Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 14

Semuanya akan berjalan mulus—sesuai dengan rencana pria manipulatif itu.

*

Satu minggu berlalu.

Di sebuah perusahaan besar milik Kirana, suasana sore itu terlihat begitu sibuk. Para karyawan berlalu-lalang membawa dokumen, beberapa orang terlihat tergesa-gesa memasuki ruang rapat.

Namun di lantai paling atas, terdapat sebuah ruangan privat yang jauh dari keramaian.

Di dalam ruangan itu Arga duduk santai di sofa. Sementara Rena berada di atas pangkuannya.

Wanita itu melingkarkan kedua tangannya di leher Arga. "Pak Arga," bisik Rena.

"Hmm?"

"Apa kamu yakin istrimu tidak akan curiga?"

"Kamu tenang saja." Arga tersenyum penuh keyakinan. Tangannya mengusap pinggang Rena dengan lembut.

"Wanita buta itu tidak akan pernah tahu apa yang kita lakukan terhadapnya."

Rena tersenyum.b"Benarkah?"

"Selama dia masih mempercayaiku, semuanya akan baik-baik saja." Arga mengangguk.

Rena mendekatkan wajahnya. "Kalau begitu." Ia tersenyum menggoda. "Aku tidak perlu takut?"

Arga tertawa pelan."Takut kepada siapa? Kepada Kirana? Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi terhadapnya."

Rena menatap wajah pria beberapa detik. Kemudian tangannya menyentuh wajah pria itu dengan lembut. "Kamu memang benar-benar jahat."

Arga justru tersenyum. "Bukannya kamu menyukai hal itu."

Rena terkekeh kecil. "Mungkin."

Arga menarik pinggang Rena lebih dekat. Jarak wajah mereka semakin dekat.

Rena sempat melirik pintu. "Pak Arga! Apa pintunya sudah dikunci?" tanya wanita itu.

Arga mengangguk dengan senyum mesum menggoda. "Sudah." Tangannya menyentuh lembut wajah wanita itu "Tidak akan ada yang masuk."

Rena tersenyum lega. Kemudian ia mengecup bibir Arga dengan penuh gairah

Arga membalas kecupan itu dengan penuh nafsu.

Ciuman itu berubah semakin lama dan membuat suasana di dalam ruangan menjadi semakin panas dan intim. Disertasi suara napas memburu.

Rena memejamkan mata. Tangannya masih melingkar di leher Arga. Sementara Arga mengusap rambut wanita itu.

Beberapa saat kemudian, Rena menjauhkan wajahnya. "Bagaimana jika ada yang melihat kita?"

Arga menatapnya. "Tidak akan ada yang berani datang kesini." Pria itu kembali melumat habis bibir mungil itu.

Rena masih khawatir dengan Kirana yang masih menjadi istri pria itu. "Bagaimana kalau Kirana mendapatkan kembali penglihatannya?" tanyanya dengan nada getir.

"Jangan membicarakan itu." Senyum Arga perlahan menghilang.

Rena terdiam.

Arga menatapnya serius. "Kirana terlalu bodoh. Wanita itu bahkan tidak tahu kalau kondisinya sebenarnya sudah membaik."

"Kalau seperti itu—"

Arga kembali menariknya mendekat.

"Selama dia masih buta ..." Arga tersenyum dingin. "Dia hanya wanita buta yang tidak berguna."

Rena tidak bertanya lagi. Ia kembali mendekatkan tubuhnya.

"Kamu tahu?" Pria itu menatap penuh nafsu.

"Seperti apa?" tanya Rena.

"Wanita yang menarik perhatianku. Dan membuat ku merasa puas," ujar Arga.

Rena mencium pipinya. Kemudian lehernya.

Arga memejamkan mata sejenak. Suasana ruangan semakin panas. "Sst ..." rintihnya mendesah.

Dokumen yang sebelumnya berada di atas meja perlahan bergeser ketika Rena mendekat.

Arga menarik tirai jendela. Ruangan menjadi lebih redup.

Mereka kembali berciuman. Sebuah ciuman yang begitu brutal dan saling melumat bibir.

Arga dan Rena larut dalam nafsu mereka yang memburu di dalam ruangan privat itu.

Tanpa mereka sadari. Di luar ruangan privat itu, seseorang sedang berdiri.

Siluet seorang wanita terlihat di balik pintu. Tangannya perlahan terangkat ingin mengetuk.

Namun suara dari dalam membuat tangannya berhenti.

Wanita itu terdiam. Ia mendengarkan beberapa detik.

Kemudian tangan wanita perlahan menyentuh gagang pintu.

Di dalam ruangan, Arga dan Rena masih tidak menyadarinya.

Rena tersenyum. "Pak Arga," bisiknya.

"Hmm?" sahut Arga.

"Aku sangat bahagia bersamamu."

Arga membalas dengan senyum tipis. "Aku juga."

Mereka melakukan hubungan tidak pantas itu di dalam perusahaan milik istri dari Pria itu.

* * *

Di rumah.

Kirana duduk sendirian di atas tempat tidur. Tangannya memegang tongkat. Entah mengapa sejak beberapa hari terakhir, hatinya tidak pernah tenang.

Ia teringat suara Kacul. Ia teringat pesan terakhir Bi Titin, dan yang paling utama, ia teringat suara-suara aneh yang pernah didengarnya dari gudang.

Kirana perlahan mengangkat wajah.

"Kenapa aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan dariku?" Tangannya menyentuh kedua matanya.

Mata yang selama ini tidak bisa melihat. Namun tanpa disadari oleh Kirana, ada air mata yang mengalir dari sudut matanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Bi Titin?" gumamnya penuh pertanyaan.

Tiba-tiba ...

Ponselnya bergetar.

Tut ... Tut ... Tut ...

Kirana terkejut, tubuhnya sedikit mendongak ke atas. Ia meraba-raba meja di samping tempat tidur.

Tangannya menemukan dan mengambil ponsel miliknya.

Ia mengangkat panggilan. "Hallo!"

Tidak ada suara di dalam panggilan itu.

"Halo?"

Hening ...

Kirana mengerutkan kening. "Halo? Siapa ini?" tanyanya mendesak

Beberapa detik kemudian terdengar suara napas seseorang begitu pelan. begitu berat.

Kemudian suara itu berbisik. "Bu Kirana ..."

Tubuh Kirana langsung menegang.

"Hallo! Siapa ini?"

Suara itu kembali terdengar. "Jangan percaya suamimu." suaranya terdengar pelan.

Kirana membeku.

Panggilan langsung terputus.

Tut ... tut ... tut ...

Ponsel terlepas dari tangan Kirana.

Wajah wanita itu langsung berubah pucat. "Jangan percaya suamiku?" lirihnya terkejut sekaligus ragu.

Kirana terdiam, untuk pertama kalinya benih kecurigaan itu mulai tumbuh.

"Siapa dia? Kenapa tiba-tiba saja dia mengatakan hal itu? Apa maksudnya?"

Saat itu Kirana terus menerus melamun. Kenapa semua keanehan ini terjadi setelah ia menjadi buta?

* * *

Malam harinya.

Pria itu mengajak selingkuhannya pulang ke rumahnya. Malam itu pukul 23:13. Mereka sampai di rumah itu.

"Pak Arga! Kamu serius mengajak ku datang ke rumah mu?" Wanita itu masih sedikit takut akan ketahuan seperti sebelumnya.

"Kamu tenang saja! Dia sudah tidur jam segini." Arga tetap tenang. Ia tahu bahwa istrinya tidak akan bisa melihat lagi.

"Tapi, Pak—" suara wanita itu terpotong.

"Sst ... Kita lanjutkan di dalam kamar ku." Tangannya menyentuh bibir mungil Rena—menghentikan suara wanita itu.

Mereka berdua turun dari mobil. Saat Rena turun dari mobil. Pria itu langsung mengangkat tubuh mungil Rena.

Gppp!

Tubuh wanita itu tampak ringan di gendong Pria itu.

"Pak Arga! Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku! Bagaimana kalau ada yang lihat?" Wajah Rena panik.

"Kamu tenang saja! Tidak ada yang akan melihat kita. Sekalipun ada yang melihatnya. Mereka semua adalah anak buah ku," katanya tenang.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Pria itu berjalan sambil menggendong Rena. Bibir mereka tidak lepas. Mereka berciuman di setiap langkah kaki hingga masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah. Kirana tertidur di ruang tamu.

Arga dan Rena melihatnya.

"Kamu lihat ... Dia sudah tidur," bisik Arga di telinga wanita itu.

Arga terus berjalan di menuju kamarnya. Sebuah tindakan yang tidak bermoral. Entah apa yang dipikirkan oleh Pria itu? Hingga dia berani bertindak sejauh ini.

Tidak lama setelah mereka masuk kedalam kamar.

Wanita buta itu perlahan membuka matanya. Perlahan namun pasti. Mata Kirana terbuka sedikit demi sedikit.

Lalu untuk waktu yang lama. Setelah sepersekian detik. Wanita itu mengedipkan matanya.

Perlahan ...

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!