Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen / Tamat
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Suara Sang CEO (Ulang Tahun Bagian 2)

​Setelah kejutan manis dan gelak tawa di taman kediaman utama, rombongan keluarga besar serta sahabat-sahabat Alexa bergerak menuju lokasi puncak acara yang telah disiapkan secara amat rahasia. Sebuah restoran rooftop privat di lantai tertinggi gedung pencakar langit kota Jakarta telah disewa sepenuhnya oleh Exel.

​Malam merambat anggun. Angin sepoi-sepoi bertiup lembut di atas panggung terbuka yang berlatarkan hamparan gemerlap lampu kota (city light) yang begitu memesona. Dekorasi lilin-lilin aromaterapi dan hamparan bunga mawar putih melapisi setiap sudut restoran, menciptakan atmosfer yang luar biasa megah sekaligus hangat dan romantis.

​Alexa, yang kini telah berganti gaun malam bernuansa rose gold yang sangat anggun, duduk di meja utama bersama kedua pasang orang tua mereka serta Rin, Safi, dan Melati. Pipi tembamnya masih merona merah, matanya berbinar-binar memandangi keindahan malam yang dihadiahkan khusus untuknya.

​Tiba-tiba, lampu utama restoran perlahan meredup. Cahaya spotlight bernuansa keemasan menembus kegelapan, terarah tepat ke atas panggung utama.

​Di sana, berdiri Exel Dirgantara.

​Jas kasual mewahnya sudah dilepas, menyisakan kemeja putih bersih yang lengannya tergulung kaku hingga siku. Sang CEO berdarah dingin—pria yang dikenal seluruh jagat bisnis Nusantara sebagai sosok yang amat kaku, tegas, dan tak pernah menunjukkan emosi—kini memegang sebuah mikrofon di tangan tegapnya. Pria itu berdiri di depan stand microphone, menatap lurus ke arah meja Alexa dengan binar mata cokelat gelap yang memancarkan kelembutan dan cinta mati.

​Achmad, yang berdiri di balik papan kontrol audio bersama tim musik orkestra mini, tersenyum tipis tanpa nada ledekan sama sekali. Untuk pertama kalinya, Achmad menatap sahabatnya itu dengan rasa bangga yang mendalam.

​Alunan petikan gitar akustik yang sangat lembut dan syahdu perlahan menggema di udara malam, memecah keheningan rooftop.

​Exel menarik napas panjang, mendekatkan mikrofon ke bibirnya. Suara beratnya yang amat merdu, dalam, dan penuh penghayatan mulai meluncur, mengalun lembut membelah malam:

​"Setiap manusia punya rasa cinta..."

"Yang mesti dijaga kesuciannya..."

"Namun ada kala insan tak berdaya..."

"Saat dusta mampir bertakhta..."

​Alexa membeku di kursinya. Mata bulatnya melotot tak percaya. Seluruh tamu di ruangan itu menahan napas. Suara Exel yang begitu hangat dan penuh ketulusan sanggup menggetarkan dada siapa pun yang mendengarnya.

​Exel melangkah pelan turun dari tangga panggung, matanya tak pernah lepas mengunci pandangan Alexa saat ia melanjutkan bait demi bait lagu ciptaan Ust. Jefri Al Buchori tersebut:

​"Kuinginkan dia yang punya setia..."

"Dan mampu menjaga kemurniannya..."

"Saat ku tak ada ku jauh darinya..."

"Amanah pun jadi penjaganya..."

​Suara Exel kian naik, memancarkan kepasrahan dan rasa syukur yang begitu mendalam atas hadirnya sang istri mungil di dalam hidupnya yang dulu dingin dan kelam:

​"Hatimu tempat berlindungku..."

"Dari kejahatan syahwatku..."

"Tuhanku merestui itu..."

"Dijadikan engkau istriku..."

​"Engkaulah bidadari surgaku..."

​Mendengar frasa 'Engkaulah bidadari surgaku' yang dinyanyikan langsung oleh Exel dengan tatapan yang seolah mengulurkan seluruh jiwanya, air mata keharuan seketika menetes deras membasahi pipi tembam Alexa. Dada mungilnya bergemuruh hebat oleh rasa bahagia yang tak mampu dilukiskan kata-kata.

​Exel terus berjalan melangkah mendekati meja Alexa, mengalunkan bait penuh kejujuran atas segala kekurangan diri dan gengsinya di masa lalu:

​"Tiada yang memahami s'gala kekuranganku..."

"Kecuali kamu, bidadariku..."

"Maafkanlah aku dengan kebodohanku..."

"Yang tak bisa membimbing dirimu..."

​"Hatimu tempat berlindungku..."

"Dari kejahatan syahwatku..."

"Tuhanku merestui itu..."

"Dijadikan engkau istriku..."

​Rin, Safi, dan Melati mengusap sudut mata mereka yang ikut berkaca-kaca. Mama Maria dan Mama Sarah saling menggenggam tangan dengan tangis haru.

​Exel kini berhenti tepat tiga langkah di depan Alexa. Sang CEO memejamkan matanya sejenak, lalu dengan lantang dan amat syahdu, ia melafalkan bait doa dalam bahasa Arab di akhir lagu dengan intonasi yang begitu indah dan penuh kepasrahan pada Sang Pencipta:

​"Rabbana hab lana min azwajina..."

"Wa dhurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna..."

"Lil-muttaqina..."

"Imaman..."

"Imaman..."

"Imaman..."

​Suara petikan gitar melambat pelan saat Exel membocorkan bait terakhirnya dengan bisikan paling lembut:

​"Bidadari surgaku..."

​Brak!

​Tanpa memedulikan gaun mewahnya atau sisa-sisa rasa malunya, Alexa melompat berdiri dari kursinya! Gadis mungil itu berlari kencang dan langsung menghambur melompat ke dalam dekapan tegap Exel!

​"MAS EXEL!" jerit Alexa histeris bercampur tangis haru dengan suara cemprengnya yang pecah oleh kebahagiaan.

​Sret!

​Exel dengan sigap menangkap tubuh mungil istrinya, merengkuh erat Alexa ke dalam pelukan hangat dadanya. Mikrofon di tangan Exel hampir terlepas saat lengan mungil Alexa melingkar kencang-kencang di leher tegap sang suami.

​Alexa menyembunyikan wajahnya yang basah oleh air mata di ceruk leher Exel, menangis terisak-isak karena rasa haru yang membara di dalam dadanya.

​"A-Aca sayang banget sama Mas Exel... Tangisan Aca gak mau berhenti... Mas Exel jahat banget bikin Aca menangis begini..." racau Alexa polos di balik isak tangisnya.

​Exel menunduk, mengelus pelan rambut bergelombang istrinya seraya mengecupi pelipis, pipi, dan puncak kepala Alexa berkali-kali tanpa rasa malu di hadapan semua orang.

​"Selamat ulang tahun, Bidadari Surgaku," bisik Exel rendah, jujur, dan begitu dalam di telinga Alexa. "Terima kasih sudah lahir ke dunia dan menjadi pelindung bagi hatiku."

​Tepuk tangan paling meriah dan sorak-sorai bahagia seketika meledak di seluruh rooftop! Mama Maria merangkul Papa Hendra dengan mata berkaca-kaca, sementara Achmad tersenyum lebar seraya menepuk tangannya kencang di sudut panggung.

​Di atas ketinggian kota Jakarta di bawah naungan ribuan bintang, si CEO dingin dan Si Gadis Cempreng Mungil kembali menegaskan bahwa cinta mereka telah terikat kuat—siap menghadapi badai apa pun yang mencoba menerjang di masa depan.

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya selesai juga cerita perjalanan cinta Exel dan Alexa😊 semoga cinta kalian tetap abadi🥹😊
terimakasih juga buat author karena sudah menyelesaikan ceritanya sampai akhir?🤗😊
𝐀⃝🥀Weny
so sweet banget Sih kamu Exel 😊
𝐀⃝🥀Weny
Alhamdulillah semua sudah bahagia 😊 aku terharu sama abahnya Safi yg berpesan untuk Ahmad 🥹🥹🥹
𝐀⃝🥀Weny
sekarang pak CEO jadi papa siaga🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ takut kehilangan sufi kah🤣🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
selamat kalian berdua, gak nyangka kalau bayinya kembar ya.. karena yang terlihat cuma satu 🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: tuh kan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
𝐀⃝🥀Weny
emang ya kalau sudah panik, apa² mesti salah 🤭contohnya alas kaki aja sampai gak sama🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
biasanya kalau sudah kontraksi palsu, gk lama lagi mau lahiran 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Panjang bener 100 m 🤔
kak hariyoo: mampir kk hehe ke chat story aku dong jadilah pembacaku kk 🙏
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm pasti ada aja penyusup mah 🤔
𝐀⃝🥀Weny
Alexa ini egois, padahal Exel alergi bulu kucing tapi dia seenaknya sendiri pakai ngancem segala😏kekanak Kanakan..
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
𝐀⃝🥀Weny
mas Exel Bucin tingkat dewa🤣🤣🤣
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga ibu sama dek bay sehat sampai lahiran😊
𝐀⃝🥀Weny
bersyukurlah Exel, Alexa mau makan.. terkadang sudah capek² nyari, setelah dapat gak jadi makan/Facepalm/🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣kan jadi diusir wkwwkwk... dingin dong... jadi gak bisa peluk Alexa 🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣 mereka tak mampu marah ketika yang datang adalah pemegang tahta tertinggi... wkwkwkwkwk
𝐀⃝🥀Weny
kau adalah satu²nya buatku😜wkwkwkwkk🤣🤣🤣🤣🤣bang Exel yang lain ngontrak ya😄😄
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Maapkan aku om Mik baru nongol 😁
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Eehh 🤔
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
kalian bikin ngiri aja😅 semoga suatu saat nanti aku juga bisa kesana😄amiiin🤲
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: jalan jalan bersama anak anak kita
total 5 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga cinta kalian abadi selamanya 😊
𝐀⃝🥀Weny
kasian Rin dan Melati blm dapat pasangan sendiri😅 semoga pulang dari acara dpt jodoh🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!