pemandangan yang menyalahi hukum alam terjadi. Biji layu itu seketika berkecambah. Dalam hitungan detik, tunasnya memanjang, daun-daunnya membesar dan diselimuti lapisan es tipis, lalu puncaknya mekar menjadi sebuah Bunga Teratai Es berwarna biru kristal yang memancarkan kabut dingin!
Bukan hanya tumbuh, energi yang memancar dari bunga kecil itu setara dengan Teratai Es yang telah berusia tiga ratus tahun di alam liar!
"A-Astaga..." Mulut Kakek Ye terbuka lebar, tongkatnya nyaris jatuh. "Menciptakan kehidupan? Menumbuhkan herbal berusia ratusan tahun dalam sepuluh detik?!"
"Ini adalah Seni Pertumbuhan Naga Bumi, salah satu kemampuan dari Tabib Naga di tingkat Alam Ilahi," Ye Chen menjelaskan dengan santai. "Master Tang, kumpulkan seluruh biji herbal yang tersisa di gudang. Siapkan seratus potong tanah subur di halaman belakang kediaman yang telah ditutup rapat. Pagi ini, aku akan menumbuhkan bahan baku yang cukup untuk memproduksi Salep Dewi Luo selama seratus tahun ke depan. Dan kualitasnya akan sepuluh kali lipat lebih baik dari hasil ladang di Tiannan."
Master Tang menelan ludah dengan susah payah, tubuhnya gemetar karena kegembiraan yang luar biasa. Jika Tuan Ye bisa menciptakan bahan baku tingkat dewa tanpa batas, Konsorsium Naga Ye tidak akan bisa dihancurkan oleh boikot mana pun di dunia ini!
"S-Segera saya laksanakan, Tuan!"
Setelah Master Tang pamit undur diri, Kakek Ye menatap Ye Chen dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Chen-er... kekuatanmu saat ini... kau telah menyamai, atau bahkan melampaui Tetua Agung," gumam Kakek Ye. "Lalu, apa langkahmu selanjutnya? Jika pasokan sudah aman, apakah kita akan memperkuat pertahanan Ibu Kota?"
Mata Ye Chen yang tadinya tenang perlahan memancarkan kilatan es yang membuat suhu ruang kerja itu anjlok.
"Memperkuat pertahanan? Tidak, Kakek." Ye Chen berdiri, berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah Utara.
"Naga tidak pernah bersembunyi setelah sarangnya diganggu. Jika Kuil Bayangan Hitam berani merentangkan tangannya padaku, maka aku akan memotong tangan itu, mencabut jantungnya, dan membakar sisa kuilnya hingga rata dengan tanah."
"K-Kau... kau akan pergi ke Pegunungan Utara?!" Kakek Ye terkesiap. "Ke markas utama mereka?!"
"Kirimkan pesan terbuka ke seluruh jaringan dunia bawah Tiongkok pagi ini," perintah Ye Chen tanpa menoleh, suaranya menggema bagaikan dekrit sang dewa maut.
"Beri tahu Raja Bayangan. Cuci lehernya hingga bersih. Tiga hari dari sekarang, Ye Chen akan mendaki Gunung Es Utara, dan menghapus nama Kuil Bayangan Hitam dari sejarah bela diri dunia untuk selama-lamanya!"