didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
orang yang peduli ke kyle
Kyle berjalan cepat ke kantin akademi, setelah membeli makanan....ia langsung mencari tempat duduk yang paling ujung dan sepi lalu baru makan disitu. Saat sedang menyantap makanannya....ia dihampiri seseorang yakni celia
"Kenapa kau makan disini sendirian, kyle?" ujar celia
Kyle menjawab
"Tidak ada yang mau duduk denganku, karna itulah aku makan sendirian"
Celia langsung duduk disebelah kyle
"Kalo begitu, aku akan menemanimu saja"
"Terserah kau saja, celia" ucap kyle sambil mengunyah makanannya
Setelah selesai makan, mereka berjalan bersama untuk kembali ke kelasnya masing masing. Saat sedang berjalan, kyle melihat murid perempuan yang penuh perhatian orang dan terus dipuji puji
Celia yang melihat kyle menatap murid perempuan tersebut dengan sangat kagum membuat celia jadi iri dan cemburu
"Dia sangat sempurna kan?, tidak seperti diriku" ucap celia
Kyle langsung menjawab pertanyaan celia
"Ya, dia sempurna. Tapi kau ada hal yang tidak dimilikinya yakni rasa peduli terhadap murid yang lemah"
Wajahnya celia langsung memerah setelah mendengar ucapan kyle tadi
"Kau benar benar melihatku seperti itu ya, kyle?"
"Tentu saja, kau adalah orang yang baik dan sangat peduli....celia" ucap kyle sambil tersenyum kepadanya
Celia tersipu malu
"Terima kasih, kyle"
"Ya, aku senang hari ini bisa bertemu dan berbicara denganmu" ucap kyle sambil tersenyum dan menatap celia
Celia langsung membalas perkataan kyle
"Aku juga senang bisa bertemu dan berbicara denganmu, aku kembali dulu ya ke kelasku"
"Ya, sampai jumpa lagi" ujar kyle
Celia langsung berjalan pergi dari tempat berdirinya kyle lalu menuju kelasnya. Kyle merasa senang busa kenal dengannya, karna hanya dia yang tidak mandang kekuatan
Saat kyle mau masuk ke kelas, ada tiga murid yang berjalan dari arah berlawan lalu berhenti didepannya. Mereka tidak menatap dengan pandangan meremehkan, melainkan dengan sikap yang sopan dan tulus
"Maaf jika mengganggumu, kami melihatmu tadi dan melihat juga kejadian dikelas" ujar salah satu murid laki laki di antara mereka bertiga
Kyle menatap mereka satu persatu
"Siapa kalian bertiga, apa murid kelas 2E?"
"Ya, kami adalah murid pindahan yang sekarang dikelas 2E, namaku leo....yang ini loyd....dan dia sara" ucap leo
Loyd langsung bicara
"Kau ternyata sangat tenang dalam menghadapi situasi seperti itu ya?"
"Ya, karna untuk apa terbawa emosi" ucap kyle
"Kau kayaknya punya kekuatan fisik yang luar biasa?" ujar sara
Kyle menjawab pertanyaan sara
"Percuma saja, didunia ini sihir adalah segalanya"
Leo langsung membantah kyle
"Tidak, menurut kami kau adalah murid yang hebat dan luar biasa"
"Ya, itu benar" ujar sara dan loyd
Kyle diam sebentar
"Kenapa kalian berpikir begitu?"
Loyd langsung menjawab pertanyaan kyle dengan tegas
"Sihir memang segalanya bagi orang lain, tapi kami tidak melihat sihir seperti itu"
Kyle terdiam setelah mendengar ucapan loyd, ia hanya tersenyum setelah itu
"Terima kasih, sangat jarang ada orang yang seperti itu kepadaku"
Leo,loyd,dan sara membalas ucapan kyle
"Ya, karna kami bukan penggila sihir"
"Apa kalian mau berteman denganku" ucap kyle
"Ya, kami mau berteman denganmu. Lagian kita juga satu kelas" ucap mereka bertiga
Lalu mereka semua masuk ke kelas secara bersamaan. Saat pelajaran dimulai, kyle terus terusan menjawab berbagai pertanyaan tentang sihir sehingga para murid dikelas menjadi kagum dan terpukau dengannya
"Kau sangat pintar ya dalam sihir, meski tidak bisa menggunakannya" ujar lisia
"Aku mempelajarinya saat sedang luang" jawab kyle
Semua murid dikelas langsung menganggap kyle sebagai murid jenius meski dia tidak bisa menggunakan sihir