fadli hanyalah seorang penyihir rank E yang di anggap beban. puncak nya ia di hianati oleh rekan sendiri. ia di tinggalkan begitu saja di dalam sebuah dungeon rank A. namun terjadi keajaiban di mana fadli justru mendapatkan status. ia di berikan kekuatan oleh entitas misterius dan harus mencapai nya sendiri. bagaimana kisah fadli mencapai kekuatan baru itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dungeon rank D yang panjang #1
Setelah selesai makan fadli dan yang lain nya pun melanjutkan perjalanan. Di setiap perjalanan yang mereka jalankan mereka terus melawan berbagai macam moster. Rank d dan e.
Setelah 7 jam perjalanan mereka kembali istirahat.
Helmi, "panjang juga ya ini dungeon, meski tidak sepanjang dungeon merah,"
Clara, "tapi meski pun panjang batu kristal yang di dapat sedikit, kita baru mendapatkan 4 kantong batu kristal. Kantong nya juga di tinggal di jalan,"
Helmi, "iya kan sengaja di tinggalin pas pulang kita bawa lagi. Tapi citra meski pun batu kristal nya sedikit, kita mendapatkan ratusan batu sihir, kalau batu sihir sepenuh nya menjadi milik kita. Harga batu sihir juga lumayan mahal, ini kan bagus ya,"
Lisa, "aku setuju tapi lebih baik kita istirahat dulu, aku ngantuk mau tidur,"
Gembi, "maaf, meski aku bukan bagian dari kelompok ini, rapi aku adalah hunter rank A dan saran aku lebih baik kita keluar dulu dari dungeon. Kita sudah 12 jam di dalam dungeon ini, sekarang sudah waktu nya istirahat, aku yakin kalian juga kelelahan,"
Fadli, "ya sudah tinggal istirahat kenapa harus keluar?"
Gembi, "serius tidur di dalam dungeon?"
Lilia, "gembi kami sudah biasa tidur di dalam dungeon,"
Gembi, " kalian gila,"
Mereka terdiam sementara fadli sudah mengeluarkan tenda dan bahan masakan dari bok penyimpanan nya. Mereka pun mulai bekerja mendirikan tenda dan memasak sementara gembi kebingungan melihat suasana seperti itu.
Beberapa menit kemudian tenda sudah selesai di dirikan.
Fadli, "ada apa tuan pengawas?"
Gembi, "kelompok kalian aneh dan sangat ceroboh. Kenapa malah masuk ke dungeon yang seharus nya tidak di sarankan, selain itu kalian juga tidak punya healer, bahkan teng cuma 3 assasin dan sisa nya penyihir,"
Fadli, "untuk healer ada kok yang bisa palai sihir penyembuh, meski pun hanya menyembuhkan luka kecil saja. Selain itu kami punya tujuan lain,"
Gembi, "apa tujuan kalian?"
Fadli, "hanya menjadi hunter biasa saja. Yang tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah, kami hanya ingin uang tidak perlu banyak namun cukup untuk makan,"
Gembi, "dasar aneh,"
Fadli, "oh iya gembi karena kamu adalah kelompok dari asosiasi hunter indonesia. Kamu pasti tau berapa banyak hunter rank S kan?"
gembi, "hanya 25 orang, tapi rank A ada ribuan,"
Fadli, "ya... Indonesia di dominasi rank E sih dan D , meski hunter seperti kami dianggap lemah tapi kami kuat loh,"
Gembi, "bodoh!!! Kuat?"
Tiba- tiba helmi datang ia membawa dua piring makanan, "ini makanlah kalian berdua," mereka pun makan dengan tenang.
Setelah makan mereka duduk dan mulai berdiskusi.
helmi, "jadi siapa yang ingin jaga duluan?"
Fadli, "aku tidak akan, tapi aku akan tidur di luar, kalian langsung bangunkan aku jika ada bahaya,"
Helmi, "baiklah kami menyetujui keinginan kamu, jadi siapa dulu yang berjaga? Atau aku yang jadwalkan?"
salsa, "kamu saja yang pilih helmi,"
Helmi, "baiklah, pertama aku dan clara akan berjaga. Lalu di lanjut citra dan salsa, terus dila dan gea, lalu di lanjut linda dan lisa, lalu lilia dan gembi itu saja,"
Semua setuju dengan pengarahan dari helmi mereka pun mulai berjaga.
fadli tiduran di luar dengan kasur angin.
Rapael, "tuan tidur saja biar aku yang berjaga,"
Fadli, "iya ini juga mau tidur aku hanya ingin melihat berapa poin yang aku dapatkan,"
Rapael, "70 poin tuan,"
Fadli, "eh.. Begitu ya, kalai begitu aku tidur saja deh,"
Fadli pun segera menutup mata nya. Ia terlelap tidur dengan santai.
Beberapa jam berlalu, di ke esokan pagi nya semua nya kembali mulai menjelajah dungeon, namun mereka bertemu pertigaan.
Helmi, "ada tiga lubang ya, hem.. Mau gimana di bagi atau kita telusuri satu demi satu?"
Citra, "itu terserah kamu,kamu adalah ketua nya,"
Helmi," baiklah kita bagi dua saja. Kelompok 1, aku, dila, salsa, linda dan lisa. Kelompok 2, lilia, gea, clara, citra dan gembi, lau yang ke 3, fadli kamu sendirian,"
Gembi, "tunggu dulu masa fadli sendirian,"
Helmi, "lakukan tugas kamu dengan benar gembi. Kamu masuk ke kelompok dua. Dengar kalian jangan sampai ada yang mati. Jika di rasa moster yang di lawan sulit kembali saja kabur ya,"
Semua menjawab baik dan mulai berpencar, tidak punya pilihan lain gembi pun ikut ke kelompok dua.
kelompok 3.
Rapael, "tuan kamu sendirian,"
Fadli, "iya karena mereka tau seberapa besar kekuatan aku, makan nya mereka membiarkan aku pergi sendirian,"
Rapael, "ya lagian ini hanya rank d, tuan bisa menghabisi moster di dungeon ini sekali serang, mana tuan tidak boros tapi poin yang di kumpulkan sangat sedikit,"
Fadli, "itu bukan masalah, sekarang sata nya menjelajah,"
Kelompok dua.
Gembi, "kalian yakin fadli akan baik- baik saja?"
Citra, "kaka aku itu hebat,"
Gea, "dia sangat kuat bahkan melebihi kami semua, dia sendirian akan aman kok,"
Clara, "itu benar sekali gembi, fadli sangat kuat,"
Lilia, "stt.... Kalian dengar kan?"
Clara, "pasti moster,"
Semua nya langsung bersiap dan sehera melawan moster yang ada. Mereka berkerja sama begitu juga dengan gembi yang ikut bekerja sama mengalahkan para moster.
Sementara itu di kelompok satu.
Helmi, "moster nya tetap seperti ini ya, hanya moster rank d yang biasa saja,"
Dila, "ngak masalah sih soal nya lebih mudah, ayo cepat selesaikan ini,"
Kelompok satu dan dua sedang sibuk melawan para moster. Sementara fadli justru sedang menambang batu kristal.
"si gembi itu tidak ada di sini, karena dia tidak melihat aku akan memasukan semua batu kristal ini ke dalam bok penyimpanan," kata nya dalam hati sambil menambang dengan sihir angin milik nya.
"dengan begitu tuan akan kaya kan?" tanya rapael.
"ya pintar juga kamu rapael," jawab fadli terseyum.
"astaga tuan aku kan petapa agung pasti lah sangat cerdas. Selain itu tuan pedang katana yang aku buat dengan skil tuan tidak mau di coba?" tanya rapael.
"itu nanti saja sekarang kita selesaikan ini dulu," jelas fadli.
Fadli pun menambang terus- terusan, sementara itu kelompok satu dan dua melawan ratusan moster. Mereka bekerja sama dengan santai.
Setelah beberapa jam berlalu mereka justru bertemu kembali.
Helmi, "hah...hah.. Rupa nya celah nya terhubung, ini bagus kita istirahat dulu,"
fadli terlihat bingung karena hampir seluruh tim babak belur, ia lalu bertanya dengan polos, "kenapa kalian babak belur?"
Mendengar itu semua nya langsung menatap tajam ke arah fadli. "seperti nya aku salah bicara maaf," kata nya sambil menunduk.
Mereka lalu istirahat sambil makan- makan dam bercerita.