Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Teen School/College / Romantis
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Sepulang Sekolah 34.

Riuh rendah gerbang sekolah saat bel pulang berbunyi biasanya terasa membosankan.

Namun hari ini, kehadiran Rayhan di sebelahnya mengubah atmosfer itu.

Cowok masih dengan jaket denim longgarnya berjalan santai, sesekali menyenggol bahu Livy dengan sengaja, memancing senyum kecil yang sudah lama hilang dari wajah gadis itu.

"Jadi, janji tadi pagi?" Tanya Livy.

Rayhan menoleh, matanya menyipit jenaka. "Lah iya dong, saya yang traktir. Level berapa pun yang kamu mau, asal jangan nangis kalau kepedesan."

Livy tertawa kecil, mengibaskan rambutnya yang dikuncir kuda. "Saya dikenal cewek gila, Ray. Level maksimal Mie Gacoan pun nggak akan bikin saya nangis."

Rayhan tertawa lepas, sebelum pria itu meminta Livy untuk segera pergi ke tempat yang sudah Rayhan rencanakan.

Namun, di sudut lain area parkir sekolah, sepasang mata elang mengawasi interaksi mereka dengan rahang mengeras.

Galang berdiri di dekat motor sport-nya, jemarinya meremas bola basket yang ia dekap di pinggang. Jantungnya berdegup dengan ritme yang salah—bukan karena lelah, tapi karena rasa sesak yang kian mencekik beberapa minggu terakhir ini.

Rasa kehilangan bertubi-tubi menghantam Galang begitu telat, menciptakan ego dan penyesalan yang membakar dadanya.

Hari ini, Galang bahkan bolos dari sesi latihan wajib menjelang babak kualifikasi turnamen. Pikirannya terlalu kacau untuk mendengarkan peluit pelatih.

Ketika motor NMAX Rayhan bergerak membelah gerbang sekolah, Galang memakai helmnya dengan gerakan cepat. Ia menyalakan mesin, memutuskan untuk mengikuti kemana pun dua orang itu pergi.

Hingga motor Galang berakhir di parkiran Mie Gacoan pusat kota.

Kedai Mie Gacoan sore itu sangat ramai, dipenuhi kepulan uap cabai yang menyengat hidung dan suara obrolan remaja.

Rayhan dengan cekatan mencarikan tempat duduk di sudut dekat jendela, lalu kembali membawa nampan berisi dua piring mie level tinggi, dan beberapa mangkuk dimsum udang keju.

Selama satu jam, mereka tenggelam dalam obrolan ringkas yang diselingi keluhan Livy yang kepedasan.

Rayhan dengan telaten menyingkirkan sisa cabai di pinggir piring Livy, menyodorkan es petak umpet miliknya tanpa diminta.

Perhatian kecil yang diberikan, tidak berlebihan, namun perlahan meruntuhkan dinding pertahanan Livy.

Namun, saat mereka kembali ke parkiran dan motor Rayhan mulai melaju membelah jalanan kota yang mulai jingga, Livy menyadari sesuatu yang aneh.

Rayhan tidak mengambil jalur menuju rumahnya. Motor itu justru berbelok halus, memasuki pelataran sebuah cofee shop bernuansa industrial dengan papan nama neon yang mulai menyala.

"Eh? Kok ke sini?" tanya Livy bingung saat motor berhenti.

Rayhan melepas helmnya, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan sebelum menatap Livy dengan senyum tipis. "Mulut kamu masih merah gara-gara kepedasan tadi. Es petak umpet nya ga mempan. Harus dibilas pakai yang manis-manis biar makin hilang. Toh, saya tahu kamu nggak bisa lepas dari es kopi susu gula aren kalau sore." Kata Rayhan. Memberi alasan klasik, padahal cuma mau memberi kejutan untuk Livy.

Dan itu berhasil...

Livy terpaku di atas motor. Jantungnya berdesir aneh. Bagaimana bisa seseorang tahu detail sekecil itu —saat orang yang selama ini ia kejar bahkan tidak tahu apa minuman favoritnya?.

"Kamu tahu dari mana saya suka kopi susu gula aren?"

"Stalking handal" Rayhan tidak menyebut Hanafi yang sudah memberi tahunya.

Tanpa mereka sadari, beberapa meter di seberang jalan, sebuah motor sport hitam berhenti di bawah rindangnya pohon mahoni.

Galang masih mengikuti kemana mereka tuju, sambil mencengkeram stang dengan urat-urat tangan yang menegang.

Jersey basketnya yang bernomor punggung tujuh sudah tampak kusut, kontras dengan bola basket yang ia jepit di antara paha dan tangki motor.

Wanita yang dipantau nya sekarang sedang tersenyum lebar menerima segelas es kopi dari Rayhan.

Sepuluh menit kemudian..

Galang menyalakan kembali mesin motornya, membuntuti dari jarak aman saat Rayhan dan Livy kembali melaju.

Tujuan akhir Rayhan adalah taman kota.

Tempat bernostalgia masa kecil mereka yang kini dipenuhi semburat warna perpaduan antara oranye pekat dan ungu gelap.

Suasana taman mulai sepi, hanya ada beberapa lampu taman yang mulai berkedip hidup.

Mereka duduk di salah satu bangku kayu di bawah pohon trembesi. Angin sore berembus agak kencang, menerbangkan beberapa helai rambut Livy.

Rayhan menatap gadis di sampingnya itu dengan tatapan yang sudah ia simpan berhari-hari.

"Liv," panggil Rayhan lembut.

Livy menoleh, sisa es kopi masih dipegangnya. "Ya?"

"Saya senang bisa balik lagi ke indo. Bisa lihat kamu lagi. Tapi saya gak suka lihat kamu nangis gara-gara cowok yang gak bisa menghargai kamu," kata Rayhan, suaranya berat dan tulus. Ia mengikis jarak, bergeser lebih dekat hingga bahu mereka bersentuhan.

Livy langsung terdiam.

Rayhan mengulurkan tangan, jemarinya bergerak lembut merapikan anak rambut Livy yang menutupi pipi, lalu ibu jarinya singgah di sudut bibir Livy, menghapus sisa gula aren yang tertinggal di sana. Tatapan Rayhan turun ke bibir Livy. Suasana hening maghrib seolah mengunci mereka dalam ruang hampa. Jarak wajah mereka semakin mengikis, menyisakan beberapa senti saja. Rayhan memiringkan kepalanya perlahan, memejamkan mata, bersiap menempelkan bibirnya ke bibir Livy untuk menyalurkan seluruh rasa yang dipendamnya.

Jantung Livy berpacu liar. Pikirannya hampir menyuruhnya menerima, membiarkan Rayhan masuk dan menghapus bayang-bayang Galang.

Namun, tepat saat napas hangat Rayhan menerpa kulit wajahnya, sebuah suara pantulan benda keras yang berirama statis memecah keheningan dari arah kejauhan.

Dug... dug... dug...

Itu bukan suara detak jantung mereka, tapi suara pantulan bola basket yang sedang menuju ke tempat mereka.

Secara refleks, Livy menolehkan wajahnya ke samping, memutuskan kontak visual dengan Rayhan yang nyaris menciumnya.

Mata Livy membelalak.

Di ujung jalan di bawah lampu taman yang baru saja menyala, terlihat ada Galang disana. Bisa terlihat jelas di kedua netranya. Cowok itu sedang memegangi pergelangan kaki kirinya.

......................

...****************...

Tbc,

1
Friska Zega
👌
penggemar_Uangkecil?!
👍
aku
kapol
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Akai
semangat kak membuat novel /Smile/👍
kucing kawai
lebih baik dengan kata "aku kamu kalo gk pakai lo gue" aja lebih keren thor
kucing kawai: siap thor, semangat terus ya thor 🫶
total 3 replies
kucing kawai
sedikit saran ya thor jangan pakai bahasa saya terlalu formal thor, baguss karya mu thor
kucing kawai: semangat ya author 🫶
total 2 replies
Queen Aisyah
astaga galang..🤣
Queen Aisyah
good
aku
diskon brp jd nya Lang?? 🤣🤣
Hesty
semnget💪💪💪
Hesty
bgus
Hesty
semanget💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!