Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 - Pulau Nex
Setelah bajak laut Aether mendapatkan kekuatan baru dari harta-harta warisan dewa kegelapan,kapal mereka Black Pearl menjelajahi Paradise..mereka menuju pulau-pulau tersembunyi yang tidak ada di peta modern, menemukan misteri-misteri baru yang akhirnya mereka ketahui.. dalam perjalanannya membuat nama dari bajak laut Aether semakin terkenal bahkan menjadi salah satu bajak laut yang di takuti di Paradise.
Hingga 3 minggu perjalanan,akhirnya bajak laut Aether sampai di pulau Nex.
Pulau Nex adalah pulau terakhir di Paradise dan juga merupakan tempat di mana perbatasan antara Paradise dan Grand Line berada, pulau Nex juga merupakan pulau bebas hukum..itu membuat para buronan dapat berjalan-jalan santai di pulau Nex tanpa takut angkatan laut menangkap mereka.. angkatan laut hanya bisa bergerak ketika mereka memiliki surat penangkapan kepada seorang buronan.
Kapal Black Pearl sampai di pelabuhan pulau Nex.
Luna dan Ren turun terlebih dulu ke dermaga
"akhirnya kita berhasil melewati Paradise.." ujar Luna
Ren lalu melihat sekeliling dermaga
"kurasa ini tempat yang tepat untuk kita beristirahat" tambah Ren
Si kecil kemudian turun
"aku tidak sabar menuju Grand Line.." kata si kecil bersemangat
Axel turun dari kapal berada tepat di belakang si kecil
"kita tidak terburu-buru, banyak persiapan yang harus disiapkan untuk Black Pearl" jelas Axel kepada si kecil
Kemudian Draven dan Zorana turun secara berdampingan, dengan seekor naga kecil berada di pundak Draven
"kita akan berpencar seperti biasa, Hiden bersama si besar akan mengurus kapal Black Pearl..Ren, Elara dan si kurus akan berbelanja kebutuhan persediaan.. Axel,Luna dan si kecil akan mengawasi pulau Nex" jelas Draven, yang lalu di setujui oleh semua kru.
Zorana lalu menambahkan
"masing-masing kelompok akan memegang den den mushi, laporkan apapun yang bisa kalian informasikan kepada yang lain" tambah Zorana
Luna lalu menatap Draven dan Zorana
"apa kalian berdua ingin berkencan di pulau ini?" tanya Luna sambil tertawa kecil, pertanyaan Luna membuat Elara, Ren,Hiden , Axel dan bahkan 3 kru pembantu itu tertawa dan tersenyum.
Zorana dengan wajah memerah pun berbicara
"apa kau ingin ku ikat dengan rantai ini dan ikut berjalan bersama kami?" kesal Zorana kepada Luna, mendengar itu Luna melayang menjauh
"waaa.. putri kegelapan marah!! ayo guys kita harus bergegas" canda Luna sambil mengajak kelompok nya untuk berjalan ke dalam pulau Nex.
Axel tersenyum sambil mengikuti Luna, sementara si kecil terlihat tertawa senang sambil berjalan di samping Axel.. Hiden dan si besar menuju ke kios-kios kayu kapal, Ren, Elara dan si kurus langsung bergegas menuju pasar.
Zorana menggaruk pelipis matanya
"dasar orang-orang bodoh itu.." gumam Zorana ,
Draven berjalan santai dengan Abyss Dragon di pundaknya
"biarkan saja..itu hanya candaan mereka" kata Draven santai
Zorana menatap Draven yang berjalan lalu menunjuk nya
"kau juga..kenapa kau membuat kelompok kita hanya berdua saja!!" kesal Zorana kepada Draven yang membuat seluruh kru meledeknya.
Draven menoleh kepada Zorana
"kita tidak berdua, Abyss ada bersama kita juga" ujar Draven santai
Mata Zorana melebar melihat Draven kemudian melihat Abyss Dragon yang ada di pundak Draven, kemudian dia menghela nafasnya
"ya..ya..kau benar kita tidak berdua" jawab Zorana lalu berjalan mengikuti Draven.
Di dalam pulau terlihat seorang Vice Admiral bernama Smoker sedang duduk bersama perwira angkatan laut Tashigi, tiba-tiba seorang marinir datang melapor dengan tergesa-gesa,
"Tuan Smoker..di pelabuhan Nex terlihat bajak laut Aether,mereka berada di pulau ini!!" lapor marinir itu.
Mendengar nama bajak laut Aether mata Smoker melebar
"mereka di pulau ini?" ujar Smoker sambil mengepalkan tangannya
Tashigi melihat Smoker
"tapi..kita tidak memiliki surat penangkapan terhadap mereka di pulau ini" jelas Tashigi.
Smoker melihat Tashigi
"kau benar.." ucap Smoker,lalu Smoker memanggil anak buahnya untuk meminta surat penangkapan dari markas pusat.
"laporkan ke markas pusat untuk membuatkan surat penangkapan, pastikan itu tiba dengan cepat" jelas Smoker ke salah satu marinir yang lalu menghubungi markas pusat dengan den den mushi.
Setelah selesai melaporkan ke markas pusat untuk meminta surat penangkapan langsung, marinir itu memberitahu Smoker
"markas pusat mengatakan surat penangkapan akan tiba dalam 2 jam di pulau Nex" jelas marinir itu.
Smoker mengangguk
"pastikan mereka tidak meninggalkan Nex dalam waktu 2 jam.." jelas Smoker
Tashigi lalu membetulkan kacamata nya
"ku kira itu waktu yang pas, dengan markas pusat berada dekat dengan pulau ini memang sedikit bisa lebih efektif dalam rencana menangkap target" terang Tashigi.
Sementara di dalam pasar Ren, Elara dan si kurus masih berbelanja santai , di tempat lain Luna dan si kecil bermain di salah satu tempat permainan di pulau Nex bersama Axel yang duduk menunggu kedua nya bermain, Hiden dan si besar sibuk mengangkat kayu dan memeriksa lambung kapal juga tiang-tiang kapal.
Di tempat lain Draven dan Zorana sedang berjalan di pusat kota pulau Nex, Draven melihat barang-barang antik yang ada di pusat kota sementara Zorana melihat baju dan kain-kain yang ada di kios-kios pakaian.
Saat keduanya berjalan ,Draven melihat Smoker dari kejauhan lalu menghentikan langkah nya, melihat Draven berhenti Zorana bertanya
"ada apa?" tanya Zorana bingung ,lalu dia menatap arah pandangan Draven kemudian melihat juga seorang Vice Admiral, Smoker.
Zorana menyipitkan matanya
"Vice Admiral.." bisik Zorana di samping Draven lalu Zorana menatap Draven
"mereka tidak akan menangkap kita karena Nex adalah pulau bebas hukum.." jelas Zorana kepada Draven
Draven lalu kembali berjalan santai
"kau benar.. tapi markas besar angkatan laut berada dekat dari pulau ini, apapun bisa terjadi" jelas Draven lagi
Zorana lalu mengikuti langkah Draven.
Sementara di markas besar angkatan laut.
"surat penangkapan yang diminta Smoker siap di kirimkan dan akan tiba menuju pulau Nex dalam 2 jam" ujar salah satu marinir yang ada di markas itu,
"gunakan kapal cepat menuju ke pulau Nex" tambah marinir itu.
Di sebuah kapal besar milik pemerintah dunia, seorang pasukan pemerintah melihat sebuah pulau
"di depan adalah pulau Nex, tempat para pemula bajak laut transit sebelum mereka menuju Grand Line.. apakah kita akan bersandar di pulau Nex?" tanya salah satu pasukan pemerintah dunia itu.
Dari dalam kapal pintu terbuka dan 3 orang dengan topeng keluar dari pintu itu, mereka adalah agen CP0.
"kita akan bersandar di pulau Nex, kami ingin beristirahat sebelum menuju Grand Line" ujar salah satu anggota CP0 itu.
"pertemuan dengan kerajaan Vale di North Blue memang sedikit menguras tenaga kita" tambah seorang agen CP0 yang bertubuh lebih tinggi dari 2 lainnya.
Pasukan pemerintah itu mengangguk
"arahkan kapal menuju pulau Nex!!" teriak pasukan pemerintah itu.
semangat!