Ketulusan hati Joana perlahan terkikis! rumah tangga yang telah ia jalani bersama Stanley Conrad selama 8 tahun itu akhirnya membuka mata hati sang wanita,
Ia tak menempati posisi sebagai seorang kekasih hati dalam kehidupan Stanley, Joana hanya mendapatkan status sebagai seorang istri dalam selembar surat pernikahan yang mereka jalankan selama bertahun-tahun,
Kenyataan bahwa-,
Stanley hanya menyimpan cintanya untuk Inesa Baldey, hal itulah yang membuat kepribadian Joana berubah, sikap ramah dan murah senyumnya-, kini ia manfaatkan untuk bisa mengurai belenggu ilusi dari ikatan cinta palsu dari sosok Stanley, Joanna memilih untuk menikam jantung nya sendiri sebelum akhirnya ia mampu menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit yang mungkin akan merenggut seluruh kewarasan juga kehangatan dari relung kalbunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diriku Bukanlah Siapa-siapa Bagi Orang Yang Sangat Ku Kasihi!!??
'Ibu tidak bisa membawa mu, Joanna!! kau harus tetap tinggal bersama ayah dan juga kakek mu demi masa depan mu kelak!!!' ( Nyonya Tivanka nampak sibuk memasukkan pakaian dan beberapa barang ke dalam koper)
💜'Tapi ibu-, aku takut!! bagaimana jika ayah-,'
'Ayahmu tak akan pernah berani menelantarkan dirimu, kau tenang saja!! seluruh publik juga tahu bahwa kau ini seorang putri serta pewaris tunggal dari keluarga Leopoldine!! tak akan ada yang berani menggeser posisi mu Jo!! jadi, kau harus tetap bertahan bersama ayahmu, kau mengerti kan!??'
💜'Tidak ibu!! tolong!! jangan tinggalkan aku!! aku tidak ingin sendirian di kediaman ayah!! tolong bawa aku ibu!!!'
'Jangan merengek Joanna!!! berapa kali ibu katakan!?? ibu tidak bisa membawa mu pergi!!!'
💜'Kenapa?? kenapa ibu tega melakukan hal ini padaku??!' (menangis tersedu-sedu, jemari kecil itu masih setia mencubit mantel yang dikenakan oleh Nyonya Tivanka,)
'Jo ..., maafkan ibu nak!! tapi sungguh!! ibu tak bisa membawa mu, ibu ..., ibu juga ingin menapaki kebahagiaan ibu sendiri Jo!! tolong mengertilah!!'
💜'Jadi ibu tidak bahagia ketika bersamaku??'
'Joanna-,'
💜'Aku berjanji akan menjadi anak yang baik ibu!! aku akan mematuhi perintah ibu untuk melaksanakan les piano dengan teratur!! aku mohon ibu!! jangan tinggalkan Joanna sendirian di rumah ini,'
'Kau tidak sendirian!!! ada begitu banyak maid dan juga pengawal yang akan menemani mu!! kau harus paham Jo!! tidak semua yang kau cintai harus menjadi milikmu!! begitu pula dengan ibu!! ibu menyayangimu!! tapi ibu tidak bisa jika harus bertahan bersamamu, Joanna!!'
💜'Ibu ...,'
'Jadilah gadis baik!! turuti apapun perkataan ayah dan ibu!! kau mengerti!!?'
💜'Ibu!!! jangan pergi!!!'
Joanna mohon bu!! tolong!! jangan tinggalkan Joanna sendirian ...
Ibu!??
"Ibu!!!??"
"Jo!?? are you okay?!"
Ibu ...,
Nafas Joanna tersengal!! netra indah itu akhirnya terbuka ketika ia merasakan guncangan pelan pada area lengan kirinya, hingga membuat Joanna terduduk linglung.
"Sayang, apa kau mengalami mimpi buruk?!"
Mimpi??!
"Hey!!? it's okay!! I'm here!"
Joanna menatap sepintas ke arah Stanley sebelum akhirnya tertunduk dengan tubuh gemetar.
"Kenapa kau menyetujui perjodohan itu??"
"A-apa??"
"Huuuuffftt!! maksud ku-, perjodohan kita! kenapa kau menyetujuinya dengan sangat mudah?? padahal kita belum terlalu mengenal kala itu, 3 Minggu-, aaaah!! kenapa aku bodoh sekali?!"
"Joanna ...,"
"Apa karena iming-iming dari ayah yang bersedia membantumu untuk mengejar ambisimu?? menjadi seorang dokter ternama nan kompeten-, itu ambisi yang kau kejar kan?!" bibir Joanna tampak kelu meski akhirnya ia berhasil melontarkan seluruh kalimat dihadapan Stanley wanita itu kembali tersenyum lebar sebelum akhirnya berusaha untuk bergerak menuruni ranjang,
"Jo!! jangan gegabah!!"
"Aku ingin mengambil air minum!!"
"Tetaplah disini!!"
Tubuh Joanna akhirnya kembali mendarat duduk diatas ranjang, derai air mata kembali membasahi pipinya ketika Stanley benar-benar hilang dari pandangan.
Diriku ..., seorang anak yang tak diinginkan!?? aaaah!! aku benci menjadi seorang manusia lemah!! aku tak ingin menangisi ini semua!! tapi sungguh!! rasanya sakit sekali Tuhan!! ibu tidak bahagia memiliki diriku, begitupun dengan Stanley!!? aku-, diriku bukan siapa-siapa bagi para manusia yang sangat aku kasihi!! kenapa?? kenapa hal ini harus terjadi padaku??
Isak tangis Joanna hampir tak terkendali! namun-, dering ponsel milik Stanley yang kembali terdengar, hal itu seketika membuat Joanna menyeka kilat buliran air mata yang sempat membasahi pipi.
Inesa??! apa Stanley sama sekali tak membalas pesan atau panggilan darinya?? haruskah aku menjawab panggilan ini?? dia pasti kebingungan bukan??
"Iya!? ini aku Inesa!?"
'Mmmm??! Nona-, Catherine?!! maaf! saya-,"
"Tak apa!! aku mengerti Inesa! Stanley-, dia tengah mengambil air minum sekarang! tapi kau jangan salah faham! tak terjadi apapun diantara kami, dan besok siang, aku akan berusaha untuk membujuknya supaya kami lekas kembali ke Vienna!!"
'I-itu ..., baik Nona!'
"Bagaimana keadaan mu??"
'S-saya ..., baik!'
"Syukur lah!! kau harus tetap semangat dalam menjalani pengobatan atas penyakit yang kau derita!! mungkin-, setelah kau pulih total, Stanley bisa memberikan kejutan istimewa untuk mu, Inesa!"
Apa?? Inesa?? kejutan istimewa?? tunggu!!?? apa maksudnya?? kenapa Inesa menghubungi diriku pada jam seperti ini??!!
Langkah Stanley Conrad seketika melebar!! ia meletakkan gelas berisikan air putih dengan terburu-buru sebelum akhirnya menyambar ponsel dari genggaman Joanna.
"Joanna!?"
"Mmmm??!! Stanley, dia-,"
"Ini bukan waktunya untuk membahas perihal Inesa!!"
Sambungan terputus!!
Wajah tegang yang ditampilkan oleh sang suami justru membuat Joanna tersenyum bahkan hingga terkekeh seorang diri,
"Kau ini kenapa, Stanley!?? kenapa ekspresi mu seperti ini, hmmm??"
"Jo-, aku hanya ingin menjaga hatimu!! kau-,"
"Menjaga hati??! astaga!!? Stanley ..., kau ini sungguh konyol!! aku sudah tahu semuanya, hubungan mu dan Inesa!? itu bahkan bukan satu atau dua tahun!! jika kau berpikir aku akan menangis, mmmm-, tidak!! kau tenang saja!! diriku bukan lagi wanita cengeng kekanakan seperti diawal kita bertemu, Stanley!! jadi, tak perlu merasa terbebani ataupun sungkan padaku hanya karena aku tahu bahwa Inesa menghubungi dirimu pada jam seperti ini!! aku memaklumi apapun!! diriku sudah terlatih!!"
"Jo ..., kau membuat ku sedih!" Stanley menggenggam jemari Joanna, lembut-, netra pria itu berkaca-kaca, ia kembali menumpahkan air mata dihadapan sang istri. "aku ingin mencoba untuk memperbaiki semuanya Jo!! hubungan kita!? pernikahan ini,"
Kau sudah terlambat Stanley, aku sudah tak menginginkan dirimu!! apalagi hatimu!! aku tak membutuhkan pernikahan ini ataupun siapapun sekarang!! tidak!! aku bisa menjaga diriku sendiri!!dan aku-, diriku hanya ingin meraih kebebasa!! itu saja ...,
*****
Pintu ruang rawat itu tampak terbuka dengan kasar, Inesa yang sempat fokus pada majalah akhirnya mengalihkan pandangan begitu sosok Stanley memasuki ruangan.
"Conrey!!?? aku merindukanmu!!"
"Hmmmm!??"
Ada apa?? kenapa reaksinya tidak seperti biasanya??
Inesa perlahan melerai dekapan, ia tersenyum manis ketika Stanley memperhatikan wajahnya.
"Conrey!? apa yang-,"
"Kenapa kau terus menghubungi ku??"
"I-itu!? itu karena-, aku tidak sabar untuk bertemu denganmu, Conrey!!?"
"Inesa, bukankah sudah pernah ku katakan!?? tolong hargai perasaan istriku!!"
"Conrey-, kau?? marah padaku??! kenapa-, tiba-tiba kau meninggikan suaramu!?? aku hanya tak ingin jika kau berlama-lama meninggalkan diriku, Stanley Conrad!! apa itu salah??!"
Inesa?! ternyata dirimu bisa bertindak lebih egois daripada yang ku bayangkan?? Joanna tengah terluka!! ia tak mampu melakukan apapun tanpa bantuan!!? tapi kau masih saja tak ingin mengerti!??