Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31 terbunuh nya yefan

​Cringg...!

​Dengan sekuat tenaga, Yefan berhasil mencabut tombak yang menancap di dadanya. Yang diiringi cipratan darah hitam kental dan serpihan tulang, memicu rasa sakit yang teramat sangat hingga membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat.

​Uhuk...! Yefan kembali memuntahkan seteguk darah segar.

​"Yefan!" teriak Jiun Yi panik sambil bergegas membantu nya berdiri.

​"Hahaha..." Yefan hanya tertawa hambar, mengabaikan omong kosong dari anggota Keluarga Yujin serta barisan sampah-sampah bermuka dua yang berniat membunuhnya. Ia sangat tahu bahwa di dunia ini, tinju yang paling kuatlah yang menentukan kebenaran. Karena itu, ia tidak ingin membuang tenaga untuk meladeni retorika murahan mereka.

​"Orang tua sampah... suatu saat nanti, aku akan melunasi utang darah ini dengan memusnahkan seluruh anggota klanmu secara perlahan-lahan," geram Yefan, sorot matanya dipenuhi niat membunuh yang mematikan.

​"Lihat itu! Dia masih berani mengancam akan menghancurkan Klan Yujin!"

​"Hahaha... bodoh sekali! Memangnya dia itu siapa? Tidak punya latar belakang, hanya anak seorang pendosa, tapi berani melontarkan ancaman sebesar itu? Hahaha... apa dia tidak sadar bahwa dirinya bahkan tidak akan bisa bertahan hidup setelah hari ini?" ejek kerumunan itu serempak, menertawakan omong kosong Yefan.

​Sang pria paruh baya di balik kegelapan hanya mendengus dingin. "Apa kau mengira setelah berhasil menghindari serangan acakku sebelumnya, kau bisa menghindari kematian hari ini?" jibir pria paruh baya itu dari dalam kegelapan.

​Wusss...!

​Tiba-tiba, tombak api yang sebelumnya berada di genggaman Yefan lenyap begitu saja tanpa jejak. Yefan menyipitkan mata, sama sekali tidak mampu menebak bagaimana cara senjata pusaka di genggaman nya menghilang.

​Boomm...!

​Sekejap kemudian, di atas langit tepat di atas kepala Yefan, tombak merah yang diselimuti kobaran api dahsyat melesat turun dengan aura yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

​Yefan terperanjat. Ia menyadari tombak itulah yang tadi sempat menembus dadanya.

​'Begitu cepat...!' batin Yefan kaget saat menyadari senjata yang tadinya berada di tangan nya kini telah meluncur tepat di atas kepalanya hanya dalam kedipan mata. 'Apakah ini kemampuan mengerikan yang dimiliki oleh kultivator Alam Roh tahap puncak...' batin yefan.

​"Kurang ajar! Beraninya kalian!" teriak Jiun Yi sambil mengatupkan gigi rapat-rapat saat melihat pihak musuh kembali berniat mengeksekusi Yefan.

​Tanpa ragu sedikit pun, Jiun Yi melompat maju untuk menghadang tombak tersebut demi melindungi Yefan. Ia sangat yakin pihak musuh akan menghentikan serangannya; jika tidak, Keluarga Ji tidak akan tinggal diam jika diri nya terluka oleh serangan tersebut

dan pasti akan meratakan Keluarga Yujin atas penghinaan mereka terhadap diri nya.

Klan Yujin jelas tidak memiliki kapasitas untuk menanggung amarah dahsyat dari Keluarga Ji.

​Dan benar saja. Di balik kegelapan, sang pria paruh baya mengernyitkan dahi begitu melihat tindakan nekat Jiun Yi. Keluarga Yujin saat ini belum memiliki kemapuan jika berkonfrontasi langsung dengan Klan Ji, apalagi sampai menghabisi pewaris utama mereka. Hal itu pasti akan memicu murka sang patriark Klan Ji—sesuatu yang sangat dihindari oleh Patriark Yujin Huo.

​Namun, tepat di tengah kebimbangannya memikirkan langkah selanjutnya, sebuah kejadian tak terduga terjadi.

​Bukk!

​Yefan secara tiba-tiba melancarkan hantaman keras ke punggung Jiun Yi, membuat pemuda itu memuntahkan seteguk darah segar.

​"Kau...!" Jiun Yi terkejut bukan kepalang. Namun, sebelum ia sempat menuntut penjelasan, hantaman lanjutan dari Yefan membuatnya terpental jauh dan terkapar lemas di atas rerumputan. Kendati demikian, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia mati-matian mempertahankan kesadarannya untuk melihat apa yang sebenarnya direncanakan oleh Yefan.

​"Hahaha... ini adalah urusan dendam pribadiku! Aku tidak butuh orang lain ikut campur dalam pertumpahan darah ini... uhuk! Hanya aku satu-satunya yang berhak memusnahkan seluruh anggota Keluarga Yujin... uhuk!" Yefan kembali memuntahkan darah segar, napasnya tersengal-sengal.

​Melihat pemandangan itu, sang pria paruh baya di balik awan mendadak tertawa puas. "Anak yang baik... anak yang baik! Hahaha... Dengan begini, segalanya menjadi jauh lebih mudah." Ketakutannya pada campur tangan Klan Ji kini sirna seketika.

​"Jika itu mau mu, terimalah kematianmu!"

​Boomm...!

​Tombak yang di selimuti api itu kembali meluncur dengan kecepatan penuh menuju yefan.

​Boomm!

​Yefan mengerahkan sisa tenaga terakhir di dalam tubuhnya untuk disalurkan ke kepalan tinjunya. Kali ini, ia sengaja tidak menggunakan kedua senjata nya dalam bentrokan ini. Ia tidak ingin kuas bertinta hitam—satu-satunya kenang-kenangan dari sang ayah—hancur berkeping-keping akibat hantaman destruktif dari senjata tingkat puncak milik lawannya.

Karena ia menyadari, "Tombak pihak lawan berada di tingkat puncak. sementara Kuas bertinta hitam milik nya berada di tingkat bawah. begitupun dengan pedang yang baru ia tempa

​"Aku tidak takut menghadapi kematian!" teriak Yefan lantang, menghantamkan tinju nya langsung ke ujung tombak yang berkilau tajam.

​Boommm...!

​Tinju dan ujung tombak itu beradu telak. Namun, pertahanan fisik Yefan sama sekali bukan tandingan; senjata pusaka itu dengan mudah meremukkan tinju Yefan seolah-olah menusuk sebutir telur rapuh, lalu menembus tubuh yefan dan memakukan nya ke bumi..

​Uhuk...!

​Yefan tak lagi berkutik.

​Boom...!

​Energi brutal dari tombak tersebut meledak dari dalam tubuh Yefan, menciptakan ledakan dahsyat yang menghancurkan area sekitar sekaligus mencabik-cabik tubuh Yefan menjadi serpihan daging yang berhamburan.

​Kendati demikian, sebelum tubuhnya musnah sepenuhnya, dengan sisa-sisa kesadaran terakhirnya, Yefan melemparkan dua bola energi dari jantung nya—masing-masing berwarna hitam dan putih sebesar kepalan tangan orang dewasa ke arah Jiun Yi yang terkapar di kejauhan.

​Perlahan-lahan, badai ledakan yang apokaliptik itu mulai surut, meninggalkan sebuah kawah lubang hitam raksasa tanpa dasar. Asap hitam pekat masih mengepul di udara, bercampur serpihan tulang dan sisa daging Yefan.

​Melihat pemandangan itu, orang-orang yang menyaksikan bergidik ngeri sekaligus diliputi kegembiraan. Yefan kali ini benar-benar telah tewas tanpa sisa.

​"Hahaha... lihat! Lihat itu! Dia mati! Itulah balasan setimpal bagi anak seorang pendosa yang berniat membunuh kita!" teriak kerumunan itu histeris merayakan kematian musuh mereka.

​Di kejauhan, tubuh Jiun Yi yang terkapar di atas rumput bergetar hebat saat ia menggunakan indra spiritualnya untuk memastikan keadaan. Ia merasakan dengan jelas bahwa Yefan benar-benar telah gugur.

​Namun, di tengah duka dan keterkejutannya, secercah kelegaan muncul saat ia melihat dua bola energi hitam dan putih melayang jatuh di dekatnya. Itu adalah jiwa mendiang sang adik, Jiu Liang, serta satu gumpalan murni energi Yin. Jiun Yi tahu maksud yefan, jika ia ingin membangkitkan adiknya kembali dari kematian, kedua bola esensi tersebut harus disatukan.

​Tentu saja, kedua energi berbentuk bola itu tidak luput dari pengamatan sang pria paruh baya di balik kegelapan.

​'Aura kehidupan yang begitu pekat...' batin tetua itu takjub saat merasakan pancaran energi hijau yang menyelubungi bola putih tersebut. Sedetik kemudian, sebuah ingatan menghantam benaknya, membuat napasnya seketika tercekat. "Jangan-jangan... itu adalah Energi Kehidupan legendaris yang mampu memulihkan jiwa yang terluka?! Dan Berdasarkan teks kuno klan, energi kehidupan itu adalah salah satu bahan untuk membangkitkan orang mati yang masih menyisakan setitik jiwa.

​Namun, sebelum ia sempat bertindak lebih jauh untuk merebut benda tersebut karena keterkejutan—

​Jepret!

​Sebuah bayangan cacat melintas secepat kilat, membawa tubuh Jiun Yi beserta dua bola energi tersebut ke dalam kegelapan.

​Pria paruh baya itu terperanjat murka. "Keluarga Ji...!" geramnya penuh kebencian. Tentu saja dia mengetahui bahwa yang membawa jiun yi pergi adalah anggota keluarga ji,

​Ia sebenarnya sangat tidak rela kehilangan harta karun yang menentang langit itu, namun di sisi lain, bayang-bayang kekuatan Klan Ji membuatnya mengurungkan niat untuk mengejar.

​"Keparat! Kenapa aku harus membunuh bocah pendosa itu begitu cepat?! Jika saja aku tahu di tubuhnya tersimpan harta karun yang mampu menantang langit seperti itu. pasti aku telah mendapatkan nya, teriaknya frustrasi.

​Gelombang amarah yang meluap-luap itu dilepaskannya secara membabi buta ke udara. Tekanan aura Alam Roh tahap puncak miliknya meledak liar, menghantam para kultivator yang sedang tertawa atas kematian yefan tanpa ampun.

​"Arghh... apa yang kau lakukan?!"

​"Apa salah kami, Senior?! Akhh...!"

​Melihat rekan-rekan mereka tewas seketika akibat amukan sang tetua, sisa-sisa kultivator yang tadinya bersekutu dengan Keluarga Yujin merasakan keputusasaan.

​Di tengah napas sekaratnya, salah seorang dari mereka tertawa miris. "Hahaha... rupanya kita bernasib sama persis seperti anak pendosa itu..." ucapnya penuh penyesalan, menyesali kebodohan mereka yang bersekongkol dengan Keluarga Yujin demi membunuh yefan semata. Yang sudah jelas tidak melakukan kesalahan apa pun.

​"Sampah." triak paruh baya itu. sedikit tenang. setelah melampiaskan kekesalan nya pada mereka

​Tanpa berkata apa-apa lagi, dalam kedipan mata, tubuh nya lenyap dari tempat itu, meninggalkan reruntuhan tanah yang hancur lebur di bawah keheningan yang mencekam.

​Entah berapa lama waktu berlalu dalam kesunyian yang mencekam tersebut.

​Tiba-tiba, kesunyian itu dipecahkan oleh suara dengungan halus dari dasar lubang hitam tempat Yefan terbunuh.

​Jika diamati lebih dekat, ruang hampa di kedalaman kawah itu mulai bergetar. Perlahan-lahan, partikel-partikel terkecil dari segala penjuru ditarik dan dikumpulkan oleh entitas tak berbentuk milik Yefan. kemudian dipadatkan secara paksa hingga membentuk butiran seukuran biji sawi, yang terus membesar seiring berjalannya waktu hingga akhirnya berwujud menjadi sebuah jantung berwarna ungu kehitaman sebesar kepalan tangan.

​Itulah jantung Yefan.

​Jantung tersebut bergetar hebat sesaat, lalu dalam kedipan mata. jantung itu melesat menembus angkasa bagaikan bintang jatuh, menghilang ke ujung langit yang luas.

​Bersambung...

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!