Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan dibalik senyum

Selain menghadapi pendekatan halus dari Farrel, Rain mulai menyadari ada dinamika lain yang lebih rumit di kantor cabang Surabaya, dinamika yang melibatkan salah satu anggota timnya sendiri, seorang staf senior bernama Vera, yang sejak awal menunjukkan sikap yang sulit ditebak.

Vera dikenal sebagai staf yang sangat rajin di depan atasan, selalu sigap menawarkan bantuan setiap kali ada pimpinan yang lewat, dan tidak segan-segan memuji berlebihan setiap keputusan yang diambil manajemen. Namun di balik itu, Rain mulai memperhatikan pola yang kurang nyaman, Vera sering kali melempar tanggung jawab ke rekan kerja lain saat terjadi kesalahan, sambil diam-diam mengklaim keberhasilan tim sebagai hasil kerja kerasnya sendiri di depan atasan.

"Laporan campaign minggu ini gimana progressnya?" tanya Rain dalam rapat internal tim, menanyakan update dari salah satu proyek yang sedang berjalan.

"Udah hampir selesai, Kak Rain. Saya udah kerjain sebagian besar datanya," jawab Vera cepat, meski Rain tahu persis bahwa sebagian besar pekerjaan itu sebenarnya dikerjakan oleh Dito, staf junior yang lebih pendiam dan jarang bersuara di rapat.

Rain melirik ke arah Dito, yang tampak hanya mengangguk pelan tanpa membantah, meski raut wajahnya menunjukkan ketidaknyamanan yang jelas.

"Dito, ada yang mau ditambahin soal progress datanya?" tanya Rain, sengaja memberi ruang bagi Dito untuk bersuara.

"Eh, iya, Kak. Saya yang kumpulin sebagian besar datanya minggu ini," jawab Dito ragu-ragu, sesekali melirik ke arah Vera yang tampak sedikit terganggu dengan koreksi kecil itu.

"Bagus, kerja bagus kalian berdua," Rain menjawab netral, meski dalam hati mulai mencatat pola yang perlu dia perhatikan lebih lanjut.

---

Beberapa hari kemudian, situasi semakin jelas terlihat ketika terjadi kesalahan kecil dalam laporan budget yang diserahkan ke atasan regional. Alih-alih mengakui kesalahan itu sebagai bagian dari proses kerja tim, Vera justru buru-buru melapor langsung ke Farrel, yang kebetulan memiliki wewenang lebih besar dalam struktur baru kantor cabang itu, sebelum Rain sempat menjelaskan situasinya secara utuh.

"Pak Farrel, saya rasa perlu melaporkan ini," kata Vera, dengan nada seolah sangat prihatin, "laporan budget minggu ini ada kesalahan lumayan fatal. Saya khawatir ini bisa berdampak ke kredibilitas tim kita di depan direksi regional."

Farrel, yang sejak awal memang mencari celah untuk menunjukkan bahwa timnya lebih kompeten dibanding tim Rain, langsung memanfaatkan informasi itu dalam rapat gabungan divisi berikutnya.

"Saya dengar ada kesalahan cukup signifikan dalam laporan budget dari tim Marketing," kata Farrel di depan seluruh peserta rapat, termasuk beberapa perwakilan direksi regional yang kebetulan hadir. "Ini perlu jadi perhatian serius, mengingat pentingnya akurasi data buat pengambilan keputusan strategis."

Rain merasa terkejut sekaligus tersudut mendengar isu itu diangkat secara terbuka tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. "Kesalahan itu udah kami identifikasi dan perbaiki kemarin sore, Pak Farrel. Ini murni human error yang normal terjadi, dan sudah kami tangani sesuai prosedur."

"Tapi bukankah lebih baik kalau kesalahan semacam ini dicegah sejak awal, dengan sistem checking yang lebih ketat?" Farrel melanjutkan, nada suaranya terdengar seperti kritik yang lebih personal dibanding sekadar masukan profesional.

Rain menyadari, ini bukan sekadar soal kesalahan kecil dalam laporan, melainkan permainan politik kantor yang lebih besar upaya untuk menjatuhkan kredibilitasnya di hadapan direksi regional, dengan memanfaatkan informasi yang sengaja dibocorkan oleh anggota timnya sendiri.

---

Selesai rapat, Rain segera memanggil Vera ke ruangannya, berusaha membicarakan situasi itu dengan kepala dingin meski dalam hati merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukkan anak buahnya sendiri.

"Vera, kenapa kamu lapor langsung ke Pak Farrel soal kesalahan laporan itu, tanpa ngomong ke saya dulu?" tanya Rain, berusaha tetap tenang meski nada suaranya cukup tegas.

"Saya cuma mau transparan aja, Kak," jawab Vera, dengan nada seolah tidak bersalah sama sekali. "Lagipula, ini kan menyangkut kredibilitas tim juga, jadi saya pikir penting buat dilaporkan ke atasan yang lebih tinggi."

"Prosedur normalnya, kesalahan internal tim seharusnya dilaporkan dulu ke manajer langsung, bukan langsung ke divisi lain," Rain menjelaskan dengan tegas. "Apalagi ini menyangkut kesalahan yang sebenarnya udah kita perbaiki sebelum kamu laporkan."

Vera terdiam sejenak, tampak mencari alasan pembenaran. "Maaf, Kak, saya nggak bermaksud melangkahi prosedur. Saya cuma khawatir aja."

Rain menatap Vera lama, menyadari bahwa permintaan maaf itu terdengar kurang tulus, lebih seperti formalitas untuk menghindari konsekuensi lebih lanjut, dibanding penyesalan yang sesungguhnya.

"Vera," Rain melanjutkan, kali ini dengan nada yang lebih serius, "saya menghargai inisiatif dan kerja keras kamu di tim ini. Tapi saya juga perlu kamu paham, kerja tim itu dibangun dari kepercayaan dan komunikasi terbuka, bukan dari saling melempar tanggung jawab atau mencari keuntungan pribadi di atas kesulitan orang lain."

"Saya ngerti, Kak," jawab Vera singkat, meski ekspresinya tetap sulit dibaca, seolah menyimpan ketidakpuasan yang tidak diungkapkan secara terbuka.

---

Malam itu, Rain menceritakan situasi yang cukup melelahkan ini kepada Kenzo lewat video call, mencari perspektif dari seseorang yang selama ini selalu memberikan pandangan objektif dalam menghadapi dinamika kerja yang rumit.

"Kedengarannya kamu lagi hadapin kombinasi yang cukup berat," komentar Kenzo setelah mendengar cerita panjang lebar dari Rain. "Farrel yang punya agenda pribadi, ditambah Vera yang mainin politik kantor buat kepentingannya sendiri."

"Aku capek banget, Kenzo," aku Rain jujur. "Rasanya kayak harus terus waspada, nggak cuma soal kerjaan, tapi juga soal siapa yang beneran bisa dipercaya di tim aku sendiri."

"Kamu inget nggak, dulu waktu awal-awal kita kerja bareng, aku bilang apa soal kepercayaan dalam tim?" tanya Kenzo, mencoba mengingatkan Rain pada prinsip yang dulu sering mereka diskusikan.

Rain berpikir sejenak. "Kamu bilang, kepercayaan itu dibangun dari konsistensi, bukan dari kata-kata manis di depan atasan."

"Tepat," Kenzo menegaskan. "Vera mungkin pintar mainin politik kantor buat kepentingan jangka pendek, tapi orang-orang kayak dia biasanya nggak akan bertahan lama, karena reputasi buruk itu cepat atau lambat akan terlihat jelas oleh orang-orang di sekitarnya."

"Terus aku harus gimana sekarang?" tanya Rain, mencari saran konkret.

"Fokus aja sama kerja kamu yang konsisten dan transparan," jawab Kenzo bijak. "Jangan sampai kamu terpancing buat main politik yang sama kayak mereka. Biarkan hasil kerja kamu yang bicara, dan lama-lama, orang-orang yang beneran penting bakal lihat itu."

---

Nasihat itu memberikan Rain kekuatan baru untuk tetap fokus pada pekerjaannya dengan integritas, meski dinamika politik kantor di sekitarnya semakin rumit. Namun, jauh di lubuk hatinya, Rain menyadari bahwa tantangan dari Farrel dan Vera baru saja dimulai, dan perjalanan panjang untuk membuktikan diri di kota baru ini masih menyimpan banyak rintangan yang harus dia hadapi dengan kesabaran dan kebijaksanaan yang terus dia asah, seiring dengan dukungan tak tergoyahkan dari Kenzo, meski jarak masih memisahkan mereka untuk beberapa waktu ke depan.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!