Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

‎"Maaf aku bohong, sebenarnya tadi aku berencana makan malam di luar, jadi tidak masak banyak dirumah," Nara meletakkan piring berisi lasagna dan salad kecil di atas meja makan yang sudah dihias dengan lilin kecil. "Tapi aku punya sisa makanan yang cukup untuk dua orang, semoga kamu tidak keberatan."

‎‎Rendra duduk di kursinya dengan senyum hangat, melihat bagaimana Nara bergerak untuk menyiapkan makan malam membuatnya semakin terpana. "Tidak apa-apa, Nara. Ini saja sudah cukup untukku."

‎‎Suasana awalnya sedikit sunyi saat mereka mulai makan. Nara hanya mengunyah makanan dengan perlahan, terkadang menatap ke arah jendela dengan pandangan jauh. Suara-suara yang dia dengar di ruangan kerja suaminya tadi terus menganggu pikirannya.

‎‎"Tadi kamu berdiri didekat kantor Arga," ucap Rendra pelan, membuat Nara menoleh padanya. "Apa kamu berencana untuk makan malam diluar dengannya?"

‎‎Nara menghela napas lembut, menegakkan sedikit tubuhnya dan terlihat sedikit gugup. "Awalnya aku ingin memberinya kejutan, Ren. Aku pikir kami bisa merayakan ulang tahunku bersama, makan malam romantis seperti dulu. Tapi..."

‎‎Matanya mulai berkaca-kaca lagi, tapi kali ini dia berusaha untuk tidak menangis. "Tapi aku tidak menemukan dia di ruangannya, jadi aku pikir mungkin dia sudah dalam perjalanan pulang ke rumah,"

‎‎Rendra menurunkan garpu dari tangannya, sebelum dia sempat membuka suara kembali, suara mesin mobil terdengar memasuki halaman rumah tersebut. Keduanya menyadari bahwa itu adalah suara mobil Arga yang datang. Nara langsung tegang, tangannya menggenggam sendok dengan erat hingga buku tangannya memucat. Dan semua itu tak luput dari perhatian Rendra.

‎‎Tak lama kemudian, mereka mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat, dan pintu depan terbuka. Arga masuk dengan tangan yang membawa buket besar mawar merah muda dan putih – bunga kesukaan Nara, serta sebuah kotak kecil yang berisi kue. Wajahnya yang tadinya penuh senyum langsung berubah kaget saat melihat Rendra duduk di meja makannya bersama istrinya.

‎‎"Rendra? Bagaimana kamu bisa ada disini?" tanya Arga, menatap Nara dan Rendra secara bergantian.

‎‎Nara menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkat wajahnya untuk menatap suaminya. Matanya masih sedikit merah, tapi kini sudah tidak lagi menunjukkan rasa harapan seperti dulu.

‎‎"Aku yang mengundangnya, Mas," ucapnya dengan suara yang tenang namun penuh beban. "Tadi kami tidak sengaja bertemu dijalan saat aku sedang mencari taksi, jadi Rendra mengantarkanku pulang sekalian."

‎‎Arga menaruh buket bunga dan kotak kue di atas meja makan, kemudian menarik kursi untuk duduk di samping istrinya. Dia mengusap kepala Nara dengan lembut.

‎‎"Kenapa kamu tidak meneleponku dan memintaku untuk menjemputku saja sayang," ucapnya dengan rasa khawatir, "Aku pasti akan segera datang menjemputmu jika kamu bilang,"

‎‎Nara menjauhkan sedikit kepalanya dari sentuhan suaminya. "Aku tidak ingin mengganggumu, Mas."

‎‎"Akhir-akhir ini kamu sibuk dikantor dan jarang memiliki waktu untukku," sambung Nara dengan suara yang semakin pelan, matanya menatap permukaan meja yang berkilau. "Jadi aku pikir kamu benar-benar sibuk, dan aku tidak ingin mengganggu fokusmu."

‎‎Arga menghela napas dalam-dalam, "Sesibuk apapun aku pasti akan menyempatkan waktu untuk menjemputmu sayang, lain kali jangan membuatku khawatir ya,"

Rendra hanya duduk diam sambil matanya mengamati kedua orang itu. Ujung bibirnya sedikit melengkung, sementara jari-jarinya bermain diatas meja. Dia menoleh sejenak ke arah jendela, menutupi ekspresi yang mulai menunjukkan rasa tidak puas terhadap alasan yang diberikan Arga.

‎‎"Kalau begitu, mungkin lebih baik aku pamit pulang sekarang," ucap Rendra dengan nada yang tenang namun jelas, mengarahkan kembali pandangannya pada mereka berdua. Matanya tertuju pada Nara sebentar, memberikan pandangan yang penuh perhatian sebelum berpaling ke Arga. "Aku tidak ingin mengganggu momen romantis kalian berdua malam ini."

‎‎Rendra berdiri. Saat dia hendak berjalan menuju pintu, Nara tiba-tiba berdiri dan berlari ke arahnya.

‎‎"Tunggu, Ren." panggilnya dengan suara bergetar, memaksakan sebuah senyuman diwajahnya saat melihat Rendra berbalik dan menatapnya. "Terimakasih sudah menemaniku makan malam."

‎‎"Tidak perlu berterima kasih, Nara," ucapnya dengan nada lembut, ekspresi wajahnya yang tadinya sedikit kaku kini mencair menjadi senyum hangat. "Aku senang bisa ada disini menemanimu."

‎Matanya melihat senyuman Nara yang terlihat dipaksakan, lalu melirik sebentar ke arah Arga yang kini berdiri diam di dekat meja makan. Arga melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka berdua.

‎‎"Aku baru saja pulang, kenapa tidak tinggal sedikit lebih lama lagi biar kita bisa ngopi-ngopi bareng, Ren." ujar Arga, menepuk bahu Rendra.

‎"Terima kasih atas tawarannya, Arga," jawab Rendra dengan nada yang tetap tenang. "Tapi mungkin lebih baik aku pulang saja sekarang. Malam sudah larut, dan aku rasa kalian berdua perlu waktu untuk berbicara secara pribadi."

‎‎Dia menoleh ke arah Nara, "Selamat ulang tahun, Nara. Oya, aku sepertinya punya sesuatu untukmu. Tunggu sebentar, aku akan ambil dulu di mobil."

‎Rendra berbalik dan berjalan keluar dari rumah menuju mobilnya yang terparkir di depan gerbang. Dia mengambil sebuah kotak yang sudah dia siapkan dari jauh-jauh hari. Sebuah kotak dengan ukiran bunga mawar kecil di permukaannya.

‎‎Setelah beberapa saat, dia kembali masuk dengan membawa kotak itu. Dia menghampiri Nara dan memberikan kotak dengan kedua tangan, senyumnya hangat namun penuh perhatian.

‎"Tadinya aku ingin memberikan ini untuk temanku, tapi setelah aku pikir-pikir sepertinya hadiah ini lebih cocok untukmu." ucap Rendra.

‎‎Nara menerima kotak itu dengan wajah bingung, "Ren, harusnya kamu tidak perlu repot-repot memberikan sesuatu untukku."

‎‎"Tapi aku ingin melakukannya," jawab Rendra sambil mengangguk pelan. "Semoga hadiah ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan di hari spesialmu ini, Nara."

‎‎Setelah itu, Rendra memberikan satu senyuman terakhir sebelum berjalan keluar dari rumah. Nara masih berdiri di tempatnya, memegang kotak itu erat-erat. Setelah beberapa saat, dia menoleh ke arah Arga yang masih berdiri di sampingnya.

‎‎Matanya menelisik dari rambut Arga yang sedikit berantakan hingga dasinya yang tidak terpasang dengan benar, kemudian pada kemeja putihnya yang tampak sedikit kusut dan ada sedikit noda lipstik dibagian kerahnya. Suara-suara yang dia dengar di kantor tadi kembali menghantui pikirannya.

‎‎"Kamu sibuk dengan pekerjaan, atau sibuk dengan hal lain Mas?"

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!