"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti hidup berulang kali
Lamunan di tengah ambang jendela ku pandang bebasnya burung dara ,Mentari menyingsing-kan cahayanya di jam 05.00 sore .jadwal fisioterapi untuk saraf kepala aku lakoni selama berapa bulan.
Hasil yang dibaca cukup mengecewakan. Dokter bilang akibat benturan di kepala bawah, tepatnya di bagian tengkuk atas leher mengakibatkan ekstra proses untuk pengobatan di tahap awal. Aku sudah diizinkan untuk mengikuti kegiatan yang biasanya aku lakukan, walaupun tidak bekerja lagi .Untungnya ada Mama yang setia menemaniku,tapi aku merasa perlakuannya seperti seolah menebus dosa —seperti ada kesalahan tersembunyi simpan rapi di matanya .
Nanti malam ada pertemuan kuliah ,Senang rasanya bisa masuk Setelah sekian lama .Abang bilang handphone yang dalam genggaman ku bukanlah seri terbaru seperti Handphoneku yang hilang tapi aku mensyukuri nya setidaknya dalam hidup ini cuman handphone dan ingatan ku saja yang hilang nyawa tidak ikut menghilang .
kantor lama memberhentikan hubungan kerja denganku ,namun bertanggung jawab dalam berapa waktu ke depan untuk pengobatan yang akan kujalani .termasuk awal pertama pertolongan dilakukan hingga beberapa step proses penyembuhan,dengan mencakup biaya hampir ratusan juta.
Ibu mengajakku untuk keliling Kompleks sebelum ia lusa pulang ,aku ikut .Genggaman ini bukan lah genggaman seorang ibu yang sudah lama menggenggam tangan anak perempuan ,hatiku mengatakan genggaman ini merupakan genggaman yang
kunanti ,genggaman yang selalu kubawa dalam mimpi serta doa .tak tahulah Logika dan Perasaan sering berada di tempat yang sama namun saling beradu domba , "Dean! Dean! Ya Allah aktif nya ini anak," seorang anak kecil melintas di di depan kami—Mataku melihat dia seperti anak kecil ,namun Ingatanku mengajak berputar bahwa ada seorang pria yang bernama itu pernah singgah di hidupku ,"Ya ampun gembul nya." Mama mendekatinya dan langsung menangkapnya dalam pelukan sehingga lariannya terhenti di hadapan kami.
Iya aku tidak salah ingat ,nama itu pernah lama singgah di hidupku ."Kenapa kak?" Apa pandanganku terlihat kosong ?sehingga Mama menanyakan kondisiku. menggelengkan kepala dan kami lanjut muter-muter sampai waktu magrib ,ketika kami pulang hari sudah mulai malam.
Mama menyuruh untuk aku bersiap ,guna berangkat ke kampus.
Perjalanan lurus karena cuman pesen ojek online ,dan langsung diantar ke tempat .
Ketika itu ada seorang pria mengenaliku , senyum hanya menyapa. Entah dari mana datangnya perasaan Bahagia itu datang ketikan melihat senyum lebar lelaki berbaju kemeja hitam dan celana cokelat susu ,Apakah ini Dean ? Tapi ketika semua teman memanggilnya Reno, Senyumanku mendadak palsu ,nama itu terdengar familiar tapi aneh untuk menjelaskan siapa dia.
Dengan tangan melambai ia mengajakku untuk segera masuk ke dalam kelas, "Loh sudah masuk ?" Entah mengapa aku berjalan ber-iringan dengan tangannya seolah aku pernah menggenggam lengan itu, penuh percaya diri Aku mau ngambil tempat duduk tepat di sampingnya .ternyata ini ujian pantesan aku tidak diperbolehkan duduk berdampingan dengan Reno.aku dan dia dipisahkan oleh satu orang gadis di tengah kami ,Gadis itu meminjam pulpen kepada dia—Tiba-tiba Segenggam tangan menyenggol siku ku, eh ternyata laki-laki itu, "Pinjam pulpen dong." Seolah Dejavu aku sudah pernah mengalami nya, dengan orang yang sama moment itu membunyikan bel alaram di kepala.
Pasti setelah ini dia hanya meminjam pulpen tapi tidak memakainya ,bener dugaanku .
Setelah ujian usai Aku duduk di belakang , seorang teman mengingatkan pada awal pertemuan kami waktu pkkmb ."Kakak ini ketemu denganku di kampus *** (kampus lama) ,kami satu kelompok dalam game ."
Sepertinya dia orang lama yang dapat aku percaya ,dan nama kampus yang dia sebut bukanlah nama kampus tempat kami berada .Aku Tersenyum menanggapi, benar sekali ada beberapa cerita yang dia bicarakan masuk kedalam skenario otakku.Senyum bahagia laki-laki itu menatap dengan penuh makna, apakah kami pernah bertemu?
Aku menatap matanya,benar! Mata itu menatap kemana lirikan ku pergi, aku tau dia seorang yang pernah singgah dalam hatiku . Detak jantung tak karuan sebagai bukti dari batin yang berkata .
Pandangan itu bukan pandangan cabul, tapi mata menatap berkata "Kenali lah aku."
Aku diam membisu, menghilangkan senyuman kemudian menundukkan pandangan dari nya, ia masih dengan tatapan yang sama. Tatapan mematikan kalbu, aku teringat sekali tentang wajahnya, malam... Dimana itu.
Kenapa ada banyak sekali orang ,menikmati buah berduri. Aku ingat dia, ya benar! Ahh siapa sihh!!! Please apa nih, kacau banget...
"Kamu okay?" Tangannya menenangkan, aku menatap haru namun dia khawatir akan sesuatu. "Kita pernah ketemu? Maksudnya menghabiskan waktu?"
"Enggak usah dipaksain ya." tatapan berawal dari mata dan berakhir di rambut ku, ia mengelus lembut rambut ku seolah kami pernah sedekat itu.
"Jangan kurang ajar ya !" sentuhan itu membuat nyaman , tapi harus tetap pada porsi batasan sewajarnya .
"Maaf."
Ia pergi begitu saja ,mengambil motornya lalu meninggalkanku tanpa menyapa ketika keluar dari area kampus .sedikit kesel tapi berpikir lagi ,perasaan apa ini ?
Aku mulai memesan taksi online untuk sampai ke rumah ,sialnya aku tidak mendapatkan dan hujan juga turun .aku masuk kembali ke dalam gedung dan duduk di lantai dasar ,laki-laki itu juga kembali dengan sepeda motornya .
Kalian berharap apa ?kami berdua ?nggak banyak temen kampus ikut menuduh ,ada dosen juga.
Dia tipikal orang yang ramah,orang yang tidak terlalu banyak bicara namun gampang berbaur. Bahkan jawaban sigap yang ia berikan membuat dosen selalu salut memberikan pertanyaan untuk bahan ajar ,dari obrolan mereka aku baru tau kalau laki-laki ini orang yang penting dalam dunia kapal penumpang.
Ketika ia tertawa membahas sesuatu
yang lucu pandangannya selalu jatuh di mataku ,apalagi ketika seseorang teman membahas tentang kehidupan asmara .bila diperhatikan pandangannya sedikit turun ,mengharukan tapi bukan untuk
sebuah kesedihan .
"Waduh baju bapak basah banget," kata dosen memanggil nya, awalnya bro pindah ke bapak ya.
Kembali memaksa handphone ,ternyata
taksi pesananku telah tiba .sebuah payung keluar dari Totabag ,Permisi pulang meninggalkan mereka .
Namun ketika Posisiku sudah duduk santai ,menatap kaca melihat mereka .
Kenapa ada sedikit bertanya-tanya di hati
'kok dia nggak pandang aku ya ?'
Perasaan kecewa ,marah dan sedikit sedih.
perasaan sudah lama tidak timbul kembali ada oleh dia ,
Biarpun lampu rumah sudah redup namun Mama tidak tertidur ,Iya memastikan aku pulang baru berani beristirahat .", Nanti sudah selesai urusan adik-adikmu ,Mama ke sini lagi ya nak" di sebelah kananku segala perlengkapan yang akan dibawa pulang sudah rapi tersusun .Aku menarik senyum berharap mama bisa datang lagi, Abang menelpon menanyakan kabarku dan juga bercerita tentang peliharaan kami di kampung ,serta tumbuhan yang tumbuh bagus dan beberapa buah yang akan panen .tapi aku heran ?kenapa Mama tidak tinggal bareng dengan Abang ?.Salahkah bila aku bertanya kepada mereka ?tapi kan satu kampung ya .
Ku pandang dalam mata mama, tak salah bila aku bertanya ,soalnya mereka juga seperti kelihatan saling menutup diri. "Mama sama Abang,okay? Maksudnya enggak lagi musuhan kan."
Mama menulis membuang mukanya dariku ,Abang mendadak Kehilangan rasa ceria .ya ada yang salah bukan pertanyaanku yang salah ,selanjutnya apa yang terjadi sebelum Ingatanku hilang .pasti ada suatu kejadian yang buat mereka seperti ini ,dan pastinya nanti aku akan menemukan jawaban itu .