Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Harga Sebuah Kekalahan

"Xiao Ruohan, kau kalah."

Suara Xiao Yi menggema jelas di seluruh arena.

Anehnya, kali ini tak seorang pun menertawakannya.

Tidak ada pula yang mengatakan ia terlalu sombong.

Sebab Xiao Yi baru saja membuktikan bahwa dirinya memiliki hak untuk mengucapkan kalimat tersebut.

Memang, Jiwa Bela Dirinya yang diketahui semua orang hanyalah Binatang Pengendali Api—Jiwa Bela Diri yang dahulu bahkan dianggap paling tidak berguna.

Sementara Xiao Ruohan memiliki Jiwa Bela Diri Piton Awan Api Tingkat Kuning.

Jika hanya membicarakan bakat, keduanya seolah berada di dua dunia berbeda.

Namun Benua Yanlong tidak pernah menilai seseorang hanya dari bakat.

Pada akhirnya...

kekuatanlah yang berbicara.

Bakat sehebat apa pun tidak berarti jika seseorang belum mampu mengubahnya menjadi kekuatan nyata.

Dan hari ini, Xiao Yi berhasil mengalahkan Xiao Zimu, salah satu lima besar generasi muda Klan Xiao.

Ia memperoleh tempat di Gua Ziyun dengan tangannya sendiri.

Taruhan itu telah selesai.

Di tempat duduk para tetua, wajah Tetua Kelima terlihat sangat buruk.

"Sial."

Ia menggertakkan gigi.

Semua perhitungannya berantakan karena satu hal yang tidak pernah diperkirakan.

Kekuatan Xiao Yi.

Siapa yang menyangka pemuda yang selama bertahun-tahun dianggap sampah dapat mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima hanya dalam waktu singkat?

Di sampingnya, Xiao Ruohan juga memasang wajah muram.

Ia menatap ayahnya.

Tetua Kelima memberinya tatapan tenang.

Seolah mengatakan—

Serahkan padaku.

Tak lama kemudian, Tetua Kelima berdiri.

"Baiklah."

Suaranya terdengar ke seluruh lapangan.

"Pertandingan untuk menentukan tempat Gua Ziyun telah selesai."

Ia menoleh kepada para tetua lainnya.

"Gua Ziyun harus segera dibuka. Jangan membuang waktu lagi."

Beberapa orang mulai bergerak.

Xiao Yi justru tertawa kecil.

"Tunggu."

Langkah Tetua Kelima terhenti.

Tatapannya berubah dingin.

"Ada apa lagi?"

Xiao Yi berdiri di atas arena dengan tangan di belakang tubuh.

"Tetua Kelima sepertinya melupakan sesuatu."

"Apa maksudmu?"

"Taruhan."

Satu kata.

Wajah Xiao Ruohan langsung menegang.

Xiao Yi melanjutkan dengan suara cukup keras agar seluruh anggota klan mendengarnya.

"Setengah bulan lalu, Xiao Ruohan bertaruh denganku."

"Jika aku gagal mendapatkan tempat di Gua Ziyun, aku menyerahkan jatah milikku."

"Tapi kalau aku berhasil..."

Tatapannya beralih kepada Xiao Ruohan.

"...dia menyerahkan tempatnya."

Beberapa anggota klan mulai berbisik.

Memang benar.

Banyak orang sudah mengetahui taruhan itu.

Tetua Kelima memasang wajah dingin.

"Xiao Yi, kalian hanya anak muda. Taruhan semacam itu tidak lebih dari ucapan sesaat."

"Oh?"

Xiao Yi mengangkat alis.

"Ucapan sesaat?"

Ia tertawa kecil.

"Taruhan itu dibuat di Ruang Sidang."

"Di depan para tetua."

"Di depan para Diaken."

"Dan Tetua Keempat bahkan menjadi saksi."

Tatapan Xiao Yi perlahan menjadi tajam.

"Kalau perjanjian yang dibuat di Ruang Sidang saja dapat dianggap permainan..."

"Untuk apa tempat itu masih disebut Ruang Sidang?"

Suasana menjadi hening.

Tetua Kelima mengerutkan kening.

Anak ini benar-benar semakin sulit ditangani.

Ia lalu berkata,

"Baik."

"Kalau begitu aku bertanya kepada semua yang hadir."

Tetua Kelima menyapu kerumunan dengan tatapan berwibawa.

"Siapa yang menganggap taruhan anak-anak semacam ini benar-benar harus dilaksanakan?"

Begitu kalimat itu selesai, Tetua Ketujuh berdiri.

Disusul Tetua Kedelapan.

Kemudian Tetua Kesembilan.

Empat tetua berdiri di pihak yang sama.

Tidak ada satu pun anggota klan biasa yang berani berbicara.

Wajah Tetua Kelima perlahan menunjukkan senyum tipis.

Inilah kenyataan Klan Xiao.

Aturan memang penting.

Namun kekuasaan juga penting.

Tidak banyak orang berani menentang empat tetua sekaligus hanya demi sebuah taruhan.

Xiao Yi menyipitkan mata.

Ia baru hendak berbicara ketika suara tua tiba-tiba terdengar.

"Aku menganggapnya harus dilaksanakan."

Suara itu tidak keras.

Namun mengandung Qi Sejati yang membuatnya terdengar jelas sampai ke sudut paling jauh lapangan.

Semua orang langsung menoleh.

Seorang lelaki tua berjalan perlahan dari belakang kerumunan.

Rambut dan janggutnya sudah putih.

Namun langkahnya mantap.

Tubuhnya bahkan tidak sedikit pun terlihat rapuh.

Lebih mengejutkan lagi, aura yang keluar darinya membuat beberapa Diaken tanpa sadar menahan napas.

Wajah Tetua Kelima berubah.

"Tetua Kedua?"

Seluruh anggota klan segera membungkuk.

"Hormat kepada Tetua Kedua!"

Bahkan para tetua lain berdiri memberikan salam.

Di antara sembilan tetua Klan Xiao, Tetua Agung dan Tetua Kedua memiliki kedudukan khusus.

Keduanya satu generasi lebih tua dibandingkan para tetua lainnya.

Tetua Agung Xiao Lihuo hampir seluruh waktunya digunakan untuk alkimia.

Sementara Tetua Kedua merupakan seorang maniak kultivasi yang jarang mencampuri urusan klan.

Namun justru karena jarang ikut campur, setiap kali ia berbicara...

Bobot perkataannya jauh lebih besar.

Terlebih kultivasinya telah mencapai Alam Fondasi Roh Tingkat Sembilan.

Hanya selangkah lagi untuk mencoba menerobos ke Alam Inti Roh.

Ia merupakan salah satu orang terkuat yang masih berada di Klan Xiao.

Tetua Kedua berjalan sampai ke sisi arena.

Tatapannya terlebih dulu jatuh kepada Xiao Yi.

Ada sedikit keterkejutan di matanya.

Kemudian ia menoleh kepada Xiao Ruohan dan Tetua Kelima.

"Aku menganggap taruhan itu sah."

"Tetua Kelima..."

Tatapan lelaki tua itu menjadi tajam.

"Kau punya keberatan?"

Wajah Tetua Kelima sedikit berubah.

"Tentu tidak."

Nada suaranya langsung lebih sopan.

"Karena Tetua Kedua sudah berbicara, saya tidak keberatan."

"Hm."

Tetua Kedua mengangguk.

"Bagus."

Ia lalu memandang Xiao Ruohan.

"Kau seorang kultivator."

"Kalau berani membuat taruhan, kau juga harus berani menanggung akibatnya."

"Jika seseorang hanya berani berbicara ketika yakin menang, lalu mencari alasan ketika kalah..."

Tetua Kedua mendengus.

"...orang seperti itu tidak pantas menapaki jalan kultivasi."

Tidak ada seorang pun berani menyela.

"Jalan kultivasi penuh bahaya."

"Tanpa hati yang teguh dan keberanian menerima kegagalan, sehebat apa pun bakat seseorang, pencapaiannya akan tetap terbatas."

Xiao Ruohan mengepalkan tangan.

Namun ia tidak berani membantah.

Tetua Kelima buru-buru berkata,

"Tetua Kedua benar."

"Hanya saja..."

Ia memasang ekspresi sulit.

"Ruohan memang telah membuat taruhan dan harus menerima konsekuensinya."

"Tapi Anda juga mengetahui bakatnya."

"Dia baru berusia tujuh belas tahun dan telah mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tujuh."

"Jiwa Bela Dirinya pun berada di Tingkat Kuning."

Tetua Kelima menarik napas.

"Gua Ziyun hanya dibuka tiga tahun sekali."

"Kalau kesempatan ini dilewatkan, usia terbaik Ruohan untuk membangun fondasi kultivasi juga akan terlewat."

Tetua Kedua mengernyit.

Bagian ini memang sulit dibantah.

Xiao Ruohan adalah salah satu generasi muda paling berbakat yang dimiliki Klan Xiao.

Memaksanya kehilangan kesempatan masuk Gua Ziyun memang merupakan kerugian bagi klan.

Melihat keraguan Tetua Kedua, Xiao Yi tiba-tiba berbicara.

"Sebenarnya ada jalan keluar."

Semua orang menoleh.

Tetua Kedua bertanya,

"Apa?"

Xiao Yi tersenyum.

"Xiao Ruohan boleh mendapatkan kembali tempatnya."

Wajah Tetua Kelima sedikit cerah.

Namun kalimat berikutnya membuat senyumnya membeku.

"Asalkan dia membelinya dariku."

"...Membeli?"

"Benar."

Xiao Yi mengangguk.

"Tempat itu sekarang milikku berdasarkan taruhan."

"Kalau Xiao Ruohan masih menginginkannya, tidak ada masalah."

Ia mengangkat satu jari.

"Sepuluh ribu tael."

Seluruh kerumunan langsung gempar.

"Sepuluh ribu?!"

Tetua Kelima hampir melompat.

"Xiao Yi, jangan keterlaluan!"

Bahkan pendapatan seorang tetua dalam setahun belum tentu cukup untuk mengumpulkan jumlah sebesar itu dengan mudah.

Xiao Yi mengangkat bahu.

"Kalau merasa mahal, tidak perlu membeli."

"Tak seorang pun memaksa."

"Kau—"

Tetua Kelima hampir tersedak oleh amarah.

Tetua Kedua justru mengusap janggut.

"Untuk kesempatan memasuki Gua Ziyun..."

Ia berpikir sebentar.

"Sepuluh ribu tael memang tidak sepenuhnya berlebihan."

Wajah Tetua Kelima semakin pahit.

Xiao Yi hampir tertawa.

Kini ia benar-benar menyukai Tetua Kedua ini.

Setelah berpikir lama, Tetua Kelima akhirnya menggertakkan gigi.

"Lima ribu tael."

"Ditambah tiga Pil Fondasi Roh dan sepuluh Pil Pengumpulan Qi."

Beberapa anggota klan langsung menarik napas.

Pil Pengumpulan Qi merupakan Pil Tingkat Dua yang digunakan kultivator Alam Pengumpulan Qi.

Sedangkan Pil Fondasi Roh memiliki nilai jauh lebih tinggi dan digunakan untuk membantu kultivator Alam Fondasi Roh.

Bagi generasi muda Klan Xiao...

Itu sudah termasuk barang yang sulit mereka bayangkan.

Xiao Yi menatap Tetua Kelima.

"Lima ribu tael, lima Pil Fondasi Roh, dan dua puluh Pil Pengumpulan Qi."

"Apa?!"

Tetua Kelima membelalakkan mata.

"Kenapa tidak sekalian kau rampok gudang pilku?!"

Xiao Yi tersenyum.

"Bukankah kita sedang bernegosiasi?"

"Kau—"

Tetua Kedua terbatuk dua kali.

"Cukup."

Ia menatap keduanya.

"Lima ribu tael."

"Tiga Pil Fondasi Roh."

"Dan lima belas Pil Pengumpulan Qi."

"Itu harga akhirnya."

Ia lalu memandang Xiao Yi.

"Bagaimana?"

Xiao Yi berpikir sebentar.

Sebenarnya ia sudah sangat puas.

Tiga Pil Fondasi Roh saja memiliki nilai yang luar biasa.

Belum lagi lima belas Pil Pengumpulan Qi dan lima ribu tael perak.

Dengan kemampuan Pedang Bingluan...

Sumber daya sebanyak itu jauh lebih berguna baginya daripada satu tempat tambahan di Gua Ziyun.

Xiao Yi tersenyum.

"Karena Tetua Kedua sudah memutuskan..."

"Aku setuju."

Tetua Kelima mengembuskan napas panjang.

Namun ketika menatap Xiao Yi, kebencian di matanya hampir tidak dapat disembunyikan.

Hari ini ia bukan hanya gagal mempermalukan Xiao Yi.

Ia malah kehilangan kekayaan besar.

Tetua Kedua mengangguk puas.

"Kalau begitu masalah selesai."

Ia berbalik menghadap seluruh anggota klan.

"Semua yang hadir menjadi saksi."

"Taruhan telah diselesaikan."

"Tempat Xiao Ruohan dikembalikan dengan harga yang telah disepakati."

"Tidak ada lagi yang boleh mempermasalahkannya."

"Ya!"

Para tetua dan Diaken menjawab bersamaan.

Tetua Kedua kemudian mengalihkan pandangan ke arah sebuah tebing batu di bagian belakang wilayah Klan Xiao.

"Gua Ziyun hanya dibuka sekali setiap tiga tahun."

"Jangan buang waktu."

"Saatnya membuka gerbang."

Kerumunan langsung kembali bersemangat.

Namun Xiao Yi tetap berdiri di arena.

Matanya tidak tertuju pada Gua Ziyun.

Melainkan kepada Tetua Kelima.

Lima ribu tael.

Lima belas Pil Pengumpulan Qi.

Tiga Pil Fondasi Roh.

Sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Mencoba menjebakku ternyata mahal juga, ya?"

Lima ribu tael.

Lima belas Pil Pengumpulan Qi.

Tiga Pil Fondasi Roh.

Sudut bibir Xiao Yi perlahan terangkat.

Dengan sumber daya sebanyak ini, kekuatannya akan meningkat jauh lebih cepat.

Dan ketika saat itu tiba...

Xiao Ruohan akan menjadi orang pertama yang merasakan akibatnya.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!