Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Sinar matahari pagi di Maladewa menyapu permukaan air laut yang sejernih kristal, membiaskan kilau keemasan yang menembus teras privat water villa. Udara tropis yang hangat berhembus lembut, membawa aroma garam dan kesegaran samudra.

Glow melangkah keluar dari dalam kamar dengan gaun pantai melayang berwarna kuning cerah. Rambut cokelat bergelombang miliknya dibiarkan terurai indah, diterpa angin pagi.

Di sampingnya, Lean berjalan santai mengenakan kaus polos hitam yang memeluk ketat dada tegap serta lengan berototnya, dipadukan dengan celana pendek kasual—penampilan sederhana yang justru makin menonjolkan aura ketampanan dan dominasi alaminya.

Namun, suasana pagi yang tenang dan penuh kedamaian itu seketika hancur berkeping-keping begitu mereka melangkah keluar menuju dermaga kayu utama menuju area restoran floating.

Dua sosok manusia berpenampilan glamor berdiri menghadang jalur jalan mereka.

Glow menghentikan langkahnya seketika. Iris matanya menyipit tajam, memancarkan rasa jijik yang tak tertutupi saat mengenali dua wajah di depannya.

Leonardo—pria yang seharusnya menjadi pengantin prianya dua hari lalu—berdiri di sana dengan raut wajah memelas yang dibuat-buat. Di sampingnya, berdiri kakak perempuannya, seorang wanita dengan pakaian desainer serba mencolok dan riasan tebal yang menatap Glow serta Lean dengan pandangan memusuhi.

"Glow..." panggil Leonardo dengan suara serak yang dramatis. Pria itu melangkah satu tapak mendekat, mengabaikan keberadaan Lean sepenuhnya. "Aku memohon padamu, dengarkan aku dulu. Aku... aku sudah mengurus perceraianku pagi ini! Aku sudah melepas wanita itu! Kami tidak memiliki hubungan apa pun lagi! Anak kami biar tinggal bersama ibunya, aku tidak peduli! Yang kucintai hanya kau, Glow! Aku cuma mencintaimu!"

DEG.

Di samping Glow, rahang tegap Lean mengeras seketika. Kepalan tangan kekarnya terkunci rapat di samping tubuh, hingga urat-urat hijau bertonjolan di sepanjang lengannya. Iris mata birunya berkilat mematikan bagaikan bilah pisau yang siap mencabut nyawa.

Di dalam benaknya, Lean sedang membantai habis anak buah dan penjaganya di New York.

Bagaimana bisa bangsat ini lolos dari ruang bawah tanah Lucifer dan pengawasan orang-orang Ashford?!

Siapa pun yang bertanggung jawab atas kecerobohan ini akan membayar mahal begitu Lean kembali ke markasnya.

Sebelum Lean sempat melepaskan pukulan mematikan ke wajah Leonardo, kakak perempuan Leonardo justru melipat tangan di dada dan melangkah maju dengan sepatu heels-nya yang berdenting keras. Wanita itu menatap Lean dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan yang teramat sangat, lalu terkekeh sinis.

"Singkirkan pria miskin ini, Glow," potong sang kakak perempuan dengan nada tajam dan penuh keangkuhan. "Keluarga kami sudah menyelidiki latar belakangnya. Dia hanya seorang pemilik bengkel kusam kecil di Queens! Pria seperti ini mau menjadi pengantin pengganti cuma karena matre! Dia pasti punya niat terselubung memanfaatkan kekayaan keluarga Hurt! Wajah tampan dan tubuh sok atletisnya itu mungkin sudah makan banyak korban wanita kaya yang gampang tertipu."

Wanita itu lalu melirik adiknya dengan bangga. "Hanya adikku, Leonardo, yang setara denganmu, Glow! Dari segi status, harta, dan martabat keluarga! Untuk apa kau mempertahankan pria bengkel bertopeng ini?"

Atmosfer di dermaga kayu itu mendadak membeku. Lean sudah bersiap menarik pisau lipat taktis yang tersembunyi di saku celananya untuk merobek tenggorokan kedua orang di hadapannya.

Namun, tepat sebelum bencana berdarah itu terjadi, Glow justru melangkah maju satu tapak. Gadis itu berkacak pinggang, menatap kakak perempuan Leonardo dan adiknya itu dengan tawa sumbang yang sangat keras dan penuh penghinaan.

"Ha! Setara?!" seru Glow dengan nada melengking yang memotong keheningan laut. "Kau pikir aku mau menerima pria ini hanya karena melihat tampangnya, Hah?!"

Glow memutar tubuhnya, lalu dengan sangat santai dan tanpa rasa malu sedikit pun, jemari cantiknya menunjuk-nunjuk kaus hitam ketat yang melekat di dada Lean.

"Kalian berdua menderita rabun mata atau bagaimana?!" seru Glow gila, matanya membelalak menantang Leonardo dan kakak perempuannya. "Lihat ini! Di balik kaus sederhananya ini, otot-ototnya terbentuk sempurna! Dan lihat tangan-tangan kekarnya ini! Ini adalah tipeku! Dia sangat hebat di ranjang!"

DUAR!

Kalimat liar yang meluncur mulus tanpa saringan dari mulut Glow seketika menghantam tempat itu bagaikan ledakan bom atom.

Leonardo membelalakkan mata sempurna, wajahnya memucat bagaikan mayat. Kakak perempuannya melongo dengan mulut menganga lebar, tak percaya bahwa seorang putri bisnis seperti Pearl Glow Hurt sanggup melontarkan kalimat se-vulgar itu di depan umum.

Sementara Lean? Pria yang biasanya berdarah dingin dan tak tersentuh itu seketika mematung di tempatnya.

Buku-buku jarinya yang tadi mengepal keras mendadak mengendur. Daun telinga dan leher tegap Lean memerah padam akibat guncangan rasa terkejut dan rasa malu yang mendalam dari ucapan istrinya.

Apa katanya?! Hebat di ranjang?! Kapan kami pernah melakukannya?! batin Lean menjerit absurd di tengah gejolak emosinya.

Glow yang tidak mempedulikan reaksi orang-orang di sekitarnya justru makin menjadi-jadi. Ia melipat kedua tangannya di dada, menatap kakak perempuan Leonardo dengan pandangan paling sinis.

"Soal dia datang dengan niat lain atau cuma mau memanfaatkanku? Itu sama sekali bukan masalah buatku!" tegas Glow lantang dengan gengsi setinggi langit. "Asal nama pria ini Lean! Bukan Leo si pengecut sebelum hari pernikahan! Sekarang, menyingkir dari suamiku sebelum aku menyuruh pengawal pribadiku melempar kalian berdua ke dalam laut untuk dimakan hiu!"

Keheningan yang mencekam menyelimuti dermaga. Kakak perempuan Leonardo tersengal-sengal menahan malu dan amarah, sementara Leonardo yang merasa harga dirinya dihancurkan sampai tak bersisa hanya bisa mengepalkan tangan dengan wajah merah padam.

Tanpa berani membalas sepatah kata pun, kedua orang itu akhirnya berbalik dan melangkah pergi dengan terburu-buru, meninggalkan dermaga privat tersebut.

°°

Setelah bayangan kedua orang itu menghilang ditelan belokan dermaga, Glow menghembuskan napas lega yang sangat panjang. Ia mengibaskan rambutnya ke belakang, menegakkan bahunya kembali, lalu memutar tubuhnya dengan mengulas senyuman puas.

Namun, senyuman itu seketika membeku di bibir Glow.

Orion Leander Ashford sedang berdiri mematung dua langkah di hadapannya. Pria itu menyipitkan matanya rapat-rapat, menatap Glow dengan raut wajah yang campur aduk antara heran, jengkel, dan kemerahan tipis yang masih tertinggal di lehernya.

"Apa?" tanya Glow defensif, menyilangkan tangannya di dada. "Kenapa menatapku seperti itu? Aku baru saja menyelamatkanmu dari dua lalat pengganggu, tahu!"

Lean melangkah satu tapak mendekat, menundukkan tubuhnya sedikit hingga wajah tampannya sejajar dengan wajah Glow. Suaranya terdengar begitu rendah dan dalam.

"Hebat di ranjang?" bisik Lean dengan nada menyindir yang teramat tajam. "Bisa kau jelaskan padaku, Istriku yang terhormat... kapan tepatnya kita pernah membuktikan klaim gilamu itu?"

Glow tersentak pelan. Pipinya yang semula bersih seketika ikut memerah panas akibat teringat bualannya sendiri. Namun, bukannya mengaku malu, gengsi setinggi langit milik Glow justru meledak membara.

"Itu... itu cuma taktik!" cetus Glow seraya mendorong bahu tegap Lean. "Kau pikir aku mau membiarkan wanita sok berkelas dan adiknya itu berpikir kalau suamiku kalah dibanding pria pengecut itu?! Aku cuma sedang menjaga harga diri keluarga Hurt!"

Lean mengulas senyum sinis yang sangat provokatif. Ia mengikis jarak kembali, mengurung Glow di antara tubuh tegapnya dan tiang pembatas dermaga.

"Menjaga harga diri keluarga Hurt, atau kau sebenarnya memang membayangkan tubuhku di ranjang semalaman, hm?" goda Lean rendah, jemari panjangnya dengan berani mengusap tepi gaun kuning Glow di area bahu.

Glow melotot sempurna, memukul dada Lean dengan kepalan tangannya yang tidak bertenaga. "Kau... kau benar-benar mesum! Aku tidak pernah membayangkan apa pun tentangmu!"

"Tapi kau bilang pada wanita tadi dan adiknya kalau aku tipe idealmu," lanjut Lean tanpa memberi ampun, matanya berkilat penuh kemenangan. "Kau menyukai otot-ototku, kau menyukai tanganku... bukankah itu berarti kau sebenarnya sangat menikmati keberadaanku di sisimu?"

"Sembilan puluh persen dari ucapan tadi adalah kebohongan publik, Orion Leander!" jerit Glow dengan bisikan histeris, pipinya sudah membara bagaikan kepiting rebus. "Sepuluh persen sisanya cuma karena aku memang benci setengah mati pada wajah Leonardo dan kakaknya yang menyebalkan itu!"

"Oh ya?" Lean menyipitkan mata, mengikis sisa jarak di antara mereka hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. "Lalu bagaimana jika aku berniat membuktikan ucapan gilamu itu nanti malam? Agar kau tidak dianggap berbohong pada mereka?"

DEG.

Jantung Glow mencelos seketika, berdetak begitu kencang hingga ia takut Lean bisa mendengarnya dari jarak sedekat ini.

"Kau... kau jangan berani-berani, ya!" ancam Glow dengan suara yang gemetar tipis. "Aku punya pisau di dalam tas pantai ini!"

Lean tertawa kering tanpa suara—sebuah tawa seksi yang membuat bulu kuduk Glow berdiri tegak. Pria itu mengacak pelan rambut bergelombang Glow, lalu menegakkan kembali tubuhnya yang tegap.

"Simpan pisaumu untuk sarapan, Pearl," sahut Lean santai, berbalik melangkah menuju restoran dengan tangan terselip di saku celananya. "Ayo makan. Kau butuh banyak energi untuk terus berpura-pura bahwa suamimu ini hebat di ranjang."

"LEAN SIALAN! TUNGGU AKU!" jerit Glow histeris, melangkah cepat menyusul suaminya dengan kekehan geli yang tak bisa lagi disembunyikan oleh Lean di depannya.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!