Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Bagaimana jika hidupmu seperti di neraka hanya karena sebuah kesalahpahaman yang sulit untuk dibuktikan?

Sienna Breezie Sinclair seorang wanita malang yang dituduh membunuh seorang konglomerat terpandang, harus menerima perlakuan tak adil sepanjang hidupnya. Bak angin lalu suaranya tak pernah didengar, ia justru dituntut untuk mengakui perbuatan bejat yang tidak pernah ia lakukan.

Bisakah Sienna membuktikan bahwa bukanlah dia pelaku pembunuhan itu? atau Selamanya namanya akan tercatat dan dikenang sebagai seorang pembunuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Bau obat antiseptik yang tajam menyengat hidung. Suara teratur dari monitor tanda vital di ruang Intensive Care Unit (ICU) memecah keheningan yang mencekam.

Di balik dinding kaca tebal Rumah Sakit, Sienna terbaring tak berdaya. Selang ventilator terpasang melintasi bibirnya yang pucat dan pecah-pecah, mengalirkan oksigen secara paksa ke dalam paru-parunya yang rusak akibat intoksikasi asap pekat.

Berbagai jalur infus menancap di kulit tangannya yang putih memar, sementara balutan perban membungkus kedua telapak tangannya yang tergores tajamnya pecahan kaca.

Nicolas Vance berdiri kaku di luar kaca kamar ICU. Mantel abu-abunya yang basah dan noda hitam masih melekat di tubuhnya, tetapi pria itu menolak untuk berganti pakaian atau melangkah satu meter pun dari depan jendela tersebut.

Sepasang mata kelabunya yang biasanya memancarkan dominasi tanpa ampun, kini terlihat meredup, dipenuhi oleh pusaran emosi yang tak mampu ia definisikan.

Kata-kata terakhir Sienna di balkon yang diguyur hujan deras terus bergema tanpa henti di dalam kepalanya, memukul kesadarannya bagaikan hantaman gada besi.

‘Bukan... bukan Ayahku yang membunuh Ibu Anda... Nyonya Christina diracuni arsenik sebelum malam itu... Claudia Ophelia... dialah pembunuh sebenarnya...’

"Tuan Nicolas," pimpin Matteo yang melangkah mendekat dengan wajah letih. Matteo menyerahkan berkas laporan medis awal dari tim dokter spesialis paru.

"Dokter baru saja menyelesaikan tindakan bilas lambung dan pembersihan saluran pernapasan. Nona Sienna mengalami trauma inhalasi berat dan luka bakar derajat satu di beberapa bagian kulitnya. Saat ini beliau berada dalam kondisi koma terinduksi untuk menstabilkan fungsinya."

Nico tidak menoleh. Matanya tetap terkunci pada dada Sienna yang naik turun secara mekanis mengikuti irama mesin ventilator. "Berapa persen peluangnya untuk bertahan hidup?"

"Dokter menyatakan 48 jam ke depan adalah masa kritisnya," jawab Matteo perlahan.

"Jika paru-parunya merespons pengobatan dan tidak terjadi komplikasi infeksi, nona Sienna akan selamat. Namun... nona Sienna belum akan sadarkan diri dalam waktu dekat."

Cengkeraman Nico pada tiang besi di depan kaca menegang. Rasa sesak yang aneh menjalar di dadanya. Sienna koma. Gadis itu melemparkan tuduhan dahsyat yang meruntuhkan fondasi hidup Nico selama sebelas tahun.

Logika dingin Nico berteriak agar ia menganggap ucapan Sienna sebagai taktik licik seorang buronan yang putus asa untuk menyelamatkan diri.

Namun, bagian hati Nico yang paling dalam bagian yang selalu terusik oleh tatapan mata cokelat Sienna yang jujur dan tanpa rasa takut, memaksanya untuk ragu.

"Bagaimana dengan investigasi kebakaran penthouse?" tanya Nico, suaranya terdengar amat dingin dan berbahaya.

Matteo menghela napas berat, merendahkan suaranya hingga nyaris berbisik. "Tim forensik kepolisian telah menyelesaikan olah TKP awal. Namun... ada kendala besar, Tuan."

Nico memutar tubuhnya perlahan. "Kendala apa?"

"Komisaris Polisi yang memimpin penyelidikan adalah orang yang dekat dengan keluarga Ophelia," tutur Matteo ragu.

"Laporan resmi yang dirilis dua jam lalu menyatakan bahwa kebakaran di penthouse Anda dipicu oleh arus pendek listrik di area dapur utama, yang kemudian menyambar cairan pembersih yang tersimpan di dekat sana."

Sebuah senyuman miring yang begitu kejam terukir di bibir Nico. "Arus pendek? Aku baru saja menendang pintu yang disiram bensin, Matteo. Bau bahan bakar itu masih tercium di pakaianku saat ini."

"Saya tahu, Tuan. Tapi pihak kepolisian menutup mata," tambah Matteo.

"Bahkan... mereka membuat narasi implisit bahwa Nona Sienna sengaja memanfaatkan situasi kebakaran tersebut untuk mengakhiri hidupnya atau melarikan diri, mengingat statusnya sebagai putri dari Hans Sinclair."

Nico mengepal erat tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Skenario ini disusun terlalu rapi, terlalu cepat, dan terlalu tertata untuk sebuah kecelakaan murni.

Siapa pun yang membakar penthouse-nya tidak hanya berniat membunuh Sienna, tetapi juga ingin menghapus seluruh jejak kejahatan dan membungkam gadis itu selamanya.

Claudia Ophelia.

Nama wanita paruh baya yang selama ini ia anggap sebagai ibu angkat yang penuh kasih itu mendadak terasa beracun di lidahnya.

"Dimana perawat bernama Maya dan teman Sienna yang bernama Sofia?" tuntut Nico tajam.

"Suster Maya telah ditahan oleh pengawal kita di lokasi aman untuk diinterogasi. Beliau menangis histeris dan mengaku dihubungi oleh Sofia untuk membantu menyelundupkan Sofia ke penthouse," jelas Matteo.

"Sedangkan Sofia... wanita itu mendadak menghilang. Begitu berita kebakaran penthouse merebak di televisi, Sofia meninggalkan kediamannya dan mematikan seluruh akses komunikasinya. Saat ini orang-orang kita sedang melacak keberadaannya di kawasan kumuh kota."

Nico menyipitkan matanya. Sofia memegang kunci dari teka-teki ini. Jika Sofia membawa dokumen resep tua seperti yang dikatakan Sienna, maka Sofia adalah target utama selanjutnya yang sedang diburu untuk dilenyapkan.

"Temukan Sofia sebelum pihak lain menemukannya," perintah Nico dengan nada mutlak.

"Gunakan seluruh jaringan intelijen Vance. Hidup atau mati, bawa wanita itu ke hadapanku."

"Baik, Tuan."

...****************...

Sementara itu, di sebuah gang sempit nan gelap di kawasan permukiman padat di utara kota.

Hujan deras masih mengguyur atap-atap seng yang bocor. Di dalam sebuah kamar sewaan yang berbau apek dan minim pencahayaan, Sofia duduk meringkuk di sudut ruangan. Tubuhnya gemetar hebat, dan matanya meredup dipenuhi ketakutan.

Di atas meja kayu yang lapuk, layar ponsel murah milik Sofia menyala, menampilkan berita breaking news di televisi nasional.

‘KEBAKARAN HEBAT DI PENTHOUSE MEWAH NICOLAS VANCE. SEORANG WANITA DILAPORKAN KRITIS AKIBAT PERCOBAAN BUNUH DIRI DAN INTOKSIKASI ASAP.’

"Tidak... tidak mungkin..." tangis Sofia pecah tanpa suara. Jemarinya meremas rambutnya yang berantakan.

Sofia tahu betul ini bukan kecelakaan atau percobaan bunuh diri. Penthouse itu dibakar oleh orang-orang Claudia Ophelia. Kehadirannya dua hari lalu di laboratorium toksikologi Dr. Edward Miller pasti telah tercium oleh mata-mata keluarga Ophelia.

Dengan tangan gemetar, Sofia meraih tas ransel kusamnya. Di dalam lapisan kain tas tersebut, tersimpan salinan fisik dokumen resep arsenik tua atas nama Christina Vance.

Namun, tatkala ia mencoba membuka galeri di ponsel utamanya untuk memeriksa foto arsip laboratorium yang diambilnya kemarin, layar ponselnya mendadak berkedip liar sebelum mati total.

"Kenapa ini?!" jerit Sofia panik, mencoba menekan tombol daya berulang kali.

Layar ponsel itu hanya menampilkan logo peretasan berwarna merah, SYSTEM WIPED / DATA DELETED.

Seseorang telah meretas perangkat selulernya secara jarak jauh dan menghapus seluruh foto bukti digital yang disimpannya.

Keringat dingin mengucur deras di dahi Sofia. Bukti digitalnya telah musnah. Kini hanya tersimpan lembaran kertas fisik tua yang rapuh di dalam tasnya.

Jika orang-orang Ophelia menemukan tempat persembunyiannya ini, bukan hanya bukti itu yang terbakar, tetapi nyawanya pun akan dihabisi tanpa sisa.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan keras pada pintu kayu kamar sewaannya membuat Sofia melonjak kaget. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

"Sofia, buka pintunya!" seru suara seorang pria asing dari balik pintu, disusul oleh derap langkah sepatu di koridor luar.

Sofia tidak membuang waktu. Ia memeluk tas ranselnya erat-erat, memanjat jendela kecil di belakang kamar sewaannya yang mengarah ke lorong pembuangan sampah, lalu melompat keluar ke dalam kegelapan malam dan hujan deras.

Ia harus bertahan hidup. Demi Sienna yang kini terbaring antara hidup dan mati, Sofia harus menyembunyikan bukti ini hingga saat yang tepat tiba.

...****************...

Keesokan harinya, di Kediaman Utama Vance.

Suasana ruang tamu mansion megah keluarga Vance terasa mencekam. Sebastian Vance, duduk di kursi roda mahoninya dengan raut wajah yang amat muram. Di sampingnya, Claudia Ophelia berdiri dengan anggun, mengenakan gaun hitam formal dan membawa sapu tangan renda yang menyapu sudut matanya yang tampak basah oleh air mata buaya.

Pintu utama terbuka. Nicolas melangkah masuk dengan setelan jas hitam yang rapi, namun garis wajahnya tampak keras dan melelahkan setelah terjaga sepanjang malam di rumah sakit.

"Nicolas!" panggil Sebastian dengan suara beratnya yang bergema.

"Apa yang sebenarnya terjadi di penthouse-mu?Mengapa bisa ada kebakaran hebat hingga hampir menghancurkan seluruh lantai puncak, dan mengapa putri dari Hans Sinclair itu masih ada di sana?!"

Nico menghentikan langkahnya, menatap ayahnya dingin, lalu mengalihkan pandangannya lurus ke arah Claudia Ophelia.

Claudia membalas tatapan Nico dengan raut wajah penuh keprihatinan yang dirancang begitu sempurna. "Nico, sayang... kami sangat cemas saat mendengar berita itu tadi malam. Syukurlah kau tidak berada di dalam penthouse saat api berkobar. Tapi... wanita pembawa sial itu, Sienna... apakah benar dia sengaja membakar penthouse-mu untuk mencoba kabur?"

Nico berjalan mendekat, berhenti tepat tiga langkah di depan Claudia. Atmosfer di ruangan itu seketika mendingin secara drastis.

"Bagaimana Bibi bisa menyimpulkan bahwa Sienna yang membakarnya?" tanya Nico dengan intonasi rendah yang penuh selidik.

Claudia mengusap sudut matanya dengan sapu tangan renda. "Bukankah kepolisian sudah memberikan pernyataan resmi, Nico? Ayahnya adalah seorang kriminal, dan darah penjahat itu mengalir pada Sienna. Dia mungkin merasa tertekan karena kejahatan keluarganya mulai terbongkar di persidangan Liam, lalu mengambil langkah nekat untuk menghancurkanmu."

Claudia melangkah mendekati Nico, memegang lengan kemeja pria itu dengan raut ibu yang penuh kasih. "Jangan biarkan dirimu terpengaruh oleh wanita itu lagi, Nico. Biarkan kepolisian menyelesaikan tugasnya. Sienna Sinclair hanya membawa malapetaka bagi keluarga kita... sama seperti ayahnya sebelas tahun lalu."

Nico menatap jemari Claudia yang menempel di lengannya. Dahulu, kata-kata ini akan langsung menyulut api dendam di dalam dadanya. Namun hari ini, melihat betapa gigihnya Claudia mengarahkan seluruh kesalahan pada Sienna dan Hans Sinclair, sebuah keraguan besar berakar kuat di dalam jiwa Nico.

Nico menarik fisiknya pelan, melepaskan cengkeraman tangan Claudia secara halus namun tegas.

"Penyelidikan kebakaran itu belum selesai, Bibi," ujar Nico kaku. "Dan mengenai Sienna... dia tidak akan mati. Aku sendiri yang akan memastikan dia tetap hidup."

Sebastian mengerutkan dahi, menatap putranya heran. "Nico, apa maksudmu? Untuk apa kau mempertahankan wanita itu lagi setelah semua kerugian ini?"

Nico menoleh ke arah ayahnya, memancarkan pendar mata kelabu yang sulit dibaca. "Karena ada rahasia di masa lalu yang belum tuntas diungkap, Ayah. Dan sebelum aku mendapatkan seluruh jawabannya, Sienna Sinclair tetap menjadi milikku."

Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut dari Sebastian atau ekspresi panik yang samar-samar terlintas di wajah Claudia, Nicolas berbalik dan melangkah keluar dari mansion utama.

Dendamnya tidak lagi sesederhana menghancurkan seorang putri dari Hans Sinclair. Permainan baru saja dimulai, dan Nico bersumpah akan menyisir setiap sudut kegelapan untuk menemukan siapa sebenarnya iblis yang bersembunyi di balik senyuman penuh kasih keluarga ini.

...Bersambung......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!