Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Bukan Pendekar Harta Langit
Gao Rui juga segera berdiri. Ia berjalan mendekati Lan Suya. Cincin ruang di tangannya bersinar, lalu sebuah pedang muncul di tangan kanannya.
Lan Suya melakukan hal yang sama. Cincin ruang di jarinya memancarkan cahaya. Sebuah pedang muncul di tangan kanannya. Keduanya kini berdiri di belakang Sha Nuo.
Namun Sha Nuo sendiri bahkan belum menarik pedangnya. Ia hanya berdiri di depan Lan Suya. Tatapannya yang sebelumnya tenang kini menjadi tajam. Tatapan tersebut langsung tertuju kepada Gu Shu.
Sha Nuo mengangkat tangannya. Telunjuknya bergerak sedikit ke arah Gu Shu.
“Jangan berani-berani menyakiti Lan Suya.”
Suaranya tidak keras. Namun setiap orang di dalam aula dapat mendengarnya dengan jelas.
Lan Suya yang berdiri di belakangnya tampak terdiam sesaat. Entah mengapa, hatinya terasa senang mendengar perkataan tersebut.
Sementara itu, para tamu menatap Sha Nuo dengan tidak percaya. Pria itu baru saja membuat dua pendekar Suci terlempar keluar dari aula. Mereka bahkan tidak sempat melihat bagaimana ia melakukannya.
“Siapa pria itu?”
“Apakah dia pengawal pribadi Nona Ya?”
“Mungkin dia pendekar yang dikirim Harta Langit untuk melindunginya.”
“Sepertinya begitu.”
Bisikan terdengar di berbagai sudut aula. Tidak ada satu pun orang di tempat itu yang mengenali identitas Sha Nuo.
Gu Shu sendiri menatap Sha Nuo dengan serius. Ia mencoba merasakan ranah kultivasi pria tersebut. Namun hasilnya sama. Tidak ada yang bisa ia rasakan. Seolah-olah pria di hadapannya tidak memiliki tenaga dalam sama sekali.
Namun sesuatu telah berubah. Aura Sha Nuo yang sebelumnya benar-benar tenang kini perlahan berubah. Masih samar, namun tekanan yang terpancar darinya membuat Gu Shu merasakan sesuatu yang tidak biasa. Pria ini jelas sangat kuat.
Gu Shu menyipitkan matanya.
“Siapa kau?”
Sha Nuo tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Gu Shu.
“Tidak perlu bertanya siapa aku.”
Suaranya tetap tenang.
“Aku tidak penting untukmu.”
Gu Shu terdiam. Ia tidak menyukai jawaban tersebut.
Pria di depannya jelas menyembunyikan kekuatannya. Gu Shu ingin melihat seberapa kuat sebenarnya pria tersebut.
Ia mengangkat tangannya.
“Kalau begitu, mari kita lihat seberapa tidak penting dirimu.”
Gu Shu menoleh kepada empat orang di belakangnya.
“Kalian berempat. Serang dia bersama-sama.”
Keempat pendekar itu langsung melangkah maju.
Mereka adalah pendekar Raja dari Sekte Lembah Hantu Kegelapan. Keempatnya mengeluarkan pedang masing-masing. Suara pedang yang keluar dari sarungnya terdengar bersamaan.
“Habisi dia!”
Keempat pendekar tersebut bergerak. Tubuh mereka melesat menuju Sha Nuo dari empat arah berbeda.
Salah seorang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
“Tebasan Hantu Langit!”
Pedangnya turun dengan kekuatan besar. Pendekar kedua menusukkan pedangnya dari sisi kiri.
“Pedang Bayangan Seribu Hantu!”
Bayangan pedang muncul dalam jumlah banyak dan memenuhi ruang di sekitar Sha Nuo.
Pendekar ketiga mengayunkan pedangnya dari belakang.
“Formasi Pedang Lembah Kegelapan!”
Aura hitam menyelimuti bilah pedangnya.
Pendekar terakhir bergerak dari depan.
“Tusukan Raja Hantu!”
Keempat serangan datang hampir bersamaan.
Para tamu langsung mundur. Mereka tahu kekuatan para pendekar raja tersebut. Bahkan beberapa orang di antara mereka tidak akan mampu bertahan menghadapi satu orang saja.
Namun Sha Nuo tetap berdiri di tempatnya. Ia tidak mengambil ancang-ancang. Tidak mengeluarkan pedang dan tidak menggunakan teknik apa pun yang terlihat. Ia hanya mengepalkan tangan kanannya.
“Dia gila?”
“Dia mau menahan serangan pedang dengan tangan kosong?”
Beberapa tamu berteriak.
Lan Suya juga memperhatikan Sha Nuo. Namun ia sama sekali tidak terlihat khawatir. Gao Rui bahkan tersenyum.
Keempat pedang sudah berada di depan tubuh Sha Nuo. Pada saat itulah...
Krak!
Suara patahan terdengar.
Mata semua orang langsung membelalak. Kepalan tangan Sha Nuo menghantam salah satu bilah pedang. Pedang itu langsung patah.
Bukan hanya satu.
Krak! Krak! Krak!
Tiga pedang lainnya ikut patah dalam satu waktu.
Keempat pendekar raja itu belum sempat bereaksi, kepalan tangan Sha Nuo kemudian bergerak maju dengan cepat.
Bam!
Tubuh keempat pendekar tersebut langsung terlempar.
Mereka melayang melewati aula dengan kecepatan yang mengerikan. Salah satu tubuh menghantam tembok.
Brak!
Tubuh lainnya menabrak pilar. Dua orang lagi terlempar keluar melalui jendela yang telah pecah sebelumnya.
Keempatnya jatuh tanpa bergerak. Beberapa saat kemudian, tidak ada satu pun dari mereka yang bangkit. Mereka telah mati.
Seluruh aula kembali membisu. Tidak ada yang berbicara. Semua orang menatap Sha Nuo dengan wajah tidak percaya.
Empat pendekar raja, semuanya kalah dalam satu serangan. Bahkan pedang mereka patah hanya dengan kepalan tangan.
“Bagaimana mungkin...?”
“Dia bahkan tidak menggunakan pedang.”
“Siapa sebenarnya pria itu?”
Gu Shu tidak tahu harus menjawab apa. Tatapannya tertuju dalam kepada Sha Nuo.
Untuk pertama kalinya sejak memasuki aula, ekspresi Raja Setan tersebut benar-benar berubah. Ia mulai merasakan bahaya. Pria di hadapannya benar-benar berbahaya.
Tiba-tiba Lan Suya berkata kepada Gu Shu.
“Jangan terlalu percaya diri di tempat ini.”
Gu Shu menoleh kepadanya.
Lan Suya tersenyum tipis.
“Jangan berpikir dirimu adalah orang terkuat di sini.”
Gu Shu mendengus kesal.
“Harta Langit sebaiknya juga jangan terlalu percaya diri.”
Tatapannya kembali kepada Sha Nuo.
“Pendekar kalian memang kuat.”
Ia menunjuk ke arah Sha Nuo.
“Namun jumlah kami jauh lebih banyak.”
Lan Suya justru tertawa kecil.
“Pendekar siapa yang kau maksud?”
Gu Shu mengerutkan kening.
Lan Suya mengangkat tangannya dan menunjuk dirinya sendiri.
“Kau salah paham.”
Ia kemudian menunjuk Gao Rui.
“Harta Langit datang ke ruangan ini hanya kami berdua.”
Gu Shu terdiam. Tatapannya berpindah dari Lan Suya kepada Gao Rui. Kemudian kembali kepada Sha Nuo.
“Jika dia bukan orang Harta Langit...”
Tatapan Gu Shu menjadi tajam.
“Lalu siapa dia?”
Lan Suya tersenyum. Ia memandang seluruh orang yang berada di dalam aula.
“Maaf.”
“Aku belum memperkenalkannya kepada kalian semua.”
Beberapa tamu langsung menahan napas.
Lan Suya kemudian menoleh kepada Sha Nuo. Pria itu masih berdiri dengan tenang.
“Pria ini bukanlah orang Harta Langit.”
Suasana semakin sunyi. Lan Suya kembali memandang para tamu.
“Namun aku percaya kalian semua pasti pernah mendengar namanya.”
Tatapannya perlahan beralih kepada Gu Shu.
“Namanya adalah Sha Nuo.”
Ia berhenti sejenak. Kemudian menyebutkan julukan yang selama ini dikenal oleh para pendekar di alam ini.
“Orang mengenalnya dengan julukan...”
“Hantu Pedang.”
Suasana aula langsung hening seketika. Orang-orang di dalam aula menatap Sha Nuo dengan wajah tidak percaya.
Beberapa bahkan tampak gemetar. Nama itu terlalu terkenal di kalangan para pendekar Kekaisaran Zhou. Terutama dalam waktu sebulan terakhir.
Hantu Pedang Sha Nuo, dikenal sebagai tangan kanan dari salah satu Raja Dunia. Sosok yang selama ini hanya mereka dengar melalui berbagai cerita kini berdiri tepat di hadapan mereka.
“Sha Nuo...”
Seseorang tanpa sadar bergumam.
“Dia benar-benar Hantu Pedang?”
“Bagaimana mungkin...?”