Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

KAMU HARUS BEKERJA

Pagi itu, suasana sarapan terasa dingin.

Nadira baru saja duduk ketika Bu Ratih meletakkan cangkirnya.

“Nadira.”

“Iya, Bu?”

“Mulai besok kamu cari pekerjaan.”

Nadira terdiam.

“Pekerjaan?”

“Iya. Pekerjaan di luar rumah.”

Rani yang duduk di samping ibunya langsung tersenyum kecil.

Nadira mengernyit.

“Kenapa tiba-tiba?”

Bu Ratih menatapnya.

“Karena menurut Ibu, terlalu banyak waktu di rumah tidak baik.”

Nadira hampir tertawa.

“Bukankah selama ini aku justru terlalu sibuk di rumah?”

“Bukan itu maksud Ibu.”

“Lalu?”

“Kamu harus punya kesibukan sendiri. Jangan hanya bergantung kepada Arga.”

Nadira menatap Bu Ratih.

“Aku tidak pernah bergantung kepada Arga.”

“Kalau begitu, seharusnya kamu tidak keberatan bekerja.”

Rani ikut menyela.

“Benar, Kak. Perempuan zaman sekarang juga harus punya penghasilan sendiri.”

Nadira menatapnya.

“Bukankah kemarin kamu bilang aku terlalu sibuk?”

Rani terdiam.

Bu Ratih segera memotong.

“Pokoknya mulai besok kamu cari kerja.”

Nadira menghela napas.

“Aku harus ijin dulu sama mas Arga,bu?”

Bu Ratih tersenyum.

“Kenapa harus nunggu ijin Arga?”

Nadira semakin curiga.

Namun ia tidak ingin bertengkar pagi-pagi.

“Baik.”

Ia berdiri.

"Aku akan cari.”

Rani tampak puas.

Siang harinya, Nadira benar-benar mulai mencari pekerjaan.

Ia membuka beberapa lowongan melalui ponselnya.

Namun setiap kali menemukan pekerjaan yang cocok, Bu Ratih selalu punya alasan.

“Jangan yang itu.”

“Kenapa?”

“Terlalu jauh.”

Nadira mencari yang lain.

“Yang ini?”

“Jam kerjanya terlalu malam.”

“Kalau yang ini?”

“Gajinya kecil.”

Nadira akhirnya meletakkan ponselnya.

“Kalau semua tidak boleh, aku harus bekerja di mana?”

Bu Ratih tersenyum.

“Kamu cari yang lebih baik.”

Nadira menatapnya lama.

Sekarang ia mulai yakin.

Bu Ratih tidak benar-benar ingin dirinya bekerja.

Perempuan itu hanya ingin membuatnya repot.

Sore hari, Arga pulang.

“Nadira.”

“Iya?”

Arga melihat istrinya sedang duduk di meja makan dengan laptop terbuka.

“Sedang apa?”

“Cari pekerjaan.”

Arga mengerutkan kening.

“Pekerjaan?”

Nadira mengangguk.

“Ibumu yang menyuruh.”

Arga langsung menoleh ke arah ibunya.

“Ibu?”

Bu Ratih tersenyum.

“Ibu cuma menyarankan. Nadira kan butuh kesibukan.”

Arga kembali melihat istrinya.

“Kamu mau bekerja?”

Nadira diam sebentar.

“Kalau memang perlu.”

Arga duduk di sampingnya.

“Kalau kamu ingin bekerja, aku mendukung.”

Nadira menatapnya.

“Tapi?”

Arga tersenyum.

“Tapi jangan karena dipaksa.”

Bu Ratih langsung menyela.

“Tidak ada yang memaksa.”

Arga tidak membalas.

Ia hanya menggenggam tangan Nadira.

“Kalau kamu mau bekerja, pilih pekerjaan yang kamu suka.”

Nadira mengangguk.

“Baik.”

Arga kemudian berdiri.

“Aku mandi dulu.”

Begitu Arga pergi, senyum Bu Ratih menghilang.

“Nadira.”

Nadira menoleh.

“Kalau kamu memang mau bekerja, jangan pilih pekerjaan yang dekat.”

“Maksud Ibu?”

“Cari yang jauh.”

Rani tersenyum.

“Semakin jauh, semakin sering dia pulang terlambat.”

Nadira menatap keduanya.

Kini semuanya jelas.

Mereka bukan sedang membantunya mencari pekerjaan.

Mereka sedang berusaha membuat hidupnya semakin sulit.

Nadira berdiri.

“Kalau tujuan Ibu dan Rani ingin membuat saya pergi dari rumah ini…”

Keduanya terdiam.

Nadira tersenyum tipis.

“Sayangnya kalian salah orang.”

Ia berjalan meninggalkan mereka.

Di lantai atas, Arga ternyata berdiri diam.

Ia tidak sengaja mendengar percakapan terakhir itu.

Wajahnya berubah serius.

Untuk pertama kalinya, Arga mulai menyadari bahwa semua perlakuan keluarganya kepada Nadira mungkin bukan kebetulan.

Dan kali ini…

ia ingin mendengar semuanya dari awal.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!