Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bahkan Bima dan tim perencananya sama sekali tidak menyadari keberadaan titik ventilasi sekecil itu.

"Dari mana kau belajar membaca peta cetak biru bangunan militer?" tanya Kenji dengan suara rendah.

Anya menelan ludah, dia harus mencari alasan yang masuk akal secepatnya.

"A-aku dulu sering bermain game strategi perang dan melihat peta seperti ini," bohong Anya dengan sangat lancar.

"Instingku bilang tempat itu adalah lokasi penyergapan yang paling sempurna."

Kenji terdiam selama beberapa saat untuk mencerna ucapan Anya.

Pria itu lalu mengetik sesuatu di tabletnya dengan sangat cepat.

"Bima, ubah rute serangan tim alpha," perintah Kenji melalui alat komunikasi di telinganya.

"Kirim satu regu kecil untuk menyisir tebing timur dari arah laut, ada saluran ventilasi yang harus dibersihkan lebih dulu."

Kenji mematikan sambungan komunikasinya lalu menatap Anya dengan pandangan yang sulit diartikan.

Ada rasa bangga, takjub, tapi sekaligus sangat protektif di dalam sorot mata hitam itu.

"Kau benar-benar selalu penuh dengan kejutan mematikan, Anya," gumam Kenji pelan.

Anya berdiri dari kursinya dan menatap Kenji dengan penuh tekad.

"Bawa aku bersamamu malam ini, Kenji," pinta Anya tanpa ragu.

Kenji langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas menolak permintaan itu.

"Tidak, ini terlalu berbahaya untukmu."

"Baku tembak di pelabuhan nanti akan seratus kali lebih brutal dari acara semalam."

Anya melangkah maju mendekati pria keras kepala di depannya ini.

"Mataku bisa melihat hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan olehmu dan pasukanmu."

"Aku bisa menjadi pengamatmu dari kejauhan, aku janji tidak akan ikut campur ke garis depan."

Kenji mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa sangat frustrasi.

Di satu sisi, dia ingin mengurung gadis ini di dalam kamar agar tetap aman dari dunia kotornya.

Namun di sisi lain, Kenji tidak bisa menyangkal bahwa insting dan ketelitian Anya sangat berguna di lapangan.

Gadis ini seolah diciptakan memang untuk mendampinginya di dunia bawah tanah ini.

"Aku tidak mau menjadi pajangan yang hanya duduk diam menunggu kabar di rumah besar ini," desak Anya lagi.

"Aku adalah tunanganmu, ratumu, biarkan aku berguna untukmu."

Ucapan terakhir Anya barusan sukses meruntuhkan pertahanan Kenji seketika.

Ratu.

Kenji sangat menyukai bagaimana kata itu terdengar dari bibir gadis ini.

Pria itu menarik pinggang Anya dengan satu tangan secara tiba-tiba.

Grep.

Anya tersentak kaget saat tubuhnya menabrak dada bidang Kenji.

"Kau benar-benar tahu bagaimana cara memanipulasi pikiranku, gadis nakal," bisik Kenji tepat di telinga Anya.

Kenji menatap mata Anya dari jarak yang sangat dekat.

"Baik, kau boleh ikut malam ini bersamaku."

"Tapi ada satu syarat mutlak yang tidak boleh kau langgar sama sekali."

Anya mengangguk cepat menyetujui apa pun syaratnya.

"Kau tidak boleh berjarak lebih dari satu meter dari posisiku selama operasi berlangsung."

"Jika aku menyuruhmu tiarap, kau tiarap detik itu juga."

"Aku mengerti, Tuan Muda," jawab Anya sambil memamerkan senyum kemenangannya.

Kenji mendengus pelan melihat senyuman nakal di wajah gadis itu.

Malam harinya, angin laut bertiup sangat kencang menusuk tulang.

Wusss.

Anya berdiri di balik sebuah tumpukan kontainer besi yang sudah berkarat.

Dia mengenakan setelan taktis berwarna hitam lengkap dengan rompi antipeluru yang sangat berat.

Kenji berdiri tepat di depannya sambil mengamati situasi gudang besar dari teropong malamnya.

Gudang itu terlihat sangat sunyi dari luar, tapi mereka berdua tahu ada puluhan musuh di dalam sana.

"Tim alpha, lapor situasi tebing timur," bisik Kenji ke alat komunikasinya.

Terdengar suara kresek pelan sebelum Bima membalas dari seberang sana.

"Tebing timur sudah bersih, Tuan Muda, Nona Anya benar, ada dua penembak jitu yang bersembunyi di dalam ventilasi."

"Kami sudah melumpuhkan mereka tanpa suara."

Kenji menurunkan teropongnya lalu menoleh ke arah Anya.

Anya membalas tatapan Kenji dengan mengangkat bahunya sedikit seolah berkata aku sudah bilang apa.

"Semua tim, mulai pergerakan masuk sekarang," perintah Kenji final.

Pasukan bayangan yang berpakaian hitam legam mulai bergerak serentak mendekati gudang.

Mereka bergerak seperti hantu tanpa menimbulkan suara langkah kaki sama sekali.

Kriet.

Pintu besi gudang itu berhasil dibuka paksa oleh tim ahli dari pasukan Kenji.

Begitu pintu terbuka, rentetan tembakan langsung menyambut mereka dari dalam.

Dor. Dor. Dor.

Suara senapan mesin bergema memekakkan telinga di area pelabuhan yang sepi itu.

"Maju," ucap Kenji singkat pada Anya.

Kenji mencabut senjatanya dan berlari kecil menyusul pasukannya masuk ke dalam gudang.

Anya berlari di belakang punggung Kenji dengan jantung yang kembali berdebar gila.

Ini adalah pertama kalinya dia benar-benar masuk ke sarang musuh dalam peperangan antar mafia.

Gudang itu sangat besar dan dipenuhi oleh tumpukan peti kayu yang berisi senjata ilegal.

Pasukan Naga Hitam membalas tembakan dari balik peti-peti kayu tersebut dengan sangat brutal.

Trang. Trang.

Percikan api terlihat menyala di udara setiap kali peluru menghantam tiang besi gudang.

Anya berlindung di balik tumpukan karung pasir mengikuti pergerakan Kenji.

Dia mengaktifkan lagi keterampilan Mata Elang miliknya.

Penglihatannya seketika menajam dengan sangat drastis menembus kegelapan gudang.

Anya menyisir pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang sedang terjadi baku tembak itu.

Matanya tiba-tiba menangkap sebuah kilatan aneh dari arah atap gudang tepat di atas posisi Kenji.

Itu bukan kilatan dari tembakan senjata api biasa.

"Kenji, awas di atasmu!" teriak Anya sekeras mungkin.

Seorang musuh ternyata sedang mengarahkan peluncur granat rakitan tepat ke arah tempat mereka berlindung.

Kenji mendongak ke atas dan matanya langsung membelalak kaget.

"Sial," umpat Kenji kasar.

Kenji tidak punya waktu untuk menembak balik musuh di atap itu.

Pria itu langsung menerjang tubuh Anya dan memeluknya erat-erat untuk melindungi gadis itu.

Grep.

Mereka berdua berguling menjauh dari tumpukan karung pasir tersebut.

Bummm.

Ledakan besar terjadi tepat di tempat mereka bersembunyi satu detik yang lalu.

Debu tebal dan serpihan karung pasir berhamburan menutupi pandangan semua orang.

Anya merasakan telinganya berdenging sangat keras akibat ledakan jarak dekat tersebut.

Napasnya tercekat saat dia menyadari berat tubuh Kenji menindihnya sepenuhnya.

Pria ini baru saja mempertaruhkan nyawanya lagi untuk melindunginya dari ledakan granat.

Dunia bawah tanah ini ternyata jauh lebih mengerikan dari apa yang pernah Anya bayangkan sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!