Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Arga terkejut sejenak, tatapan Nara malam ini tak sehangat biasanya. Ada sesuatu di dalam pandangannya yang membuat hatinya terasa seperti tertusuk jarum, dingin dan tajam, berbeda dari pandangan penuh cinta yang selalu dia terima setiap kali dia pulang kerja.

‎‎Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan diri sebelum berbicara lagi. "Sayang, apa yang sebenarnya kamu maksud? Kamu marah ya karena aku pulang terlambat lagi,"

‎‎Nara tidak menjawab langsung. Dia berjalan ke arah meja makan dan meletakkan hadiah dari Rendra disana, menegakkan tubuhnya dengan pandangan menatap lurus ke jendela kaca.

‎"Aku tidak marah karena kamu pulang terlambat, Mas," ucapnya, lalu menoleh ke arah suaminya yang masih berdiri disana dan memberikan senyum hambar. "Aku ke kamar duluan ya, hari ini aku sangat lelah gara-gara sibuk mengurus sesuatu yang tidak penting."

‎Nara mengambil kembali hadiah dari Rendra dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar. Pandangan Arga terpaku pada sosok istrinya yang mulai berjalan menjauh. Tangannya ingin meraihnya, tapi dia tidak ingin membuat suasana hati Nara semakin buruk.

‎‎"Dia pasti marah karena aku pulang terlambat. Besok aku akan booking kafe dan siapkan makan malam yang romantis untuknya sebagai permintaan maaf," bisik Arga sambil menghela napas panjang, matanya masih mengikuti jejak Nara hingga sosok istrinya itu menghilang dibalik tembok.

‎‎Arga berjalan mengelilingi meja makan yang kini terasa sepi dan luas. Bunga mawar merah muda dan putih yang dia beli masih terpajang indah di atas meja, disertai kotak kue yang belum pernah disentuh. Semua persiapan kecil yang dia lakukan untuk memberikan kejutan kini terasa sia-sia bahkan menyakitkan.

-

-

-

Rendra yang baru saja selesai mandi segera keluar dari kamarnya ketika terdengar bunyi bel pintu di apartemen mewahnya. Dia menyapu rambutnya yang masih basah dengan handuk sambil berjalan menuju pintu, berpikir mungkin asistennya yang datang untuk mengantarkan beberapa berkas penting yang akan dia pelajari di rumah.

‎‎Dia membuka kunci pintu dengan cepat, ekspresi wajahnya yang tadinya siap menerima berkas berubah terkejut saat melihat sosok Nara yang berdiri di luar pintu apartemennya yang luas. Wanita itu mengenakan kaos putih dan celana jeans panjang, dengan tas kecil di bahunya dan sebuah paperbag berwarna coklat di tangannya.

‎‎"Nara? Kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?" ucap Rendra masih tak percaya, dia membuka pintu lebih lebar agar Nara bisa masuk dengan mudah. "Maaf ya, aku kira asistenku yang datang. Ayo silakan masuk, aku tidak menyangka kamu akan datang."

‎‎Nara memberikan senyum lembut, lalu melangkahkan kakinya memasuki apartemen mewah yang dihuni oleh Rendra. Setelah menutup pintu kembali, Rendra mengikuti dibelakangnya.

‎‎"Maaf aku datang tanpa pemberitahuan dulu, Ren," ucapnya sambil menatap ke sekeliling ruangan. "Aku hanya ingin mengembalikan jaketmu yang kamu pinjamkan padaku kemarin malam. Sudah aku cuci dan jemur sampai kering."

‎‎Dia memberikan paperbag itu kepada Rendra yang langsung disambut oleh Rendra. "Harusnya kamu tidak perlu repot-repot mencucinya, Nara. Aku bisa melakukannya sendiri,"

‎‎"Ayo duduk dulu," ajak Rendra sambil mengajaknya ke arah ruang tamu. "Apa Arga yang memberitahu alamatku padamu?"

‎‎Nara mengangguk dan duduk di sofa, menurunkan tasnya dari bahunya dan meletakkannya di sampingnya. "Tadi pagi aku bilang padanya kalau aku mau mengembalikan jaketmu, jadi aku minta alamatmu padanya."

‎‎Dia menghela napas perlahan, kedua tangannya saling meremas kuat seolah sedang mengumpulkan kekuatan untuk kembali berbicara. "Ren, menurutmu mas Arga bagaimana?"

‎‎Rendra yang duduk di sofa sebelahnya mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan itu, "Kamu istrinya, kenapa bertanya padaku. Kenapa? Apa ada masalah?"

‎‎Nara menundukkan kepalanya sebentar, matanya menatap kedua tangannya yang masih saling meremas di pangkuannya. "Ren... maukah kamu menemaniku pergi ke kantor mas Arga sekarang?"

‎"Ini sudah jam lima lewat, aku tahu mas Arga tidak akan pulang cepat meskipun tadi pagi dia bilang akan pulang lebih awal untuk menjemputku dan akan mengajakku pergi makan malam diluar, tapi aku merasa perlu melihatnya langsung kesana," sambung Nara dengan suara yang sedikit bergetar namun penuh tekad. Dia akhirnya mengangkat pandangan untuk menatap Rendra.

‎‎Rendra terdiam sejenak, melihat wajah wanita itu yang seperti menyimpan sesuatu.

‎‎"Nara, kenapa kamu tidak menunggunya pulang saja, kenapa kamu harus ke kantornya?" tanya Rendra. "Apa ini ada hubungannya dengan kamu yang berdiri sendirian didekat kantor Arga semalam? Apa kamu mengetahui sesuatu?"

‎‎Nara mengangguk, dia menarik napas dalam-dalam. "Aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Kalau kamu tidak keberatan, tolong temani aku ya,"

‎‎‎‎Rendra terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan tegas, "Tentu saja aku akan menemanimu, Nara. Kalau begitu tunggulah disini, aku akan ganti pakaian dulu,"

‎‎"Baik, Ren. Aku akan tunggu disini," jawab Nara.

‎‎Rendra segera berdiri dan berjalan menuju kamar tidurnya dengan langkah cepat. Begitu sampai di dalam kamar, seringai tipis muncul diwajahnya. Dia tahu saat seperti ini pasti akan tiba, saat dimana Nara akan datang padanya. Lambat laun wanita itu pasti akan menyadari jika hanya dialah yang mencintainya dengan sepenuh hati.

-

-

-

‎Arga telah menyelesaikan berkas-berkas penting yang harus diselesaikan hari itu, lalu menyimpan semua dokumen dengan rapi ke dalam laci meja. Dia mengambil jasnya dari sandaran kursi dan mulai mengenakannya, senyum tipis muncul di wajahnya saat memikirkan bagaimana cara meminta maaf yang lebih baik kepada Nara malam ini.

‎‎"Dia pasti akan suka dengan kejutan yang akan kuberikan," pikirnya sambil melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima lewat empat puluh lima menit.

‎‎Saat dia keluar dari meja kerjanya, pintu ruangan tiba-tiba terbuka dengan Alya yang masuk dengan wajah yang terlihat kesal.

‎‎"Kamu tidak akan pulang sekarang, Arga." Dia menutup pintu kembali, lalu berjalan cepat mendekati meja Arga.

‎‎"Alya, kamu tidak bisa seperti ini. Aku harus segera pulang, Nara sudah menungguku. Aku tidak ingin mengecewakannya untuk malam ini." Arga mencoba untuk melewati wanita itu, namun gagal saat Alya berdiri menghalangi jalannya.

‎‎"Ayo kita lihat, kali ini kamu pasti tidak akan menyebutnya sebagai kesalahan, Arga Adinata!" ‎‎Alya melangkah lebih dekat, menatapnya dengan pandangan yang penuh hasrat dan tekad, tangan kirinya perlahan merayap ke dada pria itu sebelum akhirnya menekan dan mendorongnya ke arah meja kerjanya.

‎‎"Apa kamu sungguh akan meninggalkanku begitu saja untuknya?" bisiknya dengan suara menggoda. Tangan kanannya menyusuri sisi wajah Arga yang mulai tampak gelisah, lalu berhenti di dagunya. "Kita sudah bersama selama enam bulan lebih, Arga. Aku sudah memberikan segalanya padamu, waktu, perhatian, bahkan bagian dariku yang tidak pernah aku berikan pada siapapun."

‎‎Saat Alya terus mendorongnya perlahan, Arga terpaksa bersandar pada ujung meja kerjanya yang dingin. Dia mencoba untuk menjauhkan wajahnya dari sentuhan Alya, namun ruang yang tersisa semakin menyempit.

‎‎"Alya, cukup," ucapnya dengan suara yang mulai terengah-engah, tangannya mencoba untuk menahan tubuh Alya agar tidak semakin mendekat. "Aku tahu aku salah, tapi kita tidak bisa terus seperti ini. Nara adalah segalanya bagiku!"

‎‎Namun Alya tak menghiraukan, tangannya merayap turun dari dada Arga kebawah, menyentuh sesuatu yang sudah keras dibalik celana bahan hitamnya.

‎‎"Alya, jangan!" teriaknya dengan suara yang mulai terdengar rawan, pandangannya melihat ke arah pintu seolah berharap bisa segera melarikan diri. Tapi ketika tangannya mencoba untuk menarik tangan Alya kembali, wanita itu malah menekan bagian itu dengan lembut namun penuh maksud.

‎‎Alya menurunkan tubuhnya dan berjongkok di depan Arga, tangannya dengan cepat membuka sabuk celana pria itu lalu menurunkan celananya dengan tergesa-gesa.

‎‎"Hmmm... Alya... ahhh..."

‎‎Arga memejamkan mata saat kejantanannya yang sudah tegak dimasukkan kedalam mulut Alya, tubuhnya terpaku di atas meja karena tekanan dari sentuhan Alya yang membuatnya terjebak antara hasrat dan rasa bersalah. Suaranya terdengar menggairahkan namun juga penuh dengan kesadaran bahwa dia sedang melakukan kesalahan yang tak terampuni.

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!