Indonesia
NovelToon NovelToon
The Promish Hyung

The Promish Hyung

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO
Popularitas:49
Nilai: 5
Nama Author: Dewi_BtsOt7

Di mata dunia, Kim Seokjin adalah Devil.
CEO KIMS GROUP. Dingin. Kejam. Tanpa ampun.
Satu keputusannya bisa membuat EX GROUP bangkrut dalam semalam.

Tapi di rumah...
Dia hanya seorang Hyung.

8 tahun lalu dia berjanji pada ayahnya: "Aku akan menjaga Tae."
Sekarang dia menepati janji itu dengan cara yang salah.
Menelan obat di toilet kantor. Menahan darah di balik jas mahal.
Tersenyum untuk 8 orang yang dia sayangi.

Leukimia. Stadium akhir.
Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Malaikat kecilnya, Taehyung.

Saat EX GROUP mulai mengancam nyawa Tae, Seokjin harus memilih.
Tetap menjadi Devil yang melindungi...
Atau runtuh sebagai Malaikat yang akhirnya butuh dilindungi.

"Di luar aku iblis, Tae. Tapi di depanmu... aku cuma hyungmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi_BtsOt7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Seminggu telah berlalu sejak insiden di tangga darurat. Suasana di kampus Universitas Nasional Seoul tampak normal kembali, namun ketegangan bawah tanah semakin memuncak. Yudisium akhir semester dan pameran karya seni mahasiswa akan diadakan hari ini di Aula Besar, sebuah acara yang dihadiri oleh dosen, donor universitas, dan media lokal. Bagi Taehyung dan kawan-kawan, ini adalah panggung utama-dan juga tempat paling berbahaya.

Pagi itu, Taehyung berdiri di depan cermin asramanya, menyesuaikan dasi hitamnya. Wajahnya dingin, tanpa ekspresi. Di belakangnya, Jungkook dan Jimin sedang memeriksa peralatan mereka. Jihoon masuk dengan wajah pucat, memegang ponselnya erat-erat.

"Ada kabar baru?" tanya Taehyung tanpa menoleh.

Jihoon mengangguk, suaranya bergetar. " Chen Hyung... dia meneleponku tadi pagi. Dia bilang ada 'kejutan' untuk pameran hari ini. Dia tidak mau memberitahu detailnya, tapi nadanya... sangat puas. V Hyung, aku takut ini jebakan."

Jimin mengerutkan kening. "Jebakan apa? Mereka tidak bisa melakukan kekerasan fisik di depan umum seperti itu. Ada terlalu banyak saksi."

"Bukan kekerasan fisik," kata Jihoon pelan. "Tapi penghancuran reputasi. Chen ahli dalam manipulasi data dan pencitraan publik. Jika dia menyasar kita di sini, tujuannya adalah mempermalukan kita di depan semua orang, termasuk para donor yang bisa mempengaruhi masa depan karir kita."

Taehyung akhirnya berbalik, matanya tajam. "Apa rencananya?"

"Aku tidak tahu pasti," jawab Jihoon frustrasi. "Tapi dia menyebutkan sesuatu tentang 'bukti kecurangan' dalam proyek arsitektur terakhir V. Proyek yang sebenarnya dirancang murni oleh V sendiri."

Jungkook mengepalkan tangan. "Itu bohong! Desain V Hyung adalah yang terbaik di kelas. Tidak mungkin ada kecurangan."

"Bagi mereka, kebenaran tidak penting. Yang penting adalah narasi," kata Taehyung dingin. Ia mengambil tas kerjanya. "Kita harus waspada. Jangan pisah. Dan Jihoon-ah..."

Taehyung menatap Jihoon lekat-lekat. "Jika ada kesempatan, cari tahu di mana server atau sumber data palsu itu berasal. Kita butuh bukti balik sebelum mereka menyerangnya."

Jihoon mengangguk tegas. "Aku akan mencoba menyusup ke ruang kontrol audio-visual. Chen Hyung biasanya mengontrol segala sesuatu dari sana saat ada acara besar."

Aula Besar dipenuhi ratusan orang. Lampu sorot menyilaukan, dan suara gemuruh tepuk tangan bergema saat para mahasiswa menampilkan karya mereka. Taehyung, Jungkook, Jimin, dan Jihoon duduk di barisan depan sebagai perwakilan mahasiswa berprestasi.

Di panggung, Yugyeom tersenyum licik dari kursi VIP tamu undangan. Ia melirik ke arah Taehyung dengan tatapan kemenangan. Di sebelahnya, seorang pria paruh baya dengan kacamata tebal-wakil dari firma hukum yang berafiliasi dengan Xiumin-sedang berbicara lembut ke telinganya.

Acara berjalan lancar hingga sesi presentasi proyek arsitektur Taehyung tiba. Taehyung naik ke panggung dengan langkah percaya diri. Ia mulai menjelaskan konsep desainnya: sebuah pusat komunitas ramah lingkungan yang inovatif. Slideshow di layar besar di belakangnya menampilkan render 3D yang memukau.

Namun, tiba-tiba, layar berkedip. Gambar desain Taehyung hilang, digantikan oleh dokumen-dokumen yang terlihat resmi.

Suara bisik-bisik mulai terdengar di seluruh aula.

"Apa itu?"

"Itu... itu tanda tangan Kim Taehyung?"

"Dokumen pembayaran ilegal? Suap?"

Taehyung membeku sejenak. Di layar, terpampang jelas dokumen kontrak fiktif antara perusahaannya (yang ia dirikan untuk proyek kuliah) dan sebuah vendor gelap, lengkap dengan tanda tangan digital yang mirip miliknya dan catatan transfer uang miliaran won.

Yugyeom tertawa kecil di kursinya, menikmati kekacauan itu.

Penonton mulai gaduh. Beberapa dosen berdiri, wajah mereka syok. Seorang reporter dari majalah kampus segera mengarahkan kameranya ke Taehyung.

Taehyung merasakan darah mendidih di kepalanya. Ini lebih canggih daripada fitnah biasa. Ini adalah serangan terkoordinasi yang dirancang untuk menghancurkan kredibilitas akademiknya sekaligus mengaitkannya dengan skandal korupsi Jin Hyung.

"Tidak!" teriak seseorang dari belakang.

Jihoon tiba-tiba muncul dari samping panggung, memegang mikrofon cadangan. Wajahnya berkeringat, tetapi matanya berapi-api.

"Mohon perhatian!" seru Jihoon keras, suaranya menggema melalui sistem suara yang tiba-tiba kembali normal berkat ulah tangannya di ruang kontrol. "Dokumen di layar itu adalah pemalsuan digital! Saya baru saja melacak sumber unggahannya. Itu berasal dari IP address eksternal yang terhubung ke akun email sementara, bukan dari server universitas atau laptop Kim Taehyung!"

Kerumunan hening, bingung.

Jihoon melanjutkan, suaranya stabil meski tangannya gemetar. "Dan saya memiliki bukti log server yang menunjukkan bahwa file asli desain Kim Taehyung dimanipulasi tepat lima menit sebelum presentasi dimulai. Pelaku mencoba menyabotase integritas akademik rekan saya."

Yugyeom bangkit dari kursinya, wajahnya pucat. "Kau berbohong! Itu bukti nyata!"

"Bukti nyata?" sahut Taehyung, yang kini telah menguasai kembali situasi. Ia tersenyum tipis, senyuman dingin yang membuat Yugyeom merinding. Taehyung mengeluarkan USB drive dari sakunya. "Ini adalah hash code asli dari file desain saya yang disimpan di cloud universitas sejak tiga bulan lalu. Tidak ada yang bisa mengubahnya tanpa jejak. Dan karena Jihoon sudah mengamankan log server, kita bisa membuktikan siapa yang mengakses sistem secara ilegal."

Taehyung menatap lurus ke arah Yugyeom, lalu ke arah pria berkacamata di sebelahnya. "Apakah Anda ingin saya memanggil tim IT universitas sekarang untuk memverifikasi ini di depan semua orang? Atau Anda ingin mengakui bahwa ini adalah upaya fitnah yang gagal?"

Pria berkacamata itu berdiri, mencoba mempertahankan wibawanya. "Ini... ini kesalahpahaman teknis. Kami akan menyelidikinya nanti."

"Tidak perlu nanti," kata Jimin yang kini naik ke panggung, membawa laptopnya. "Saya sudah mengirimkan salinan log tersebut ke dekanat fakultas dan komite etik universitas. Penyelidikan resmi akan dimulai dalam satu jam."

Kekacauan berubah menjadi keheningan yang canggung. Yugyeom duduk kembali, wajahnya merah padam karena malu dan marah. Rencana mereka gagal total karena Jihoon berhasil menembus pertahanan digital mereka dari dalam.

Setelah acara berakhir, Taehyung, Jungkook, Jimin, dan Jihoon berkumpul di belakang panggung.

"Kau hebat, Jihoon-ah," kata Taehyung tulus, menepuk bahu sahabatnya. "Kau menyelamatkan kami."

Jihoon tersenyum lelah. "Aku hanya melakukan apa yang benar. Tapi V Hyung... ini baru permulaan. Chen Hyjng pasti marah besar. Dia tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan kita."

Taehyung mengangguk, wajahnya kembali serius. "Biarkan dia marah. Semakin dia ceroboh karena emosi, semakin banyak celah yang dia berikan. Kita sudah punya log server. Kita sudah punya saksi. Sekarang, giliran kita menyerang balik."

Jungkook tersenyum miring. "Serangan balik? Apa rencanamu, Hyung?"

Taehyung menatap ke arah pintu keluar, di mana bayangan panjang malam mulai menyelimuti kampus. "Kita tidak akan menunggu mereka menyerang lagi. Kita akan mencari tahu siapa dalang di balik pria berkacamata itu. Dan kita akan membawanya ke cahaya."

Di luar aula, mobil hitam dengan kaca film gelap sudah menunggu. Di dalamnya, Chen menerima telepon dari Yugyeom yang sedang marah-marah.

"Gagal?" tanya Chen dingin.

"Dia punya bantuan! Adikmu! Jihoon membantu mereka!" teriak Yugyeom.

Chen menghela napas, menutup matanya sejenak. "Jihoon... selalu menjadi duri dalam daging. Baiklah. Jika cara halus tidak berhasil, kita pakai cara kasar. Siapkan mobil. Aku akan bertemu dengan Xiumin-hyung malam ini. Kita perlu mengubah strategi. Target bukan lagi hanya reputasi kampus... tapi nyawa mereka."

Chen menutup telepon, matanya menyala dengan niat jahat yang lebih gelap. Perang di kampus telah berakhir, tetapi perang sesungguhnya di jalanan Seoul baru saja mulai.

1
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku. Di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka...
Dewi_BtsOt7: siap ka nanti aku mampir kalo lagi luang..

aku lagi ngejar up di 3 platfrom🤭
total 1 replies
AntyKa
penasaran😄
Dewi_BtsOt7: di tunggu kelanjutannya ya ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!