Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A Miracle I Didn't Perform
Lorong batu di bagian dalam Grand Temple terasa sejuk dan lengang, tetapi dada Ophelia justru terasa sesak. Ia melangkah terburu-buru, menyusuri deretan pilar marmer tinggi yang menopang langit-langit kuil. Cadar putih tipis yang menutupi wajahnya bergoyang pelan seiring langkah kakinya yang tergesa-gesa.
"Bagaimana bisa situasi seperti ini terjadi?" bisik Ophelia lirih pada dirinya sendiri.
PING!
Layar transparan berbingkai emas khas Divine Observation System mendadak muncul di ruang pandangnya, berkedip-kedip dengan cahaya yang sangat mengganggu.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Divine Attention: ABSOLUTE ECSTASY
Miracle Status: Attribute Theft in Progress
Sanity Level: 02% (Critically Overwhelmed)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: LIHATLAH PENDETA-PENDETA ITU! MEREKA BERSUJUD DI HADAPAN GADIS RAMBUT PERAK ITU SEPERTI CACING! PADAHAL OPHELIA YANG MELAKUKAN SEMUANYA!]
[GODDESS OF BEAUTY: Asterion benar! Ini sama sekali tidak adil! Kecantikan dan keajaiban Ophelia yang luar biasa justru diatasnamakan oleh Seraphina! Aku menuntut ganti rugi visual!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Secara kalkulasi sosial, pengalihan kredit keajaiban ini justru menguntungkan Ophelia. Identitasnya sebagai biarawati biasa tetap aman sebesar 87,4%.]
[GODDESS OF LOVE: Tapi adegan saling tatap antara Ophelia dan Seraphina tadi sungguh manis! Apakah ini awal dari persahabatan sejati di antara dua gadis suci?!]
[GOD OF FORTUNE: Aku memenangkan taruhan 2000 keping emas! Hahaha! Bukankah sudah kukatakan keajaiban itu pasti akan terjadi?!]
[GODDESS OF WISDOM: Diamlah, Magnus! Keajaiban itu terjadi karena Ophelia campur tangan untuk menyelamatkan ksatria tersebut, bukan karena taruhan konyolmu!]
[UNKNOWN GOD: ...You did standard work.]
Ophelia mengelus dadanya, berusaha meredakan denyut di pelipisnya. Kalian para dewa yang melemparkan berkah berlebihan hingga terjadi ledakan cahaya emas dan hujan kelopak mawar itu! Kalau bukan karena tingkah kalian, tidak mungkin seluruh kuil gempar seperti ini!
Ia sengaja melarikan diri ke koridor sepi ini untuk menghindar dari kerumunan warga dan pendeta yang masih riuh mengelukan nama Saintess Seraphina. Namun, sebelum Ophelia sempat melangkah lebih jauh menuju ruang penyimpanan kitab, sebuah bayangan tinggi mendadak menghalangi jalannya di persimpangan koridor.
Ophelia menghentikan langkah secara refleks, mendongak sedikit dari balik cadarnya.
Di depannya berdiri Cassian Aurelius Valerian, sang Grand Mage dari Celestia. Pria berusia dua puluh dua tahun itu tampil memikat dengan jubah penyihir berwarna biru tua berhias benang emas. Rambut peraknya yang sedikit berantakan membingkai wajah tampannya yang penuh ekspresi jahil, sementara sepasang mata indigonya menatap Ophelia dengan binar rasa penasaran yang luar biasa tajam.
"Langkah kaki yang sangat cepat untuk seorang biarawati biasa," tutur Cassian, mengarahkan tongkat sihir berujung kristal miliknya ke tanah. Bibirnya mengukir senyuman miring yang begitu khas.
Ophelia membungkuk sopan, berusaha menjaga nada suaranya setenang mungkin. "Hamba memohon ampun, Grand Mage Cassian. Hamba hanya sedang menjalankan tugas untuk kembali ke perpustakaan bawah tanah."
Cassian melangkah satu tapak mendekat. Aroma kayu manis dan energi mana murni berhembus dari jubahnya. "Perpustakaan? Sungguh? Bukankah engkau baru saja menjadi bintang utama yang berdiri tepat di belakang Saintess dalam pertunjukan keajaiban besar di altar utama?"
Hati Ophelia mendesir dingin. Pria ini... dia menyadari sesuatu.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target Observation: Cassian Aurelius Valerian
Danger Level: HIGH (Archmage's Mana Perception Active)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: PENSYIHIR KECIL INI LAGI! OPHELIA, BIARKAN AKU MEMINJAMKAN PEDANG PETIR UNTUK MENEBAS TONGKATNYA!]
[GODDESS OF BEAUTY: Jangan! Tatapan mata indigonya sangat menawan! Ini adalah interaksi romantis yang sangat dinantikan!]
[GODDESS OF LOVE: KYAAAA! GRAND MAGE MENYUDUTKAN BIARAWATI BERCADAR DI LORONG SEPI! INI SANGAT TEPAT DENGAN TEMA MANHWA ROFAN!]
[UNKNOWN GOD: ...Stay away from her.]
Ophelia mengabaikan riuh rendah layar di depannya dan tetap menundukkan kepala. "Hamba hanya seorang pengawal spiritual yang ditugaskan oleh Yang Mulia Agung Paus untuk mendampingi Lady Seraphina. Keajaiban luar biasa tadi sepenuhnya adalah hasil dari berkah suci yang dipancarkan oleh Lady Seraphina."
"Begitukah?" Cassian terkekeh pelan. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, menyandarkan bahunya pada pilar marmer. "Menarik. Sangat menarik. Karena sebagai seorang Archmage yang menguasai analisis struktur mana, aku melihat hal yang sangat berbeda."
Cassian memiringkan kepalanya, matanya menatap intens ke arah kain putih yang menutupi wajah Ophelia. "Gelombang mana suci yang menyembuhkan kutukan itu tidak memiliki pola lingkaran sihir milik Seraphina. Gelombang itu begitu murni, padat, dan antik—seolah-olah dipancarkan langsung dari inti kekuatan ilahi era kuno. Dan frekuensi paling tinggi dari gelombang itu terpancar persis ketika tanganmu menyentuh bahu Seraphina."
Atmosfer di lorong sepi itu mendadak menjadi sangat berat. Ophelia mengepalkan jemarinya di dalam lipatan jubahnya. Rasionya berputar cepat mencari alasan paling masuk akal untuk membantah tuduhan sang jenius sihir.
"Grand Mage Cassian pasti salah menganalisis," sahut Ophelia dengan nada datar tanpa nada gugup sedikit pun. "Hamba tidak memiliki bakat sihir tinggi. Sentuhan hamba tadi hanyalah upaya untuk menopang Lady Seraphina yang hampir pingsan karena kelelahan."
"Benarkah? Lalu bagaimana engkau menjelaskan fluktuasi mana yang masih tersisa di sekitarmu saat ini?" Cassian mengangkat jari telunjuknya. Sebuah lingkaran sihir transparan berukuran kecil tercipta di udara, memancarkan pendar biru yang mendeteksi sisa energi di sekitar tubuh Ophelia.
Namun, sebelum lingkaran sihir Cassian sempat menganalisis tubuh Ophelia lebih jauh, sebuah helaan napas dingin yang begitu berat bergema dari arah belakang Cassian.
"Cukup, Grand Mage Cassian."
Lucien Raphael von Astralis melangkah keluar dari balik bayangan koridor. Sang Imperial Swordmaster berjalan dengan anggun namun penuh ancaman. Zirah besinya mendenting pelan, dan tangan kanannya bersandar santai di gagang pedang panjangnya. Mata merah gelap Lucien menatap Cassian dengan kebekuan yang sanggup membekukan air terjun.
"Menginterogasi seorang biarawati kuil menggunakan sihir deteksi tanpa izin dari Agung Paus adalah pelanggaran batas kewenangan," kata Lucien dengan suara berat yang dipenuhi tekanan fisik.
Cassian menghentikan sihirnya, memutar tubuhnya sambil mengibaskan jubah dengan raut wajah kecewa yang dibuat-buat. "Ah, Komandan Lucien. Engkau selalu datang merusak kesenangan orang lain di saat yang paling tidak tepat."
"Tugasku adalah menjaga ketertiban di area Grand Temple, bukan membiarkan penyihir seperti Anda mengganggu para pekerja kuil," balas Lucien dingin. Pandangannya beralih ke arah Ophelia. "Biarawati, engkau dipanggil oleh Agung Paus ke Ruang Doa Utama sekarang juga."
Ophelia membungkuk dalam-dalam, merasa sangat lega karena gangguan Cassian terhenti. "Hamba mengerti, Komandan Lucien. Hamba akan segera menghadap."
Saat Ophelia melangkah melewati kedua pria tinggi tersebut, Cassian berbisik pelan dengan senyuman misterius yang tidak bisa dilihat oleh Lucien. "Kita belum selesai, Biarawati Bercadar. Aku akan membongkar rahasiamu cepat atau lambat."
Ophelia berpura-pura tidak mendengar dan mempercepat langkah kakinya menuju Ruang Doa Utama. Di dalam hatinya, ia hanya bisa meratap melas.
Keajaiban yang bahkan tidak aku akui ini justru memicu kecurigaan sang Archmage dan membawa perhatian Agung Paus. Ophelia memejamkan matanya rapat-rapat saat layar sistem di hadapannya kembali memunculkan pesan baru.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Warning: Grand Pope's Summons Awaits!
Divine Prediction: Heavy Inquiry Ahead
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GODDESS OF WISDOM: Bersiaplah, Ophelia. Raphael bukan orang yang mudah diyakinkan dengan alibi sederhana.]
Ophelia menghela napas panjang. Hidup tenang yang diimpikannya terasa makin jauh dari jangkauan.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗