Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Efek Kupu-kupu

Saat mereka tiba di perkebunan, Ruby segera melihat kondisi Maura yang ternyata sudah pembukaan lengkap.

Suara Maura yang merintih menahan sakit terdengar menggema. Semuanya menghela nafas lega, karena tidak harus melakukan operasi.

Ruby keluar rumah menenangkan diri, sejak tadi perasaannya dilanda ke kegelisahan. Apa menunggu orang bersalin memang seperti itu? Tapi rasanya sangat berlebihan.

Ruby menatap jauh ke depan, dia tetap harus siap apapun yang terjadi. Dia harus bisa, semua untuk kembali bertemu dengan sang Nenek.

***

Selang menunggu beberapa menit, akhirnya Bayi Muara lahir dengan selamat. Suara tangis bayi yang terdengar membuat mereka sangat bahagia dan menghela nafas lega.

Tapi, saat Ibu Ruby mau memberi jahitan tiba-tiba Maura kembali merasakan sakit. Karena sudah kehabisan tenaga, dia hanya bisa menangis.

Ternyata masih ada bayi yang mau keluar lagi. Mereka semua sangat terkejut, karena saat USG dan pengecekan jantung hanya terdengar satu suara.

Ibu Ruby dan Dokter Mira kembali membantu persalinan, untung saja Bayi itu keluar tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

Tapi sayang sekali, bayi perempuan itu tidak menangis meski sudah di tepuk dan dikagetkan.

"Semuanya sehat, tapi kenapa bayinya nggak mau menangis?" tanya Ibu Ruby dengan nada heran.

"Harus segera di bawah ke Rumah Sakit!" ucap Dokter Mira yang berpikir ada sesuatu kelainan pada bayi. "Tapi, diluar sana situasinya sedang kacau!"

"Ya. Kami juga sudah mendengarnya!" balas Ibu Ruby sambil memandikan Cucunya. "Kami sudah dengar seminggu yang lalu, jadi kami sekeluarga akan tinggal di sini untuk sementara, sampai situasi membaik!"

"Haaahh.. Entah apa yang mereka lakukan, sampai membuat kekacaun seperti itu!" ucap Dokter Mira sambil menghela nafas berat.

Ibu Ruby terdiam kaku, ternyata virus itu buatan manusia sendiri. Setelah semuanya beres mereka keluar dan meminta beberapa pelayan untuk berjaga.

***

"Bu. Benarkan, Kak Maura hamil anak kembar!" sahut Ruby. Saat mereka sedang berkumpul di ruang tamu.

"Apa maksudnya?" tanya Dokter Mira.

"Maura dan Ruby sudah curiga kalau ada dua bayi. Tapi aku yang Dokter saja tidak bisa melihatnya!" ucap Nyonya Sera dengan sesal.

Dokter Mira terdiam, dia saja yang sudah berpengalaman melakukan operasi pada ibu hamil kembar juga tidak melihatnya.

Sebelum pulang, Dokter Mira kembali mengingatkan mereka untuk segera membawa Bayi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Dokter Mira tidak tinggal lama, dia sedikit mengkhawatirkan Anak dan cucunya di rumah. Dia sudah mengingatkan mereka untuk tidak ke luar rumah.

Tuan Edward mengantar Dokter Mira pulang menggunakan mobil yang berbeda. Mau bagaimanapun, jalan ke perkebunan sangat sepi dan situasi di luar sana sedang kacau.

Setelah mereka pergi, Ruby segera masuk kamar Maura untuk melihat keadaannya. Ternyata Maura sedang tidur, begitupun dengan kedua keponakannya.

"Bu.. Apa harus dibawa ke Rumah Sakit?" tanya Ruby sambil menetap bayi kecil yang sedang tertidur pulas.

"Ibu juga nggak tahu!" Jika kondisi di luar sana baik-baik saja, dia akan membawa bayi itu tanpa ragu.

"Hmm.. Kita tunggu Ayah balik. Dan juga harus tanyakan pendapat Kak Leo dan Kak Maura!" ujar Ruby

Leo sudah kembali ke markas karena sudah lama mengambil cuti. Dia juga pergi untuk menjalankan tugasnya, mencari kunci gudang persenjataan.

***

Di malam hari mereka hanya bisa melakukan panggilan video pada Leo, agar dia bisa melihat anak kembarnya.

Dia juga sangat terkejut melihat anaknya benar-benar kembar seperti yang sering dikatakan sang istri. Tapi dia malah tidak percaya sedikitpun.

"Ibu aku juga sangat bingung. Situasi di luar sedang kacau, banyak orang yang panik saat mendengar adanya virus menular.!" ucap Leo diseberang telpon.

"Aku dengar-dengar, katanya akan lockdown!" sela Ruby.

"Benar. Entah kapan perintah itu diturunkan!" ucap Leo. "Bu. Bagaimana menurutmu? Apa bayinya harus di bawah ke Rumah Sakit? Di sana ada banyak orang dengan gejala yang sama!"

"Kita tunggu Ayahmu balik dulu!" ucap Nyonya Sera.

"Tadi Ayah nelpon, kondisi di luar sudah mulai kacau. Banyak orang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri saat berkendara, sehingga menyebabkan kecelakaan!" jelas Ruby.

"Benarkah?' tanya Mereka dengan serempak.

"Ruby. Apa jangan-jangan sudah waktunya?" tanya Maura dengan takut. Dia barus saja melahirkan, kenapa harus datang sekarang.

Ruby terdiam, dia juga sudah curiga dengan hal itu. Tapi dibuku novel tertulis tanggal 13 Maret, dan sekarang baru tanggal 3.

Tapi dia teringat dengan efek kupu-kupu, seperti Maura yang melahirkan lebih cepat dari mimpi mereka.

Namun situasinya masih sama, Virus Zombie bermula saat Maura ke Rumah sakit untuk melakukan persalinan. Hanya sekarang, waktunya terjadi lebih cepat.

"Bisa jadi!" balas Ruby dengan tangan terkepal.

"Cepat! Telpon Ayahmu! Tanyakan, di mana posisinya? Sudah sangat larut, tapi belum sampai juga!" ucap Nyonya Sera dengan khawatir.

Ruby mengangguk, dia juga sangat khawatir, Ayahnya berkendara sendiri di luar sana. Tapi tiba-tiba notifkasi di HP nya berbunyi, Pemerintah baru mengeluarkan informasi untuk segera melakukan lockdown.

"Ruby. Ada suara deru mobil. Coba cek CCTV!" pinta Maura. "Siapa tau itu Ayah!"

Ruby mengecek CCTV melalui ponselnya. Dan benar saja, itu mobil Ayahnya. Tapi di depan mobil Ayahnya ada satu mobil lagi.

"Bagaimana? Apa itu Ayahmu?" tanya Nyonya Sera dengan panik.

"Emm.. Ayah sudah pulang, tapi Dokter Mira juga ikut lagi!" jelas Ruby.

"Pasti terjadi sesuatu!" kata Nyonya Sera. Dia sangat tahu bagaimana sifat Sahabatnya itu yang sangat menghargai waktu..

Semua terdiam, mereka juga berpikir hal yang sama. Tapi tidak dengan Ruby, dia malah bahagia jika Dokter Mira ikut bergabung dengan mereka.

Saat ini panggilan video Leo sudah terputus, karena atasan memanggilnya dengan mendesak.

Setelah mereka tiba, kondisinya sangat kacau. Wajah mereka pucat pasih, tubuh mereka gemetar.

Nyonya Sera meminta pelayan untuk segera mengambil air minum. Dia dan Ruby hanya bisa diam, tidak berani bertanya. Pasti mereka melihat sesuatu yang sangat mengerikan.

Setelah Dokter Mira mulai baikan, dia segera menceritakan pengalaman mereka saat kembali ke Kota.

"Kecelakaan terjadi di mana-mana" ucapnya dengan tatapan kosong. "Banyak orang yang kehilangan kendali, seperti tidak punya jiwa!"

"Nenek aku takut..!" Seru seorang gadis dipelukan Dokter Mira. Dia adalah Cucunya yang masih duduk dibangku SD.

Tubuh Ruby merinding, membayangkannya saja membuatnya mual. "Ayah apa yang terjadi?"

Ayah Ruby menghela nafas berat, meski dia sudah sering melihat itu dalam mimpinya, dia tetap takut karena jumlah mereka sangat banyak.

Saat mengantar Dokter Mira pulang, orang yang kehilangan kendali mulai berjalan sempoyongan, mereka mengikuti manusia yang masih normal.

Mereka bertebaran di jalan yang menyebabkan kecelakaan terjadi. Dan mayat hidup itu paling banyak di depan Rumah Sakit.

Dokter Mira menghela nafas lega melihat anak dan Cucunya baik-baik saja. Keduanya meringkuk ketakutan di dalam kamar.

"Ayah mengajak mereka. Di kota benar-benar sangat kacau!" ucap Tuan Edward. Jika dia tidak mempercayai ucapan Ruby, mungkin yang ada di dalam mimpinya benar-benar terjadi.

"Sera. Aku mohon izinkan kami tinggal!" kata Dokter Mira dengan tatapan penuh harap "Kami bisa bangun tenda di luar, kami tidak akan tidur di sini!"

"Tante. Kami tidak akan tinggal gratis!" sela Anak Dokter Mira yang bernama Manda. Dia hampir saja jadi korban mayat hidup itu, tapi dia berhasil selamat karena seseorang membantunya. Dia penasaran dengan apa yang terjadi dengan orang-orang itu, sehingga dia nekat keluar rumah.

"Tante Mira. Kalian boleh tinggal, nanti kita bangun rumah di tanah lapang.!" kata Ruby.

"Benarkah?"

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!