Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Cahaya di Tugu Kristal Penakluk Langit berkedip liar, memantulkan sinar menyilaukan ke wajah ratusan murid Pelataran Dalam yang kini mematung dengan mulut terbuka lebar.

​Lantai 20.

Lantai 30.

Lantai 40.

​Setiap angka yang meloncat tidak memakan waktu lebih dari beberapa tarikan napas. Kecepatan ini benar-benar menghancurkan akal sehat siapa pun yang melihatnya. Wang Teng, jenius yang baru saja sadar dari pingsannya akibat tamparan Ye Xuan, duduk bersandar di pilar batu dengan wajah pucat pasi. Matanya menatap tugu kristal itu dengan keputusasaan yang mendalam.

​Ia menghabiskan waktu dua jam penuh pertempuran darah dan keringat untuk mencapai lantai 45. Namun nama Ye Xuan melesat melewati angka 45 hanya dalam waktu kurang dari waktu membakar setengah batang dupa!

​Lantai 46!

Lantai 49!

​"Ini gila... Apakah formasi menara sedang rusak? Bagaimana mungkin seseorang melewati lantai 49 secepat itu? Di sana dijaga oleh ilusi sekawanan Harimau Bertanduk Baja tingkat tiga puncak!" seorang murid elit berteriak histeris menjambak rambutnya sendiri.

​Kekacauan di alun-alun itu segera menarik perhatian para petinggi sekte. Beberapa garis cahaya melesat dari berbagai puncak gunung dan mendarat di depan menara. Mereka adalah para penatua Pelataran Dalam, termasuk Penatua Lu Zifeng dan Penatua Zhao Ying yang wajahnya kini terlihat sehitam dasar panci.

​"Apa yang terjadi di sini?!" bentak Zhao Ying, namun suaranya tercekat saat matanya menangkap nama Ye Xuan bertengger di lantai 49 dan bersinar terang, bersiap memasuki lantai 50.

​"Dia menembus menara, Penatua Zhao," jawab Lu Zifeng, berusaha menyembunyikan senyum lebarnya. "Dan dia melakukannya dengan kecepatan yang belum pernah tercatat dalam sejarah ribuan tahun sekte kita."

​Zhao Ying menggertakkan giginya. Bocah iblis ini... dia tidak kehilangan kultivasinya!

​"Lantai 50 adalah batas air yang sesungguhnya," geram Zhao Ying, berusaha menghibur dirinya sendiri. "Penjaga lantai 50 adalah proyeksi spiritual dari Penatua Pedang generasi ketiga saat beliau berada di Alam Pembentukan Fondasi Bintang Tiga. Kekuatan fisik brutal saja tidak akan cukup menembus niat pedang tingkat itu!"

​Di dalam Menara Penakluk Langit, Ye Xuan melangkah masuk ke ruang lantai 50.

​Berbeda dengan lantai-lantai sebelumnya yang berupa ruangan batu biasa, lantai ini adalah sebuah padang rumput ilusi yang tak bertepi, di bawah langit senja berwarna merah darah. Di tengah padang rumput itu, berdirilah sesosok pria paruh baya berpakaian kuno. Matanya terpejam, dan sebilah pedang panjang berwarna perak mengambang di depannya.

​Ini adalah proyeksi energi murni yang meniru kekuatan ahli Pembentukan Fondasi Bintang Tiga.

​Begitu Ye Xuan melangkah maju, pria paruh baya itu membuka matanya. Sepasang mata ilusi itu memancarkan pedang Qi yang sangat tajam, merobek rumput di sekitarnya menjadi debu.

​"Murid generasi mana yang berani menantang lantai 50?" suara proyeksi itu terdengar kaku dan hampa. "Menerima satu tebasanku tanpa mundur, kau lolos."

​Ye Xuan berhenti melangkah. Ia menatap proyeksi itu, lalu menggelengkan kepalanya dengan bosan.

​"Ujian yang diprogram dengan sangat buruk," gumam Ye Xuan.

​Sejak lantai pertama, Ye Xuan sama sekali tidak menggunakan pedangnya. Ia murni menggunakan tinju dan kekuatan fisik Tulang Besi Kulit Perunggu untuk meremukkan setiap ilusi binatang buas dan boneka yang menghalanginya. Namun kali ini, menghadapi tekanan Pembentukan Fondasi Bintang Tiga, menamparnya hanya dengan tangan kosong akan memakan waktu terlalu lama.

​Ye Xuan perlahan mengangkat tangan kanannya ke belakang bahu, menggenggam gagang Pedang Besi Bintang Jatuh.

​Melihat Ye Xuan tidak memancarkan fluktuasi Qi sedikit pun, proyeksi ilusi itu bereaksi sesuai programnya—menganggap penantangnya meremehkannya.

​"Sombong! Tebasan Pemutus Senja!"

​Proyeksi pria paruh baya itu meraih pedang peraknya. Dalam sekejap, aura pedang sepanjang belasan meter meledak ke udara, membelah langit merah di atas mereka. Niat pedang tingkat tinggi yang bisa memotong gunung menjadi dua melesat langsung ke arah Ye Xuan.

​Bagi murid Pembentukan Fondasi Bintang Satu atau Dua di sekte ini, serangan ini adalah maut yang tak bisa dihindari.

​Namun di mata Ye Xuan, ini hanyalah ayunan ranting kayu dari seorang anak kecil.

​"Tebasanmu tidak memiliki jiwa, hanya meniru bentuk," desah Ye Xuan dingin.

​Ia menarik Pedang Besi Bintang dari punggungnya. Kali ini, ia tidak mengandalkan Qi Naga Primordial, namun otot-otot di lengan kanannya menegang hingga pakaian hitamnya meregang maksimal. Kekuatan murni dari Tulang Besi Kulit Perunggu dialirkan sepenuhnya ke lempengan besi seberat seribu kati itu.

​Ye Xuan mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas, langsung berhadapan dengan energi tebasan pedang raksasa itu.

​BLAAAM!

​Bukan benturan benda tajam, melainkan ledakan udara yang memekakkan telinga. Lempengan besi tumpul Ye Xuan menghantam energi pedang ilusi tersebut. Niat pedang yang dibanggakan sekte itu hancur berantakan seperti kaca yang dipukul palu godam raksasa.

​Sisa dorongan kinetik dari ayunan Ye Xuan tidak berhenti. Sebuah badai sonik melesat ke depan, merobek padang rumput ilusi, dan menghantam proyeksi Penatua Pedang itu telak di dada.

​BZZZT—POP!

​Proyeksi ahli Pembentukan Fondasi Bintang Tiga itu berkedip-kedip, lalu meledak menjadi jutaan partikel cahaya tanpa sempat mengeluarkan suara erangan.

​Hanya butuh satu ayunan tumpul.

Lantai 50... Tembus!

​Di tengah hujan cahaya partikel spiritual, ruang ilusi padang rumput itu memudar, kembali menjadi ruangan batu bundar. Di tengah ruangan, sebuah pilar giok kecil muncul dari bawah tanah. Di atasnya, terletak sebuah cincin spasial yang memancarkan energi spiritual yang sangat pekat.

​Suara mekanis dari roh formasi menara terdengar menggema. "Penantang berhasil menembus lantai 50. Hadiah: Sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah, dan tiga botol Pil Penyuci Sumsum tingkat bumi. Apakah penantang ingin melanjutkan ke lantai 51?"

​Ye Xuan melangkah maju dan mengambil cincin spasial tersebut. Ia memeriksa isinya dengan kesadaran mentalnya. Tumpukan Batu Roh yang bersinar terang sudah cukup untuk memicu ledakan energi di dalam Dantiannya untuk menembus Alam Pembentukan Fondasi.

​"Sepuluh ribu Batu Roh menengah... cukup untuk menopang nafsu makan benih nagaku untuk saat ini," gumam Ye Xuan puas.

​Mendengar pertanyaan roh formasi, Ye Xuan memanggul pedangnya dan berbalik menuju pintu keluar yang bercahaya. "Tidak perlu. Memanjat menara ilusi lebih tinggi dari ini tidak memberiku apa-apa selain kebanggaan fana yang tidak berguna. Tujuanku sudah tercapai."

​Ye Xuan melangkah keluar dari cahaya teleportasi.

​Di alun-alun depan menara, kesunyian yang mematikan sedang terjadi. Tugu kristal raksasa itu bersinar keemasan di angka 50, dan kemudian, nama Ye Xuan perlahan memudar, menandakan penantang telah keluar dari menara secara sukarela.

​"D-dia berhenti? Kenapa dia berhenti di lantai 50?! Dengan momentum itu dia bisa mencapai lantai 70!" seru seorang penatua dengan suara bergetar tak percaya.

​"Dia tidak berhenti karena kehabisan tenaga..." suara berat Patriark Jian Wuji tiba-tiba terdengar saat sosoknya turun dari langit, mendarat di depan menara. "Dia berhenti karena dia hanya membutuhkan hadiah dari lantai 50."

​Begitu Patriark selesai berbicara, pintu utama Menara Penakluk Langit berderit terbuka.

​Ye Xuan melangkah keluar dengan santai. Pakaian hitamnya bersih tanpa setetes keringat pun, napasnya teratur bagai air telaga, seolah-olah ia baru saja berjalan-jalan menaiki tangga kuil, bukan membantai lima puluh lantai menara ujian mematikan.

​Seluruh mata, dari murid terendah hingga Patriark tertinggi, terpaku pada pemuda itu.

​Zhao Ying mundur selangkah, menelan ludah dengan susah payah. Jika Ye Xuan bisa menghancurkan ilusi Pembentukan Fondasi Bintang Tiga di dalam sana secepat itu... maka fisik pemuda itu sudah cukup untuk membunuh tetua tingkat rendah!

​Ye Xuan sama sekali tidak mempedulikan tatapan takjub, takut, dan cemburu dari ribuan pasang mata tersebut. Ia berjalan lurus melewati Patriark Jian Wuji tanpa menundukkan kepala.

​"Ye Xuan," Jian Wuji memanggil pelan, membuat langkah pemuda itu terhenti. "Kau telah memecahkan rekor sekte untuk kecepatan menembus lima puluh lantai. Sesuai tradisi, sekte bisa mengangkatmu menjadi Murid Inti Utama, sebuah posisi yang bahkan bisa memerintah beberapa penatua. Apakah kau tertarik?"

​Ye Xuan menoleh sedikit, melirik Jian Wuji dari sudut matanya.

​"Simpan gelar kosong itu untuk anak-anak yang butuh diakui," jawab Ye Xuan datar. "Gelar tidak akan membuat pedangku menjadi lebih tajam. Beritahu anjing-anjing di bawah pimpinanmu untuk tidak menggangguku di Puncak Makam Pedang, dan aku mungkin akan berbaik hati mempertimbangkan untuk tidak merobohkan sekte ini saat perasaanku sedang buruk."

​Kalimat itu sangat arogan, sangat menentang surga. Berbicara seperti itu di depan Patriark Inti Emas puncak adalah tindakan bunuh diri bagi siapa pun.

​Para penatua menahan napas, menunggu amarah Patriark meledak. Namun, Jian Wuji justru tersenyum tipis dan mengangguk. Di dunia kultivasi, kekuatan absolut membungkam segala aturan kesopanan. Dan Ye Xuan, sedang membuktikan bahwa dirinya adalah anomali mutlak yang tidak bisa diikat oleh aturan sekte.

​Tanpa berkata apa-apa lagi, Ye Xuan melesat menembus kerumunan.

​Ia telah mendapatkan lem pengikat dari getah Pohon Bintang Dingin, dan kini ia memiliki bahan bakar berupa sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah. Sudah waktunya sang naga fana ini menembus batasan manusianya dan merobek gerbang Alam Pembentukan Fondasi.

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!