Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kayla Rane

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayla Rane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 BUKAN CUMA PENGASUH BAYI

...BAB 28...

...BUKAN CUMA PENGASUH BAYI...

Ruang keluarga apartemen Berry sore itu terasa lebih ramai dari biasanya.

Sejak Berry pulang siang tadi lelaki itu masih mengenakan kemeja kerja. Ia duduk santai di sofa sambil menatap sahabatnya yang sejak tadi sibuk memainkan ponsel.

Reyga sendiri terlihat jauh lebih santai setelah memastikan Bintang sudah kenyang minum susu.

Sementara itu, Amelia sedang berada di kamar. Menidurkan Bintang.

Berry melirik ke arah kamar, kemudian kembali menatap Reyga. "Jadi..."

Reyga mengangkat alis. "Jadi apa?"

Berry menyeringai. "Lo sama reporter itu..."

Reyga langsung mengernyit. "Amelia?"

"Iya."

"Kenapa?"

Berry menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Sejak kapan lo bisa akrab sama reporter?"

Reyga mendengus. "Gue nggak akrab."

Berry terkikik kecil. "Nggak akrab?"

"Iya." jawab Reyga singkat.

"Terus kenapa dia sekarang sering tinggal di sini?" tanya Berry.

"Dia bukan tinggal di sini."

"Tapi datang hampir setiap hari kan?"

"Ya karena Bintang." jawab Reyga.

"Terus?" Berry mengernyit.

Reyga menatap Berry. "Dia sekarang bantu gue mengurus Bintang."

Berry terdiam sebentar. Kemudian senyumnya semakin lebar. "Jadi... lo punya pengasuh?"

"Kurang lebih... Begitu."

Berry langsung tertawa. "Astaga. Reyga yang dulu paling nggak suka diatur sekarang malah punya pengasuh."

"Dia bukan pengasuh gue."

"Gue ngomongin Bintang."

"Ya gue tahu!"

Berry tertawa semakin keras.

Reyga mengambil bantal sofa dan melemparkannya. "Berisik!"

Berry berhasil menangkap bantal itu. "Tapi serius. Kenapa Amelia mau?"

"Karena gue bayar."

Berry mengangkat alis. "Berapa?"

"Dua kali gaji reporter."

Berry langsung bersiul. "Lo royal juga."

"Dia berhenti dari pekerjaannya."

Senyum Berry perlahan menghilang. "Serius?"

Reyga mengangguk. "Dia... berhenti karena gue."

Berry menatapnya cukup lama. "Lo yakin keputusan itu nggak bakal bikin masalah?"

Reyga terdiam. Ia sebenarnya juga memikirkan hal yang sama. Tapi ketika melihat Amelia bersama Bintang, ia merasa keputusan itu tidak sepenuhnya buruk.

"Dia butuh pekerjaan. Gue butuh orang yang bisa dipercaya buat menjaga Bintang."

Berry mengangguk pelan. "Dan lo percaya sama dia?"

Reyga tidak langsung menjawab. Namun akhirnya berkata, "Iya."

Berry tersenyum tipis. "Jarang-jarang lo ngomong begitu tentang orang."

Reyga hendak menjawab ketika terdengar suara langkah pelan dari arah kamar.

Amelia muncul. Ia menutup pintu kamar Bintang perlahan. Kemudian menghela napas lega. "Bintang sudah tidur." ujarnya pelan.

Berry langsung tersenyum. "Baguslah."

Amelia berjalan menuju sofa hendak duduk. Namun baru dua langkah...

"Mel." panggil Reyga.

Amelia berhenti. "Ya?"

Reyga menunjuk ke arah dapur. "Masak."

Amelia membeku. Berry langsung menahan tawa.

"Apa? Masak." Amelia menunjuk dirinya sendiri. "Aku?"

Reyga mengangguk santai. "Iya."

"Tadi kamu bilang aku cuma disuruh mengurus Bintang."

"Betul." angguk Reyga.

"Terus kenapa sekarang aku disuruh masak?"

Reyga mengangkat bahu. "Karena gue lapar."

Berry langsung terbahak.

Amelia menatapnya tajam. "Jadi saya bekerja disini sebagai pengasuh bayi atau koki, ha?" Amelia menyilangkan tangan.

Reyga berpikir sejenak. "Keduanya."

"REYGA!" kesalnya.

Berry sampai memukul sofa karena tertawa. "Lo keterlaluan!" katanya.

Reyga justru tersenyum. "Kan gue cuma minta tolong."

"Mintanya seenaknya!" sungut Amelia.

"Kalau nggak mau, ya sudah."

Amelia hendak membalas. Namun perutnya sendiri tiba-tiba berbunyi.

Kruuuk...

Semua terdiam.

Berry menatap Amelia. Reyga pun menatap Amelia. Amelia menunduk malu.

Berry langsung tertawa lagi. "Kayaknya bukan cuma Reyga yang lapar."

Amelia memegang perutnya. "Aku juga, belum makan dari siang." lirihnya menelan ludah.

Reyga langsung menunjuk dapur. "Nah kebeneran. Masak sekalian."

Amelia memelototinya. "Dasar!" Namun akhirnya ia masuk juga ke dapur.

Berry masih tertawa.

Reyga hanya tersenyum puas. Entah kenapa menggoda Amelia terasa menyenangkan buatnya.

*****

DI KEDIAMAN ARMAND

Sementara itu, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah besar milik Armand.

Darmawan turun dari mobil dengan pakaian formal. Ia datang untuk membicarakan urusan bisnis. Namun ada maksud lain yang jauh lebih besar.

Beberapa menit kemudian, Armand menyambutnya.

"Selamat datang, Darmawan."

"Mohon maaf mengganggu waktumu."

"Tidak sama sekali. Mari."

Keduanya masuk ke ruang tamu. Percakapan awal masih membahas bisnis.

Namun perlahan pembicaraan mulai mengarah kepada anak-anak mereka.

"Putramu sekarang semakin terkenal," ujar Armand.

Darmawan tersenyum tipis.

"Reyga memang sedang banyak diperbincangkan. Terutama setelah kedekatannya dengan Alessia." lanjut Armand.

Darmawan tidak menyangkal. "Justru itu salah satu alasan saya datang ke sini."

Di lantai atas, Alessia baru saja turun dari tangga. Begitu mendengar nama Reyga, langkahnya berhenti.

Ayahnya sedang berbicara dengan Darmawan. Dan ketika ia mendengar pembicaraan berikutnya, matanya langsung berbinar.

"Kita sama-sama tahu anak kita sudah saling mengenal," kata Darmawan.

Alessia menahan napas.

"Jika mereka memang cocok..." lanjut Darmawan, "Saya tidak keberatan hubungan mereka menjadi lebih serius."

Alessia hampir tersenyum lebar.

Armand menatap Darmawan. "Jadi kau menyetujui hubungan mereka?"

Darmawan mengangguk. "Saya tidak akan menghalangi."

Hati Alessia serasa melompat..Selama ini ia memang berharap suatu hari Reyga menjadi miliknya.

Dan sekarang, Ayah Reyga sendiri justru datang menemui ayahnya.

Alessia tidak tahan lagi. Ia turun.

"Selamat sore, Om Darmawan." sapanya sopan.

Darmawan menoleh. "Alessia."

Gadis itu tersenyum manis. "Aku baru tahu kalau Om datang."

"Ya. Kebetulan ada urusan dengan ayahmu."

Alessia duduk di dekat ayahnya. Namun matanya penuh harapan. Ia sudah mulai membayangkan sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.

Pernikahan. Dirinya dan Reyga.

Sementara Darmawan sendiri tidak tahu bahwa putranya sama sekali belum memiliki perasaan seperti yang ia bayangkan.

*****

KEMBALI KE APARTEMEN

Aroma masakan mulai memenuhi apartemen.

Berry yang masih duduk di ruang keluarga mengendus udara. "Wah..."

Reyga menoleh. "Kenapa?"

"Baunya enak."

Amelia keluar dari dapur membawa dua piring.

"Nasi goreng." Berry langsung bangkit. "Ini baru perempuan hebat." pujinya.

Amelia tersenyum. "Terima kasih."

Reyga ikut mengambil piring. "Pedas gak?"

"Sedikit."

"Kenapa nggak bilang dari awal?"

"Memangnya kenapa?"

"Gue nggak suka pedas."

Amelia langsung menghela napas. "Ya sudah. Besok kamu masak saja sendiri."

"Besok?!" Reyga mengangkat alis.

"Maksudku, jangan menyuruhku masak lagi." gelagapnya.

Reyga justru tersenyum santai. "Gue kan gak bisa masak. Ini kerjaan perempuan. Ya jadi Lo yang kudu masak."

Amelia menatapnya tak percaya. "Kenapa aku terus?"

"Karena masakan lo enak."

Amelia mendengus. "Jadi sekarang aku pengasuh, tukang masak, sekalian aja katering?"

Berry langsung tertawa. "Lengkap banget paketnya."

Amelia memelototi kedua pria itu. "Kalian berdua memang kompak kalau ngerjain aku!"

Reyga malah tertawa kecil. "Kan gue cuma muji masakan lo."

"Muji sambil nyuruh!" sungutnya.

Berry langsung bersiul lalu pura-pura terbatuk. "Uhuk!"

Reyga menoleh. "Apaan lagi?"

Berry mengangkat kedua tangannya.."Nggak ada. Lanjutkan saja kehidupan rumah tangga kalian."

"BERRY!" Amelia dan Reyga langsung berseru bersamaan.

Berry malah tertawa puas.

Amelia menarik napas lalu ia pun ikut duduk. Mereka bertiga akhirnya makan bersama.

Bahkan Bintang yang baru terbangun beberapa menit kemudian ikut berada di pangkuan Amelia.

Berry memperhatikan mereka bertiga. Entah kenapa pemandangan itu terasa seperti sebuah keluarga kecil.

Reyga di sebelahnya. Amelia menggendong Bintang. Mereka bahkan terlihat seperti pasangan yang sedang mengurus anak.

Berry tersenyum. "Kalau dilihat-lihat..."

Reyga menoleh. "Apa?"

"Kalian berdua cocok."

Amelia langsung tersedak. "Uhuk!"

Reyga menatap Berry tajam. "Jangan mulai."

Berry tertawa. "Gue cuma bilang cocok."

Amelia mengusap pipinya yang memerah. "Sudah, makan saja."

Reyga diam. Namun sudut bibirnya justru terangkat sedikit.

Dan tanpa mereka sadari, hari-hari bersama Bintang perlahan membuat hubungan mereka jauh lebih dekat daripada yang pernah mereka bayangkan.

*****

Sementara di tempat lain, Alessia mulai percaya bahwa masa depannya bersama Reyga telah mendapat restu keluarga.

Padahal...

Reyga bahkan belum tahu bahwa ayahnya sedang merencanakan sesuatu di belakangnya.

Bersambung...

1
Kam1la
Rafael dijodohkan sama Alesia saja Kak....🤭🤭
Kam1la: siapa tahu bisa berubah...🤭
total 2 replies
Lisa
Ya nih ruwet jg kehidupannya Rafael..moga dia bisa melindungi Bintang
Lisa: 😊 iya Kak..aq paham Kak..nulis cerita itu g mudah juga..
total 2 replies
Arabella07
lanjutt
Kam1la
wkwkwk....lanjut besok sebelum subuh aja....🤣😄
Lisa
😊😊 sabar y pengantin baru..Bintang lg manja tuh sama kalian
Mita Paramita
happy wedding 😍😍😍
Kam1la
Wooo..... menikah akhirnya. ikut seneng aku.....👍👍👍😍
Kam1la
lega rasanya...fitnah dan berita itu langsung reda.
Kam1la
ngaku juga pelakunya....
Lisa
Happy wedding Rey & Amel..bahagia dan rukun selalu ya..
Lisa
Masih nunggu kelanjutannya nih Kak 😊 ya mslh Alan msh blm selesai nih
Lisa
Akhirnya Alessia mengakui perbuatannya..
Lisa: yup bener banget Kak..cantik tapi sifatnya jelek ya..
total 2 replies
Kam1la
terbongkar juga kan pada akhirnya. Alesia tidak ada tempat untuk kamu kabur
✨Kayla Rane✨: Allesia akhirnya mengaku di bab 77 k 😤😂
total 1 replies
Lisa
Pasti saksi itu ketahuan org suruhannya Alessia..
Lisa
Ya Kak syukurlah Reyga percaya pd Amelia..Darmawan jg pasti bisa mengerti bahwa itu semua fitnah
Kam1la
Syukurlah. sudah terbongkar kalau Amelia dan Rafael diperdaya. untuk Darmawan, dia orang bijak, pasti mau mengerti...
Kam1la
kejam nya si Alesia, bakal kena karma kamu, aku yakin Reyga percaya sama Amelia.lihat CCTV...
Lisa: Setuju Kak..Alessia pasti menerima balasan yg setimpal..Reyga harus cek CCTV dan hrs percaya pd Amelia..
total 1 replies
Kam1la
Alan mulai bergerak. gercep juga dia. ayo Rafael, perketat pengawasan mu...💪
Lisa
Wah Alan mengikuti Rafael..ayo Rafael lindungi Bintang.
Lisa
yup bener Kak..kan Reyga udh kenal sama Rafael jadi g masalah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!