Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Sepanjang hidupnya, Bayu Rahaja selalu dijuluki si pembawa sial hingga puncaknya kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang memaksanya pulang ke rumah tua keluarganya. Di tengah keputusasaan saat ditagih hutang dan membereskan barang-barang usang peninggalan kakeknya, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah batu hitam kehijauan yang diam-diam mengaktifkan sebuah pusaka kuno. Waktu di sekitarnya mendadak berhenti, dan Bayu menyadari bahwa kesialannya selama ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangkitkan Batu Waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Tiba-tiba, tanpa ia sadari ujung kotak kayu yang tajam menggores jari telunjuk kirinya.

Sret!

"Aw!" ringis Bayu terkejut sambil buru-buru menarik tangan kirinya.

Tanpa sempat ia cegah, setetes darah dari jarinya melayang dan jatuh tepat ke permukaan batu hitam di tangan kanannya.

Darah itu anehnya tidak mengalir jatuh melainkan langsung meresap ke dalam pori-pori batu dalam sekejap mata.

Cahaya kehijauan yang sangat menyilaukan tiba-tiba memancar kuat dari dalam batu tersebut.

Bayu refleks menutup matanya rapat-rapat karena silau yang menyengat penglihatannya.

Suara rintik hujan yang sedari tadi berisik memukul atap mendadak lenyap begitu saja.

Suara angin malam yang bertiup kencang di luar juga tidak terdengar lagi di telinganya.

Suasana rumah itu menjadi sunyi senyap dan mati seolah ia sedang berada di ruang hampa udara.

Bayu perlahan membuka matanya yang masih silau dan melihat pemandangan yang sama sekali mustahil.

Lampu bohlam yang tadi berkedip-kedip kini berhenti menyala pada kondisi setengah terang.

Debu-debu yang beterbangan di depan wajahnya tampak diam mematung melayang di udara tanpa jatuh.

Bayu menoleh ke arah jendela yang kacanya pecah dan matanya langsung terbelalak sangat lebar.

Tetesan air hujan dari genteng berhenti total di tengah jalan sebelum menyentuh tanah berlumpur di luar.

"Apa yang sebenarnya terjadi sekarang?" batin Bayu dengan panik sambil memutar kepalanya ke segala arah.

"Apakah aku sudah mati dipukuli Riko dan ini adalah akhirat?"

Ia menyentuh debu yang mengambang di udara dengan jarinya dan anehnya debu itu terasa padat menolak untuk digeser.

Tiba-tiba sebuah layar transparan berwarna biru neon muncul melayang tepat di depan wajahnya.

Teks di dalam layar itu diketik dengan cepat dan bersinar dengan warna keemasan.

​[Otorisasi darah murni dikonfirmasi.]

[Menginisiasi penyatuan paksa jiwa pengguna dengan relik kuno Batu Waktu.]

[Tuan baru terdeteksi: Bayu Rahaja.]

[Perhatian: Waktu di seluruh area saat ini dihentikan sepenuhnya.]

​Bayu membaca rentetan tulisan aneh itu dengan mulut terbuka lebar karena tidak percaya.

"Batu Waktu?" ucap Bayu dengan suara serak yang memecah kesunyian mutlak di ruangan itu.

Ia menunduk dan menatap batu hitam di tangannya yang kini tidak lagi memancarkan cahaya silau seperti tadi.

Batu itu kini terasa hangat di telapak tangannya dan berdenyut ritmis seperti memiliki jantungnya sendiri.

Layar biru di depannya berdenting pelan dan kembali memunculkan rentetan kalimat baru.

​[Status Pengguna berhasil diperbarui.]

[Nama: Bayu Rahaja]

[Gelar: Sang Penguasa Waktu (Pemula)]

[Energi Waktu: 10/10]

​"Ini pasti mimpi yang konyol karena kepalaku terbentur dinding," gumam Bayu sambil mencubit keras pipi kanannya sendiri.

"Aduh, sakit!"

Rasa sakit di pipi dan ngilu di perutnya membuktikan bahwa kewarasannya masih ada dan ini bukanlah mimpi.

Ia, pemuda pembawa sial yang miskin ini, benar-benar baru saja menghentikan aliran waktu.

"Jika waktu berhenti total seperti ini, lalu bagaimana cara aku mengembalikannya agar aku tidak terjebak?" tanya Bayu pada dirinya sendiri dengan cemas.

Layar biru itu seolah memiliki kesadaran dan mendengar pertanyaannya, langsung menampilkan informasi baru yang meresponsnya.

​[Skill awal pengguna terbuka:]

[1. Jeda Waktu (Aktif) - Menghentikan waktu absolut selama Energi Waktu tersedia.]

[2. Putar Balik (Terkunci) - Membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang aliran realitas.]

[3. Percepat Waktu (Terkunci) - Membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang entropi.]

[Saran Sistem: Untuk menonaktifkan skill Jeda Waktu, pengguna cukup meniatkannya dengan kuat di dalam hati.]

​Bayu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan detak jantungnya yang memburu tak karuan.

"Jadi aku hanya perlu berniat membatalkannya di kepalaku?" ucap Bayu ragu-ragu menatap layar itu.

Ia memejamkan mata, mencengkeram batu itu, dan memfokuskan pikirannya pada aliran waktu.

"Lanjutkan waktu sekarang," perintah Bayu dengan tegas di dalam hati.

Seketika itu juga suara rintik hujan yang berisik kembali terdengar menghantam atap seng tanpa jeda.

Debu-debu di sekitarnya yang tadi membeku kembali beterbangan dan berjatuhan ke lantai dengan normal.

Lampu bohlam kuning itu kembali berkedip-kedip redup menyinari ruangan yang suram.

Bayu langsung jatuh terduduk di lantai kotor karena kedua kakinya tiba-tiba terasa sangat lemas tak bertulang.

Napasnya terengah-engah hebat seolah ia baru saja dipaksa berlari maraton sejauh belasan kilometer tanpa henti.

Layar biru di hadapannya kembali berkedip dan memunculkan jendela peringatan.

​[Energi Waktu tersisa: 5/10.]

[Peringatan: Menggunakan Jeda Waktu akan menguras energi fisik dan stamina mental pengguna secara drastis.]

​"Sialan, ternyata rasanya sangat menguras tenaga dan menyiksa," keluh Bayu sambil mengusap keringat dingin yang mengucur deras di dahinya.

Namun, di tengah rasa lelah dan sakit perutnya, sebuah senyum tipis mulai mengembang di sudut bibirnya.

Senyum itu perlahan berubah menjadi tawa serak yang sengaja ia tahan agar tidak terdengar ke luar rumah.

"Hahaha... hahahaha!" Bayu tertawa semakin keras meski perutnya masih terasa sangat ngilu akibat pukulan Riko.

Ia menatap batu di telapak tangannya dengan mata yang perlahan memancarkan kilau ambisi yang gelap.

Jika ia benar-benar bisa mengendalikan waktu seenaknya, maka hidupnya yang menyedihkan ini tidak akan pernah sama lagi.

Orang-orang yang dulu memanggilnya si pembawa sial dan meludahinya akan bertekuk lutut memohon ampun di hadapannya.

Bagas, Riko, dan semua anak buahnya yang baru saja menyiksa dan memerasnya akan menerima balasan yang setimpal.

"Kalian pikir kalian bisa menginjak-injak harga diriku selamanya karena aku miskin?" ucap Bayu dengan nada dingin yang belum pernah ia miliki sebelumnya.

"Waktuku yang sebenarnya sebagai penguasa baru saja dimulai malam ini."

Bayu mengepalkan tangannya erat-erat, menyembunyikan Batu Waktu itu dengan aman di dalam genggamannya.

Malam ini, di ruangan yang berdebu ini, Bayu si pemuda pembawa sial telah resmi mati.

Dan dari abu keputusasaannya yang terdalam, seorang Penguasa Waktu telah lahir ke dunia.

Bayu segera memutar otak dan merencanakan pembalasan dendam yang manis pada komplotan rentenir itu untuk besok pagi.

Ia akan menyiapkan sebuah pesta penyambutan berdarah yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka.

1
lizzy Bae
Bagus banget ceritanya lanjutkan!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!