Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlunta-Lunta

Malam masih cukup gelap untuk di lalui. Kasih sedikit menggigil kedinginan sebab ia hanya mengenakan pakaian tidur tanpa jaket.

Sedangkan jalanan perumahan mewah yang sudah membesarkannya perlahan lengang dan semakin menjauh.

koper biru di genggaman tangan Kasih kian terasa berat. Ia menyeretnya dengan hati yang hancur.

Sedangkan ponselnya sudah raib. Di bawa kabur oleh dua orang begal yang beraksi saat tadi. Dan sisa uang tabungannya hanya tiga ratus ribu saja, hanya cukup untuk bayar kos selama seminggu. Itupun jika ada yang mau menerima tanpa KTP orangtua.

Kasih merasa lelah. kakinya sudah cukup keram karena terlalu jauh berjalan.

Ia menuju halte. Dan saat bersamaan, hujan turun mengguyur tubuhnya. Ia setengah berlari untuk sekedar berlindung.

Kasih duduk di halte. Kepalanya menunduk. Saat bersamaan, dadanya terasa sesak. Bukan karena udara yang sangat dingin. Tetapi karena kalimat yang di ucapkan oleh Hendra sejak tadi, dan terus saja berputar di kepalanya.

"Kau hanyalah anak pungut."

"Aku yang berhak atas dirimu."

Tanpa ia sadari, air matanya jatuh di pipinya. Tetapi dengan cepat ia menghapusnya.

"Aku gak boleh nangis di jalan,an seperti ini" bisiknya pelan. "Nanti dikira, kalau aku orang gila." ia menghela nafasnya yang terasa berat.

Waktu berlalu. Saat ini sudah memperlihatkan pukul empat subuh.

Ia kembali berjalan lagi. Tanpa tujuan, tanpa harus tau kemana.

Hingga sampai akhirnya ia melihat sebuah masjid kecil di ujung gang.

Lampunya masih menyala. Dan nalurinya membawa hingga kesana.

Kasih tiba di depan pintu pagar mesjid. Ia mendorongnya dengan pelan. Di teras ada sebuah tikar yang terbentang.

Pak Muslim yang merupakan marbot mesjid sedang membersihkan lantai ruangan. Hal itu karena akan segera tiba waktu subuh. Ia tersentak kaget.

"Nak? Jam segini? Mau apa?"

Kasih menundukkan kepalanya. Ia juga takut kalau nanti dikira mau mencuri uang dari kotak amal. "Pak... boleh saya tidur di sini sebentar saja. Saya ngantuk dan lelah? Cuma semalam. Besok saya cari kerja."

Suara Kasih akhirnya pecah. Nadanya bergetar, menahan semua sesak di dalam hatinya.

Pak Muslim yang melihat kopernya. Serta melihat mata Kasih yang bengkak dan sembab. Tanpa banyak tanya beliau langsung mengangguk. "Sini. Tidur di serambi dalam. Jangan di luar. Banyak nyamuk." ajaknya.

Ia merasa iba pada anak perempuan di hadapannya. Takut hal-hal buruk menimpanya.

Mendengr hal tersebut, Kasih melkukan sujud syukur. "Terima kasih, Pak..." bulir bening jatuh di sudut matanya.

Malam itu ia tidur di atas sajadah.

Hujan turun semakin deras, membuat tubuhnya kian menggigil. Tetapi yang paling dingin saat ini adalah hatinya. "Siapa aku? Siapa kedua orangtuaku?" gumamnya dalam hati, sebelum ia menjemput mimpinya.

***

Sinar mentari menerobos masuk melalui celah jendela kaca dan juga ventilasi.

Kasih terbangun dari tidurnya. Meskipun hanya beberap jam saja, sudah cukup membuatnya merasa segar.

Melihat Pak Muslim yang sibuk mengurus Mesjid, ia bergegas membantu pria itu untuk menyapu dan mengepel.

"Pak, saya boleh kerja apa aja di sini? Saya bisa menyapu, ngepel, cuci piring. Gratis. Gak usah di bayar juga gak apa-apa. Yang penting saya di beri tempat untuk tidur." pintanya dengan nada memohon.

Pak Imam tersenyum getir. "Kerja aja di warung sebelah. Bilang sama yang punya warung, dari saya. Beliau lagi butuh tukang cuci piring."

Warung yang di maksud oleh Pak Muslim adalah Warung Nasi milik Bu Yati.

Kasih langsung membeliakkan kedua matanya. Matanya berbinar. "Makasih ya, Pak.." ucapnya. Dan tanpa menunggu lama, langsung menuju warung di sebelah Mesjid

"Assalammualaikum," ucapnya.

Seorang wanita paruh baya dan merupakan janda sedang sibuk menata warungnya yang sebentar lagi akan buka.

"Warung belum buka, Nak. Bentar lagi," sahut Bu Yati. Karena mengira Saras adalah pelanggan.

"Bu.. Saya kemari mau mencari pekerjaan. Kata Pak Muslim marbot Mesjid, ibu butuh tukang cuci piring." ucapnya, dan ia menjelaskan langsung maksud kedatangannya.

Bu Yati awalnya ragu. Ia menatap Kasih yang matanya masih tampak sembab, sisa menangis tadi malam. "Kamu umur berapa?"

"Delapan Belas tahun, Bu. Kelas tig belas,"

"Kalau orang tua?"

Kasih diam cukup lama. Lalu menjawab dengan pelan. "Gak ada, Bu... Aku hanya hidup sebatang kara."

Bu Yati langsung merasa iba. Ia melihat kejujuran di mata Kasih, dan akhirnya menerimanya untuk bekerja.

"Gaji kamu hanya dua puluh lima ribu perhari dan jatah makan dua kali sehari. Kamu mulai kerja dari Jam kerja delapan pagi -sampai jam delapan malam."

Kasih langsung mengangguk setuju

Ia mulai bekerja. Tangannya mengalami lecet karena terkena air sabun. Punggungnya mulai terasa pegal karena mengangkat panci.

Tapi semuanya ia tahan. Karena ia sangat membutuhkannya. Setiap kali mendapatkan uang, ia langsung menyimpannya.

Jika malam hari, ia balik lagi ke masjid. Tidur di sudut ruangan.

Terkadang, anak-anak TPA yang di ajar oleh Pak Muslim, memberinya roti. "Kak, ini buat kakak." ucap Dini, gadis kecil yang selalu ceria.

Kasih hanya bisa tersenyum getir. Ternyata hidupnya sudah cukup memprihatinkan.

Seminggu berlalu....

Kabar tentang 'anak Pak Hendra diusir' sudah menyebar ke sekolah dengan cukup cepat.

Di grup WA kelas semakin ramai memperbincangkannya. Bahkan salah satu warga ada yang diam-diam merekam Kasih keluar dengan membawa koper dan menyebarkannya.

Novi yang merupakan orang yang paling membencinya, langsung paling depan dalam mengghibahnya. "Kabarnya si Kasih digerebek sama tante Santi, karena ketahuan selingkuh sama bapaknya sendiri,"

"Anak pungut memang begitu. Gak tau diri banget jadi orang," jawab Della.

"Ih jijik banget dengernya..." sahut yang lainnya.

Kasih yang tanpa sengaja melihat postingan tersebut di di HP Bu Yati yang lewat dari beranda media sosial. Tangannya langsung gemetar.

Hanya saja beruntungnya, suasana masih gelap, sehingga wajahnya tidak begitu terekspos jelas.

Kasih langsung keluar dari warung. Ia muntah di selokan.

Bu Yati yang melihatnya datang menghampirinya. "Kamu kenapa, Nak? Sakit?" sembari mengusap punggung Kasih.

Kasih menggelengkan kepalanya pelan. Ia tak ingin Bu Yati mengetahui tentang apa yang terjadi padanya. "Gak apa-apa, Bu. Mungkin masuk angin karena tidur gak ada selimut," jawabnya berbohong.

"Ya sudah, nanti ibu kasih selimut, biar kamu gak kedinginan lagi." sahut Bu Yati. Dan jawaban itu membuat Kasih merasakan hatinya menghangat.

Kasih hanya hanya dapat mengulas senyum miris. Hatinya saat ini cukup perih. Ia adalah korban, tetapi orang menghakiminya, sebelum tau cerita dari sudut pandangnya.

Saat ini, yang peduli padanya hanya Bu Yati saja. Dan terlihat jika wanita paruh baya itu benar-benar menerimanya kehadirannya.

***

1
yuyun Rahayu
ya Allah kasihh, tragis benr nasibmuu😢😢
FiaNasa
gak usah ditahan Farhan gas poll dahh🤣🤣🤣
yuyun Rahayu
udh buat tumbal aja tuhh Kashh si Hendra bapak angktmu yg gk tau ahlaq
neni nuraeni
Alhamdulillah kutukannya sudah hilang,,, ayo gas aja farhan ga bkl knp2 ko,,,semoga Nawang cantik lagi ya kak,,, lnjuttt
tati st🌼🌼
korban pertama si dimas,tapi aku rela
tati st🌼🌼
agah masa diajak nikah sirih
neni nuraeni
semoga mereka bisa menahan godaan terakhir dan untuk Wulan serta Rayyan semoga mereka bisa mnglhkn Mbah jati serta antek2nya
Desyi Alawiyah
Ayo Farhan, fokus.. Jangan lengah.. ingat, ini hari terakhir kamu dan Kasih puasa mutih 👻
Desyi Alawiyah
Wah, maksudnya apa nih Kak Siti..

Tubuhnya sebesar rumah pihak pengembang? 🤭
tati st🌼🌼
mampir di karya otor
yuyun Rahayu
semga aja kutukan itu selesai ya Kasih,dn bapakmu yg siluman itu cept dimusnahkn dgn manusia yg memilki ilmu,dna kamu bisa hidup damai
Desyi Alawiyah
Semoga Mbah Jati, Roro Penguk dan antek-anteknya cepet musnah deh.. Kasihan, Kasih biar dia jadi manusia normal yang bebas dari kutukan..


Ohya Kak.. si Gita dan suaminya, orang yang pertama kali bawa Kasih ke panti asuhan ketika Kasih masih bayi, kok nggak di munculin sih..

Apa dia mereka beda kota dengan tempat tinggal Kasih.. 😌
FiaNasa
si Roro penguk pasti baunya penguk🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
FiaNasa
yg slalu gak kuat si kasih
neni nuraeni
semoga mereka berhasil puasa mutihnya,,, dan Wulan kmbli cantik agar ia bisa mnglhkn Mbah jati serta antek2nya, lnjut atuh kak seruuu
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiinn
total 1 replies
FiaNasa
setidaknya kau tidak bodoh² amat lah kasih..udah tau banyak bahaya pake nganterin berkas segala,,kan bisa telfon atau minta tolong sopir anterin itu berkas..kasih kok lemah banget ya
neni nuraeni
waduhh.. lnjutt
kinoy
eh mlh nambah korban LG..duh
Desyi Alawiyah
Puas banget mbah Jati ketawanya, itu pasti udah kenyang
Desyi Alawiyah
Roro Penguk itu kuntilanak hitam kan?
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: yuuuups
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!