didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kyle dan celia
Besoknya, kabar tentang naga hitam yang telah dikalahkan menyebar ke seluruh warga kerajaan dan murid murid akademi
Kyle yang baru saja tiba di ruang kelasnya, melihat banyak murid yang membahas tentang naga hitam yang telah di kalahkan
Kyle menghampiri celia
"Mereka dapat kabar dari mana kalo naga hitam telah kalah?" tanya kyle dengan perasaan bingung
Celia menjawab dengan sedikit ragu
"Ada seorang petualang yang menemukan naga hitam telah tumbang di dalam hutan, itu yang kudengar dari orang orang"
"Memangnya kenapa semua murid sampai heboh hanya karna naga hitam telah kalah?" tanya kyle dengan nada kebingungan
Celia tersentak sebentar, lalu menjawab pertanyaan kyle
"Kau serius tidak tahu seberapa kuat naga hitam?"
"Yang bikin semua orang heboh adalah naga hitam itu kalah karna tebasan di kepalanya"
"Padahal melawan naga hitam dengan senjata jarak dekat itu hampir mustahil"
Wajah kyle langsung gugup dan sedikit bingung
"Berarti mengalahkan naga hitam dengan pedang itu mustahil ya" gumam kyle
"Apa kau yang telah mengalahkan naga hitam itu?" tanya celia secara pelan
"Ya, tapi jangan beritahu siapa pun" jawab kyle dengan suara pelan
Celia mengangguk pelan setelah mendengar itu. awalnya dia tidak percaya dengan ucapannya kyle, tapi setelah melihat luka ditubuh kyle....celia jadi percaya bahwa kyle telah mengalahkan naga hitam
Bel istirahat berbunyi, kyle pergi ke tempat latihan yang sepi untuk berlatih mengendalikan kekuatannya. Saat sedang berlatih, celia menyusul dirinya
"Kenapa kau datang kesini, celia?" tanya kyle sembari kelelahan karna berlatih
"Aku hanya ingin melihatmu berlatih, apa tidak boleh?" jawab celia sambil memegang sesuatu
"Boleh saja sih, ngomong ngomong....apa yang kau pegang?" tanya kyle dengan nada bingung
"Aku membawakan mu makanan, semoga kau suka dengan makanan yang ku bawakan" ujar celia sambil memberikan makanan yang dibawakannya
"Terima kasih atas makanannya, celia" ucap kyle sambil tersenyum dan merasa senang
Wajah celia memerah setelah mendengar itu
"Ya, sama sama" ucapnya dengan suara pelan dan malu malu
"Awalnya aku berniat mau ke kantin habis ini, tapi tidak jadi karna sudah kau bawakan makanan" ujar kyle sambil tersenyum dan menikmati makanan itu
"Apa kau menyukai makanan yang ku berikan, kyle?" tanya celia dengan perasaan berharap
Kyle menjawabnya sambil tersenyum dan dengan nada santai
"Ya, aku menyukainya, celia"
"Syukurlah jika kau menyukainya" ucap celia dengan perasaan lega
"Ayo kembali ke kelas, celia" ucap kyle
"Ya, ayo kembali ke kelas" ujar celia dengan tersenyum
Saat celia dan kyle masuk ke kelas, mereka tiba tiba di sorakin oleh murid murid di kelas
"Pasangan yang sangat cocok"
"Ya, mereka berduaan terus" ucap murid murid di kelas
Wajahnya celia jadi memerah setelah mendengar itu, sedangkan kyle tidak memperdulikan omongan mereka
"Pasangan apa yang kalian maksud?" tanya kyle dengan perasaan bingung
"Tentu saja pasangan romantis" ucap salah satu murid
"Kenapa kalian berpikir kami adalah pasangan romantis" ujar kyle dengan nada masih kebingungan
Setelah mendengar ucapannya kyle, celia hanya terdiam....menunduk....dan murung
"Kyle, coba lihat celia. Dia jadi murung loh" ucap sara dengan nada sedikit marah
"Kenapa celia murung?" tanya kyle dengan nada kebingungan
"Kau ini tidak peka sama sekali ya, dia jadi murung karna ucapanmu tadi" jawab celia sambil menghibur celia
"Maaf ya, celia. Aku tadi bermaksud apa apa" ucap kyle dengan perasaan bersalah
"Ya, tidak apa apa kok, kyle" ucap celia dengan perasaan yang mulai membaik
Pelajaran pun dimulai setelah ada guru yang masuk. Saat sedang pelajaran....kyle merasa kalo dia di tatap terus oleh sara,loyd,leo,dan lisia
Saat bel pulang sudah berbunyi. Kyle yang mau pulang tiba tiba dihadang oleh loyd dan yang lainnya
"Apa kalian ada urusan denganku?" tanya kyle dengan bingung
"Ya, kami ada urusan denganmu" jawab lisia dengan nada yang sedikit marah
"Kau ini tidak peka sama sekali ya, apa kau tidak sadar dengan perasaan celia kepadamu?" tanya sara dengan perasaan kecewa
"Dia menganggapku sebagai teman, itu yang kutahu tentang perasaannya" jawab kyle dengan perasaan yang campur aduk
"Kurasa kyle benar benar tidak peka, kasihan celia" ucap leo dengan wajah kecewa
"Apa celia menganggapku bukan sekedar teman?" tanya kyle dengan perasaan yang masih campur aduk
"Ya, celia menganggapmu bukan sekedar teman" jawab loyd sambil menatap kyle
"Lalu dia menganggapku apa?" tanya kyle sambil memegang pundak loyd
"Entahlah, pikirkan lah sendiri" jawab loyd
"Pikirkan lah dengan hati hati, kyle" ucap leo
Setelah itu, leo dan yang lainnya pergi meninggalkan kyle yang masih kepikiran kata kata mereka
"Celia menganggapku sebagai apa ya?" tanya kyle ke dirinya sendiri sambil berjalan pulang
Saat kyle sudah sampai dirumah, ia melihat tiara yang sedang berlatih sihir di halaman dengan ditemani ibu mereka
Kyle menghampiri tiara dan ibunya, saat ia mau bilang sesuatu....tiba tiba luka di tubuhmu jadi sangat sakit, kepalanya jadi pusing, dan ia tiba tiba terjatuh ke tanah
Ibunya yang melihat kyle terjatuh ke tanah, langsung berlari ke arah kyle dan mengangkat tubuhnya kyle. Tiara juga berlari ke arah kyle
"Kyle, kau baik baik saja?" tanya ibunya dengan perasaan cemas dan khawatir
"Aku baik baik saja kok, hanya saja luka ku yang sudah diperban rasanya tambah sakit" jawab kyle sambil menahan sakit
"Kakak bertahanlah" ucap tiara sambil memegang tangannya kyle dan merasa khawatir
"Ibu baru ingat, cakar naga hitam ada racunnya"
"Racunnya bukan racun yang bisa membunuh seseorang. Tapi racunnya itu memperlama luka untuk sembuh jika banyak bergerak" ujar ibunya
"Mungkin racunnya bekerja setelah aku tadi berlatih di akademi" ucap kyle
Ibunya yang dibantu tiara, mengangkat tubuhnya kyle masuk ke kamarnya dan membiarkannya beristirahat
"Kau harus beristirahat dan jangan banyak bergerak, kyle" ucap ibunya sambil mengelus kepalanya kyle
"Kakak harus istirahat pokoknya" ujar tiara
"Baiklah baiklah, aku akan beristirahat. Tenang saja" kata kyle dengan santai
Saat kyle sedang berbaring di tempat tidurnya, ia masih kepikiran tentang celia yang menganggapnya sebagai apa
"Aku akan menemui celia untuk besok, aku ingin bertanya langsung padanya" gumam kyle
Di malam harinya, kyle berjalan sendirian ke meja makan. Ia melihat ibunya dan tiara yang sedang menyiapkan makanan
"Kalian kok menyiapkan banyak makanan?, apa akan ada tamu?" tanya kyle ke ibunya dan tiara
Ibunya tersenyum lalu menjawab
"Ya, akan ada tamu. Mungkin kau sudah kenal"
"Siapa tamunya?" tanya kyle dengan kebingungan
"Lihat saja nanti, kau akan tahu" jawab ibunya sambil tersenyum
Terdengar suara ketokan di pintu depan, kyle berjalan kepintu depan dan membukanya. Kyle terkejut saat melihat ada celia dan kedua orang tuanya
"Permisi, apa kau anaknya clara?" tanya ayahnya celia
"Ya, aku anaknya. Namaku kyle" jawab kyle
"Oh jadi kau, kau adalah orang yang sering diceritakan oleh celia kepada kami" ujar ibunya celia
"Kenapa ibu bilang begitu, padahal kusuruh untuk jangan bilang" ucap celia sambil malu malu
"Silahkan masuk, ibu sudah ada di dalam" kata kyle dengan sopan
Celia dan kedua orang tuanya masuk kerumahnya kyle, mereka langsung di ajak kyle ke meja makan
"Clara, anakmu sungguh tampan dan sopan. Pantas saja celia tertarik padanya" ucap ibunya celia
Wajahnya celia langsung memerah dan malu malu
"Jangan bilang begitu, ibu" ucapnya
"Kalian sudah berteman sejak kecil loh" ucap ibunya kyle
"Aku sudah berteman dengan celia sejak kecil?" tanya kyle dengan bingung
"Ya, dulu aku adalah anak kecil yang sering kau tolong, cecilia" jawab celia dengan tegas dan sedikit malu malu
"Jadi itu kau, dulu teman mada kecil ku yang bernama cecilia itu adalah celia" ujar kyle
"Ya, itu benar" ucap celia