Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01. Surat Cerai

Hujan turun perlahan membasahi jendela besar Mansion Maximillian yang menjulang megah di atas bukit. Cahaya lampu kristal yang berkilauan seharusnya menghadirkan kehangatan, namun tidak bagi Raina Cassandra.

Tiga tahun.

Sudah tiga tahun ia menjalani hidup sebagai istri pengganti. Tiga tahun sejak dirinya menikah dengan Cassion Zayn Maximillian, pria yang ditakuti banyak orang. Sosok yang dikenal dunia bawah dengan julukan Mafia Es. Kejam, dingin dan tidak mengenal belas kasihan. Dan selama tiga tahun itu pula, Raina menyadari satu hal. Menjadi istri Cassion tidak pernah berarti menjadi bagian dari keluarga Maximillian.

"Apa yang kau lakukan di sana? Cepat bersihkan ruang tamu! Para tamu akan datang sebentar lagi!" Bentakan tajam membuat Raina menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah wanita paruh baya yang sedang berdiri dengan wajah penuh ketidaksukaan.

Calista Kaynara, Ibu mertuanya atau lebih tepatnya ibu tiri dari Cassion.

Tanpa membalas sepatah kata pun, Raina hanya menundukkan kepala. "Baik, Mah."

Tatapan sinis langsung terlempar kepadanya. "Jangan panggil aku Mamah. Aku tidak pernah menganggapmu menantu."

Kalimat itu… kalimat yang sudah didengarnya ratusan kali selama tiga tahun terakhir. Namun entah mengapa, tetap saja terasa menyakitkan. Raina menggenggam erat kain lap yang ada di tangannya.

"Saya mengerti."

"Huh." Calista mendengus sebelum berjalan pergi.

Tidak lama kemudian suara langkah sepatu hak tinggi terdengar dari tangga. Seorang wanita muda turun dengan gaun mahal berwarna merah marun. Leana Maximillian, adik tiri perempuan Cassion.

Tatapannya langsung jatuh pada Raina yang sedang membersihkan meja. "Dasar wanita murahan."

Raina tetap diam, meski dalam hatinya terasa sangat sesak dan menyakitkan. Marah? Sudah jelas Raina rasakan karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan keluarga Maximillian. Ia hanya dijadikan sebagai pengantin pengganti yang dipaksa menggantikan saudari tirinya, Bella Cassandra.

David Cassandra, Ayah Raina sekaligus ayah dari Bella sejak awal memang selalu bersikap pilih kasih. Bahkan pria itu sudah berselingkuh dari ibunya sebelum mereka resmi menikah. Tidak hanya itu, David rupanya sudah memiliki anak laki-laki bernama Dylan Cassandra dengan wanita yang menjadi cinta pertamanya, Maya Camilla saat menikahi Kirana Alindra, ibu kandung Raina.

Ya, sejak awal David hanya menjadikan Kirana sebagai batu pijakan untuk memperbesar karir dan kekuasaan di dunia bisnisnya. Tidak ada cinta, hanya tujuan untuk memanfaatkan wanita itu sampai akhir hayatnya.

Baik David maupun Maya jelas mengetahui apa yang terjadi resiko menjadi istri dari seorang ketua Mafia seperti Cassion. Karena itulah, ia mengumpankan Raina untuk menikah dengan Cassion menggantikan anak kesayangan mereka. Dimana dengan pernikahan tersebut, David memiliki banyak keuntungan untuk kemajuan bisnisnya.

Lea tersenyum mengejek. "Aku masih heran bagaimana kakakku bisa menikahi wanita sepertimu."

Raina melanjutkan pekerjaannya seolah tidak mendengar. Menanggapinya pun percuma, malah akan semakin memperparah siksaan dan hinaan yang Lea berikan padanya. Namun, sikap diam itu justru membuat Lea semakin kesal karena merasa diabaikan.

Prangg!

Gelas kristal di atas meja sengaja dijatuhkan hingga pecah berserakan di lantai.

"Aduh." Lea berpura-pura terkejut. "Lihat, gara-gara kau aku jadi menjatuhkan gelas ini."

Raina menatap pecahan kaca di lantai. Padahal ia bahkan tidak menyentuh meja itu. Namun tetap saja, ia yang harus mengakui sebagai kesalahannya. "Maaf."

Lea tertawa sinis. "Tentu saja kau yang harus meminta maaf. Cepat bersihkan sebelum melukai kakiku."

Sekali lagi, Raina memilih diam. Ia berjongkok dan mulai memunguti pecahan kaca satu per satu. Tidak ada yang membelanya. Tidak pernah ada, bahkan para pelayan di mansion itu hanya bisa menatapnya dengan rasa iba. Karena semua orang tahu status Raina sebagai Nyonya Maximillian hanyalah sebuah nama.

Kenyataannya, ia diperlakukan lebih rendah dari seorang pelayan. Sebuah tetes darah muncul di ujung jarinya ketika serpihan kaca tajam melukai kulitnya. Namun Raina tidak bereaksi. Luka kecil seperti itu sudah tidak berarti apa-apa dibandingkan luka yang selama ini tersimpan di dalam hatinya.

Perlahan ia mengangkat wajah. Tatapannya tanpa sadar tertuju pada foto besar yang tergantung di atas perapian. Foto keluarga Maximillian. Di sana berdiri Cassion dengan wajah dingin khasnya. Tampan, berwibawa dan tentu saja tak tersentuh.

Pria yang secara hukum adalah suaminya. Namun selama tiga tahun pernikahan mereka, jarak di antara keduanya terasa lebih jauh daripada orang asing. Cassion tidak pernah menghina dirinya, tetapi pria itu juga tidak pernah melindunginya. Seolah keberadaan Raina disisinya tidak pernah ada… sekalipun.

Raina menundukkan kepala kembali. Mungkin memang itu takdirnya… menjadi pengganti. Menjalani kehidupan yang bukan miliknya dan bertahan di tempat yang tidak pernah menginginkannya. Namun yang tidak diketahui siapa pun adalah... kesabaran yang dipendam terlalu lama pada akhirnya akan mencapai batasnya.

Itulah hari-hari yang selalu Raina jalani selama pernikahannya dengan Sion. Pria yang menjadi idaman semua wanita, pria yang menduduki peringkat nomor satu paling tampan, paling kaya dan paling berpengaruh.

...----------------...

Malam harinya, suasana ruang keluarga utama Mansion Maximillian terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Sion memerintahkan semua orang untuk berkumpul, bahkan termasuk Raina yang sebelumnya tidak pernah dilibatkan dalam hal apapun di dalam keluarga tersebut.

Raina berdiri di tengah ruangan dengan kedua tangan saling menggenggam di depan perutnya. Di hadapannya, seluruh anggota keluarga Maximillian telah berkumpul.Calista duduk di kursi utama dengan dagu terangkat angkuh. Lea duduk di samping ibunya sambil memainkan kuku-kuku yang baru selesai dipoles.

Beberapa anggota keluarga besar lainnya juga hadir, seolah sedang menyaksikan sebuah sidang penting. Termasuk Arlanka Maximillian, Kakak tiri Sion dan saudara kembar Lea, Leonzio Maximillian yang sebelumnya jarang sekali tinggal di Mansion. Tidak hanya itu, Edwin Maximillian, Kakek Sion sekaligus kepala keluarga yang masih memimpin hingga saat ini.

Di atas meja marmer tepat di depan Raina... terletak sebuah map berwarna hitam. Jantung Raina berdebar tidak nyaman. Entah mengapa firasat buruk memenuhi dadanya.

"Kenapa aku dipanggil kemari?" tanya Raina pelan. Sebab tidak biasanya ia tidak dilibatkan dalam pertemuan keluarga.

Calista langsung melemparkan sebuah dokumen ke arahnya. "Coba baca."

Raina menunduk, tangannya perlahan mengambil berkas tersebut. Begitu membaca halaman pertama, tubuhnya langsung membeku. Ia menatap Sion yang juga menatapnya dengan dingin, tanpa ekspresi apapun.

Surat Perceraian.

Untuk sesaat dunia terasa berhenti berputar. Matanya terpaku pada tulisan-tulisan yang tercetak rapi di atas kertas. Nama dirinya, nama Cassion dan keputusan untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Raina mengangkat wajah perlahan. "Apa ini?"

"Apa kau tidak bisa membaca?" sindir Lea.

Calista menyilangkan tangan. "Keluarga Maximillian sudah cukup bersabar selama tiga tahun ini."

Raina merasakan tenggorokannya mengering. "Apa maksudnya?"

Bersambung….

1
Budhe Satryo
rayna jngan terkena jebakan kamu harus bisa nglawan Calista ma anak"nya
Sri Yatun
kalo tau rencana mau menyingkirkan dan membunuhnya bakal kamu yg d usir kemungkinan besar kamu yg mati duluan ibu tiri dan saudara tiri
Budhe Satryo
makin seruuu crtanya
Budhe Satryo
misi perang dimulai rayna
Budhe Satryo
keluarga bahagia❤️❤️❤️
Budhe Satryo
adiknya yg selama ini menjadi pendukung setia rayna
Budhe Satryo
gpp salah paham dulu biar makin cinta
Budhe Satryo
misi Lum dimulai lho ...dah panas az Calista ni
Budhe Satryo
good rayna biar papah si kembar ush Dewe 😄😄😄
Budhe Satryo
moga rayna TDK mudah dijebak
Budhe Satryo
waspada rayna musuh dpn mata
Budhe Satryo
wah bisa jadi kerja sama dngn Calista tu sih laura
Budhe Satryo
akhirnya Sion bisa takluk dngn si kembar 😍😍😍
Budhe Satryo
y ampun pemilik dianggap gelandangan 🤣🤣🤣
Budhe Satryo
misi dimulai si kembar 😄😄😄
Budhe Satryo
mungkin Calista dan lea yg JD musuh dlm selimut
Budhe Satryo
bibit mafia emang g ad obat 🤣
Budhe Satryo
duo s JD pembela mamanya donk
Budhe Satryo
mulai seruuu ni 😊😊😊😍😍😍
Budhe Satryo
moga tidak JD menikah dngn laura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!