Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: MATA DEWA DAN PEMICU DANTIAN

Tidak laman ​Xuan Chen melangkah menembus pintu kayu . Begitu badannya masuk penuh, dia mendorong pintu tebal itu hingga tertutup rapat.

​Slink!

​Ukiran segel formasi kuno di tepi bingkai pintu mendadak menyala redup dengan pendaran cahaya keunguan. Sebuah gelombang energi tipis langsung menyelimuti seluruh dinding kayu pondok tersebut. Xuan Chen menyipitkan mata, menempelkan telapak tangannya ke permukaan dinding untuk meratapi getaran energi tersebut.

​"Array pelindung tingkat rendah..." gumam Xuan Chen pelan. "Selama seseorang berada di dalam pondok dan formasinya aktif dari dalam, siapa pun dari luar tidak akan bisa menembusnya secara paksa tanpa memicu formasi nya. Artinya, tempat paling aman di Lembah Murid Luar hanyalah di dalam kamar masing-masing."

​Xuan Chen menghela napas lega. Dia melepaskan kantung semesta hasil jarahannya dan meletakkannya di atas meja kayu. —

​DEG!

​Rasa sakit yang sangat dahsyat mendadak meledak tepat di balik kedua kelopak matanya. Sensasinya bagaikan sepasang jarum besi membara yang ditusukkan secara paksa menembus otak dan saraf matanya.

​"AKKHHHHHHH!"

​Xuan Chen mengerang tertahan, mencengkeram kepalanya erat-erat dengan kedua tangan. Tubuhnya ambruk berlutut di lantai kayu yang dingin. Keringat sebesar bulir jagung langsung membasahi seluruh jubah abu-abunya.

​Di dalam benaknya yang mulai kabur menahan siksaan, Xuan Chen menyadari sesuatu. Sejak pertarungannya melawan Liu Bao di Panggung Hanyou hingga aksinya membunuh murid luar di platform batu tadi, matanya berulang kali menunjukkan keanehan—memperlambat gerakan musuh dan menyingkap celah serangan.

​Namun, kali ini gejolak itu berlipat ganda ratusan kali. Energi asing yang liar berputar hebat di balik kelopak matanya, memaksa jaringan saraf fana di tubuhnya untuk meregang secara ekstrem.

​Darah kental berwarna merah kehitaman perlahan menetes keluar dari sudut matanya, membasahi jemari dan lantai kayu di bawahnya.

​"Ugh... d-darah...?"

​Pandangan Xuan Chen seketika menggelap total. Tubuhnya yang tak sanggup lagi menahan siksaan fisik hebat itu akhirnya roboh ke samping. Xuan Chen kehilangan kesadarannya di tengah keheningan kamar nya.

​Sinar matahari pagi yang menerobos celah jendela kayu membangunkan Xuan Chen. Matanya terbuka perlahan, menyesuaikan diri dengan cahaya redup ruangan.

​Dia menyapu darah kering di wajahnya menggunakan ujung lengan baju. Namun, saat pandangannya menyapu sekeliling, dada Xuan Chen berdesir hebat.

​Mata kirinya merasa sangat berbeda. Penglihatan di mata kirinya menjadi bertambah jernih secara tidak masuk akal. Setiap serat kayu di dinding, debu yang melayang di udara, bahkan semut yang merayap di sudut ruangan terlihat begitu jelas hingga detail sekecil apa pun.

​Penasaran, Xuan Chen memfokuskan pandangan mata kirinya lebih dalam ke arah dinding pondok.

​Wuuusshhh!

​Dinding kayu tebal di depannya mendadak berubah menjadi samar bagaikan lapisan kaca tipis. Dalam sekejap, pandangan mata kirinya menembus dinding luar, menyingkap siluet beberapa murid berpakaian hitam yang sedang berjalan melintasi jalan setapak di luar pondoknya.

​"Menembus pandangan?!" tawa takjub hampir meledak dari tenggorokannya.

​Namun, kemampuan mata misterius itu hanya bertahan selama satu tarikan napas. Rasa lelah yang luar biasa mendadak menusuk otaknya, diiringi denyutan nyeri di pelipis.

Xuan Chen sempat mencoba memfokuskan kembali mata kirinya untuk menembus dinding. Namun, baru dua tarikan napas berjalan, rasa lelah luar biasa langsung menyedot stamina fisiknya hingga terkuras habis.

​“Kekuatan mata ini terlalu beresiko dalam pertarungan langsung,” batin Xuan Chen. “Tanpa adanya Qi di dalam Dantian untuk memberi makan mata ini, menggunakannya saat bertarung fisik murni sama saja dengan membuang staminaku.

​Xuan Chen memegangi kepalanya, napasnya terengah-engah seraya keringat dingin membasahi pelipisnya. Penggunaan kekuatan mata itu menguras tenaga fisiknya dengan sangat cepat.

​"Luar biasa..." bisik Xuan Chen dengan binar ketertarikan di matanya. "Andai aku lebih kuat dan memiliki Qi, mungkin aku bisa tahu sejauh mana potensi mata ini berkembang."

​Namun, Xuan Chen bukanlah tipe orang yang suka membuang waktu untuk meratapi misteri. Selama keanehan ini memberikan keunggulan mematikan dalam bertarung, dia akan memanfaatkannya sepenuhnya.

​Xuan Chen membuang napas perlahan, merapikan posisi duduknya di atas lantai batu menjadi sikap bersila.

​"Saat ini aku berada di ambang batas Ranah Penempaan Tubuh Lapisan 2. Hanya butuh selangkah lagi untuk menembus Lapisan 3," batinnya.

​Dia memejamkan mata, memfokuskan seluruh kesadarannya ke dalam tubuh. Xuan Chen mencoba merasakan keberadaan Dantian yang masih tertutup rapat di bawah pusarnya, serta mencari alur meridian dan titik akupunktur yang tersumbat.

​Waktu berlalu hingga beberapa hari di dalam keheningan kamar nya. Xuan Chen terus bermeditasi, berusaha memicu titik Dantiannya hanya dengan mengandalkan latihan pernapasan dan kekuatan fisik.

​Hingga pada hari ketiga, Xuan Chen akhirnya membuka matanya. Tatapannya dipenuhi sedikit rasa gusar.

​"Sepertinya aku butuh pemicu eksternal," gumam Xuan Chen pelan seraya meluruskan kakinya yang kaku. "Bermeditasi secara mandiri tanpa energi pendorong sama sekali tidak berguna untuk menembus hambatan Dantian ini."

​Selama beberapa hari mendekam di dalam pondok, sama sekali tidak ada pengawas sekte yang mencarinya, tidak ada tugas sekte yang diberikan, apalagi pembagian sumber daya harian. Di tempat ini, murid baru benar-benar dibiarkan terlantar jika tidak mengambil inisiatif sendiri.

​Xuan Chen berdiri, merapikan jubah abu-abunya, lalu meraih kantung semesta hasil jarahan dari meja. Setelah memastikan Pil Pemurni Qi Peringkat Rendah tersimpan aman di balik jubahnya, dia menarik napas dalam-dalam dan mematikan formasi pintu dari dalam.

​Klek.

​Pintu kayu terbuka, menyambut Xuan Chen dengan hembusan angin dingin Lembah Murid Luar. Namun, baru saja Xuan Chen melangkah keluar sejauh tiga tapak dari ambang pintu pondoknya—

​Syuuuk!

​Bayangan merah darah mendarat anggun dari atas tebing batu tepat di hadapannya. Su Ling berdiri menyilangkan tangan di dada, gaun merahnya berkibar pelan ditiup angin. Matanya yang tajam menatap Xuan Chen dari atas ke bawah dengan raut dingin.

​"Kau sudah ditunggu di Aula Murid Luar oleh Tetua Mo," ucap Su Ling singkat tanpa basa-basi.

​Xuan Chen menaikkan satu alisnya, menatap Su Ling dengan raut penasaran yang jujur. "Nona Su? Kau... apa kau sudah berdiri menungguku di luar sini selama beberapa hari?"

​Raut wajah Su Ling seketika berubah murka saat mendengar pertanyaan konyol itu. Aura dingin meledak tipis dari tubuhnya, matanya menyempit penuh kejengkelan.

​"Kau pikir kau siapa, hah?!" bentak Su Ling tajam, suaranya dipenuhi rasa jijik yang tak tertahankan. "Jangan terlalu percaya diri, Anak Baru! Aku baru saja tiba beberapa tarikan napas yang lalu! Dan andai kata kau tidak keluar hari ini pun, aku tidak akan pernah sudi membuang waktu hanya untuk menunggu sampah sepertimu!"

​Xuan Chen hanya tersenyum tipis tanpa merasa tersinggung sedikit pun, menyikapi kemarahan wanita itu dengan ketenangan murni.

​Namun, keributan kecil di depan Pondok 407 itu terlanjur menarik perhatian puluhan murid luar yang sedang melintas di area lembah. Mereka menghentikan langkah dan mulai berbisik-bisik, menatap Xuan Chen dengan pandangan belas kasihan bercampur ejekan.

​"Lihat bocah jubah abu-abu itu... Dia murid baru, kan?"

​"Berani sekali dia memicu kemarahan Senior Su Ling! Apa dia tidak tahu Su Ling adalah salah satu bagian dari penegak hukum Lembah Murid Luar?"

​"Cari gara-gara dengan Tim Penegak di hari-hari awal sama saja menyerahkan leher ke algojo. Bocah itu pasti akan dibuat sengsara!"

​"Dasar bodoh, mengira bisa merayu Senior Su Ling hanya karena punya sedikit ketampanan. Mati saja dia!"

​Xuan Chen mengabaikan bisikan-bisikan beracun di sekitarnya. Dia merapikan jubahnya santai lalu menatap Su Ling kembali.

​"Kalau begitu, pimpin jalannya, Nona Su."

Pesan Author:

​Halo kawan-kawan pembaca! Terima kasih sudah membaca dan mendukung Tahta Kaisar Iblis! 🔥

​📌 Jadwal Update: Rutin setiap hari pukul 19.00 WIB.

​Bantu dukung perjalanan Xuan Chen dengan cara tekan tombol Like, Komentar, dan Favoritkan/Bookmark novel ini, ya! Jika lapak ini ramai dan respons kalian hangat, Author bakal kasih Bonus Update 2 Bab per hari! 💥

​Selamat membaca dan sampai jumpa di bab selanjutnya! 🙏✨

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!