Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

‎Rendra langsung membuka pintu mobil dan turun dengan langkah cepat. Udara malam yang sejuk menerpa wajahnya, tapi perhatiannya tercurah pada sosok Nara yang berdiri di trotoar dengan tubuh yang sedikit gemetar dan wajah yang memucat.

‎‎"Nara, kamu menangis?" tanya Rendra dengan penuh kekhawatiran. Dia melihat air mata yang terus menetes di pipinya, pandangannya turun dan melihat tangan kanan Nara yang menggenggam erat gaun malam yang dikenakannya. "Ada apa? Kenapa kamu disini sendirian malam-malam seperti ini?"

‎‎Rendra membuka jaketnya dan memakaikannya untuk menutupi pundak Nara yang terbuka. Dia tidak ingin memaksa wanita itu untuk berbicara, tapi dia akan tetap ada di sana sebagai tempat yang bisa diandalkan

‎‎"Aku antar kamu pulang ya," ucapnya pelan sambil menatap sejenak pada jalan yang masih ramai oleh kendaraan, "Atau, kamu ingin aku antar ke kantor Arga?"

‎‎Mendengar Rendra menyebut nama Arga, Nara langsung mengangkat wajahnya cepat. Air mata yang sebelumnya hanya menetes perlahan kini mulai mengalir deras di pipinya, dia menggenggam bagian depan jaket Rendra yang menutupi pundaknya dengan erat, seolah itu adalah satu-satunya benda yang bisa dia gunakan sebagai pegangan untuk menguatkan dirinya.

‎‎"Tidak... jangan ke kantornya..." ucapnya dengan suara bergetar, "Aku ingin pulang saja."

‎‎Kata-katanya keluar pelan namun jelas. Dia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah Rendra, "Tolong antarkan aku pulang, Ren... aku mohon..."

‎‎"Baiklah, aku antar kamu pulang ya," ucap Rendra dengan nada menenangkan, tangannya menyangga punggung Nara untuk membantunya berjalan menuju mobil. Dengan hati-hati dia membantu wanita itu memasuki kursi penumpang, menutup pintunya dengan lembut sebelum berjalan ke sisi pengemudi.

‎‎Setelah masuk dan menghidupkan mesin mobil, Rendra menoleh ke arah Nara yang masih menunduk dengan bahu yang sedikit bergetar karena menangis. Tanpa banyak bicara, dia mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

‎Setelah beberapa menit berkendara, mobil akhirnya berhenti di depan gerbang rumah Nara. Rendra mematikan mesin dan segera turun untuk membuka pintu mobil bagi Nara.

‎‎Wanita itu mengangkat kepalanya, melihat rumah yang biasa terasa hangat kini seolah terlihat dingin dan sunyi. Dia turun dari mobil dan memaksakan sebuah senyuman diwajahnya pada Rendra.

‎‎Rendra mengangkat pandangannya ke arah halaman dalam rumah Nara dan melihat ada sebuah mobil yang terparkir disana, "Apa Arga sudah pulang?"

‎‎"Sepertinya belum," jawab Nara, matanya menatap mobil yang terparkir dengan tatapan kosong. "Tadi aku menyuruh pak Dadang untuk pulang setelah mengantarku. Dia mungkin sudah kembali dan memarkirnya di sana."

‎‎Dia menghela napas perlahan, "Rendra, terimakasih sudah mengantarku pulang."

‎‎"Tidak perlu berterima kasih, Nara," ucap Rendra. Dia melihat ke arah pintu rumah sejenak, lalu kembali menatap wajah Nara yang masih terlihat pucat dan lelah. "Sebaiknya kamu telefon Arga supaya cepat pulang dan bisa menemani kamu dirumah,"

‎‎"Ya sudah, kalau begitu aku pamit pulang. Kalau kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungiku ya," lanjut Rendra dengan nada hangat, tangannya menyentuh bahu Nara sebentar sebelum menariknya kembali.

‎‎Saat Rendra hendak berbalik menuju mobilnya, Nara dengan cepat menarik tangan pria itu. Matanya yang masih sedikit merah karena menangis kini menatapnya dengan pandangan yang penuh harapan.

‎‎"Tunggu, Ren..." ucapnya dengan suara lembut namun jelas. Dia menggenggam tangan Rendra lebih erat, seolah tidak ingin melepaskannya. "Hari ini aku ulang tahun, maukah kamu menemaniku makan malam dulu didalam?"

‎‎Nara memberikan senyuman yang lebih tulus dibanding sebelumnya. "Aku sudah menyiapkan makan malam untuk merayakannya," Dia menghela napas perlahan. "Aku tidak ingin menghabiskan malam ini sendirian. Bolehkah kamu masuk dan makan malam bersamaku? Sebagai teman saja..."

‎‎Rendra melihat tangan Nara yang masih menggenggam lengannya, kemudian menatap wajah wanita itu kembali dan mengangguk. "Tentu saja, Nara. Aku akan menemanimu."

‎‎Nara menurunkan tangannya dan mengajak Rendra untuk masuk. Rendra mengikuti di belakang, pandangannya menyelimuti sosok Nara yang berjalan di depannya. Berada di dekatnya seperti ini dan sikap yang wanita itu tunjukkan sekarang justru semakin membakar hasrat yang sudah dia tahan selama dua tahun ini.

-

-

-

‎Setelah suara desahan dan jeda terakhir mereda, Arga menundukkan kepalanya dengan napas terengah-engah dengan tubuhnya masih menempel pada Alya. Setelah beberapa saat, pria itu menarik diri dan mengambil tisu dari meja untuk membersihkan diri, kemudian memberikan beberapa lembar kepada wanita di hadapannya.

‎‎"Aku harus segera pulang," ucap Arga dengan napas yang masih belum teratur, dia mulai mengenakan pakaiannya dengan tergesa-gesa. "Hari ini ulang tahun Nara. Aku sudah berjanji akan pulang lebih awal."

‎‎Alya duduk di tepi sofa setelah memakai pakaiannya kembali, merapikan rambutnya yang berantakan sambil memberikan senyuman sinis. "Sudah enam bulan kita melakukan ini, Arga. Kapan kamu akan memberitahu dia? Atau kamu akan terus menyembunyikannya seperti ini?"

‎‎Arga berhenti sejenak saat mengenakan dasi, dia menghembuskan napas kasar. "Tidak ada yang perlu dikatakan. Aku mencintai Nara, Alya. Hubungan kita ini hanya sebuah kesalahan yang terulang berkali-kali."

‎‎"Kesalahan?" Alya berdiri dan mendekati pria itu, tangannya menyentuh dadanya sedikit kasar. "Kamu tahu kan, aku tidak hanya ingin menjadi teman kerja yang kamu gunakan ketika kamu bosan dengan istri kamu. Aku mencintaimu, Arga. Dan aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama padaku."

‎‎Arga menarik diri dari sentuhan Alya, wajahnya kini penuh dengan ketegangan. "Jangan berkata seperti itu. Aku sudah menikah dengan Nara. Dia adalah istriku, dan aku akan selalu menjaganya."

‎‎Tanpa menunggu jawaban lagi, dia mengambil jasnya dan bergegas keluar dari ruangan, menyembunyikan rasa bersalah yang mulai muncul di dalam dirinya saat memikirkan wajah Nara yang selalu penuh senyum padanya.

‎‎Di luar ruangan, Arga melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dia mengambil teleponnya untuk melihat apakah ada notifikasi dari Nara, namun layar ponselnya menunjukkan tidak ada panggilan atau pesan yang terkirim dari wanita itu.

‎‎"Tumben sekali dia tidak menghubungiku," bisiknya pelan sambil berjalan cepat menuju lift.

‎‎Setelah keluar dari lift, Arga segera menuju area parkir dan masuk kedalam mobilnya meninggalkan area kantor. Saat melihat sebuah toko bunga yang masih buka di sudut jalan, dia berhenti di depan toko untuk membelikan bunga untuk Nara.

‎‎"Permisi, saya mau beli buket bunga untuk istri saya," ucapnya langsung kepada penjaga toko yang sedang membersihkan meja depan. "Hari ini ulang tahunnya, saya ingin memberinya kejutan."

‎‎Penjaga toko menunjukkan beberapa pilihan buket, dan Arga memilih buket besar berisi mawar merah muda dan putih, bunga kesukaan Nara. Dia juga meminta untuk menambahkan sebuah kartu kecil dengan pesan singkat.

‎‎[ Untuk istriku tersayang, Nara. Selamat ulang tahun. Maaf aku terlambat. ]

‎‎Setelah membayar, Arga membawa buket bunga itu dan menaruhnya di kursi penumpang mobilnya. Dia mengemudikan mobilnya kembali dengan kecepatan yang cukup supaya bisa cepat sampai di rumah dan bisa merayakan ulang tahun istrinya.

‎Saat mendekati gerbang rumahnya, dari kejauhan dia melihat sebuah mobil terparkir di depan gerbang rumahnya. Wajahnya langsung menunjukkan ekspresi bingung dan sedikit cemas.

‎‎"Siapa yang sedang bertamu kerumah? Apa mungkin itu temannya Nara?"

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!