Indonesia
NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOWER PANTAU

Menjelang sore, aku masuk ke bengkel. Diikuti pasukan bocil. Geulis hanya duduk diam di depan pintu. Pandangan nya mengarah ke hutan. Geraman pelan terdengar. Aku menoleh padanya. "Kamu juga ngerasain kan?" Dia menjawab dengan dengusan.

Yups. Mahluk anomali lainnya muncul di hutan. Sepertinya besok aku harus mencari dari mana jalur masuk nya. Apakah ada semacam blackhole? Atau pintu doraemon?

Aku duduk di depan meja gambar, membuat desain tower pantau sederhana namun kokoh dengan ketinggian 10 meter. Tower juga harus bisa dinaiki geulis.

.

Setelah gambar jadi, aku menampilkannya dalam bentuk hologram, (celia, aku punya materialnya gak buat bikin ini?)

(Kamu masih butuh material logam, naya.)

(Kalo yang di inventory digandakan 10x cukup gak?)

(Butuh 2 items duplikat dari market system.)

(Ok. Do it celia. Kita harus pasang towernya sore ini.)

(Siap naya. Poin system akan berkurang untuk membeli 2 items duplikat di market system.) Beberapa saat kemudian, (naya, tower siap dipasang.)

.

Aku mengangguk. Lalu menuju area samping bengkel. Dekat perbatasan hutan. Mengukur jarak pandang ke seluruh area wilayahku yang sudah kuperluas. Memastikan tidak ada halangan apapun, dan tidak tumpang tindih.

(Celia, tampilkan hologram di area yang sudah kuberi patok.)

.

Hologram biru tower pantau menjulang dihadapanku. Aku memeriksa beberapa bagian. Menoleh ke geulis yang duduk di belakangku. "Nanti kamu juga naik ya ke atas sana, bisa mantau area."

Dia mendengus pelan, mengiyakan.

.

(Ok celia, mulai proses pembangunan.)

(Siap naya.)

Rangka tower mulai terbentuk naik mengikuti jejak hologram.

Aku dan geulis naik ke tower pantau. Para bocil kusuruh diam di bawah.

Kami mengawasi perbatasan wilayahku. Cukup mudah dipantau. Aku mengangguk puas. Dari sini pun masih bisa melihat ke kejauhan di lautan. Juga bisa melihat bagian atas dari pepohonan di hutan. Beberapa pohon memang lumayan tinggi, bahkan ada yang mencapai 15 meter, namun kebanyakan masih dibawah 10 meter.

Setelah cukup puas, kami turun.

Sudah waktunya menuju makan malam.

...----------------...

Aku mengirimkan makan malam ke mas ben.

-Aku : dimakan ya mas. Ada nasi bakar dengan kemangi, suwiran ikan tuna, dan sambal tomat. Lalapan timun dan selada. Buah jambu biji, pepaya, sama kelapa. Selamat makan masku.

-Ben : kamu manjain aku banget sih sayang. Btw hari ini ngapain aja?

-Aku : biasa, nambah lahan kebunku. Oia, 3 tanaman mutanku udah ada putiknya loh. Tar lagi bakal berbunga. Trus aku bangun tower pantau tadi sore.

-Ben : produktif sekali ya. Nanti kalo kita udah barengan, mas juga mau produktif kayak kamu sayang. Disini batu semua, gak bisa buat bercocok tanam.

-Aku : sebenernya bisa kalo pake sistem hidroponik mas. Kudu ada tabung dan medianya juga sih ya. Tapi gak usah deh mas. Kan ada aku penyuplai ransummu. Hehehe..

-Ben : iya sayang. Makasih banget ya. Masakan kamu bikin mas nyaman terus. Ransum darurat jadi jarang kemakan.

-Aku : dipake transaksi aja mas. Siapa tau kan ada yang butuh. Gak semua loh punya ransum cukup. Kalo gak laku di regional, cari di global.

-Ben : iya sayang. Makasih usulannya. Nanti mas mau cari item yang mungkin cuma ada di global.

-Aku : ok mas. Met makan ya. Aku mau makan juga nih bareng gerombolan. Hehehe..

-Ben : mas masih gak habis fikir kamu jadi piara harimau sayangku. Tapi mas salut banget. Jiwa kamu emang penyayang.

-Aku : hehehe.. Iya masku. Dah ah. Tar aku keburu kenyang makan gombalanmu. Hahaha..

...----------------...

Setelah makan malam bersama pasukan bocil dan geulis. Aku naik ke tower.

Sebelumnya aku meminta para bocil ayam dan harimau diam di dalam rumah dan geulis berjaga di sekeliling batas wilayah.

Aku mengeluarkan buku jurnalku, dan mulai mencatat kegiatan hari ini.

(Celia, gandakan rewards yang kuterima hari ini, dan buka semua.)

(Ok naya.)

Layar hologram terbuka.

Total rewards hari ini setelah digandakan.

10.000 poin system.

2 200 poin skill tambahan.

2 lampu suar berputar solar energi.

.

(Rewards memang lebih sedikit sejak masa perlindungan dan bantuan berakhir ya.)

(Benar naya. Jumlah rewards menurun.)

(Dan itu memaksa penyintas untuk lebih gigih mendapatkannya. Bagus juga sih. Jangan stuck gitu gitu aja. Kudu ada usahanya.) Aku manggut-manggut.

(Celia, 500 poin upgrade skill tambahan tumbuhan, dan 500 poin lagi ke kecepatan.)

(Baik naya.)

(Celia, tolong upgrade lampu suar pakai poin system dan pasang 1 lampu suar di atap tower. Jarak pandang hingga 15 meter di luar batas wilayah.)

(Siap naya.)

...----------------...

Lampu suar berputar menyorot keseluruh area di luar batas wilayahku. Meski aku punya night vision, tapi ada kalanya dengan cara seperti ini juga akan mempengaruhi mental pengintai di luar teritory. Mereka akan merasa diawasi.

Seperti saat ini, mahluk anomali yang tadinya kurasakan hawanya berjarak 15 meter dari batas wilayahku, mulai menjauh ke dalam hutan.

.

(Celia, aku akan bermeditasi di sini sepanjang malam.)

(Ok naya.)

...----------------...

Di bumi. Chat dunia maya negara pusaka.

-A : ada gak sih selain nayaku yang sampe kepikiran bikin tower?

-B : kalo dari negara pusaka kayaknya baru dia deh. Gatau kalo yang lainnya.

-C : tu cewe bener bener ya. Bisa aja kepikiran. Kayaknya kalo gw dikirim ke sana, ga ada kepikiran bikin tower.

-A : makanya lo gak dikirim. Gada pikiran soalnya.

-C : dih! Anomali ngajak ribut. Eh btw, tu cewe lagi ngapain aja gitu disitu? Bukannya tidur ya?

-D : pindah kali tidur di situ, bosen di kamar terus.

-B : dia lagi meditasi guys. Bukan tidur. Bedain ya.

-D : orang sini mah begadang nongkrong ngopi. Dia begadangnya meditasi. Pantes aja kan cepet banget naik skillnya. Gak macem yang udah pada meninggoy, dari awal diliat kerjanya banyak jualan barang doang.

-A : ya gitulah nayaku. Gada lawan. Udah mah cantik, proporsional, rajin berkebun, miara ayam mutan, nambah miara harimau, pinter masak, bisa nangkep ikan, bisa bikin apa aja, bisa pake senjata apa aja, bisa berantem tangan kosong. Idaman banget.

-B : masih aja ngaku ngaku mahluk anomali.

.

Basis kota jaya.

"Baru kali ini ada penyintas bikin tower pantau. Bisa bisa nya dia kepikiran." seorang petugas pengawas geleng-geleng kepala melihat bangunan baru milik naya. "Jangan bilang besok besok dia bikin dermaga, bikin airport, bikin hotel."

"Hahaha... Gak segitu nya juga kali." sahut petugas lainnya. "Kalau menurut aku sih besokan dia bikin pasukan hewan. Kayaknya dia suka aja gitu ngumpulin peliharaan. selain petani ternyata jiwanya juga peternak."

"Kalo yang dikumpulin hewan buas sih bukan peternak, tapi pengasuh bonbin." timpal petugas pertama.

...----------------...

1
Mahlubin Ali
100% delete lah
Mahlubin Ali
serius nih bikin buku diary di noveltoon??
Dhewa Shaied
makin keren benaya.. lanjut thor😍😍😍💪💪💪
PonsParadiso: 😍😍😍 semoga sabar membacanya, masih lanjuuut...
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor makin aeru.. tpi ben sama nay nikahnya gmn 🤣🤣🤣
PonsParadiso: 🤭🤭🤭 teori ngasal sih, tapi kalo dipikri pikri make sense. masih belum nyampe ke situ kalo sekarang. hehehee..
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanut trs Thor
Dhewa Shaied
ditunggu updatenya thor
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!