Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

‎"Ah... Ren..."

‎Desahan itu meluncur begitu saja, lemah namun penuh makna, seolah seluruh pertahanan dirinya runtuh seketika. Nara memejamkan mata erat, kedua tangannya mencengkeram bahu pria itu dengan semakin kuat.

‎‎Rendra tersenyum puas mendengar erangan itu. Itu adalah musik terindah yang ingin selalu dia dengar selama ini.

‎‎"Mendesah-lah sekeras yang kamu mau, Sayang..." bisik Rendra parau tepat di telinga Nara, napas panasnya menerpa leher putih mulus itu, membuat wanita itu menggeliat nikmat. "Buktikan padaku bahwa kamu juga menginginkanku, sama besarnya seperti aku menginginkanmu."

‎‎Tangan Rendra bergerak sigap melepaskan kancing piyama yang Nara kenakan. Kulit putih mulusnya perlahan terekspos, bertemu langsung dengan udara hangat ruangan dan juga tatapan lapar pria di atasnya.

‎‎Mata Rendra menelusuri setiap inci kulit yang terlihat dengan pandangan kagum dan posesif. Rendra menunduk, menyambungkan bibir mereka kembali dalam sebuah ciuman yang jauh lebih dalam, lebih lapar, dan lebih menuntut. Tangannya yang besar bergerak bebas menjelajahi punggung, pinggang, hingga pinggul ramping itu, membiarkan setiap sentuhan membakar hasrat yang sudah lama tertahan.

‎‎"Ren... ahh..." Nara mendongak, lehernya terangkat menawarkan akses lebih luas bagi pria itu. Dadanya naik turun tak beraturan, jantungnya berdegup kencang , gairah yang membara telah membakar seluruh syarafnya.

‎‎Rendra menegakkan tubuhnya, melepaskan kemeja hitamnya dari tubuhnya dan membuangnya asal. Pandangan Nara terpaku, matanya tak bisa lepas memandangi tubuh bidang pria itu yang kini terbuka sempurna. Otot-otot yang padat dan terawat, kulit yang hangat, serta aura maskulin yang begitu kuat terpancar dari setiap inci tubuhnya. Jantung Nara berdegup semakin kencang, napasnya tercekat seolah kehilangan kata-kata.

‎‎"Lihatlah baik-baik, Nara," bisik Rendra serak, suaranya terdengar berat dan dalam. Dia kembali menindih tubuh wanita itu, membuat kulit mereka bersentuhan langsung tanpa penghalang sedikitpun. "Hanya kamu satu-satunya wanita yang boleh melihatku seperti ini. Hanya kamu yang boleh menyentuhku."

‎‎"Ahh..." Nara mendesis halus saat merasakan hangatnya tubuh kekar itu menimpanya, membuat seluruh bulu kuduknya meremang.

‎‎Rendra menatap wajah polos itu dengan tatapan gelap dan lapar. Tangannya bergerak turun, menggenggam tangan mungil Nara lalu menempelkan telapak tangan itu tepat di dadanya, membiarkan wanita itu merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat.

‎‎"Rasakan..." ucap Rendra menekan setiap katanya. "Jantungku berdegup kencang hanya karena kamu. Hanya karena sentuhanmu."

‎‎Nara menelan salivanya dengan susah payah. Matanya berkaca-kaca, rasa bahagia, takut, dan rindu yang begitu dalam menyatu dalam dirinya.

‎‎"Ren..." panggilnya lirih, suaranya pecah.

‎‎"Shhh..."

‎‎Rendra tidak membiarkannya bicara lebih lama. Dia langsung menyambar bibir mungil itu kembali, kali ini dengan ganas namun penuh kasih sayang. Tangannya menjelajahi setiap lekuk tubuh yang kini terbuka lebar baginya, memilikinya sepenuhnya.

‎‎"Ahh... Ren..." erang Nara panjang, kakinya secara naluriah melingkar erat di pinggang pria itu, mendekapkan tubuh mereka tanpa sisa jarak. Dia bisa merasakan betapa besarnya keinginan Rendra padanya, betapa dominannya pria itu, dan itu justru membuat Nara merasa begitu diinginkan, merasa menjadi wanita seutuhnya.

‎‎Gerakan Rendra menjadi semakin intens dan mendominasi. Setiap sentuhan, setiap ciuman, dan setiap desisan napasnya seolah memiliki kekuatan magis yang membuat Nara semakin hanyut dan lemas. Tubuh wanita itu bergetar hebat di bawahnya, menyerah sepenuhnya pada hasrat yang meledak-ledak.

‎‎"Ren... ahhh... Ren..." Nara memanggil nama itu berulang kali, matanya terpejam erat. Dia merasa seperti melayang dan dibawa ke puncak kenikmatan.

‎‎Rendra mengecup, menggigit, dan membelai setiap inci kulit putih mulus itu dengan posesif, menandai wilayahnya agar tidak ada lagi yang berani menyentuh. Dia ingin Nara tahu dan merasa, bahwa mulai detik ini, dia bukan lagi milik orang lain, tapi hanya miliknya.

‎‎Tubuh Rendra menegang saat gelombang kenikmatan itu mulai datang, menerjang seluruh syarafnya dengan dahsyat. Dia memejamkan mata erat, rahangnya mengeras, dan desahan panjang yang berat terdengar dari tenggorokannya saat dia melepaskan seluruh rasa rindu dan hasratnya di dalam diri wanita itu sepenuhnya.

‎‎"Ahh... Narraaa..." serunya parau dengan nada yang begitu dalam dan penuh kepuasan.

‎‎Puncak itu membawa mereka berdua terbang bersama, menyatukan rasa sakit dan nikmat menjadi satu. Nara mencengkeram punggung pria itu semakin erat, kakinya melingkar kencang di pinggang Rendra, membiarkan dirinya hanyut bersama arus yang sama, mencapai titik tertinggi dimana dunia seakan berhenti berputar.

‎‎Perlahan, segalanya mereda. Napas mereka memburu, berat, dan tak beraturan, bercampur menjadi satu di udara yang hangat. Rendra masih menopang tubuhnya di atas Nara, seolah enggan melepaskan kehangatan yang baru saja dia miliki.

‎‎Keringat membasahi dahi masing-masing, menjadi saksi bisu bahwa malam ini segalanya telah berubah.

‎‎"Ren..." panggil Nara lirih, suaranya serak dan lemas, matanya menatap manik mata gelap itu dengan pandangan yang kini penuh cinta dan kepemilikan.

‎‎Rendra tersenyum tipis, senyum puas dan bahagia yang sangat tulus. Dia mengecup pelan kening wanita itu, lalu turun menyandarkan wajahnya di ceruk leher yang hangat, menikmati detak jantung mereka yang kini berirama sama.

‎‎"Milikku..." bisiknya lemah namun tegas, tangannya mengusap punggung Nara dengan lembut. "Kamu benar-benar milikku sekarang. Tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi, Nara."

‎‎Dia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua, mendekap Nara erat di dalam pelukannya.

‎‎"Tidurlah," bisik Rendra, mengecup puncak kepala Nara. "Istirahatlah. Malam ini dan selamanya, kamu aman di sisiku."

‎Nara mengangguk lemah, matanya perlahan terpejam. Rasa lemas yang menyelimuti seluruh tubuhnya justru terasa begitu nyaman, ditemani detak jantung pria itu yang berirama tenang dan hangat di telinganya.

‎‎Perlahan, kesadaran wanita itu menghilang, membawanya terlelap ke dalam mimpi yang paling damai. Rendra mengecup puncak kepala Nara lama, mencium aroma rambutnya yang khas dan menenangkan. Matanya menatap wajah damai wanita itu di dalam pelukannya, senyum puas tak pernah lepas dari bibirnya.

‎‎"Akhirnya," bisiknya pelan, hampir tak terdengar. "Kamu benar-benar ada disini, di sisiku."

‎‎Tangannya yang besar mengusap punggung Nara dengan gerakan berirama, memastikan wanita itu merasa terlindungi sepenuhnya. Dia menatap langit-langit kamar sambil menikmati kehangatan tubuh yang bersandar di dadanya, merasa seolah seluruh dunianya kini sudah lengkap. Tidak ada lagi rasa rindu yang menyiksa, tidak ada lagi penantian yang menyakitkan. Malam ini, Nara telah menjadi miliknya sepenuhnya.

‎-

-

-

Suara dering ponsel yang nyaring memecah keheningan malam, membuyarkan suasana damai yang baru saja tercipta. Rendra mengerutkan kening, perlahan membuka matanya. Dia melirik jam digital di nakas yang menunjukkan angka 00.30.

‎Suara itu terus berbunyi. Rendra mendengus kesal, tidak ingin bergerak karena enggan melepaskan pelukannya pada wanita yang sedang tidur pulas di dadanya. Namun dering itu tidak berhenti, seolah si penelepon tidak akan menyerah sebelum diangkat.

‎Dengan hati-hati Rendra menggeser tubuh Nara, meletakkan kepala wanita itu perlahan di atas bantal agar tidak terbangun. Dia turun dari ranjang, tubuhnya yang telanjang dada berjalan dengan langkah lebar menuju sumber suara tersebut.

‎Rendra mengambil ponselnya dari atas meja, layar ponsel yang menyala menampilkan nama pemanggil yang cukup dia kenal. Dia menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ditelinganya.

‎‎"Turun sekarang, aku tunggu di basement."

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!