Indonesia
NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Idol KW

"Ayo Hyung, cepat kita bersiap-siap di posisi!"

Hueningkai langsung menarik paksa pergelangan lengan baju Reno keluar dari dalam ruang tunggu artis, menggiring langkah kakinya menuju ke arah koridor backstage belakang panggung utama, di mana tiga orang member grup TXT lainnya ternyata sudah berdiri tegak memasang formasi tempur mereka.

Suasana di balik panggung raksasa itu terasa sangat tegang namun di saat yang sama dipenuhi oleh luapan adrenalin yang tinggi. Para kru panggung tampak berlarian ke sana kemari, kabel-kabel hitam berukuran besar melintang tidak beraturan di atas lantai, dan suara gemuruh riuh dari arah luar sana terdengar sangat dahsyat, persis mirip suara guntur di langit yang tak henti-hentinya bersahutan.

Reno menarik napasnya dalam-dalam sekuat tenaga, mencoba mengisi pasokan udara ke dalam paru-parunya yang mendadak terasa sangat sempit akibat gugup.

Detak jantung di dadanya berdegup kencang secara ekstrem, seirama dengan dentuman suara bass musik yang mulai menghentak keras membelah ruangan.

Begitu telapak kaki mereka melangkah menapakkan kaki di atas stage utama, sebuah ledakan cahaya lampu sorot warna-warni disertai gemuruh suara teriakan histeris dari puluhan ribu penonton langsung menyambut kehadiran mereka.

"Soobin!"

"Yeonjun!"

"Beomgyu!"

"Taehyun!"

"HueningKai!"

Hamparan lautan tongkat cahaya lightstick milik para penggemar MOA yang berwarna biru kombinasi kehijauan tampak melambai-lambai indah di tengah kegelapan stadion, menciptakan sebuah pemandangan visual yang seketika sukses membuat seluruh bulu kuduk di sekujur tubuh Reno meremang hebat karena takjub.

‘Mak... anak pengangguranmu ini akhirnya resmi didebutkan jadi idol K-Pop top dunia, Ma...’ batin Reno meratap haru di dalam lubang hatinya yang terdalam.

Kedua bola mata indahnya mulai tampak berkaca-kaca menahan tangis, merasa luar biasa bangga karena bisa diberi kesempatan berdiri tegak di atas sebuah panggung semegah ini, meskipun realitas status aslinya saat ini hanyalah sebagai sesosok 'Yeonjun KW' alias barang tiruan darurat.

Namun sayang, tepat pada detik saat alunan musik instrumen mulai mengalun keras di udara, Reno mendadak mengalami linglung sistem.

Tubuh jangkungnya malah berdiri kaku mematung mirip tiang listrik di tengah-tengah panggung, sementara empat orang member TXT lainnya sudah mulai bergerak lincah mengambil posisi koreografi masing-masing.

Taehyun yang memiliki kepekaan tinggi mendadak menyadari adanya kegugupan yang aneh dari sikap sang 'kakak tertua'. Ia langsung bergerak lincah mendekati posisi Reno.

"형, 왜 masih diam saja di situ? Ayo cepat ke posisi!" bisik Taehyun secepat kilat sambil jemari tangannya menarik lembut pergelangan tangan Reno, menyamarkan gerakan darurat itu dalam sebuah transisi gerakan koreografi tari yang sangat halus agar tidak kelihatan aneh di mata para penggemar penonton.

Begitu posisi tubuh Reno sudah berada tepat di titik koordinat posisinya, indra pendengarannya mendadak menangkap alunan melodi nada yang terasa sangat familiar di telinganya.

‘Alhamdulillah ya Allah! Kalau jenis lagu yang satu ini mah gue beneran sudah hafal luar kepala gerakan dancenya! Gerakannya bahkan sering banget gue tarian sendirian di depan cermin kaca kamar mandi rumah! Sikat habis, Mang!’ batin Reno bersorak riang.

~ Sugar rush-ush, sugar rush-ush-uh... ~

Tubuh Reno mendadak bergerak aktif dengan tingkat kelincahan dan kelenturan yang sangat mengejutkan bagi ukuran seorang pengangguran Jakarta Barat. Tubuh jangkungnya meliuk-liuk indah mengikuti ketukan irama lagu hits berjudul Sugar Rush Ride dengan tingkat presisi yang sangat sempurna tanpa ada kesalahan satu ketukan pun.

Di tengah-tengah penampilannya, ia bahkan sempat-sempatnya memberikan aksi fan service berupa kedipan mata genit dan senyuman maut andalannya ke arah kamera penonton, yang seketika sukses membuat volume suara teriakan histeris dari para penggemar MOA semakin memekakkan lubang telinga stadion.

Untuk beberapa menit yang indah itu, Reno benar-benar merasa kalau dirinya adalah sesosok bintang dunia yang bersinar paling terang. Lagu akhirnya ditutup dengan sebuah pose penutup (ending fairy) yang sangat dramatis dan penuh pesona estetika di depan kamera utama.

Embusan napas Reno tampak terengah-engah kelelahan, peluh keringat segar membasahi area pelipis wajah tampannya, namun seulas senyuman kepuasan yang lebar sama sekali tak bisa lepas dari bibirnya.

Namun nahas, di tengah-tengah suara sorak-sorai gemuruh penonton yang membahana meneriakkan kalimat "Saranghae TXT!", sebuah suara bentakan berat nan serak dalam bahasa Korea mendadak muncul memecah suasana dari arah koridor belakang panggung utama.

"누구세요!? (Nuguseyo!?)" (Kamu siapa, hah?!)

Reno otomatis langsung menolehkan pandangan kepalanya ke arah sumber suara di balik panggung. Detik itu juga, napas Reno seolah-olah kembali berhenti mengalir di tenggorokan.

Di sana, sudah berdiri tegak sesosok pemuda jangkung berwajah tampan yang penampilannya... ya ampun, 100% kembaran identik dengan wajahnya saat ini, namun pemuda itu mengenakan celana dalam tebal sambil satu tangannya sibuk memegangi area perutnya yang tampak masih mulas pasca-diare. Itu adalah sosok Yeonjun TXT yang asli.

****

"Siapa kamu sebenarnya?!"

Suara bentakan keras bernada cemas itu sama sekali tidak berasal dari corong pengeras suara stadion. Reno otomatis langsung menolehkan pandangan kepalanya secara perlahan-lahan ke arah balik panggung, dan pada detik itu juga, jantung di dalam dadanya rasanya serasa copot melompat keluar.

Di hadapannya kini sudah berdiri tegak sosok Yeonjun TXT yang asli—lengkap mengenakan kostum Hanbok modifikasi yang corak warnanya sama persis—sedang menatap tajam ke arah Reno dengan ekspresi wajah bingung campur emosi tingkat tinggi.

Seketika itu juga, segala angan-angan indah Reno yang tadinya sempat terbang tinggi melayang ke langit ketujuh langsung terjun bebas tanpa parasut, mendarat telak tepat di dalam sebuah lubang septic tank yang gelap dan pengap.

Suasana panggung megah yang beberapa detik lalu sangat riuh bergemuruh, mendadak berubah menjadi sunyi senyap seketika. Ratusan ribu penggemar MOA di tribun penonton mendadak terdiam mematung, tangan mereka yang memegang tongkat cahaya lightstick tertahan kaku di udara.

Keempat member TXT lainnya tampak menolehkan kepala mereka bolak-balik menatap bergantian antara wajah Reno dan Yeonjun dengan ekspresi wajah syok yang seolah-olah sedang berkata, "Loh, kok karakter Yeonjun di grup kita mendadak membelah diri jadi dua orang?!"

Krik... krik... krik...

Hanya dalam hitungan detik di tengah situasi menegangkan itu, staf operator lampu panggung yang tampaknya ikut panik setengah mati langsung menekan tombol darurat korsleting.

Tak!

Seluruh aliran lampu panggung raksasa itu seketika mati total menjadi gelap gulita, menyisakan kebingungan massal skala internasional di dalam stadion.

BRUKK!!

Reno mendarat turun dengan posisi yang diklaimnya sangat estetik—maksud realitasnya, tubuh jangkungnya jatuh dalam posisi tengkurap sempurna menyerupai wujud seekor cicak pohon yang jatuh bebas dari atas plafon rumah.

Bagian wajah tampannya sukses mencium hamparan permukaan karpet bulu dengan sangat telak.

"Sshh... aduh, asem bener dah ah! Area hidung gue yang ukurannya sudah minimalis begini bisa makin amblas ke dalam kalau keseringan jatuh!"

1
Zyren Vale
mampir dong Thor 🗿
umar aryo
lanjut thor.... bagus cerita dan gaya bahasanya...
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!