Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Pertarungan di sekolah
Di pagi ini, media justru di hebohkan dengan berita Clarissa Reid, istri Theo Reid melabrak dan mendatangi perusahaan Keluarga Luther, lalu marah kepada Orion Luther dengan kalimat yang kasar.
Semua media juga sudah melihat rekaman pembicaraan yang di ambil secara diam-diam saat Theo berbicara dengan Linnea. Padahal dalam pembicaraan itu Theo tidak mendekati Linnea, bahkan pembicaraan mereka terkesan normal saja, tidak ada kedekatan sedikitpun.
Tapi memang dasarnya, karakter Clarissa yang buruk dan terlalu berdrama, justru membuat suasana semakin ricuh dan heboh.
Theo yang melihat berita itu hanya tersenyum di ruang kerjanya, menatap ke arah layar tabletnya.
Setelah lima hari pertemuan dengan Dhelpine di hotel malam itu, Theo melanjutkan tugas dan pekerjaannya di perusahaan miliknya sendiri. Dan berita semakin heboh, saat Clarissa menyatakan suaminya tidak pulang setelah pertemuan dengan Linnea malam itu.
Tanpa Clarissa sadari, malamnya Theo mengajak Dhelpine untuk menginap di hotel, tapi karena pikiran Clarissa yang sudah negatif, dia berpikir jika Theo bermalam di rumah Keluarga Luther.
Disisi lain.
Enoch yang juga melihat berita itu, hanya bisa menghela nafasnya berat, jangan sampai di seret oleh Theo karena permasalahan ini. Enoch berusaha menjaga jaraknya dengan Keluarga Luther untuk sementara waktu.
“Pria itu benar-benar sangat gila.” Ujar Enoch dengan lirih di sana, tidak menyangka jika Theo benar-benar nekat menantang maut dengan Keluarga Luther.
“Tapi jika dia mati, maka Dhelpine hanya akan menjadi milikku saja~” Lanjut Enoch menyeringai licik, berpikir jika Theo akan mati di tangan Orion.
...
“Hey, anak haram !! Apa kau melihat berita hari ini ?!”
Fernando menghela nafasnya berat. Entah kenapa nasibnya terdengar begitu menyedihkan, setelah berita itu muncul, Cain, sepupu kematiannya yang satu kelas dengannya, semakin berani menghina terang-terangan di depan semua orang.
Fernando mengangkat kepalanya dan memberikan respon malas di sana.
“Ya, aku sudah tahu.” Ujar Fernando datar, Cain tersenyum miring.
“Kasihan sekali hidupmu, anak haram. Lihat, ibumu malah mengejar cinta pertamanya, dan bahkan mengusirmu dari rumah.” Ujar Cain dengan nada meledek.
Beberapa temen sekelas hanya berani memandang ke arah mereka berdua. Tidak ada teman lain yang seberani itu menghina Fernando terang-terangan di depan umum, kecuali Cain.
Karena Cain sendiri yang akan memukuli siapapun yang menghina Fernando, Cain berpikir hanya dirinya yang boleh menghina Fernando, sementara yang lain tidak.
“Apa kau sudah selesai menghinaku, Cain ??” Ujar Fernando dengan malas, Cain malah tertawa puas, dan menunjuk ke arah wajah Fernando dengan tatapan merendahkan.
“Puas ?? Heh, asal kau tahu saja anak haram !! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah puas untuk menghinamu !! Karena kau memang sudah terhina sejak lahir, jadi biasakan dirimu, anak haram !!” Ujar Cain dengan nada meremehkan dan angkuh.
Fernando menghela nafasnya berat, Jacob berbeda kelas dengan Cain dan Fernando. Coba saja ada Jacob disini, mungkin anak itu akan berusaha untuk membela Fernando di depan Cain, sayangnya sekarang jam pelajaran.
Dan hanya kelas Fernando yang mendapatkan jam kosong, jadilah Cain memanfaatkan waktu ini untuk menghina sepupunya itu.
“Dengar, aku-”
“Siapa disini yang bernama Fernando ?!”
Sebuah suara dari pintu kelas terdengar dengan kencang, semua menoleh ke arah sumber suara, seorang lelaki dengan seragam SMP muncul dengan ekspresi wajah yang terlihat marah.
Memang di sekolah mereka, SMP dan SMA tergabung menjadi satu wilayah, hanya berbeda gedung saja, tapi tetap mereka masih berada di satu tempat yang tentu, mudah bagi siswa tingkat SMP untuk mendatangi gedung tingkat SMA.
“Itu aku, ada masalah ??” Tanya Fernando dengan bingung, karena merasa tidak mengenal sosok lelaki yang masih muda itu. Cain sendiri memandang curiga ke arah lelaki SMP yang berjalan mendekati Fernando, dan saat sudah sampai di depan Fernando.
Bugh !!
Satu pukulan di berikan ke wajah Fernando, hingga lelaki itu memegang pipinya yang memerah dan terluka, Cain membulatkan matanya, dan siswa SMP itu, menatap tajam ke arah Fernando.
“Beritahu ibu j*langmu itu untuk tidak bertemu dengan Dad !!” Ujar siswa SMP yang adalah Rain Reid, putra dari Theo.
“Katakan pada ibumu, jika ingin menjual dirinya, pergi ke club sana !!! Bukan malah mendekati suami orang !!” Ujar Rain lagi dengan nada keras dan penuh emosi, dia mengangkat tangannya dan hendak memukul Fernando lagi.
“Dasar sialan, berani sekali kau menyentuhnya !!” Ujar Cain langsung menahan tangan Rain dengan emosi, dan menatap tajam ke arah Rain.
“Oh, kau juga sepupunya bukan ?! Katakan pada bibimu, jangan menjual diri pada Dad !! Kau juga sama saja, pria tua bangka bernama Orion Luther itu yang menyuruh Dad untuk menemui bibimu !! Dasar keluarga murahan !!”
“Apa kau bilang ?! Kaulah yang rendahan !! Ibu tuamu itu yang sudah jelek dan tidak berguna, itulah kenapa ayahmu bosan dengan wanita tua bangka itu !!”
“Oh iya ?! Bagaimana dengan ibumu ?! Bukankah sudah pergi ke surga !! Dia pasti malu memiliki anak tidak berguna sepertimu, dasar brengsek !!”
“Sialan, kau yang brengsek !! Dasar bedebah !!”
Cain dan Rain bertarung satu sama lain, mereka saling memukul, menendang dan bahkan membuat beberapa meja bergeser karena pertarungan mereka.
Rain menendang Cain, membuat lelaki itu hampir ambruk, dan mengenai meja. Cain yang kesal meraih penggaris dan memukul kepala Rain, tidak mau kalah Rain meraih kotak pensil dan memukul kembali Cain.
Pertarungan itu membuat beberapa siswa yang ingin melerai juga takut, apalagi keduanya memakai benda untuk memukul lawannya, dan itu membuat para siswa lainnya ketakutan.
“Cepat, panggil guru !!” Ujar Fernando ke beberapa teman sekelasnya, dan mereka mengangguk barulah pergi keluar mencari guru.
“Dan kalian, berhentilah bertarung !! Kita bisa selesaikan dengan baik-baik tanpa kekerasan !!” Ujar Fernando berusaha melerai kedua orang itu, tapi dia malah mendapatkan tatapan tajam dari kedua orang itu.
“Diam kau anak haram/j*lang !! Ini bukan urusanmu !!” Ujar Rain dan Cain secara bersamaan, memaki Fernando dengan istilah yang berbeda.
Lalu Rain dan Cain melanjutkan pertarungan mereka. Fernando hanya menghela nafasnya berat, dan menaikkan bahunya acuh.
“Ah, ya sudahlah.. Biarkan guru saja yang melerai mereka. Ini bukan urusanku.” Ujar Fernando berniat mengacuhkan kedua orang yang bertengkar itu, tapi..
“Apa maksudmu anak j*lang !! Urusan kita juga belum selesai !!” Rain langsung menjambak rambut Fernando dengan kasar, setelah mendengarkan ucapan lelaki yang berniat mengacuhkan kemarahannya.
Belum sempat Fernando melepaskan diri atau menjawab, Rain langsung mendorong kepala Fernando hingga terbentur meja di depannya beberapa kali, dengan kuat, bahkan hingga kening Fernando berdarah.
“Mati saja kau, anak J*lang !!” ujar Rain dengan penuh kebencian.
Bugh !!
Cain langsung mendorong Rain dengan kuat, hingga lelaki itu hampir terjatuh, beruntung dia bisa menopang tubuhnya dengan meja.
“Sialan !! Kau !!”
Cain meraih pensil yang tajam, dan berniat menusuk Rain dengan pensil itu, tapi Rain berhasil menahan tangan Cain dengan kuat.
“Kau anak ingusan tidak berguna !!” Ujar Cain dengan penuh geram, Rain menyeringai licik, dia bisa belajar ilmu bela diri, sama halnya dengan Cain.
Rain langsung mendorong tangan Cain dengan lebih kuat, lalu menangisnya hingga pensil itu terlepas dari tangan Cain. Rain tidak mau membuang kesempatan emas itu, dia meraih jangka yang memiliki bagian tajam.
(Jangka yang untuk membuat lingkaran di buku)
Rain langsung mendekati Cain, dan berniat menusuk lelaki itu dengan jangka yang ada di tangannya, hanya tinggal selangkah saja, tiba-tiba..
“HENTIKAN !!” Seorang guru langsung masuk menghentikan pertikaian itu, tapi Rain tetap maju menyerang Cain, hingga..
Jleb !!
“Akh !! Tanganku !!” Ujar Cain berteriak merasakan tangannya tertusuk oleh jangka yang di pegang oleh Rain.
💚💛💚💛💚💛💚
Walahhh 🥲🥲 Rain vs Cain ini mah jadinya 🤣😂 btw Fernando kok kena juga itu 😭😭 kasihan banget, dia enggak ngapa-ngapain tetep aja kena.
btw dukung siapa nih, Rain, Cain atau Fernando ?? Hehehehe 😏😏
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣