Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Tepat pada detik menegangkan itu, antarmuka cahaya emas Sistem muncul melayang tepat di depan wajah Ardi.

[Notifikasi Sistem Flash Sale Rp1]

[Mendeteksi adanya monopoli bisnis tidak sehat dan pelecehan verbal terhadap anggota harem faksi Tuan Rumah.]

[Sistem membuka penawaran khusus untuk meruntuhkan dinasti konglomerat lama dalam sekejap mata tanpa ampun.]

[Item: Kepemilikan 100 Persen Saham Jaringan Bioskop Mega Screen Nasional dan Seluruh Aset Distribusi Keluarga Kusuma.]

[Harga Spesial: Rp1.]

Ardi tersenyum mematikan menatap penawaran balas dendam yang sangat luar biasa dari Sistemnya itu.

"Beli sekarang juga," perintah Ardi di dalam hatinya tanpa ragu sedikit pun untuk menghancurkan musuhnya.

[Memproses transaksi pengambilalihan aset raksasa nasional...]

[Pembelian Berhasil. Saldo rekening Anda telah terpotong Rp1.]

[Anda kini adalah pemilik mutlak dari seluruh jaringan bioskop dan distribusi film terbesar di negara ini.]

"Bagaimana bocah, apakah kau sedang menangis memikirkan nasib perusahaanmu sekarang." ejek Kusuma dari telepon karena Ardi terdiam cukup lama.

"Aku tidak sedang menangis Kusuma, aku hanya merasa sangat kasihan padamu," jawab Ardi dengan nada yang luar biasa merendahkan.

"Kasihan padaku. Kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu ya." tawa Kusuma kembali meledak meremehkan lawannya di seberang sana.

"Kau baru saja kehilangan seluruh bioskop dan rumah produksimu, lalu kau masih bisa tertawa sekeras itu," balas Ardi membuat tawa Kusuma seketika terhenti mendadak.

"Apa maksud ucapan ngawurmu itu bajingan." bentak Kusuma mulai merasa ada firasat yang sangat tidak beres menyelimuti hatinya.

"Coba lihat keluar jendela kantormu Kusuma, apakah para pemegang sahammu belum datang membawa berita kehancuranmu," sindir Ardi dengan santai bersandar di kursinya.

Belum sempat Kusuma memaki lagi, terdengar suara pintu ruangan didobrak dengan sangat keras dari ujung sambungan telepon Kusuma.

"Tuan Kusuma. Gawat Tuan. Seluruh saham mayoritas perusahaan distribusi kita baru saja dibeli paksa oleh pihak misterius dari bursa." teriak suara seorang pria yang diduga kuat adalah asisten Kusuma.

"Apa kau bilang. Siapa bajingan yang berani menelan perusahaanku." jerit Kusuma dengan suara bergetar panik luar biasa.

"Pembelinya adalah pihak perwakilan Tuan Ardi Tuan, dan bank sentral baru saja membekukan seluruh aset pribadi Anda detik ini juga." tambah asisten itu menangis putus asa di latar belakang.

Suara napas Kusuma terdengar sangat berat dan tersengal-sengal masuk ke dalam pengeras suara ponsel Anton.

Pria tua konglomerat yang beberapa menit lalu sangat arogan itu kini seakan baru saja disambar petir maut di siang bolong.

"T-Tuan Ardi, tolong katakan ini semua hanya trik gertakan Anda kan." rintih Kusuma dengan suara terbata-bata nyaris terkena serangan jantung.

"Apakah aku terdengar seperti sedang bercanda Tuan Kusuma yang maha hebat," jawab Ardi menikmati setiap detik jeritan penderitaan musuhnya.

"Saya mohon ampun Tuan Ardi. Saya bersujud mencium lantai untuk memohon belas kasihan Anda." tangis Kusuma langsung membuang seluruh sisa harga diri dan arogansinya.

"Tolong kembalikan perusahaan keluarga saya Tuan, saya akan menayangkan film Anda di seluruh layar bioskop saya secara gratis selamanya." mohon pria tua itu dengan sangat menyedihkan.

"Bioskop itu sekarang adalah milikku mutlak, aku tidak butuh izin dari pengemis sepertimu untuk menayangkan filmku sendiri," balas Ardi tanpa belas kasihan sama sekali.

"Dan karena kau berani menghina Tiara dengan mulut kotormu itu, kau akan benar-benar menjadi gembel di jalanan seumur hidupmu," vonis Ardi menjatuhkan palu kematian tanpa ampun.

"Anton, perintahkan komandan satpam di gedung bioskop pusat untuk menyeret pria tua ini keluar dari kantornya detik ini juga," perintah Ardi menoleh pada bawahannya.

"Laksanakan Tuan Ardi dengan senang hati." jawab Anton dengan sangat bersemangat lalu berteriak ke arah teleponnya.

"Hei satpam gedung Mega Screen yang mendengar suaraku. Seret mantan bos kalian ini keluar ke jalan raya sekarang juga atau kalian semua kupecat." perintah Anton mengambil alih kendali kekuasaan.

Terdengar suara teriakan histeris Kusuma yang menangis memohon ampun saat tubuh rentanya diseret paksa oleh mantan anak buahnya sendiri.

"Ampun Tuan Ardi. Tolong sisakan sedikit uang pesangon untuk biaya makan saya hari ini." jeritan putus asa Kusuma akhirnya terputus total saat sambungan telepon dimatikan oleh satpam.

Ruangan direktur Star Media itu kembali menjadi sangat sunyi, menyisakan kekaguman Anton yang semakin tidak ada habisnya pada sosok Ardi.

"Tuan Ardi, Anda benar-benar monster penguasa yang paling menakutkan di dunia bisnis ini," gumam Anton menggelengkan kepalanya takjub.

"Segera hubungi seluruh manajer wilayah bioskop Mega Screen di seluruh negara ini Anton," perintah Ardi berdiri dari kursinya dan merapikan lengan jasnya.

"Perintahkan mereka untuk menayangkan film Air Mata Samudra di seluruh layar yang ada tanpa kecuali, jangan sisakan satu studio pun untuk film lain hari ini."

"Baik Tuan Ardi. Seluruh rakyat di negeri ini hanya akan menonton wajah Tiara hari ini dari pagi sampai tengah malam." jawab Anton membungkuk sangat hormat dan berlari keluar untuk bekerja.

Hanya dalam waktu satu jam, semua jaringan bioskop kembali membuka pintu utama mereka dan memutar film Tiara secara serentak di ribuan layar.

Dominasi Ardi di dunia hiburan kini benar-benar telah mencapai puncaknya yang mustahil ditembus, tidak ada satu pun konglomerat yang berani menentangnya lagi.

Ardi berjalan keluar dari ruangan direktur dengan santai dan melihat Tiara sedang menunggunya di sofa lobi dengan senyum mengembang.

"Semua masalah tayangan sudah beres Tiara, bersiaplah untuk menjadi ratu tunggal di industri ini," ucap Ardi menghampiri gadis itu.

Tiara tersenyum sangat manis dan langsung bangkit untuk menggenggam tangan Ardi dengan sangat lembut.

Dia tahu di dalam hatinya, selama pria luar biasa ini ada di sisinya, tidak akan ada badai sekuat apa pun yang bisa melukai masa depannya.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!