Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rencana Rahasia Sang CEO (ULANG TAHUN BAGIAN 1)

​Hari Sabtu pagi di kediaman utama keluarga Dirgantara terasa tidak seperti biasanya. Di luar, hembusan angin akhir pekan berhembus menyejukkan, namun di dalam rumah megah bergaya modern-klasik itu, suasana tampak hening yang dibuat-buat.

​Hari ini adalah hari libur sekolah, bertepatan dengan tanggal lahir Alexa yang ke-18.

​Di dalam kamar utama apartemen tempat mereka tinggal, Alexa terbangun sambil menggeliat pelan. Jemari mungilnya meraba area kasur di sebelahnya, namun tempat itu sudah kosong dan dingin. Alexa mendudukkan tubuhnya seraya mengacak-acak rambut kuncir kudanya yang berantakan, mengeripkan mata bulatnya menatap jam dinding.

​Pukul 08.00 WIB.

​"Mas Es Batu ke mana sih pagi-pagi gini udah gak ada?" gumam Alexa memayunkan bibirnya hingga beberapa sentimeter.

​Gadis mungil itu meraih ponsel di atas meja samping tempat tidur. Ia membuka aplikasi pesan singkat dengan harapan melihat ucapan selamat ulang tahun dari suami tercintanya. Namun, layar ponsel itu bersih dari notifikasi Exel. Yang ada hanyalah pesan singkat yang terkesan sangat datar dan kaku:

​Mas Es Batu:

‘Mas harus ke kediaman utama pagi ini untuk urusan mendadak dengan Papa. Kamu di apartemen saja dulu. Nanti siang ada sopir yang akan menjemputmu ke rumah utama.’

​Alexa melotot tidak percaya membaca pesan tersebut. "Hah?! Cuma gini doang?! Gak ada ucapan 'Selamat Ulang Tahun', gak ada stiker 'Muah', gak ada apa-apa?!" jerit Alexa heboh dengan suara cemprengnya yang melengking di dalam kamar.

​Pipi tembamnya seketika mengembung drastis akibat emosi dan rasa sebal yang membuncah. "Ih! Ngeselin banget! Mas Exel parah banget! Masa ulang tahun istrinya sendiri yang ke-18 dilupain gitu aja! Dasar kanebo kering gak peka!"

​Alexa melemparkan ponselnya ke atas kasur, melipat tangan di dada dengan wajah merona merah padam gara-gara kesal setengah mati. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di balik pesan kaku tersebut, sebuah persekongkolan rahasia tingkat tinggi sedang berlangsung di kediaman utama keluarga Dirgantara.

​Sementara itu, di kediaman utama keluarga Dirgantara...

​Atmosfer di ballroom privat dan area taman belakang kediaman Dirgantara tampak sangat riuh namun tertutup rapat. Belasan dekorator profesional sibuk menata ribuan tangkai bunga mawar merah muda, baby’s breath, serta balon-balon foil bernuansa rose gold dan perak. Sebuah panggung kecil lengkap dengan peralatan orkestra mini dan pencahayaan bernuansa hangat telah berdiri anggun di sudut taman.

​Exel berdiri tegap di tengah ruangan. Pria bertubuh 185 cm itu mengenakan kemeja putih yang lengannya tergulung rapi hingga siku. Meskipun wajahnya tetap tampak kaku dan serius, binar mata cokelat gelap milik sang CEO memancarkan rasa antusias dan kesibukan yang luar biasa. Sang CEO berdarah dingin itu turun tangan langsung memimpin jalannya persiapan kejutan ulang tahun ke-18 untuk istri mungilnya.

​"Lampu sorot warna merah mudanya geser dua derajat ke kiri," perintah Exel tegas pada tim dekorasi seraya menunjuk ke arah panggung. "Alexa suka warna pastel. Jangan terlalu terang."

​"Siap, Pak Exel!" sahut koordinator dekorasi buru-buru menyesuaikan.

​Tak jauh dari sana, Maria Dirgantara dan Sarah (Mama Alexa) sedang tertawa bahagia seraya menata kue ulang tahun bertingkat tiga yang dihiasi miniatur karakter kartun beruang dan botol Yakult yang sangat menggemaskan. Surya Pramudya dan Hendra Dirgantara juga hadir, sedang mengobrol santai di sofa taman seraya memperhatikan menantu mereka yang sibuk luar biasa.

​"Lihat tuh, Jeng Sarah," bisik Maria gembira. "Mana pernah Exel se-repot ini mengurus acara party seumur hidupnya. Demi Alexa, anak dingin itu sampai bela-belain bangun jam empat pagi buat ngecek bunga."

​Sarah terkekeh haru, matanya berkaca-kaca. "Saya bahagia banget, Jeng Maria. Alexa bener-bener dapat suami yang luar biasa sayang sama dia."

​Di sudut lain area taman, tiga sahabat Alexa—Rin, Safi, dan Melati—baru saja tiba mengenakan gaun seragam bernuansa krem yang anggun. Mereka bertiga melotot kagum melihat kemewahan dekorasi kejutan ulang tahun sahabat mereka.

​"Aiyo... Ini pesta ulang tahun apa acara resepsi kerajaan?!" cicit Safi dengan logat Melayu khasnya, matanya berbinar-binar memandangi tumpukan kotak hadiah mewah di dekat meja utama. "Mas Exel ni betul-betul gila bucin lah!"

​Rin menyenggol lengan Melati seraya terkekeh geli. "Si Alexa pasti lagi ngamuk-ngamuk di apartemen karena disungut diamin sama suaminya dari tadi pagi."

​"Iya," tambah Melati lembut. "Alexa kan paling gak tahan kalau didiemin. Pasti mukanya udah merah kaya kepiting rebus sekarang."

​Saat ketiga gadis itu sedang sibuk mengagumi dekorasi, langkah kaki tegap seorang pria mendekati mereka dari arah lorong samping.

​Achmad melangkah keluar dengan setelan kemeja kasual berwarna biru navy yang membuatnya tampak sangat tampan, rapi, dan dewasa. Pria yang biasanya penuh dengan tingkah sengklek itu membawa satu nampan berisi tiga cangkir jus stroberi dingin.

​Namun, begitu mata Achmad bertabrakan dengan sosok Safi yang mengenakan gaun krem anggun dengan rambut yang diikat setengah, langkah Achmad seketika terhenti kaku.

​Mata Achmad terkunci penuh pada gadis Melayu itu. Binar kekaguman yang teramat pekat terpancar jelas dari manik mata sang asisten pribadi. Achmad berdeham kaku, merapikan kerah kemejanya, lalu melangkah pelan mendekati ketiga sahabat Alexa dengan gaya yang diusahakan se-elegan mungkin.

​"Selamat pagi, Adik-adik manis," sapa Achmad dengan suara yang dibuat lebih berat dan ramah. "Ini ada jus segar buat kalian, mumpung acaranya belum mulai."

​Rin dan Melati menyunggingkan senyum misterius, langsung paham dengan arah gerakan sang asisten.

​"Wah, makasih banyak ya, Paman Achmad!" seru Rin sengaja mengeraskan suaranya. "Paman perhatian banget deh!"

​Achmad tersenyum kaku, lalu menggeser posisinya secara khusus ke dekat Safi. Jemari tegap Achmad menyerahkan satu cangkir jus terbaik tepat ke tangan mungil Safi.

​"Ini khusus buat Dek Safi," bisik Achmad dengan nada suara yang melunak drastis dua tingkat, matanya menatap lembut ke arah mata Safi. "Gua sengaja minta koki bikin manisnya pas, gak terlalu pekat. Sesuai... kesukaan Dek Safi."

​Deg!

​Pipi manis Safi seketika merona merah muda yang sangat menggemaskan. Gadis itu menunduk malu, meremas ujung gaun kremnya seraya menerima jus tersebut.

​"A-Aiyo... Terima kasih banyak, Paman Achmad..." cicit Safi pelan dengan logat Melayu yang melengking halus. "Paman ni baik sangat... Tak payah susah-susah padahal."

​Achmad menyunggingkan senyum hangatnya yang paling tulus—sebuah senyuman alami yang bebas dari pura-pura. Jemari Achmad terulur sedikit, secara berani namun halus mengelus pelan pucuk kepala Safi yang teratur rapi.

​"Gak ada kata susah buat Dek Safi," balur Achmad pelan dengan binar mata yang makin dalam. "Asal Dek Safi nyaman di sini, Paman pasti usahakan."

​DUARRR!

​Wajah Safi seketika membara merah padam seratus persen! Perlakuan manis dan sentuhan lembut dari pria dewasa berkelas di depannya sukses membuat jantung gadis SMA asal Malaysia itu berdegup kencang tak karuan.

​Di balik punggung Achmad, Rin dan Melati saling memukul bahu pelan seraya menahan jeritan histeris melihat pergerakan gerilya sang asisten pribadi yang makin agresif dan smooth.

​"Gokil... Paman Achmad mode serius makin mematikan ancamannya!" bisik Rin terkekeh geli di telinga Melati.

​"Safi mukanya udah kaya mau pingsan gitu," bisik Melati ikut tertawa halus.

​Tiba-tiba, sebuah suara berdeham kencang dari arah belakang memecah suasana manis antara Achmad dan Safi.

​EHEM!

​Achmad tersentak kaget, refleks menarik kembali tangannya dari kepala Safi dan berbalik tegap. Exel sudah berdiri di sana dengan lengan bersedekap di dada, menatap Achmad dengan satu alis tebal terangkat tinggi.

​"Achmad," tegur Exel dengan nada datar namun dipenuhi nada mengejek yang sangat tipis. "Acara kejutan istriku lima belas menit lagi dimulai. Kamu ke sini untuk memastikan pengawalan atau untuk menebar pesona pada tamu?"

​Mak jleb!

​Seketika itu juga, rona merah kaku merambat naik dari leher hingga ke ujung telinga Achmad. Achmad memegangi dadanya, berpura-pura terbatuk untuk menutupi rasa salah tingkahnya yang luar biasa di hadapan para gadis.

​"A-Aduh, Bos!" sahut Achmad cepat seraya membetulkan posisi jam tangannya. "Gua ini cuma memastikan konsumsi para tamu tercukupi dengan baik! Tugas pengawalan sudah aman seratus persen di tangan tim sekuriti!"

​Exel menyunggingkan senyum mengejek yang sangat puas melihat asistennya yang biasanya sibuk menggodanya kini tak berkutik karena tertangkap basah. Exel lantas menatap Rin, Safi, dan Melati.

​"Kalian bertiga bersiap di belakang tirai utama," instruksi Exel tegas namun ramah. "Sopir sudah melaporkan bahwa Alexa baru saja berangkat dari apartemen. Wajahnya dilaporkan sedang cemberut berat."

​"Siap, Mas Exel!" seru Rin dan Melati gembira, sementara Safi mengangguk malu-malu seraya mencuri pandang ke arah Achmad.

​Achmad melirik Exel dengan pandangan sinis tiada tara seraya berbisik saat Exel melewatinya: "Puas lu ngerjain gua di depan Safi, Cel?"

​Exel hanya mendengus terkekeh tanpa membalas, meraih jas kasual hitamnya untuk bersiap menyambut istri tercintanya.

​Sementara itu, di dalam mobil Rolls-Royce yang melaju menuju kediaman utama...

​Alexa duduk bersandar di kursi belakang dengan tangan bertengger kaku di pinggang mungilnya. Gaun pastel pink yang dikenakannya tampak sangat cantik, namun raut wajahnya benar-benar dipenuhi mendung kejangkelan.

​"Mas Es Batu ngeselin... Ngeselin banget!" racau Alexa heboh sendirian di kursi belakang, memayunkan bibirnya hingga lima sentimeter. "Hari ini kan aku ulang tahun ke-18! Masa gak ada ucapan selamat sama sekali! Malah disuruh datang ke rumah utama sendirian kaya anak hilang!"

​Sopir di depan hanya tersenyum tipis melirik dari kaca spion, memilih diam seribu bahasa sesuai instruksi rahasia dari Exel.

​Mobil perlahan memasuki gerbang megah kediaman utama keluarga Dirgantara, lalu berhenti di depan pintu utama.

​"Sudah sampai, Nona Alexa," ujar sopir ramah membuka pintu.

​Alexa menghentakkan kaki mungilnya ke lantai seraya melangkah keluar. "Awas ya Mas Exel... Kalau sampai rumah ini cuma buat rapat bisnis Papa, aku mau mogok bicara tiga hari!" omel Alexa cempreng seraya mendorong pintu utama yang tampak sedikit terbuka.

​Namun, begitu Alexa melangkah menembus lorong utama dan menapakkan kakinya di area taman belakang...

​PLAK! PLAK! PLAK!

​BOOM!

​Suara letusan confetti warna-warni menggelegar di udara! Ribuan pita mengkilap dan kelopak bunga mawar berguguran membasahi kepala dan gaun mungil Alexa.

​"SURPRISE! SELAMAT ULANG TAHUN ALEXA!"

​Jeritan heboh yang membahana menggema dari seluruh sudut taman!

​Alexa membeku di tempatnya. Mata bulatnya melotot sempurna, mulutnya terbuka lebar tanpa kata.

​Di depannya, taman besar itu telah disulap menjadi istana bunga yang amat megah. Mama Maria, Mama Sarah, Papa Surya, Papa Hendra, Rin, Safi, Melati, hingga Achmad berdiri sejajar seraya bertepuk tangan meriah dan menyanyikan lagu ulang tahun!

​Dan tepat di tengah-tengah panggung kecil di balik tumpukan bunga mawar, berdiri sosok Exel Dirgantara.

​Sang CEO berdarah dingin itu tampil sangat tampan mengenakan setelan kasual elegan. Di tangan tegapnya, terikat seikat besar balon berbentuk hati bernuansa rose gold serta sebuah kotak perhiasan beludru hitam yang terbuka, menampilkan sebuah kalung berlian khusus yang amat berkilau.

​Exel melangkah turun dari panggung, berjalan perlahan mendekati Alexa yang masih berdiri mematung dengan raut wajah sangat syok.

​Exel berlutut satu kaki di hadapan istri mungilnya—sebuah pemandangan luar biasa yang membuat semua orang menahan napas haru. Sang CEO menatap lurus ke dalam mata bulat Alexa dengan binar cinta dan kehangatan yang tak bertepi.

​"Selamat ulang tahun yang ke-18, Istriku... Nyonya Alexa Dirgantara," ucap Exel dengan suara rendahnya yang begitu lembut, manis, dan sarat akan kasih sayang. "Maafkan Mas yang sengaja mendiamkanmu dari tadi pagi."

​Air mata keharuan dan kebahagiaan seketika menetes membasahi pipi tembam Alexa. Rasa sebal dan amarahnya menguap habis dalam sekejap mata, digantikan oleh gelombang cinta yang tak tertahankan.

​"MAS EXEL NGESELIN BANGET!" jerit Alexa histeris bercampur tangis haru dengan suara cemprengnya, langsung menghambur dan memeluk leher tegap suaminya kencang-kencang.

​Exel terkekeh renyah, berdiri seraya merengkuh erat tubuh mungil istrinya ke dalam dekapan hangat dadanya diiringi tepuk tangan riuh dan sorak-sorai bahagia dari seluruh keluarga dan sahabat yang hadir. Kejutan manis untuk sang "Botol Yakult" resmi dimulai dengan penuh cinta dan kehangatan.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ya tuhan kirimin satu suami kaya Exel buatkuh /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣 Gass lah om mik
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
biar tau rasa, emang enak ngrasain mualnya bumil😂😂
𝐀⃝🥀Weny
musuh menyusun strategi buat menghancurkan Exel, lain halnya dengan Exel yang sibuk mencari cara buat deketin dan mengatasi ngidam bumilnya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yang sabar ya Exel, turutin aja ngidamnya orang hamil biar anaknya gak ileran😂😂
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kenapa ga dibikin bangkrut aja mereka 😏 tuman
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Masih lama apa
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lengkap sudah penderitaan Axel /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣/Facepalm/
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
selamat ya Exel baru aja Alexa ketahuan hamil, eeehh.. si orok sudah ngerjain papanya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Rame ya Akexa hamidun... Trus gimana tuh sekolah na
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Waduh mulai ada yg rusuh dong /Slight/
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
paman Achmad mesti salting kalo ada safi🤔😁
𝐀⃝🥀Weny
so sweet 🥹🫠
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Oleh oleh buat akuu manaaa /Applaud/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Cry//Cry/ Masih pagi udah banyak bombai bertebaran ae om mik /Cry//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Yg nebar bombai lah
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bacana otomatiss pake nada alm Uje dong /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pepet terooss paman Ahmad 🤣🤭 /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih tega bener 😅
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Belom beraksi juga mereka 🤔
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sabar
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waahh ini nih yg bikin syeruu /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aaaaa jadi pengen makan basoo /Scream//Hunger/
𝐀⃝🥀Weny
dalam sebuah hubungan, komunikasi dan kepercayaan itu lebih penting... semoga kalian bisa melewati badainya...
𝐀⃝🥀Weny
semoga mereka bisa bertahan dan bisa melewati setiap rintangan yang mencoba mengusik hubungan mereka🤲
𝐀⃝🥀Weny
jangan² si Alexa hamil nih🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!