Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Mas, minta uang dong?" seorang wanita cantik menadahkan tanganya pada Leo.
"Duit apa lagi sih, Tan. Aku itu udah ga punya uang lagi." jawab Leo.
"Jangan pelit sama istri mas, rezekinya nanti mandet." oceh Intan istrinya Leo.
"Mas lagi pusing."
"Pusing kenapa, mas?" tanya Intan.
"Perusahaan kemungkinan bangkrut." Leo nampak lesu sambil memijit pelipisnya.
"Apa? Bangkrut? Kok bisa?" Intan tak percaya apa yang suaminya katakan, jangan - jangan ini akal akalan suaminya agar ia tak meminta uang.
"Gimana ga bangkrut, paman dan keponakan kamu ga ada yang becus bekerja. Klien banyak yang komplain dan menghentikan kerjasama." Leo menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Jangan salahkan mereka dong, mas. Kamu aja yang ga becus memimpin. " tuding Intan kesel paman dan keponakan di salahkan suaminya.
"Ini semua juga gara - gara kamu." tuding Leo pada istrinya.
"Loh kom mas nyalahin aku sih, aku kan ga ikutan."
"Kamu yang memaksa mas untuk memberi mereka kekuasan untuk memegang proyek di luar kota."
"Kan mas bisa nolak kalau ga suka." suara Intan mulai melunak.
"Aku sudah nolak tapi kamu memaksa. Mana pake ngancam segala." ujar Leo.
"Ya itu salah mas Leo yang ga tegas." ucap Intan mulai gugup.
"Ooh jadi kamu minta mas tegas, ok! Habis ini kamu liat aja, jangan pernah ancam mas lagi."
"Ya terserah." ujar Intan dengan suara bergetar.
"Besok mas mau paman dan keponakanmu bertanggung jawab di depan direksi. Mas ga mau di salahkan karna memang bukan mas yang lakukan."
"Apa? Jangan gitu mas, paman dan keponakan pasti bakal malu. Biar aku yang ngomong sama mereka." cegah Intan.
"Tidak bisa,mereka harus bertanggung jawab. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Atau kamu mau mas yang bakal di seret ke kantor polisi mempertanggung jawabkan apa yang tidak mas lakukan. " pilihan yang sulit bagi Intan antara suami dan keluarganya sendiri.
"Ya ga gitu juga mas, auh ah.... terserah mas ajalah. Aku pusing." Intan bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar meningalkan Leo sendirian sambil membawa ponselnya.
Intan pergi ke tepi kolam renang duduk di bangku sambil menghubungi pamanya.
"Paman lagi di mana?" tanya Intan saat sambungan telpon terhubung.
"Rumah. Ada apa?"
"Gawat, paman."
"Gawat kenapa?"
"Proyek yang paman pegang di komplain klien. Emang paman lakui apaan sih?" tanya Intan.
"Biasa kan kamu juga sudah paman tf."
"Tapi kenapa efeknya gede banget bagi perusahaan?" tanya Intan.
"Kamu tanya Hendra aja, Tan. Mungkin ini kerjaannya Hendra, kalau paman mainya ga bakal keliatan."
"Hendra, bukanya satu jalan sama paman?"
"Di awal mungkin tapi saat pendistribusian Hendra yang pegang."
"Pusing aku, udah di kasih jalan malah ngelunjak. Kalau kaya gini sama aja bunuh diri, aku ga mau namaku ikut terseret. Bisa - bisa mas Leo ceraiin aku. Aku ga mau, ga mau hidup susah." Intan membayangkan jika tambang uangnya hilang, bagaimana ia bisa hidup.
"Kamu tanyain Hendra gih."
"Baik paman, tunggu sebentar paman. Tadi mas Leo bilang besok paman dan Hendra bakal di panggil untuk menjelaskan kekacauan ini di depan direksi. Paman harus siap - siap."
"Apa? Aduh gimana ini, cepat kamu hubungi Hendra. Anak itu ga bisa di biarin, kamu harus tegas. Jangan sampai ia nyanyi."
"Baik paman, udah dulu ya." Intan memutus komunikasi.
"Kamu telpon siapa?" terdengar suara dari belakang Intan membuatnya Intan kaget.
$$$$$$$%%%%%%%$$$$$$$$%%%%%%%$$$$$$$
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏