Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepatu Bekas Untuk Mira

Keesokan paginya, seperti biasa Mira kembali mengayuh sepeda mininya menuju sekolah.

Wajah cerianya tidak pernah berubah meskipun semalam ia tidur dengan pikiran yang cukup banyak. Entah kenapa sedari tadi ia kepikiran terus tentang ibunya juga tentang uang tabungan yang sudah ia kumpulkan dalam beberapa Minggu ini.

Mira ingin sekali menggunakan uang itu untuk membeli sepatu, tapi nampaknya masih belum cukup hingga membuatnya harus bekerja dan bekerja lagi.

"Nanti pulang sekolah aku mau cari kerja lebih giat lagi," gumamnya sambil mengayuh sepedanya.

Sesampainya di sekolah, Mira langsung memarkirkan sepedanya. Baru saja ia hendak masuk ke dalam kelas, terdengar suara seseorang memanggilnya.

“Mira!”

Mira menoleh dan ternyata Shasa sedang berdiri tidak jauh dari sana, gadis kecil itu melambaikan tangannya pada Mira.

“Kak Shasa?”

Shasa berjalan menghampirinya. “Tumben datang pagi,” ujar Mira sambil tersenyum.

“Aku memang biasanya datang pagi.”

“Oh iya.”

Mereka kemudian berjalan bersama menuju kelas. Sejak kejadian kemarin, hubungan mereka perlahan menjadi lebih dekat. Shasa yang biasanya lebih banyak diam kini mulai sering berbicara kepada Mira.

Bahkan ketika mereka hendak masuk ke kelasnya masing-masing tiba-tiba saja pandangan Shasa tertuju pada sepatu Mira yang terlihat kaos kakinya.

“Mira," panggilnya pelan.

“Ada apa Kak?”

“Sepatumu," ucap Shasa tidak berani meneruskan ucapannya.

Mira langsung melihat ke bawah, ia tahu sepatunya memang sedang rusak dan untuk saat ini masih belum bisa kebeli namun gadis itu mencoba untuk santai menghadapi situasinya.

“Kenapa Kak?

“Tambah rusak.”

Mira terkekeh. “Memang dari kemarin juga sudah rusak Kak."

“Kamu enggak punya sepatu lain?” tanya Shasa hati-hati.

Mira menggeleng. “Enggak punya."

Shasa terdiam. Ia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu, tetapi urung karena takut menyinggung perasaan teman barunya itu.

Sementara Mira tidak terlalu memikirkannya.

Baginya sepatu itu masih bisa digunakan. Selama belum benar-benar hancur, ia masih bisa memakainya, lagian yang bolong hanya di bagian depan saja tidak semuanya.

"Sudah Kak, jangan terlalu memikirkan sepatuku, nanti kita ketemu lagi ya," ujar Mira sebelum masuk di kelasnya.

Shasa hanya mengangguk lalu melambaikan tangannya, mereka pun masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Jam pelajaran pun dimulai, hari itu berjalan seperti biasa.

Mira mengikuti semua pelajaran dengan serius. Sesekali ia menjawab pertanyaan guru ketika teman-temannya tidak mengetahui jawabannya.

Namun ketika jam istirahat tiba, seorang anak laki-laki yang kemarin sempat mengejeknya kembali menghampiri.

“Eh, Mira.”

Mira menoleh santai. “Apa?”

“Sepatumu belum diganti juga?”

Beberapa anak yang berada di dekatnya mulai menertawakan, tapi Mira tidak mau terkecoh dengan ejekan mereka.

“Katanya mau jadi dokter.” Anak itu menunjuk kaki Mira. “Dokter kok sepatunya bolong?”

Mira hanya diam. Ia tidak ingin meladeni bukan karena takut, selama tubuhnya tidak terluka Mira tidak pernah mau meladeni hal kecil seperti itu. Namun sebelum sempat pergi, Shasa berdiri di sampingnya.

“Memangnya kenapa kalau sepatunya bolong?”

Anak laki-laki itu menatap Shasa. “Enggak usah ikut campur.”

“Kalau kamu boleh mengejek Mira, aku juga boleh membelanya.”

Suasana mulai hening. Shasa tidak lagi terlihat seperti anak yang kemarin menangis ketika dibully. Ia berdiri tegak di samping Mira dengan tatapan yang berani.

“Sepatu orang bukan urusanmu, urusanmu di sekolah ini hanya belajar agar nilaimu bagus," ujar Mira.

Anak laki-laki itu mendengus kesal ketika disinggung dengan nilai sekolah, dan tidak lama kemudian dia pergi bersama teman-temannya.

Mira menatap Shasa takjub, jika kemarin gadis kecil itu menangis sekarang tidak.

“Kakak enggak takut?”

Shasa menggeleng. “Dulu aku takut.”

“Sekarang?”

Shasa tersenyum kecil. “Sekarang aku punya teman.”

Mira ikut tersenyum. “Berarti Mira teman Kakak?”

“Iya.”

“Bagus.”

Mereka kemudian tertawa kecil. Namun setelah itu Shasa kembali memperhatikan sepatu Mira. Hanya dia masih belum tahu harus memulainya dari mana.

☘️☘️☘️☘️

Bel pulang akhirnya berbunyi. Anak-anak mulai meninggalkan sekolah. Mira berjalan paling akhir tapi siapa sangka Shasa sedari tadi berdiri di depan pintu kelas Mira.

"Kak Shasa nungguin aku ya," kata Mira.

"Kita pulang bareng Yuk."

Mereka berdua berjalan menuju halaman sekolah. Namun baru beberapa langkah, Mira tiba-tiba melihat seseorang di pinggir jalan yang sedang sibuk memunguti jualannya yang terjatuh di pinggiran aspal.

“Ibu!”

Melihat wajah yang tak asing itu Mira langsung berlari kencang. Sementara Rina terlihat sedang jongkok di pinggir jalan. Beberapa bungkus makanan berserakan di tanah.

Keranjang dagangannya terjatuh. Ada beberapa makanan yang sudah rusak karena terkena tanah, Mira yang melihat itu segera membantu mengumpulkan barang-barang tersebut.

“Ibu kenapa?” tanyanya sedikit berembun.

“Enggak apa-apa Nak, kamu jangan panik ya," ucapnya mencoba untuk lembut.

“Tapi dagangannya...”

Rina tersenyum meskipun wajahnya terlihat lelah. “Tadi tersenggol motor.”

“Gak bisa seperti ini Bu, dagangan Ibu yang rusak banyak? Kita harus cari orang yang menyenggol dagangan Ibu."

Rina menggeleng. "Gak usah Nak, lagian ini gak terlalu banyak kok yang rusak."

Mira terpaku melihat dagangan yang berceceran itu. Ia tahu ibunya sedang berbohong. Ia melihat beberapa makanan yang sudah tidak mungkin dijual kembali.

Senyumnya perlahan menghilang. “Tapi Ibu rugi?”

Rina terdiam. “Sedikit.”

Mira kembali memunguti dagangan yang masih bisa diselamatkan, tangan kecilnya dengan cepat memilah dagangan itu.

“Bu, beneran enggak apa-apa?”

Rina menatap anaknya, sebenarnya ia tidak mau merepotkan sang anak akan tetapi keadaan kembali mendesak keduanya. “Kita masih punya uang tabungan.”

Mira berhenti. Ia teringat uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit itu. Uang yang rencananya ingin ia gunakan untuk membeli sepatu baru.

Namun Mira tidak mengatakan apa-apa. Ia justru mencoba tersenyum agar sang Ibu tidak melihat kesedihannya.

“Pakai saja, Bu.”

Rina menatapnya. “Mira...”

“Kan itu juga uang kita.”

Mata Rina mulai berkaca-kaca. Anak sekecil itu selalu saja membuat hatinya terasa sesak.

“Kalau uangnya habis bagaimana?”

Mira mengangkat bahu. “Nanti Mira cari lagi.”

“Sekolah saja sudah cukup membuat kamu capek Nak."

“Mira enggak capek.”

Rina tahu anaknya berbohong lagi. Namun kali ini ia tidak sanggup membantah sementara dari kejauhan, Shasa memperhatikan ibu dan anak itu.

Ia kemudian menatap sepatu Mira. Ada sesuatu yang kembali muncul dalam pikirannya. Setelah semua dagangan yang masih bisa diselamatkan dimasukkan kembali ke dalam keranjang, Mira bersiap pulang.

Shasa tiba-tiba memanggilnya.

“Mira.”

“Iya?”

“Nanti ikut aku sebentar.”

“Mau ke mana?”

“Ke rumah.”

Mira mengernyit. “Kenapa?”

“Aku mau kasih sesuatu.”

Mira langsung menggeleng. “Jangan.”

Shasa bingung. “Kenapa?”

“Mira enggak mau dikasih.”

“Aku belum bilang mau kasih apa.”

Mira tersenyum malu. “Pasti sepatu.”

Shasa terdiam. Ternyata Mira sudah bisa menebak. “Aku memang punya sepatu bekas. Masih bagus. Sudah enggak aku pakai.”

Mira menunduk melihat sepatunya sendiri, bahkan untuk sepasang sepatu pun ia harus merepotkan orang lain.

"Aku gak mau ngerepotin Kakak."

"Gak akan ngerepotin," sahut Shasa.

“Kalau cuma-cuma, Mira enggak mau.”

Shasa menghela napas. “Kamu ini susah sekali.”

Mira nyengir. “Mira enggak mau dikasihani.”

“Aku enggak kasihan.”

“Terus?”

Shasa berpikir sebentar. Kemudian tiba-tiba wajahnya berubah cerah. “Kalau begitu begini saja. Bagaimana? Setiap pulang sekolah kamu goncengin aku.”

Mira mengerutkan kening. “Terus?”

“Nanti sepatu itu jadi upah kamu.”

Mata Mira langsung berbinar. “Benar?”

Shasa mengangguk. “Benar.”

Mira tersenyum lebar. “Kalau begitu Mira mau!”

“Mulai besok.”

Mira mengangguk berkali-kali. “Iya!”

Mira tidak pernah menyangka, baru saja ia memikirkan tentang sepatu baru yang tak tahu kapan ia bisa membelinya. Tapi tanpa disadari rejeki hadir tanpa diminta.

Sementara Shasa ikut tersenyum lega. Tidak ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa kesepakatan sederhana tentang sebuah sepatu bekas dan tumpangan pulang itu akan menjadi awal dari banyak hal dalam kehidupan mereka.

Bersambung .....

1
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!