Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Penyelamatan Menegangkan

​Rintik hujan deras menyiram bangunan gudang tua di kawasan pinggiran Jakarta, menciptakan deru bising yang meredam deburan angin malam. Di luar gedung terlantar itu, sebuah mobil SUV hitam berhenti mendadak tanpa menyalakan lampu utama.

Pintu kemudi terbuka, dan Rendy Adhitama melangkah keluar menerjang kegelapan malam. Ia tidak menunggu rombongan kepolisian yang masih berjarak beberapa kilometer di belakang; keselamatan Siska adalah prioritas tunggal yang tak memiliki toleransi waktu.

​Dengan gerakan cepat dan tanpa suara, Rendy menerobos pintu besi samping yang telah lapuk. Pakaian mewahnya kini basah kuyup oleh air hujan dan noda lumpur, namun matanya memancarkan kilatan dingin yang amat mematikan.

Di dalam ruangan utama gudang yang remang-remang, lampu pijar tunggal yang tergantung di atap seng bergoyang pelan, memantulkan bayangan samar dua sosok di tengah area semen yang basah.

​Siska terkulai lemas di atas kursi kayu, tubuhnya terikat erat dengan tali tamang tebal. Darah segar mengering di sudut bibir dan pipinya yang memar. Di sampingnya, Danang berdiri dengan raut wajah gila, memegang erat pistol revolver hitam legam yang terarah lurus ke dada Siska.

​"Danang!" suara Rendy membelah keheningan gudang tua itu, bergema berat dan berwibawa.

​Danang terperanjat hebat, memutar tubuhnya seketika. Matanya melotot lebar saat melihat Rendy berdiri kokoh di ambang kegelapan, hanya berjarak belasan meter darinya.

​"R-Rendy?!" jerit Danang dengan suara parau yang histeris. "Hebat sekali kamu... Datang sendirian tanpa pengawal?! Kamu benar-benar pria pemberani atau cuma gila karena wanita murahan ini?!"

​Siska perlahan membuka matanya yang sembab dan samar. Begitu melihat sosok Rendy yang basah kuyup berdiri di sana demi menyelamatkannya, air mata ketakutan dan rasa haru seketika meledak membasahi wajahnya.

"R-Rendy... Pergi! Jangan pedulikan aku! Dia punya senjata!" jerit Siska serak, suaranya pecah menahan perih di dadanya.

​"Tutup mulutmu, Siska!" bentak Danang seraya menekan ujung laras pistol revolver yang dingin ke pelipis Siska, membuat wanita itu meringis ketakutan. Danang menatap Rendy dengan senyum miring yang penuh dendam.

"Satu langkah saja kamu maju, Rendy, otak wanita ini akan berhamburan di lantai!"

​Rendy mengangkat kedua tangannya perlahan setinggi dada, menunjukkan bahwa ia tidak memegang senjata apa pun. Langkah kakinya tetap bergeser pelan, memotong jarak di antara mereka dengan sangat tenang.

​"Urusanmu adalah denganku, Danang," ujar Rendy dengan nada suara datar tanpa getaran ketakutan sedikit pun.

"Biarkan Siska pergi. Kamu mau uang? Kamu mau kebebasan? Saya bisa menyediakannya detik ini juga. Tapi lepas senjata itu."

​"Bohong! Jangan panggil aku bodoh!" jerit Danang histeris. Keputusasaan telah menghancurkan seluruh akal sehatnya.

"Kamu sudah merenggut semuanya dariku! Perusahaanku, hartaku, nama baikku! Malam ini, salah satu dari kita harus mati di sini!"

​Dengan jeritan frustrasi yang membakar dadanya, Danang mengalihkan arah laras pistolnya dari kepala Siska, membidik lurus tepat ke arah dada Rendy.

​Namun, Rendy tidak menunggu peluru itu melesat.

​Tepat saat jari Danang mulai menekan pelatuk, Rendy melompat menerjang ke depan dengan kecepatan dahsyat. Tubuh tegap Rendy menghantam dada Danang dengan sangat keras, membuat mereka berdua terlempar dan tersungkur bersama di atas lantai semen yang kasar dan berdebu.

​Brak!

​Guncangan keras itu membuat pegangan Danang pada pistolnya goyah, namun ia cengkeram senjata besi itu dengan kegilaan murni. Pertarungan jarak dekat yang sangat sengit terjadi di atas lantai gudang yang basah.

Rendy mengunci pergelangan tangan Danang, berusaha membenturkannya ke semen untuk melepaskan revolver tersebut.

Namun Danang, yang didorong oleh pacuan adrenalin dendam maut, melayangkan siku kirinya dengan brutal, menghantam rahang Rendy hingga bibir Rendy pecah menyemburkan darah.

​Rendy tidak bergeming sedikit pun dari rasa sakit itu. Dengan dorongan tenaga yang luar biasa, Rendy membalikkan posisi tubuhnya, mendaratkan satu pukulan keras ke tulang rusuk Danang hingga pria itu mengerang kesakitan dan terdesak hebat.

​Terlepas dari cengkeraman Rendy dalam posisi terdesak di lantai, Danang berguling ke samping dengan napas tersengal-sengal. Matanya yang merah melirik ke arah Siska yang terikat tak berdaya hanya dua meter di sampingnya.

​"Kalau aku tidak bisa memilikinya, dan aku harus hancur... maka kamu juga harus merasakannya!" jerit Danang gila.

​Dengan sisa tenaganya, Danang mengarahkan laras pistol revolver itu secara mendadak ke arah Siska yang memejamkan mata dalam ketakutan mutlak. Jari Danang menekan pelatuk senjata api tersebut sampai habis.

​Mata Rendy membelalak. Tanpa ragu satu milidetik pun, Rendy melempar tubuhnya menutupi Siska secara penuh, memeluk kepala dan dada wanita itu rapat-rapat dalam dekapannya.

​DOR!

​Suara tembakan membahana dahsyat, membelah keheningan gudang tua dan memekakkan telinga. Peluru timah panas melesat menembus udara malam yang dingin.

Tubuh Rendy seketika bergetar hebat di atas tubuh Siska, diikuti oleh keheningan yang mencekam saat cairan hangat berwarna merah pekat mulai mengalir deras, membasahi pundak dan pakaian Siska.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!