Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

.

Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, akhirnya Raka sampai di tokonya.

Seperti biasa, toko itu terlihat ramai. Beberapa pelanggan sibuk memilih barang, sementara beberapa karyawan yang bekerja di sana tampak hilir mudik melayani pembeli. Di sebelah toko tersebut juga berdiri sebuah rumah makan yang tidak kalah ramai.

Sudah tidak ada lagi warung kecil yang dulu menjadi satu dengan toko mereka. Sejak setahun lalu, usaha Raka dan Aisyah memang berkembang cukup pesat. Mereka membangun toko sendiri, kemudian membuka rumah makan sendiri tidak jauh dari lokasi tersebut.

Begitu memasuki toko, beberapa karyawan langsung menyapanya dengan penuh hormat.

“Pagi, Pak.”

Raka hanya menganggukkan kepala untuk membalas sapaan mereka. Setelah itu, pria tersebut langsung berjalan menuju ruang kerjanya.

Sesampainya di dalam, Raka duduk di kursi kerja lalu meletakkan ponselnya di atas meja. Pikirannya tentang rumah Aisyah kembali muncul.

Raka mengambil kembali ponselnya lalu membuka aplikasi m-banking. Saldo tabungannya lebih dari cukup untuk membeli sebuah rumah.

Raka menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. “Kalau ia memberikan Aisyah rumah yang sama bagusnya dengan Nabila, pasti Aisyah akan senang. Hubungan kami juga akan kembali membaik,” gumamnya pelan.

Namun, Raka tidak sadar bahwa yang hilang dari rumah tangga mereka bukanlah rumah. Melainkan rasa percaya.

Hari mulai beranjak siang. Raka tiba-tiba meringis sambil memegangi perutnya. Pria itu baru sadar jika sejak pagi belum makan apapun.

“Lapar sekali,” keluhnya.

Biasanya pada jam seperti itu, Aisyah akan datang membawa makanan untuknya. Kebiasaan itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Aisyah datang membawa makanan yang dimasaknya sendiri, lalu mereka makan bersama di ruang kerja.

Raka keluar dari ruang kerja dan berdiri di depan toko. Matanya beberapa kali mengarah ke jalan di depan tokonya. Setiap kali ada taksi yang lewat ia berharap itu Aisyah. Namun setelah ia menunggu… sepuluh menit… dua puluh menit… hingga waktu makan siang berlalu. Aisyah tetap tidak datang.

Raka mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor istrinya. Tidak lama kemudian panggilan tersebut tersambung.

“Kenapa kamu belum datang?” tanya Raka tanpa basa-basi. “Aku belum makan.”

“Sekarang kan giliran kamu dengan istri kedua kamu.” Di seberang sana terdengar suara Aisyah yang tenang. “Urusan makan siang seharusnya juga menjadi urusan istri kedua kamu, kan?” lanjut Aisyah tanpa nada marah sedikit pun.

Raka memejamkan mata mendengar jawaban itu. Jawaban yang sangat sederhana, dan itu memang benar. Harusnya memang begitu. Namun entah kenapa kebenaran itu dan suara Aisyah yang begitu tenang terasa lebih menyakitkan daripada sebuah kemarahan.

Dulu, Aisyah tidak pernah menghitung giliran ketika menyangkut dirinya. Tetapi sekarang perempuan itu bahkan sudah mulai menyerahkan tugas-tugas kecil yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahun kepada Nabila.

“Syah...” Raka hendak berbicara, tetapi sambungan telepon sudah berakhir.

Raka menatap layar ponselnya sambil meringis memegangi perutnya kembali terasa perih. Akhirnya pria itu berjalan kembali masuk ke dalam ruang kerjanya lalu menghubungi pegawai rumah makan untuk mengantarkan makanan ke ruang kerjanya.

Tidak lama kemudian makanan datang. Dan Raka makan sendirian. Makanan yang begitu lezat sebenarnya. Namun ia sama sekali tak menikmatinya. Nasi hangat dan lauk enak itu terasa bagai sekam di lidahnya.

Selama ini ia selalu menganggap makan siang bersama Aisyah sebagai sesuatu yang biasa. Namun hari itu, duduk seorang diri di meja kerja justru membuatnya merasa kehilangan. Dan ia bahkan tidak tahu bagaimana cara membuat kenangan yang hilang itu kembali lagi.

Setelah selesai makan, Raka kembali mengambil kunci mobil. Ia tidak ingin menunda rencananya membelikan rumah untuk Aisyah. Mungkin sebuah rumah bisa membuat Aisyah percaya bahwa dirinya masih memperhatikan wanita itu.

Raka mengendarai mobil menuju sebuah kawasan perumahan elit yang cukup terkenal di kota mereka. Setibanya di sana, ia langsung menuju kantor pemasaran. Seorang agen properti menyambutnya dengan ramah lalu menunjukkan pada Raka beberapa pilihan desain rumah yang tersedia.

“Ini beberapa unit yang masih tersedia, Pak,” jelas agen tersebut sambil menyerahkan katalog. “Kalau Bapak berkenan, kami juga bisa mengajak Bapak melihat langsung rumah yang sudah selesai dibangun.”

Raka setuju. Siang itu juga ia mengikuti agen tersebut berkeliling. Satu per satu rumah diperlihatkan kepadanya. Ada rumah bergaya klasik, rumah minimalis modern, hingga rumah dengan halaman luas. Namun tidak ada yang benar-benar membuat Raka tertarik.

Sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah rumah dua lantai dengan desain elegan. “Kalau yang ini bagaimana, Pak?” tanya agen tersebut sambil membuka pintu.

Raka melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya. Ruang tamunya luas, tetapi tidak berlebihan. Jendela-jendela besar membuat cahaya matahari masuk dengan leluasa. Di bagian belakang terdapat taman kecil dengan beberapa pohon dan tempat duduk.

Raka langsung membayangkan Aisyah berada di sana, duduk di bangku sambil menemani Rangga dan Fatimah bermain.

Raka juga membayangkan Aisyah memasak di dapur yang luas. Aisyah yang berjalan menyusuri rumah itu dengan senyum seperti dulu. Bayangan-bayangan tersebut membuat hati Raka terasa hangat.

“Apa nama rumah ini?” tanyanya dengan mata masih menyapu seisi ruangan.

“Griya Kencana Asri, Pak,” jawab agen yang berjalan di sampingnya. “Unit ini termasuk tipe paling besar di kawasan ini.”

Raka tersenyum puas. Ia yakin Aisyah akan menyukainya. Desainnya mewah, tetapi tetap elegan. Bahkan luas bangunannya sama dengan rumah yang ia belikan untuk Nabila.

“Berapa harganya?” tanya Raka.

Agen tersebut menyebutkan nominalnya. Dan Raka hanya melirik angka tersebut sekilas. Saldo di rekeningnya masih lebih dari cukup.

“Baik. Saya ambil,” ucapnya tanpa ragu

Agen itu sempat tertegun. “Bapak yakin?”

Raka mengangguk. “Urus semua hari ini.”

Beberapa dokumen kemudian disodorkan kepadanya. Raka membaca sekilas sebelum membubuhkan tanda tangan.

Namun ketika agen tersebut hendak menuliskan data pembeli, Raka mengangkat wajah. “Nama pemiliknya Aisyah.”

“Bapak ingin rumah ini atas nama Ibu Aisyah?” tanya Agen itu memastikan.

Raka mengangguk mantap. “Iya.”

Senyum puas muncul di wajahnya membayangkan wajah Aisyah ketika mengetahui dirinya mendapatkan rumah baru. Mungkin wanita itu akan terkejut. Mungkin akan menangis karena terharu, lalu memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Dan setelah itu, hatinya yang keras perlahan melunak.

Hari telah gelap ketika Raka keluar dari rumah mewah untuk Aisyah. Pria itu mengendarai mobilnya menuju rumah Aisyah. Berkali-kali matanya melirik ke kursi penumpang di sampingnya, melihat kunci rumah dan sertifikat kepemilikan atas nama Aisyah dengan senyum yang tak pernah luntur.

“Aisyah… tunggu aku datang.”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!