Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.
Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.
Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 — PUSAT KEKOSONGAN
Dimensi Pusat Kekosongan menyambut kedatangan Lu Chen dengan keheningan mutlak yang menyesakkan dada. Tidak ada daratan, tidak ada udara, dan tidak ada cahaya; yang terbentang sejauh mata memandang hanyalah lautan kehampaan hitam pekat yang siap melahap apa pun.
Lu Chen melangkah pelan di atas ruang hampa tersebut. Setiap jejak kakinya memancarkan pendaran cahaya tiga warna dari segel suci di dadanya, menciptakan pijakan sementara agar ia tidak jatuh tersesat ke dalam dasar jurang ketiadaan.
[Panel: Status Misi] LOKASI: PUSAT KEKOSONGAN - SARANG UTAMA VARKOS WAKTU TERSISA: 2 HARI LAGI TARGET: BEBASKAN SHEN YUE KONDISI: SENDIRIAN TANPA PASUKAN
"Kau benar-benar datang seorang diri, bocah bodoh," suara gema yang dingin memecah keheningan.
Di hadapan Lu Chen, kabut kehampaan terbelah. Kaisar Varkos muncul melayang dengan angkuh, mengenakan mahkota tulangnya. Tepat di belakang sang kaisar, Shen Yue terikat kaku di atas pilar energi hitam, dengan rantai duri yang melilit sekujur tubuhnya.
"Ibu!" seru Lu Chen panik.
Shen Yue mengangkat wajahnya perlahan, tersenyum lemah meskipun bibirnya berdarah. "Jangan... kumohon jangan ke sini, Nak... ini jebakan..."
Varkos tertawa berderai-derai. "Tentu saja ini jebakan. Seekor domba yang menyerahkan diri ke sarang serigala." Ia menjentikkan jarinya, membuat rantai duri itu mengencang dan melukai kulit Shen Yue. "Serahkan inti segel suci di dadamu padaku sekarang juga, atau aku akan meremukkan tulang ibuku di depan matamu!"
Lu Chen mengepalkan tinjunya erat-erat hingga berdarah. Tato segel di dadanya berdenyut liar, memancarkan kemarahan yang membakar.
Boss Fight: Varkos
"Aku memberikanmu satu pilihan," kata Lu Chen dengan suara rendah yang menggetarkan ruang hampa. "Lepaskan dia, atau aku yang akan menghapus keberadaanmu dari semesta."
Varkos mendengus meremehkan. "Sombong sekali!"
DUAR!
Kaisar Kekosongan menghilang dari pandangan dan muncul tepat di hadapan Lu Chen dalam sepersekian detik, melayangkan hantaman tinju yang berdaya hancur setara dengan ledakan supernova.
Lu Chen menangkisnya menggunakan Tinju Pembebasan: 100%.
BOOM!
Benturan energi dahsyat itu menciptakan gelombang kejut yang meretakkan dimensi di sekeliling mereka. Lu Chen terpental mundur sejauh seratus meter, sementara Varkos hanya terdorong selangkah ke belakang.
"Kekuatanmu memang luar biasa untuk anak seusiamu," puji Varkos menyeringai. "Tapi kau bertarung dengan emosi. Dan emosi adalah kelemahan terbesar seorang raja!"
Varkos merapal jurus pamungkasnya: Cakar Pemangsa Dimensi.
Puluhan cakar energi hitam tajam melesat dari segala penjuru, mengarah untuk merobek tubuh Lu Chen berkeping-keping.
Lu Chen tidak menghindar. Ia memusatkan seluruh esensi tiga darah di dalam tubuhnya, menyatukan kekuatan manusia, dewa, dan siluman ke dalam satu titik keseimbangan sempurna.
JURUS BARU: PERISAI TIGA ALAM
CLANG! CLANG! CLANG!
Seluruh cakar maut itu terpental hancur saat menghantam perisai cahaya tiga warna di sekeliling tubuh Lu Chen.
Rahasia Segel Tiga Alam
Varkos terperanjat kaget melihat pertahanan mutlak tersebut. "Bagaimana mungkin?! Seharusnya tidak ada manusia yang mampu mengendalikan tiga esensi yang saling bertolak belakang itu sekaligus!"
Lu Chen perlahan maju melangkah menembus badai energi. Manik matanya memancarkan pendaran cahaya yang sangat jernih. "Karena kau tidak pernah tahu apa arti sebuah pengorbanan."
Ia melesat secepat kilat, menghindari serangan balasan, dan mendarat tepat di depan pilar tempat Shen Yue disekap. Dengan satu ayunan tangan berlapis energi suci, ia menghancurkan rantai duri tersebut berkeping-keping.
Shen Yue jatuh terkulai, dan Lu Chen segera menangkap serta mendekap tubuh ibunya erat-erat.
"Ibu... maafkan aku karena terlambat." Shen Yue menangis di pelukan putranya. "Kau berhasil datang..."
Melihat mangsanya terlepas, Varkos mengamuk sejadi-jadinya. "KEMBALIKAN ITU!" Ia mengerahkan seluruh sisa kekuatan kegelapannya untuk melancarkan serangan pemusnah massal ke arah mereka berdua.
Lu Chen mendongak, menatap tajam ke arah sang kaisar. Ia menyerahkan Shen Yue kepada bayangan pelindung segel, lalu bangkit berdiri seorang diri menyongsong serangan tersebut.
"Kau ingin segel ini?" kata Lu Chen dingin. "Kalau begitu, rasakan seluruh bebannya."
Ia melepaskan seluruh energi Segel Penyelamat di dadanya, membiarkan cahaya suci itu meledak menerangi seluruh dimensi kekosongan yang gelap gulita.
Penutup Bab
BOOM!
Ledakan energi suci itu menelan tubuh Varkos sepenuhnya. Sang Kaisar Kekosongan menjerit histeris saat tubuhnya mulai terkikis oleh hukum keseimbangan alam yang selama ini ia langgar.
"Tidak mungkin... aku adalah makhluk terkuat...!" teriak Varkos sebelum tubuhnya hancur lebur menjadi debu kosmik dan lenyap tak bersisa.
Dimensi Pusat Kekosongan mulai runtuh akibat lenangnya sang penguasa.
Lu Chen segera berbalik, meraih tangan ibunya, dan merobek ruang hampa untuk membuka portal jalan keluar kembali menuju Kerajaan Harapan.