Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Reyhan Mahardika adalah seorang aktor figuran gagal yang nasibnya berubah drastis setelah ia diikat oleh Sistem Pemeran Penjahat Profesional yang menjanjikan karier legendaris. Namun keberuntungan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika setiap adegan pembunuhan yang ia perankan di depan kamera tiba-tiba terjadi di dunia nyata dengan pola yang sama persis. Publik dan polisi, termasuk Detektif Alena Prameswari yang cerdas dan dingin, mulai mencurigainya setelah sebuah video aktingnya yang terlalu realistis tersebar ke internet. Kini Reyhan harus membuktikan dirinya tidak bersalah sambil terus menjalankan misi dari sistem misterius itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Brak!

Suara bantingan naskah di atas meja terdengar sangat keras di dalam ruang audisi yang sempit itu.

"Sudah aku bilang, kau tidak cocok untuk peran ini!"

Seorang pria paruh baya dengan perut buncit menatap tajam ke arah pemuda yang berdiri di depannya.

Namanya adalah sutradara Bima, seorang pembuat film independen yang terkenal galak.

"Tapi Pak Bima, saya sudah berlatih selama satu bulan penuh untuk adegan ini."

Pemuda itu menjawab dengan nada memohon.

Dia adalah Reyhan Mahardika.

Reyhan hanyalah seorang aktor figuran yang sudah tiga tahun mencoba peruntungan di ibu kota tanpa hasil yang jelas.

"Latihan sebulan katamu?"

Sutradara Bima tertawa meremehkan sambil melipat tangannya di dada.

"Wajahmu itu terlalu baik, Reyhan."

"Kau tidak punya aura seorang pembunuh berdarah dingin."

"Aktingmu kaku dan kau terlihat seperti anak sekolahan yang sedang bermain drama."

Reyhan mengepalkan tangannya kuat-kuat di samping paha.

"Beri saya satu kesempatan lagi, Pak."

"Saya mohon."

"Saya berjanji akan memberikan akting yang Bapak inginkan."

Sutradara Bima menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Tidak ada kesempatan kedua di lokasiku."

"Silakan keluar, panggil peserta audisi berikutnya."

Reyhan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Baik, Pak."

"Terima kasih atas waktunya."

Langkah kaki Reyhan terasa sangat berat saat ia berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Tap. Tap. Tap.

Lorong gedung audisi itu dipenuhi oleh belasan pemuda lain yang sedang menunggu giliran mereka.

Beberapa dari mereka menatap Reyhan dengan pandangan kasihan, namun ada juga yang mencibir diam-diam.

"Gagal lagi, ya?"

"Kasihan sekali dia, padahal dia lumayan tampan."

"Tampan saja tidak cukup kalau aktingnya seperti batang pohon."

Reyhan mendengar semua bisikan itu dengan jelas.

"Sialan, kenapa susah sekali mendapatkan peran kecil saja?"

Reyhan membatin sambil mengusap wajahnya yang terasa lelah.

Ia berjalan keluar dari gedung dan disambut oleh teriknya matahari siang Jakarta.

Perutnya tiba-tiba berbunyi pelan.

Krucuk.

Reyhan merogoh saku celananya dan hanya menemukan satu lembar uang lima puluh ribu yang sudah lecek.

"Ini hanya cukup untuk makan sampai besok."

"Kalau bulan ini aku tidak dapat peran, aku akan diusir dari kosan."

Reyhan berjalan gontai menuju sebuah halte bus di pinggir jalan.

Ia duduk di kursi panjang halte itu sendirian.

Tatapannya kosong mengarah ke jalan raya yang dipenuhi kendaraan berlalu lalang.

Brumm. Tiin!

Suara bising kendaraan seolah mengejek nasibnya yang tidak kunjung membaik.

"Apakah aku harus menyerah saja dan pulang ke kampung?"

"Tapi aku sudah berjanji pada ibuku akan menjadi aktor sukses."

Reyhan menunduk dan menatap kedua telapak tangannya yang gemetar.

Tiba-tiba, sebuah suara mekanik yang sangat asing terdengar berdengung di dalam kepalanya.

Wenggg.

[Ding! Syarat keputusasaan telah terpenuhi.]

Reyhan tersentak kaget dan langsung mengangkat kepalanya.

"Siapa itu?"

Reyhan menoleh ke kanan dan ke kiri, namun hanya ada seorang ibu-ibu yang sedang sibuk menelepon di ujung halte.

[Memulai proses pengikatan jiwa dengan Host.]

"Suara apa ini?"

"Apakah aku mulai gila karena kelaparan?"

Reyhan memukul pelan kepalanya sendiri.

[Proses pengikatan berhasil.]

[Selamat datang di Sistem Pemeran Penjahat Profesional.]

[Sistem ini akan membantu Host menjadi aktor legendaris di dunia hiburan.]

Sebuah layar transparan berwarna biru tiba-tiba muncul melayang tepat di depan wajah Reyhan.

Reyhan mengucek matanya berulang kali.

Namun layar biru itu tetap ada di sana, bahkan saat ia menutup sebelah matanya.

"Sistem Pemeran Penjahat Profesional?"

"Apa-apaan ini?"

Reyhan membaca tulisan yang ada di layar itu dengan suara pelan agar tidak disangka orang gila.

[Ding! Misi utama telah diperbarui.]

[Misi utama: Menjadi penjahat yang sempurna.]

[Deskripsi: Dapatkan peran antagonis pertama Anda dan selesaikan adegan dengan tingkat kemiripan 100%.]

[Hadiah: Kemampuan akting psikopat tingkat dasar, Reputasi awal, dan kesempatan menjadi aktor legendaris.]

[Kegagalan: Karier Host akan berakhir saat ini juga dan Host akan menjadi bisu seumur hidup.]

Mata Reyhan terbelalak lebar saat membaca baris terakhir.

"Bisu seumur hidup?"

"Sistem ini pasti bercanda!"

Tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang mengatakan bahwa ini bukanlah sebuah lelucon.

Drrtt. Drrtt.

Ponsel di saku celananya tiba-tiba bergetar memecah keheningan.

Reyhan segera mengambil ponselnya dan melihat layar.

Itu adalah panggilan dari Gilang, seorang teman lamanya yang bekerja sebagai asisten sutradara untuk film indie tingkat rendah.

Reyhan segera mengangkatnya.

"Halo, Lang?"

"Reyhan! Syukurlah kau cepat angkat."

Suara Gilang terdengar sangat panik dari seberang telepon.

"Ada apa, Lang?"

"Kau sedang butuh pekerjaan, kan?"

"Aktor yang seharusnya main sebagai pembunuh bayaran di film kami tiba-tiba kabur."

"Dia kecelakaan dan patah tulang."

Reyhan merasakan jantungnya berdebar sangat kencang.

Ini kebetulan yang sangat aneh.

"Kalian sedang syuting sekarang?"

"Iya, kami butuh pengganti secepatnya atau proyek ini batal."

"Kau mau tidak?"

"Bayarannya lumayan, tiga juta rupiah untuk satu malam syuting."

Reyhan menelan ludahnya perlahan.

Tiga juta rupiah adalah jumlah yang besar untuk orang yang hanya memiliki lima puluh ribu di sakunya.

Dan yang terpenting, ini adalah peran antagonis yang sejalan dengan misi sistem.

"Aku mau, Lang."

"Kirimkan alamat lokasinya sekarang juga."

"Bagus! Kau menyelamatkan hidupku, Reyhan."

Sambungan telepon pun terputus.

Reyhan menatap layar biru sistem yang masih melayang di depannya.

[Target telah ditemukan. Memulai sinkronisasi peran.]

Sebuah sensasi dingin tiba-tiba mengalir dari ujung kepala hingga ke ujung kaki Reyhan.

Ia merasa ada sesuatu yang asing masuk ke dalam pikirannya.

Berbagai macam teori psikologi tentang pembunuh berdarah dingin mulai bermunculan di otaknya.

Cara mereka bernapas.

Cara mereka menatap korban.

Cara mereka tersenyum saat melihat darah.

Reyhan tersenyum tipis, namun senyuman itu terasa sangat berbeda dari senyumannya yang biasanya.

Senyuman itu terlihat sangat dingin, mematikan, dan penuh ancaman.

Ibu-ibu yang sedang menelepon di ujung halte kebetulan menoleh ke arah Reyhan.

Ibu itu langsung menghentikan ucapannya dan merinding ketakutan melihat tatapan Reyhan.

Ia buru-buru pergi dari halte itu tanpa menoleh lagi.

Reyhan tidak peduli dan segera menghentikan sebuah taksi yang lewat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!