Indonesia
NovelToon NovelToon
TAWANAN MUSUHKU

TAWANAN MUSUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

ZONA DEWASA‼️
Luna seorang mahasiswa yang berkuliah di universitas elite di ibukota menyembunyikan identitasnya yang seorang putri tunggal dari pengusaha yang diambang kebangkrutan, dia pun melarikan diri dari rumahnya karna hendak di jodohkan.
Di kampusnya ia jatuh cinta dengan Adrian Xander Mahasiswa terpopuler di universitas Legacy.
Namun secara tidak sengaja Luna mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya terikat dengan Moreno Xander yang juga merupakan saudara tiri Adrian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan Luna setelah dia dihadapkan dengan dua Xander bersaudara???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Deru mesin motor sport Moreno membelah keheningan malam dengan kecepatan tinggi. Bukannya mengarah ke kediaman megah keluarga Xander, ia justru memotong jalur menuju kawasan apartemen eksklusif di sudut kota yang tersembunyi.

Tempat itu adalah apartemen pribadinya—sebuah tempat perlindungan rahasia yang dibeli dari hasil usahanya sendiri, sama sekali tak diketahui oleh David maupun keluarga Xander yang lain.

​Setibanya di dalam, Moreno langsung melempar kunci motor ke atas meja dan merebahkan tubuhnya yang lelah di sofa kulit hitam. Jemarinya merogoh bagian dalam jaket, mengeluarkan map cokelat yang didapatnya dari parkiran club tadi.

​Ia membuka lembar demi lembar dokumen itu. Matanya memindai potret wajah Luna Damaris dan rincian utang Alan Damaris yang membengkak. Seringai tipis melintas di paras tampannya.

​Tanpa membuang waktu, Moreno menyambar ponselnya lalu mendial sebuah nomor.

​"Halo," suara Moreno terdengar dingin begitu sambungan terhubung.

"Cairkan dana dari rekening pribadi gue yang di luar negeri malam ini juga. Pastikan jumlahnya cukup buat melunasi seluruh utang Alan Damaris ke holding keluarga gue."

​"Baik, Bos. Prosesnya akan selesai sebelum subuh," sahut suara di seberang sana.

​"Bagus."

​Moreno mematikan telepon secara sepihak. Rasa puas meluap di dadanya—sebentar lagi seluruh nasib keluarga Damaris, termasuk gadis pembangkang itu, akan berada di genggaman tangannya.

​Ia bangkit, berjalan ke arah meja bar kecil untuk mengambil sebotol wine mahal dan sebatang cerutu. Dengan langkah santai, Moreno melangkah menuju balkon apartemen yang menghadap langsung ke kerlap-kerlip lampu ibu kota.

​Moreno menyalakan cerutunya, lalu menyesap wine perlahan. Ia menghembuskan asap tipis ke udara malam yang dingin. Pandangannya menerawang jauh ke depan, menyaksikan hamparan kota di bawahnya.

​Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang sarat akan dominasi. Rencana pembalasan dendamnya sudah tersusun begitu rapi dan memuaskan.

​"Luna Damaris..." gumam Moreno pelan di balik kepulan asap cerutunya. "Kita lihat seberapa jauh lo bisa lari dari gue."

Keesokkan paginya..

Semalaman Luna hampir tidak bisa memejamkan mata. Otaknya terus berputar memikirkan nasib keuangannya yang menipis—membayangkan dirinya resmi menjadi fakir miskin di ibu kota.

Ditambah lagi kasur kapas yang tipis dan gulingnya yang kurang empuk, makin lengkaplah penderitaannya. Luna baru benar-benar tertidur saat menjelang subuh.

​Alhasil, saat alarm ponselnya berbunyi nyaring, tangan Luna refleks mematikannya berkali-kali tanpa benar-benar terbangun.

​Sampai akhirnya...

​BZZZZT!

​Mata Luna mendadak terbuka lebar begitu melihat angka di layar ponselnya. "OMG! JAM DELAPAN LEWAT SEPULUH!"

​Luna melompat dari kasur bagai disengat listrik. Suasana apartemen kecil itu mendadak penuh hiruk-pikuk.

Luna grasak-grusuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi, menyambar kemeja asal-asalan, dan menyisir rambutnya memakai jari. Ia tidak boleh terlambat lagi kalau tidak mau berurusan dengan Pak Alex, si satpam killer yang hobi mengunci pintu gerbang utama.

​"Mati aku! Bisa digantung di tiang bendera kalau terlambat lagi!" gumamnya panik seraya menyambar tas dan mengunci pintu apartemennya terburu-buru.

​Ia berlari kecil menelusuri gang sempit menuju jalan raya. Rencananya pagi ini simpel: cari ojek pangkalan atau ojek online supaya bisa nyalip-nyalip di tengah kemacetan kota.

​Namun, baru saja Luna sampai di ujung gang sambil terengah-engah, sebuah motor sport mengkilat mendadak berhenti tepat di depannya, memotong jalan.

​Luna hampir memekik kaget dan hendak mengomel. Namun sebelum rasa penasarannya memuncak, sang pengendara melepaskan helm full face-nya.

​Kelebat rambut rapi dan senyum manis yang merekah sempurna langsung menyapa pandangannya.

​"Pagi, Luna. Mau berangkat kampus, kan?" sapa Adrian hangat, tatapannya seolah menepis seluruh kepanikan Luna dalam sekejap.

​Luna membeku di tempat, napasnya masih memburu. "Gila... pahlawan bertopeng datang tepat waktu!" batin Luna menjerit lega, walau wajahnya langsung berubah merona.

​Sementara itu, di garasi apartemen rahasia, Moreno sudah bersiap dengan jaket kulit hitam dan helm-nya. Deru mesin motor sport-nya menggelegar menembus sunyinya pagi.

Namun hari ini, tujuannya bukan area kampus, melainkan gedung perkantoran milik Damaris Group.

​Setibanya di sana, Moreno melangkah santai melintasi lobi. Aura dominan dan wajah blasterannya sukses menyedot perhatian beberapa karyawan yang berlalu-lalang.

Tanpa peduli pada satpam atau resepsionis yang sempat bermaksud menahannya, Moreno langsung menaiki lift menuju lantai teratas—tepat di mana ruangan sang pemilik perusahaan berada.

​Di depan pintu kayu jati berukir, Moreno mengetuk pintu dua kali.

​"Masuk," terdengar suara Alan Damaris dari dalam, mengira itu adalah sekretarisnya yang membawakan kopi pagi.

​Pintu terdorong terbuka. Alan yang sedang memeriksa berkas di mejanya mendongak, lalu seketika membeku.

Sosok di hadapannya bukanlah sekretarisnya, melainkan seorang pemuda asing berwajah tampan blasteran Rusia dengan tatanan rambut agak berantakan dan pakaian kasual yang memancarkan kesan berandalan berkelas.

​"Siapa kamu? Bagaimana bisa kamu masuk ke ruangan saya tanpa janji?" tanya Alan tegas, menyembunyikan keterkejutannya.

​"Selamat pagi, Tuan Alan Damaris," sapa Moreno dingin tanpa senyuman.

​Tanpa menunggu diusahakan atau dipersilakan, Moreno melangkah maju dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi berhadapan dengan Alan. Ia menyandarkan punggungnya dengan gaya yang sangat arogan, menumpuk satu kakinya di atas kaki yang lain.

​"Kamu—"

​"Gak usah buang-buang waktu," potong Moreno straight to the point. "Gue datang ke sini bukan buat basa-basi."

​Moreno merogoh bagian dalam jaketnya, mengeluarkan amplop dokumen tebal, lalu membuangnya ke atas meja hingga menimbulkan suara brakk yang nyaring.

​Alan mengerutkan dahi, menatap amplop itu dengan ragu. "Apa ini?"

​"Buka aja. Baca sendiri," sahut Moreno santai, menyandarkan siku pada armrest kursi.

​Dengan tangan yang sedikit gemetar karena bingung bercampur kesal, Alan membuka dokumen tersebut. Namun begitu matanya memindai deretan angka dan stempel resmi di lembar sertifikat pelunasan, napas Alan mendadak tercekat. Wajahnya pucat pasi.

​"I-ini... seluruh utang puluhan miliar Damaris Group... sudah lunas?" bisik Alan tak percaya. Matanya menatap Moreno dengan keterkejutan yang luar biasa.

"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu melakukan ini?"

​Raut lega dan binar bahagia perlahan terpancar di wajah Alan. Perusahaannya selamat dari kehancuran. Baru saja ia hendak membuka mulut untuk menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam, Moreno memajukan tubuhnya.

​Tatapan mata Moreno mengunci Alan dengan dingin, penuh intimidasi yang mematikan.

​"Gak usah berterima kasih," potong Moreno dengan suara rendah namun sarat penekanan.

"Dan ingat satu hal ini baik-baik. Batalkan semua rencana perjodohan sampah lo buat Luna."

​Alan tersentak. "Maksud kamu apa?"

​Moreno menyunggingkan senyum miring yang terkesan kejam.

​"Mulai hari ini, lo gak punya hak lagi atas anak cewek lo," desis Moreno penuh dominasi.

"Dengan kata lain... gue yang udah membeli Luna Damaris."

1
piercing
novel stuck with you up tidak? kalau up lanjut aku mau baca
Meow: Halo kak terima kasih atas atensinya novel stuck with you akan update 1-2 hari lagi 🙏
total 1 replies
piercing
masih ori ga lu ren? 🐊
piercing
jangan kasih ampun! plok2 segera🌚🌚🌚
piercing
cie 🐊
piercing
semangat ya.. harus sampai ending☻️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!