Indonesia
NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REUNI TAK DI SANGKA DAN KEJUTAN SUKU ELF

Pagi hari di Hutan Kelam menyambut dengan udara segar yang berhembus lembut di antara pepohonan pinus raksasa. Pahlawan Arthur telah pamit sejak fajar untuk kembali ke ibu kota Kerajaan, membawa bungkusan makanan dan sayuran segar racikan Kayy sebagai oleh-oleh. Keberadaan Arthur meninggalkan ketenangan yang kembali membalut pekarangan rumah kayu dua lantai tersebut.

Namun, tanpa disadari oleh keluarga kecil itu, sihir pemulihan yang disalurkan Elena ke wortel raksasa pada hari sebelumnya telah memicu fenomena yang tak biasa. Perpaduan sihir suci murni milik sang putri kecil dan nutrisi mutlak dari tanah Celestial Soil buatan Kayy menghasilkan aroma mana vegetasi murni sebuah energi yang sangat langka dan mirip dengan Yggdrasil Essence, energi kehidupan yang hanya ada di dongeng kuno.

Aroma mana yang sangat pekat itu membumbung tinggi, menembus kabut tebal Hutan Kelam hingga mencapai wilayah terlarang di bagian selatan—tempat peradaban Suku Elf Hutan bersembunyi selama puluhan tahun.

"Energi ini... Ini adalah pendar Yggdrasil Essence!" gumam seorang wanita berambut perak panjang dengan telinga runcing yang indah.

Wanita itu adalah Putri Eldrin, pemimpin pasukan penjaga Suku Elf Hutan. Dengan busana zirah kayu hijau yang elegan dan busur panah perak di punggungnya, Eldrin menatap ke arah utara dengan mata hijau zamrudnya yang bergetar hebat.

"Pohon Suci Kuno yang telah tertidur ribuan tahun di Hutan Kelam pasti telah bangkit kembali," bisik pengawal pribadinya dengan nada penuh pengagungan.

"Kita harus memeriksanya sekarang juga," perintah Eldrin tegas. "Jika Pohon Suci bangkit, bangsa Elf harus memberikan penghormatan tertinggi."

Dengan kecepatan alami bangsa Elf, Eldrin dan empat pengawal elitnya melompati dahan-dahan pohon raksasa tanpa merusak sehelai daun pun. Mereka merayap masuk ke perbatasan segel Hutan Kelam, melacak sumber aura sihir murni yang terus memanggil-manggil insting alam mereka.

Namun, semakin mereka mendekati lokasi koordinat, dahinya makin berkerut heran. Lokasi sumber energi ajaib itu tidak berada di puncak gunung terlarang, melainkan di sebuah area terbuka yang tampak seperti pekarangan rumah tinggal.

TAP.

Eldrin dan para pengawalnya bersembunyi di atas dahan pohon pinus besar di pinggir pekarangan, mengintip di balik dedaunan lebat. Dan apa yang mereka saksikan di depan mata benar-benar menghancurkan seluruh logika dan pemahaman bangsa Elf.

Kejutan pertama: Sumber energi Yggdrasil Essence murni yang mereka kira berasal dari Pohon Suci Kuno... ternyata berasal dari sebuah wortel raksasa berwarna emas setinggi dua meter yang menancap di tanah!

"W-Wortel?! Bagaimana mungkin sayur biasa memancarkan sihir kehidupan setinggi ini?!" batin Eldrin membelalakkan mata, tak percaya dengan penglihatannya.

Kejutan kedua: Di samping wortel raksasa itu, seekor Serigala Es raksasa tingkat A-Rank—bencana alam Hutan Kelam yang sangat ditakuti oleh seluruh ras sedang berbaring pasrah di atas rumput. Di atas kepalanya, Elena yang berusia lima tahun sedang sibuk memasang pita kain merah di telinga sang serigala seraya tertawa gembira. Serigala pemusnah itu bukannya mengamuk, melainkan justru menjulurkan lidahnya dengan wajah manja!

Para pengawal Elf di samping Eldrin sudah gemetaran hebat, memegang busur panah mereka dengan tangan basah oleh keringat dingin. "P-Putri Eldrin... Itu Serigala Es A-Rank... Kenapa dia dijadikan mainan oleh bocah kecil?"

Sebelum Eldrin sempat menjawab, pintu teras rumah kayu dua lantai menyingkap terbuka.

Sesosok wanita anggun bergaun kain linen putih berjalan keluar membawa nampan berisi cangkir-cangkir teh beraroma harum. Rambut pirang keemasannya berkilau diterpa sinar matahari pagi, menyebarkan aura kehangatan suci yang sangat familiar.

DEG!

Jantung Putri Eldrin serasa berhenti berdetak saat menatap wajah wanita tersebut. Napas sang Putri Elf mendadak tercekat di tenggorokan.

"I-Itu tidak mungkin..." bisik Eldrin lemas. Matanya seketika berkaca-kaca, air mata mengalir perlahan melewati pipinya yang mulus. "Alya...?"

sepuluh tahun yang lalu, sebelum Alya diangkat menjadi Saintess Kerajaan dan akhirnya dipaksa bertarung di barisan depan, Eldrin adalah sahabat karib Alya di akademi sihir kuno. Ketika kabar berita menyebar bahwa sang Saintess telah mengorbankan diri dan gugur di medan perang Hutan Kelam, Eldrin berduka selama bertahun-tahun atas kehilangan sahabat terbaiknya.

Melihat Alya berdiri di sana sehat, tampak lebih anggun, dan memancarkan senyuman paling damai yang belum pernah Eldrin lihat sebelumnya meruntuhkan seluruh ketahanan emosional sang Putri Elf.

Tanpa memedulikan risiko atau keberadaan Serigala Es A-Rank, Eldrin melompat turun dari atas dahan pohon!

TAP!

"Alya!" jerit Eldrin dengan suara bergetar menahan tangis.

Langkah kaki Alya terhenti di teras. Ia menoleh kaget, dan matanya membelalak lebar melihat sosok Elf berambut perak yang berdiri di pekarangannya.

"Eldrin...?" cicit Alya kaget, hampir memiringkan nampan teh yang dipegangnya.

"Alya! Kamu masih hidup! Kamu benar-benar masih hidup!" Eldrin berlari kencang tanpa peduli lagi pada aturan protocol raja, langsung memeluk Alya dengan sangat erat di depan teras. Tangis haru sang Putri Elf pecah seketika, membasahi bahu gaun Alya.

Alya yang terkejut perlahan tersenyum lembut, membalas pelukan sahabat lamanya itu dengan kehangatan tulus. "Eldrin... Aku minta maaf karena tidak pernah memberimu kabar. Tapi iya, aku di sini, aku sangat sehat."

Para pengawal Elf yang menyusul turun dari pohon berdiri kaku di pekarangan, masih terpana menyaksikan reaksi emosional putri mereka. Elena menghentikan kegiatannya memasang pita di telinga Shiro, menatap wanita bertelinga runcing itu dengan rasa ingin tahu yang besar.

"Ibu... Tante telinga panjang ini siapa?" tanya Elena polos seraya berjalan mendekat sambil membawa pedang kayu mainannya.

Eldrin melepaskan pelukannya, mengusap air matanya lalu menatap Elena. Betapa terkejutnya Eldrin saat merasakan aliran sihir suci murni yang memancar dari tubuh bocah lima tahun itu. "Alya... Dia... anakmu?"

"Iya, ini putriku, Elena," jawab Alya bangga seraya mengusap kepala Elena.

"Alya, apa yang terjadi di sini? Kerajaan mengumumkan kematianmu bertahun-tahun lalu! Dan sayur ajaib ini, serigala es ini..." Eldrin kebingungan, rentetan pertanyaan menumpuk di kepalanya. "Siapa yang menyembunyikanmu di tempat terlarang seperti ini?"

SIAP.

Tepat pada saat itu, sebuah langkah kaki yang amat tenang terdengar dari dalam rumah. Kayy keluar membawa sebuah teko kayu berisi air panas. Pria itu mengenakan kemeja kain santai dan celemek masak bertuliskan 'Ayah Terbaik'.

Namun, begitu Kayy menginjakkan kaki di teras, para pengawal Elf dan Eldrin secara naluriah mendadak membeku di tempat.

Meskipun Kayy tersenyum ramah dan tidak memegang senjata apa pun, indra sensitif bangsa Elf yang sangat peka terhadap aura alam menangkap riak intimidasi mutlak dari status MAX yang tersembunyi di balik tubuh pria bercelemek tersebut. Bagi para Elf, kehadiran Kayy tidak terasa seperti manusia biasa, melainkan seperti Entitas Penjaga Kuno / Dewa Hutan yang sedang menyamar!

"Alya, ada tamu ya?" sapa Kayy santai, seolah tidak terganggu dengan lima panah perak yang sempat terarah ke pekarangannya.

Alya merangkul lengan Kayy dengan mesra, tersenyum hangat pada sahabatnya. "Eldrin, kenalkan... Ini Kayy, suamiku. Pria yang telah menyelamatkanku dan memberiku kedamaian ini."

Eldrin menatap Kayy dengan mata membelalak penuh horor dan pengagungan yang bercampur aduk. Seorang pria yang mampu menjinakkan Serigala Es A-Rank, menanam tanaman ajaib berenergi Yggdrasil, dan memiliki tekanan aura keberadaan yang tak terbatas... menjadi suami dari mantan Saintess?!

Tanpa ragu sedikit pun, Eldrin dan keempat pengawal elitnya mendadak berlutut di atas rumput pekarangan, menundukkan kepala mereka dengan sangat hormat di hadapan Kayy.

"Salam hormat kami persembahkan kepada Yang Mulia Penjaga Agung Hutan Kelam!" seru Eldrin dengan nada penuh kepatuhan.

Kayy membeku di tempat dengan teko air panas masih menggantung di tangannya. Pria berstatus MAX itu berkedip pelan, menatap para Elf yang berlutut khidmat, lalu menatap Alya yang hanya bisa tertawa kecil menahan geli.

"Eh... Tolong bangun," kata Kayy menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Saya cuma petani dan tukang kayu di sini..."

Namun bagi Suku Elf, kerendahan hati Kayy justru makin membuktikan bahwa pria di hadapan mereka adalah sosok Abadi yang sangat bijaksana. Dan pagi itu di Hutan Kelam, sebuah ikatan baru antara keluarga Kayy dan bangsa Elf Hutan resmi dimulai dengan penuh kesalahpahaman yang mengocok perut.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!