Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Pesta Kelulusan

Bayu berdiri menatap dua sosok yang sudah tidak berdaya di atas tanah berumput liar tersebut.

Ki Darmo terbatuk memuntahkan darah berulang kali, napasnya semakin pendek dan tersendat.

Di sudut lain, Kevin terbaring dengan mata terbelalak kosong, tubuh monsternya perlahan menyusut kembali ke ukuran normal seiring hilangnya efek racun.

Namun, saraf otak dan tulang belakang Kevin sudah hancur total akibat benturan energi tadi.

Remaja sombong itu tidak akan mati, namun dia akan menghabiskan sisa hidupnya sebagai manusia sayuran yang hanya bisa berbaring di atas tempat tidur tanpa bisa berbicara.

"Tolong... ampuni aku, Tuan," rintih Ki Darmo dengan sisa-sisa tenaganya, membuang jauh-jauh kesombongannya sebagai ahli racun.

Bayu melangkah mendekat, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan.

"Aku bukan pembunuh berdarah dingin, Ki Darmo. Tapi membiarkan anjing gila berkeliaran dengan ingatan tentang siapa diriku adalah sebuah kebodohan," ucap Bayu datar.

Bayu membungkuk, jari telunjuk dan tengahnya dengan cepat menusuk dua titik meridian di pangkal leher dan belakang telinga Ki Darmo.

Itu adalah teknik penghapus memori permanen dan penyegel energi chi secara total.

Ki Darmo mengerang tertahan sesaat, matanya mendelik ke atas, lalu tubuhnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Pria tua itu kini hanya menjadi kakek pikun biasa yang tidak ingat siapa dirinya maupun ilmu bela diri yang pernah dipelajarinya.

Bayu merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel, menghubungi nomor asisten pribadi Pak Herman.

"Ada dua tumpukan sampah di area gudang belakang sekolah. Tolong bersihkan tempat ini sekarang, kirim mereka berdua ke rumah sakit jiwa di luar kota dan pastikan tidak ada catatan medis yang tersisa," perintah Bayu dengan nada mutlak.

Setelah mendapat jawaban persetujuan dari seberang telepon, Bayu menutup panggilannya dan berjalan santai meninggalkan area tersebut.

Satu babak gelap dalam hidupnya telah selesai, dan kini saatnya dia menyambut masa depan yang jauh lebih megah.

Satu minggu berlalu sejak hari ujian terakhir yang menegangkan itu.

Malam ini, sebuah hotel bintang lima di pusat kota telah disewa penuh oleh yayasan sekolah untuk acara pesta kelulusan kelas tiga belas.

Ballroom hotel itu dihiasi dengan lampu kristal raksasa, karpet merah tebal, dan meja-meja bundar berbalut kain sutra putih.

Alunan musik klasik mengalun lembut, menemani murid-murid elit yang hadir dengan pakaian mewah mereka.

Para siswa mengenakan setelan jas desainer ternama, sementara para siswi berlomba-lomba memamerkan gaun malam termahal yang bisa dibeli oleh orang tua mereka.

Namun, semua kemewahan itu mendadak kehilangan pesonanya saat pintu utama ballroom terbuka perlahan.

Suasana bising di dalam ruangan seketika berubah menjadi hening.

Bayu melangkah masuk dengan postur tubuh yang sangat tegap dan penuh wibawa.

Dia tidak mengenakan jas sewaan murahan seperti yang dibayangkan oleh murid-murid lain.

Bayu mengenakan setelan jas hitam pekat buatan desainer Italia yang dipesan khusus oleh Siska untuknya.

Jas itu menempel sempurna di tubuhnya yang berotot, menonjolkan dada bidang dan bahunya yang lebar.

Rambutnya disisir rapi ke belakang, memperlihatkan rahangnya yang tegas dan sorot matanya yang tajam mematikan.

"Itu... itu beneran Bayu si murid beasiswa?" bisik salah satu siswi dengan mulut sedikit terbuka.

"Gila, dia kelihatan seperti pewaris tunggal perusahaan multinasional, auranya beda banget sama anak-anak cowok di sini," sahut siswi lainnya dengan mata berbinar kagum.

Bayu mengabaikan semua tatapan dan bisikan itu, dia berjalan santai menuju meja minuman di sudut ruangan.

Aura pemikat giok hijaunya secara pasif menyebar ke seluruh ballroom, membuat udara di sekitarnya terasa lebih berat dan panas bagi wanita mana pun yang melihatnya.

Di meja guru yang terletak tak jauh dari sana, Bu Rina duduk dengan gaun satin berwarna biru tua yang sangat ketat.

Mata guru biologi itu langsung terkunci pada sosok Bayu sejak pemuda itu melangkah masuk.

Bu Rina menelan ludah dengan susah payah, wajahnya memerah mengingat bagaimana tubuh gagah di balik jas mahal itu pernah menguasainya semalaman suntuk.

Hanya dengan melihat Bayu memegang gelas kristal berisi minuman bersoda, Bu Rina merasa sesuatu yang hangat mulai merembes membasahi celana dalamnya.

"Sial, aku harus mencari alasan untuk memanggilnya ke toilet nanti," batin Bu Rina meremas ujung meja, mati-matian menahan gairah yang bergejolak liar.

Tiba-tiba, pusat perhatian seluruh ruangan kembali teralihkan ke arah tangga utama ballroom.

Natasha turun dengan sangat anggun, mengenakan gaun malam berwarna merah rubi yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna.

Belahan gaun itu cukup tinggi, memamerkan kaki jenjangnya yang dibalut sepatu hak tinggi berwarna perak.

Gadis primadona itu terlihat luar biasa cantik, layaknya seorang dewi yang turun dari kahyangan.

Beberapa siswa kaya langsung merapikan jas mereka, bersiap untuk mendekati dan mengajak Natasha berdansa.

Namun, Natasha sama sekali tidak melirik ke arah mereka. Mata indah gadis itu langsung mencari sosok yang paling dia nantikan sepanjang minggu ini.

Begitu matanya menemukan Bayu yang sedang berdiri bersandar di pilar sudut ruangan, senyum cerah langsung mengembang di wajah Natasha.

Gadis itu berjalan lurus melewati kerumunan pewaris kaya, menolak setiap uluran tangan yang mencoba menyapanya.

Natasha berhenti tepat di hadapan Bayu, aroma parfum vanilanya bercampur dengan aroma maskulin dari tubuh pemuda tersebut.

"Kau terlihat sangat tampan malam ini, Bayu," sapa Natasha dengan suara lembut yang sedikit bergetar karena gugup.

Bayu menatap Natasha dari ujung kepala hingga ujung kaki, senyum miring yang sangat mempesona terukir di bibirnya.

"Gaun merah sangat cocok untukmu, Tuan Putri. Kau terlihat jauh lebih manis kalau tidak sedang marah-marah," goda Bayu.

Pipi Natasha langsung memerah, namun kali ini dia tidak menyangkal atau berteriak seperti biasanya.

Tanpa mempedulikan puluhan pasang mata yang sedang menatap mereka dengan syok, Natasha melingkarkan tangannya ke lengan Bayu.

Gadis itu menyandarkan kepalanya sedikit ke bahu pemuda tersebut, sebuah gestur kepatuhan dan kepemilikan yang sangat jelas di depan publik membuat seluruh ballroom menjadi gempar.

"Natasha menempel pada Bayu? Apa mataku tidak salah lihat?!" bisik seorang siswa dengan nada frustrasi.

"Pantas saja keluarga Kevin dihancurkan, ternyata Bayu adalah pria simpanan putri Ketua Yayasan," desas-desus liar mulai bermunculan.

Bayu tidak peduli dengan rumor murahan itu, dia justru menempelkan tubuhnya sedikit lebih dekat ke arah Natasha.

Hawa panas dari tubuh Bayu langsung meresap ke dalam kulit gadis itu, membuat napas Natasha menjadi sedikit lebih cepat.

"Kau sangat berani memelukku di depan semua orang, Natasha. Apa kau tidak takut tubuhmu bereaksi aneh lagi seperti di belakang sekolah waktu itu?" bisik Bayu tepat di telinga gadis itu.

Natasha menundukkan wajahnya yang semakin memerah, giginya menggigit pelan bibir bawahnya untuk menahan desahan yang nyaris keluar.

"Aku tidak peduli apa kata orang. Aku milikmu, Bayu. Kau sendiri yang mengatakannya," balas Natasha dengan suara berbisik yang sangat manja dan penuh kerelaan.

Bayu tertawa pelan, tangannya bergerak merangkul pinggang ramping gadis itu dengan protektif.

Malam itu, Bayu menikmati pertunjukan hancurnya gengsi para anak orang kaya yang dulu sering menindasnya.

Dia tidak perlu berkelahi, kehadirannya dan Natasha di sisinya sudah cukup untuk menampar harga diri mereka semua hingga hancur lebur.

Drrrtt... drrrtt...

Ponsel di saku jas Bayu bergetar, memecah suasana intim di antara mereka berdua.

Bayu melepaskan rangkulannya perlahan dan memeriksa layar ponselnya.

Sebuah panggilan masuk dari Siska.

"Tunggu sebentar, ini panggilan penting dari rekan bisnisku," ucap Bayu pada Natasha.

Natasha mengangguk patuh, melangkah mundur sedikit untuk memberikan ruang pada pemuda itu.

"Ada apa, Siska? Aku sedang di acara kelulusan," sapa Bayu setelah mengangkat telepon.

Suara Siska dari seberang telepon terdengar sangat tegang dan sedikit panik, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada janda CEO tersebut.

"Bayu, maaf mengganggumu, tapi ini sangat darurat."

"Pak Surya baru saja datang ke klinik membawa seorang tamu VIP dari ibukota. Pasiennya adalah cucu perempuan dari Jenderal Aditama, keluarga militer dan politik paling berpengaruh di negara ini."

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!