Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 - Tantangan
Pelajaran di pagi itu pun dimulai seperti biasa,para murid mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka.
Setelah beberapa jam pelajaran berlangsung akhirnya jam istirahat pun tiba, bunyi bel istirahat mengema di lingkungan sekolah dan para murid keluar dari kelasnya masing-masing untuk menuju kantin sekolah.
Di lantai 2 Aldo berdiri di dekat tangga, tak berapa lama seorang guru baru bernama Lee lewat di depan Aldo
"jadi kembali lagi ke sekolah ya.." ucap Aldo kepada guru Lee
Guru Lee berhenti lalu menatap Aldo dan tersenyum
"apa kehadiranku membuat pergerakan kalian akan sulit sekarang?" senyum guru Lee
Aldo hanya membalas senyumannya
"menurutku tidak, dengan kedatangan kalian berdua kupikir sekolah ini akan lebih memiliki banyak warna" jelas Aldo
Lalu guru Lee lanjut berjalan kebawah melewati tangga
"kuharap kau tak sebodoh kakakmu.." ujar Lee.
Aldo kemudian melihat Lee menuruni tangga
"pastinya.." jawab Aldo.
Diruang kantin Beel, Jason, Fajar dan Bayu sedang menyantap makanan mereka masing-masing
"gua dengar ada guru baru yang mengajar kita dan mereka di juluki 'the killer'.." ujar Fajar dengan suara pelan
Jason menoleh dengan makanan masih dimulut nya
"wah..dari panggilannya saja sepertinya mereka bukan guru biasa" kata Jason
Tak lama anak kelas 12 Monic dan kelompoknya datang ke kantin itu,para murid melihat kedatangan salah satu 'pemimpin' perempuan yang hadir sana.. Monic dan kelompoknya duduk, lalu mata Monic melihat ke arah Beel yang sedang makan dengan santai.
Teman Monic melihatnya
"gua lihat akhir-akhir ini lu merhatiin bocah itu terus, ada apa?" tanya salah satu temannya Monic.
Monic pun mengalihkan pandangannya dengan cepat
"tidak ada, hanya penasaran dengan anak itu.." jawab Monic
Lalu dia dan teman-temannya memesan makanan, sambil sesekali Monic menatap ke arah Beel.
Setelah selesai makan Beel dan teman-temannya keluar kantin lalu pergi duduk bersantai di sebuah taman sekolah, mereka mengobrol bercanda dengan asik.
Hingga beberapa saat Derry dan kelompok nya lewat, membuat Jason, Fajar dan Bayu sedikit diam dan merubah postur tubuh mereka.. namun Beel tetap santai dengan posisi duduknya.
Derry melihat Beel
"sudah merasa nyaman di sekolah ini?" tanya Derry
Beel hanya diam memejamkan matanya tidak merespon..hal yang membuat Derry sedikit kesal
"lu ga tahu berhadapan dengan siapa.." lalu Derry dan kelompoknya berjalan meninggalkan mereka.
Setelah Derry dan kelompoknya pergi , Jason langsung berbicara
"Beel.. sikap lu itu bikin ngundang banyak musuh loh" ujar Jason
Beel membuka satu matanya melihat Jason
"sikap apa?" tanya Beel datar
Jason terlihat sedikit kesal
"sikap lu yang acuh begitu.." jawab Jason
Beel memejamkan matanya lagi
"oh.. soalnya gua ga tahu dia berbicara sama siapa" jelas Beel
Fajar dan Bayu hanya tertawa
"gua ga ngerti lu sama sekali ga ada takut-takutnya.." ujar Bayu
"tapi ada bagusnya, dengan adanya Beel senior-senior itu jadi ga melihat ke arah kita kan" jelas Fajar sambil tertawa.
Kemudian bel masuk pun berbunyi dan seluruh murid belajar kembali seperti biasa hingga jam pulang sekolah.
Setelah pelajaran selesai
"nongkrong lagi ga?" tanya Fajar
"ayo aja gua" jawab Jason
Beel lalu berdiri dari bangkunya
"gua juga lagi pengen ngopi.." jelas Beel lalu berjalan keluar kelas yang diikuti Jason,Fajar dan Bayu
Saat diluar kelas Felicia, Lena, Christi dan Irma mendatangi mereka
"oii..mau nongkrong lagi?" tanya Felicia
Bayu lalu menoleh
"iya ,mau ikut?" tanya Bayu sambil bertanya pada mereka
"boleh.. traktir tapi ya.." jawab Irma sambil membenarkan hijabnya
"wah..hari ini gua mau makan banyak ga bisa traktir kalian" kata Jason sambil berjalan
"pelit bener lu.." balas Felicia
Fajar lalu menoleh
"kalo minuman doang gua bisa traktir.." ujar Fajar
Lena ikut berbicara
"masa minum doang ga ada jajanan.." cetus Lena
Fajar lalu menoleh ke Lena
"dih ga bersyukur banget udah mau di traktir" kata Fajar dengan tampang sedikit kesal ke Lena
Christi tertawa
"tau lu Lena, orang udah mau di traktir malah minta banyak" sambung Christi
Beel yang berjalan di depan pun berbicara
"gua traktir kali ini, ambil yang kalian mau.." jelas Beel yang berjalan di depan tanpa menoleh ke mereka yang dibelakang.
Seketika semua temannya berhenti dan terdiam
"dia ngomong apa barusan? ambil sepuasnya?" tanya Jason memastikan
Fajar lalu melanjutkan langkahnya
"gausah banyak ngomong,ikutin aja sebelum dia berubah pikiran" jelas Fajar
Lena pun bejalan dengan semangat
"benar..nanti Beel sadar kita ga jadi di traktir sepuasnya" ujar Lena sambil mempercepat langkahnya
Yang lain pun ikut berjalan cepat mengikuti langkah Beel, Christi yang jalan di belakang tersenyum kecil sambil memperhatikan punggung Beel.
Sampai mereka di cafe tempat mereka nongkrong.
Fajar, Jason, Bayu, Felicia, Irma, Lena, Christi mengambil makanan dan minuman nya lalu menaruhnya ke meja kasir.
Christi melihat semua makanan minuman di atas meja kasir dan lalu menoleh ke Beel
"kamu yakin sebanyak ini?" tanya Christi ke Beel
Beel hanya mengangkat alisnya.
Kasir menghitung satu persatu makanan dan minuman mereka lalu berbicara
"totalnya 435 ribu.." kata kasir itu
Felicia tersentak
"buset.." lalu Felicia melihat Beel
Irma juga ikut merespon
"kita patungan juga aja.." kata Irma
Beel mengambil handphonenya
"gausah ga apa-apa.." ujar Beel lalu membuka ponselnya dan membayarnya dengan melakukan barcode QRIS dan semua terbayar.
Kemudian Beel mengambil kopi dan cemilan nya lalu berjalan santai ke meja tempat mereka akan nongkrong.
Jason diam beberapa detik lalu mengambil makanan dan minuman nya
"orang kaya mah beda.." katanya sambil berjalan juga ke meja mengikuti Beel
Fajar dan Bayu ikut mengambil kopi dan makanan mereka lalu ke meja
Lena juga mengikuti
"nikmati saja kebaikan Beel" ujarnya
Christi,Irma dan Felicia pun tertawa kecil dan menuju ke meja.
Sampai di meja mereka makan minum mengobrol dengan asik,karena mereka sudah cukup dekat.. Christi sudah mengambil tempat duduk tepat di sebelah Beel.
"makasih loh Beel udah traktir kita" kata Christi sambil melihat Beel di samping nya
"kalau bisa sering-sering ya Beel" timpal Lena sambil makan mie nya
"betul..lu pasti gua anggap saudara deh kalo tiap hari begini" tambah Jason
Fajar tertawa
"kasian Beel dapet teman-teman kaya begini" tawa Fajar
Setelah beberapa saat tiba-tiba mereka melihat Derry dan kelompoknya berjalan ke arah cafe tempat mereka nongkrong.
Felicia yang pertamakali melihat mereka
"itu anak kelas 12 Derry sama teman-temannya" ujar Felicia
Bayu melihat nya
"iya kayanya mau nyari masalah.." tambah Bayu yang melihat teman-teman Derry ada yang membawa kayu.
Irma sedikit menggeser bangkunya
"jangan diliatin pliss.." bisik Irma.
Derry langsung berdiri di dekat meja mereka
"akhirnya gua bisa nemuin lu di luar sekolah.." ujar Derry sambil melihat Beel
Beel lalu menatap Derry
"ada apa?" tanya Beel santai
Derry tersenyum
"gua masih ga terima kejadian kemarin, ayo selesaiin di luar.." kata Derry menantang Beel lalu Derry berjalan ke depan cafe
Christi respon memegang tangan Beel,kemudian menatap Beel yamg terlihat tetap tenang melihat Derry.
"boleh.." jawab Beel lalu berdiri
Jason, Felicia, Fajar, Bayu, Irma, Lena, Christi terkejut dengan jawaban Beel
"tunggu..Beel..jangan" ujar Irma
Christi masih memegang tangan Beel
"tenang Beel" ucap Christi pelan
Beel menoleh ke Christi tersenyum
"ga akan gimana-gimana kok" ujar Beel ke Christi lalu Beel berjalan ke depan cafe.
Teman-teman Beel dengan cepat melihat Beel dari dalam cafe,begitu juga dengan pelanggan-pelanggan lain yang penasaran dengan yang terjadi.
Beel berdiri beberapa langkah di depan Derry, enam orang berdiri di belakang Derry.. beberapa di antaranya menggenggam potongan kayu.
Suasana di depan cafe mendadak hening
Derry tersenyum
"Sekarang masih bisa santai?" tanya Derry
Beel hanya memasukkan kedua tangannya ke saku
"Dari tadi juga santai" jawab Beel tenang
Derry mengepalkan tangannya
"Kalau begitu, jangan salahkan gua" tambah Derry
Beel menatapnya tanpa ekspresi
"Gua juga nggak pernah menyalahkan orang lain" balas Beel
Dan untuk pertama kalinya sejak Beel masuk SMA Garuda Bhakti, sebuah pertarungan besar akan dimulai.