Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Rumah dinas.

"Kalau kau masih anggap saya ini Ayahmu.. Jujurlah, Dante..!!"

Bang Dante terdiam sejenak saat Pak Riegan menghubunginya malam itu. Setelah beberapa saat menarik nafas panjang. Ia pun teguh dengan perasaannya.

"Sebelumnya saya mohon maaf. Memang saya yang salah."

"Lagi-lagi kau begitu. Sebenarnya cucu ayah belum kau produksi, kan??" Suara di seberang sana.

Bang Dante tersenyum mendengarnya. Senyum tipis yang menyimpan banyak arti.

"Kalau untuk sekarang.. Tidak dari saya nggak apa-apa kan, yah? Besok pasti ada yang minta ijin karena cucu Ayah sudah datang. Assalamu'alaikum." Kata Bang Dante.

tttttt....

Pak Riegan masih terdiam. Tapi panggilan telepon itu sudah terputus.

'Apa maksud Dante??'

//

Setelah panggilan telepon terputus. Bang Dante baru menyadari sejak tadi Cherry duduk sendirian di ruang tengah. Barulah saat itu Bang Dante beranjak dari duduknya dan menemui Cherry.

Di luar dugaan, Cherry tidak bergerak dengan posisi sama seperti saat ia tinggalkan tadi, hanya matanya saja yang terpejam.

"Cheeerry..!!!" Bang Dante menepuk pipi Cherry, nyawanya seakan langsung di tarik dari raganya, ia meletakan telapak tangannya di ubun-ubun kepala namun sesaat kemudian ia kembali gelisah.

'Kenapa ini?? Kenapa nggak ada apapun yang kurasa?? Dia buat apa sampai pingsan begini??'

"Cherry... Dek..!!!" Bang Dante bersiap mengangkat Cherry dan memindahkannya untuk berbaring di dalam kamar namun saat ia akan mengangkatnya, Cherry membuka matanya.

"Naaahh.. Guys, ternyata suamiku peka. Mungkinkah tempat ini horror sampai suamiku takut aku di ganggu makhluk halus." Kata Cherry kemudian.

Bang Dante yang mendengarnya menunduk sambil mengatur nafasnya yang tak karuan. "Matikan konten mu..!!" Bisiknya dengan nada rendah nyaris tak terdengar.

~

"Om lama sekali di luar, karena konten Cherry kebanyakan konten horror, ya Cherry buat saja kontennya." Jawab Cherry tanpa rasa bersalah sama sekali. "Kenapa wajah om tadi seperti lampu disco??"

"Kamu baru pertama kali menginjakan kaki disini, tiba-tiba saya lihat kamu tidak sadar. Mana mungkin saya tidak khawatir." Bang Dante sungguh jengkel, tangannya mengepal kuat, napasnya masih berdesah memburu karena ketakutan nyaris meremukkan dadanya.

"Kau pikir ini main-main, Cherry??" suaranya rendah namun masih menyisakan ketakutan itu, matanya menatap tajam penuh rasa cemas. "Ini Karang Hitam. Bukan tempat aman seperti di kota. Jauh dari rumah sakit, jauh dari siapapun yang bisa membantu kalau terjadi sesuatu. Kau tadi diam tak bergerak, nafasmu pendek. Apa kau tau betapa hancurnya hati saya saat melihat istri saya jatuh pingsan begitu saja. Kalau saat ini kau benar hamil, jantung saya sungguhan pisah dari badan."

"Cherry sudah bilang, Om terlalu lama di luar. Cherry jadi bosan." Kini gadis itu merajuk marah dan langsung masuk ke dalam kamar.

ckkllkk...

"Hwaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriakan Cherry melengking memekakan telinga.

bruugghhh....

"Alaahh.. Terserah kau lah." Bang Dante tak peduli, tapi saat melihat sosok yang berjalan mendekat ke arahnya. "Astaghfirullah..!!!"

Bang Dante mengambil ponselnya lalu menghubungi pos piket depan. "Ada janda anak satu di rumah saya. Tolong amankan..!! Beri tempat yang layak, besok saya kunjungi. Istri saya nggak kuat lihat, sampai pingsan." Perintah Bang Dante sambil mengangkat Cherry dan merebahkannya di atas tempat tidur.

:

"Kamu yang nggak tutup jendelanya, dek. Di sini tidak jauh dari kawasan hutan. Wajar mereka mampir." Kata Bang Dante sambil mengambilkan Cherry segelas air dan membantunya untuk minum. Tangan gadis itu masih gemetaran membuat Bang Dante tak tega.

"Monyetnya sudah nggak ada?"

"Kalau masih ada, pingsan lagi kau nanti." Jawab Bang Dante.

Cherry memalingkan wajahnya, enggan menatap manapun. Kejutan hari ini cukup membuatnya syok.

"Tidurlah, saya tidur di ruang tamu." Ujar Bang Dante.

"Jangan kemana-mana, disini saja..!! Aku takut."

'Aku??? Apa Cherry setakut itu sampai dia tidak menyebutkan nama seperti biasa.'

"Kamu tidak takut saya tidur di kamar ini??" Tanya Bang Dante.

"Di bawah..!!" Jawab Cherry cepat.

Bang Dante mengangguk pelan, ternyata dirinya memang sedikit terlalu berharap.

Bang Dante terdiam sejenak, lalu mengangguk mengiyakan meskipun ada sedikit rasa kecewa yang tidak ia pahami perlahan menyelinap masuk ke dalam hatinya.

Tanpa banyak kata, ia menarik kursi kayu di samping tempat tidur, lalu duduk tak jauh dari tempat Cherry berbaring, bukan di bawah seperti yang Cherry minta, namun juga tidak sedikit pun naik ke ranjang tersebut.

"Baiklah, Bu Danki. Ajudan tidur disini." suara Bang Dante bernada rendah dan lembut. "Saya tidak kemana-mana. Sepanjang malam, saya di sini. Tak akan ada yang berani mendekat, selama saya ada di sampingmu."

Cherry memeluk gulingnya. Ia tidak menoleh lagi.

Wajah Cherry yang suka melawan itu mendadak berubah tenang dan sarat akan kesedihan.

"Ada apa?" Tanya Bang Dante.

"Apa Shanli baik-baik saja disana? Apa tidurnya nyenyak?? Dia tidak pernah bisa tidur kalau.. aku tidur duluan."

"Jangan pikirkan Shanli lagi, belum tentu dia memikirkanmu. Tidurlah..!! Sekarang saya tidak akan tidur sebelum memastikan kamu tidur nyenyak." Kata Bang Dante.

Beberapa saat tak ada suara. Hanya Bang Dante yang masih memantau informasi dari ponselnya.

"Om.. Monyetnya.. Tidak akan datang lagi, kan??"

"Susahnya kau tidur. Malah kalau kau tak juga tidur, dia ketok jendela itu dan loncat di kasurmu.. Mau???" Balas Bang Dante.

Cherry meneguk salivanya dengan kasar lalu kembali memejamkan mata.

"Om....."

"Hmm...." Respon Bang Dante datar saja.

"Perempuan tadi.. Apa Om menyukainya?? Lalu.... haruskah ku katakan kalau aku ini istri Om?? Hubungan ini.. apa nanti akan ada drama cerai??" Tanya Cherry.

.

.

.

.

1
Tanti
alhamdulillaah....akhirnya selamat dua²nya...sehat sehat smuanya...
mba Nara juga yaaa👍👍
Tanti: waduuhhh....masih jauh dr kata bahagia dong mba🤭
total 2 replies
Tanti
jangan menyerah Dilan...semua pasti ada jln kaluarnya..
ditunggu kelanjutannya mba Nara👍👍
Maysuri
semangat buat bang dante atas kelahiran putranya,💪💪
Bojone_Batman: Mkasih kakak🥰
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
ayo semua bang dante
Bojone_Batman: Semangat selalu🥰
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
ayo semangat dilan
Tanti
keputusan terberat ada di pundak Bang Dante.... Semangat utk Semua.. termasuk mba Nara👍👍👍
Tanti: iya mba Nara terima kasih, meski harus pelan-pelan memahami alur cerita yg cukup rumit yg kadang jg ga nyampai jangkauan pikiran aku sendiri mba/Pray/
total 2 replies
Tanti
Bingung mau komentarnya...
takut menyakiti hati Bian ataupun Dilan...ya kan mba Nara???
Tanti: begitulah kehidupan manusia... tidak selalu sesuai dgn apa yg kita harapkan
total 2 replies
Maysuri
aq engk kuat.......... semangat semuany💪💪
Bojone_Batman: Sabar ya.. sabaar🤭
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
dilan 💪
Bojone_Batman: Semangaaat Dilaaaann.. 💪💪💪
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
kamu yang salah bian kenapa memilih pergi
Bojone_Batman: Kalau di pikir sepertinya gitu yaa
total 1 replies
Tanti
dilema😭😭😭
dyah EkaPratiwi
dilan😭
dyah EkaPratiwi
dilan 😭
Tanti
segera sehat ya utk Bian dan Dillan...
Bang Dante berikan keputusan yg bijak utk mereka bertiga...
sedih bacanya mba Nara
Tanti
semoga segera selesai segala urusannya ya Bang...terbaik utk smuanya

ditunggu kelanjutannya mba Nara
dyah EkaPratiwi
semangat bang dante
Maysuri
thor aq yg pusing...🤦🤦
Tanti
bingung mau ambil keputusan kyk gmn🥹
dyah EkaPratiwi
rumit
dyah EkaPratiwi
bang dante kalau kamu masih mencari bian diluar sepengetahuan dilan akan jadi salah paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!