Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Tidak Gratis

Suara perdebatan yang kian memuncak dari ruangan CEO membuat atmosfer di area kubikel lantai tersebut mendadak mencekam. Nayla duduk terpaku di balik mejanya, jemarinya yang memegang pulpen bergetar hebat. Pintu kaca tebal ruangan Tristan ternyata tidak terkunci rapat, menyisakan celah beberapa sentimeter yang menjadi celah bagi setiap kata beracun, bentakan, hingga jeritan Olivia meluncur bebas ke luar.

Hinaan Olivia tentang dirinya yang miskin dan tak berpendidikan masih berdengung tajam di telinga Nayla, menggores luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Namun, ketegangan makin menjadi-jadi ketika jeritan Olivia berubah menjadi raungan keras.

"Tristan, kamu jahat! Kamu tega sama aku! Transfer sekarang atau aku tidak mau pergi dari sini!" jerit Olivia hysterical. Suaranya melengking tinggi, diselingi bunyi stamping sepatu hak tingginya yang dihentakkan ke lantai kayu secara acak. Wanita elegan yang tadi berjalan anggun dengan pakaian bermerek itu kini menangis meraung-raung layaknya anak kecil yang sedang mengalami tantrum hebat karena tidak dituruti keinginannya.

Beberapa karyawan yang berada tak jauh dari area sekretariat mulai saling lempar pandang. Mereka berusaha menunduk berpura-pura sibuk di depan layar komputer, meski telinga mereka terpasang lebar-lebar menangkap drama di ruang pimpinan. Suara pecahan vas bunga berbahan keramik kecil dari dalam ruangan memotong jeritan Olivia, disusul keheningan sesaat yang mencekam.

Tristan menghela napas berat, suara gesekan kursinya terdengar menandakan ia bangkit. Rasa lelah dan enggan memperpanjang kemelut yang merusak citra profesionalismenya di hadapan anak buah membuat pertahanan pria itu akhirnya runtuh.

"Cukup, Olivia! Hentikan akting konyolmu ini!" bentak Tristan, suaranya sarat akan kepasrahan dan kejengkelan yang mendalam. "Aku transfer sekarang. Tapi ingat kata-kataku, ini yang terakhir untuk bulan ini. Sekarang, angkat kakimu dari ruanganku!"

Hanya dalam hitungan detik, suara raungan itu mendadak surut, berganti dengan suara deru napas tersengal yang lambat laun mereda. Suara denting notifikasi dari ponsel Olivia terdengar melegakan bagi wanita itu. Uang ratusan juta rupiah yang dia tuntut sudah berpindah rekening demi menyelamatkan gengsi sosialitanya di Paris minggu depan.

Tak lama kemudian, pintu kaca ruangan CEO terdorong lebar dari dalam. Olivia melangkah keluar dengan kepala terangkat tinggi, membetulkan letak tas mahal di lengannya seolah tidak baru saja meluapkan histeria membabi buta. Sisa air mata di pipinya sudah diusap bersih, menyisakan wajah penuh keangkuhan.

Saat berjalan melewati meja sekretaris, Olivia tak menoleh sedikit pun ke arah Nayla. Dagunya terangkat membusungkan dada, melangkah berderap menyusuri koridor utama dengan lagak sombong tanpa celah, seolah-olah area kantor itu adalah runway pribadinya. Nayla hanya menundukkan kepala, membiarkan aroma wangi mahal yang tertinggal berlalu seiring menghilangnya langkah kaki Olivia menuju lift.

Saat hening kembali menguasai ruangan, seorang staf bagian keuangan bernama Fani melangkah mendekati meja Nayla sambil membawa map berisi dokumen laporan anggaran mingguan. Fani menggeleng-gelengkan kepalanya ringan sembari meletakkan map tersebut di atas meja Nayla.

"Ini dokumen laporan yang harus diperiksa, Mbak Nayla," ucap Fani pelan, lalu memajukan tubuhnya sedikit dan berbisik. "Nggak usah kaget, Mbak. Bu Olivia memang sudah biasa tantrum seperti anak kecil kalau keinginannya tidak dituruti Pak Tristan. Kalau sudah teriak-teriak begitu, ujung-ujungnya Pak Tristan pasti mengalah daripada seisi gedung makin geger."

Nayla mendongak, menyunggingkan senyum tipis yang sarat makna tanpa melontarkan sepatah kata pun untuk mengiyakan atau menimpali. Sebagai mantan sahabat yang pernah hidup berdampingan dengan Olivia bertahun-tahun lalu, Nayla tahu betul watak dasar wanita itu. Olivia tidak pernah berubah. Sejak dulu, wanita itu akan melakukan cara apa pun, menangis, mengamuk, manipulasi, hingga menginjak orang lain demi mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Terima kasih ya, Fani. Nanti langsung aku periksa," jawab Nayla tenang, mengalihkan pembicaraan.

Setelah Fani kembali ke kubikelnya, Nayla menarik napas panjang. Ia membuka berkas tersebut, memeriksanya secara cermat, lalu membubuhkan tanda tangannya di lembar verifikasi. Setelah memastikan semuanya lengkap, Nayla berdiri, meraih map dokumen itu, dan berjalan menuju pintu ruangan Tristan yang masih tertutup.

Nayla mengetuk pintu kayu tebal itu dua kali secara perlahan sebelum membukanya.

Di dalam ruangan, suasana masih terasa menyengat. Tristan sedang berdiri di dekat jendela besar yang memamerkan pemandangan pencakar langit kota, memegang segelas air putih dengan kancing teratas kemejanya yang sudah terbuka. Laki-laki itu tampak sangat lelah, garis-garis ketegangan tercetak jelas di dahinya.

"Pak Tristan, ini dokumen laporan anggaran dari bagian keuangan yang perlu tanda tangan Anda," tutur Nayla profesional, melangkah mendekat dan meletakkan map tersebut di ujung meja kerja.

Tristan memutar tubuhnya, menatap Nayla dengan raut wajah yang berubah menjadi canggung. Kenangan akan insiden ciuman impulsif yang terjadi beberapa saat sebelum kedatangan Olivia mendadak memenuhi isi kepalanya, bersamaan dengan rasa bersalah karena Nayla harus mendengar hinaan dari istrinya.

"Terima kasih, Nayla," ujar Tristan serak. Ia berjalan mendekati meja, meraih pulpen, lalu membubuhkan tanda tangan tanpa banyak memeriksa lagi.

Nayla meraih kembali dokumen itu dan merapikannya. Namun, bukannya langsung balik kanan dan keluar ruangan, Nayla tetap berdiri di tempatnya. Matanya menatap lurus ke arah Tristan yang mulai salah tingkah.

"Ada hal lain yang perlu disiapkan?" tanya Tristan mencoba menetralisir kecanggungan.

"Pak Tristan," panggil Nayla dengan nada suara halus namun mantap. "Boleh saya bertanya satu hal?"

Tristan menaikkan alisnya, sedikit mengangguk. "Tanyakan saja."

"Apa arti ciuman Anda tadi?" tanya Nayla lugas, tanpa keraguan sedikit pun di matanya.

Pertanyaan yang meluncur tanpa basa-basi itu seketika membuat Tristan bungkam. Tenggorokannya terasa mengering secara mendadak. Pria yang biasanya selalu tegas dan dominan dalam setiap negosiasi bisnis bernilai miliaran rupiah itu kini mendadak kehabisan kata-kata. Bingung harus merangkai alasan seperti apa untuk menjelaskan aksi impulsifnya yang dilandasi oleh luapan emosi dan impulsivitas semata.

Melihat Tristan yang terpaku bingung dengan bibir terkatup rapat, sudut bibir Nayla terangkat membentuk sebuah senyuman tipis, sebuah senyuman yang sulit diartikan, bercampur antara kepasrahan, ketegasan, dan sedikit nada sinis.

"Tidak perlu bingung untuk menjawabnya, Pak," ucap Nayla santai, memecah keheningan yang menyiksa tersebut. Ia memeluk map dokumen di dadanya. "Saya tidak menuntut penjelasan rumit atau perasaan apa pun. Kalau memang Pak Tristan ingin menjalin hubungan seperti itu dengan saya di luar batas profesionalitas..."

Nayla jeda sejenak, melangkah satu pijakan lebih dekat ke arah meja Tristan, menatap mata pria itu tanpa ada lagi rasa canggung atau takut.

"... saya tidak masalah. Tapi semuanya tidak gratis."

1
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
Mita Paramita
SituationShip 🫡🫡🫡
Mita Paramita
zay cocok banget jadi selingkuhan Olivia sama sama manusia redflag 🤣🤣🤣 semoga perselingkuhan mereka cepet terbongkar nih
Mita Paramita
Nayla udah terang terangan mau jadi gundik Tristan 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
astaga kasihan kau Tristan lagi tanggung-tanggung nya eh di stop😂😂😂
tattoo
belum pernah dengar😭
Ass Yfa
😄😄😄Tristan dibuat kentang sama Nayla rasain...🤭
Ass Yfa
benerkan...Zay selingkuhannya Olivia..liat Nayla aja laper mata,,,pibgin cepet kebongkar mereka...hus didepak dari hidup Tristan😁😁
Rommy Wasini Khumaidi
yah kasihan sekali mas Tris,apa kabar yang lagi liburan sama yayang diluar negri,yang disini merasa bersalah karena berkhianat yang disana enak² tanpa mikirin yang ngasi duit buat liburan siapa
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
sudah ku duga Olivia pasti selingkuh sama zay. Olivia belum tau aja kalau zay juga tertarik sama Nayla
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kenapa berubah jadi komedi
vj'z tri
w bilang apa Dateng kan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
ohhh tidak bisa seperti itu Ferguson.... bentar lagi pawang nya Dateng /Slight/
vj'z tri
ehm gerah euy lahar gunung merapi ya kalah panas nya
Rommy Wasini Khumaidi
Tristan sibuk dengan masalah kantor dan masalah hati,siap² lah ditendang dari kehidupanya olivia,selamat menikmati kehancuran kalian zay & olivia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!