Indonesia
NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Davira tiba di ruang makan besar yang hangat oleh nyala perapian di kedua ujung ruangan. Cahaya api menari di permukaan marmer dan memantulkan kilau keemasan pada dinding batu tua.

“Tempat dudukmu ada di sana,” ujar Elliot pelan, menunjuk kursi di ujung meja panjang yang dipenuhi peralatan makan dari keramik kuno.

Setiap tempat duduk telah dipersiapkan rapi untuk anggota keluarga dan tiga tamu kehormatan—keluarga Miss Duncan.

Miss Duncan sendiri duduk di sisi kanan Grand Duchess, mengenakan gaun putih gading yang membuatnya tampak tenang dan tak tersentuh.

Saat Davira melangkah masuk, wanita itu menoleh, menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki—pandangan yang lembut namun penuh penilaian.

Grand Duchess, yang duduk di kursi utama, turut mengamati. Tatapannya tajam namun tidak berkata apa-apa, hanya senyum kecil yang sulit diartikan muncul di bibirnya.

Davira merasakan udara di ruangan itu menjadi sedikit lebih berat. Gaunnya yang indah terasa seperti baju zirah, keanggunan yang ia kenakan bukan untuk memikat suaminya, melainkan untuk bertahan dari serangan dua macan.

“Jika istrimu mengira ia mampu mengurus kastil yang dipenuhi begitu banyak pelayan,” ujar Grand Duchess dengan senyum manis beracun, “Aku tentu akan dengan senang hati melepaskan kendaliku.” Senyum itu—begitu sempurna—mungkin sudah cukup untuk menumbangkan bajak laut di lautan Atlantis.

Namun, masa muda Davira dihabiskan bukan dalam pesta teh atau pelajaran etiket, melainkan berdebat dengan para pedagang yang menagih bayaran, sementara sang ayah tenggelam dalam utang akibat ibu tiri yang boros dan gila kemewahan. Dan ternyata, semua itu tidak sia-sia.

Davira menanggapi dengan senyum lembut—senyum yang tampak penuh toleransi, namun di baliknya tersimpan bilah halus.

“Your Grace pasti sangat lelah,” ujarnya sopan. “Setelah bertahun-tahun mengurus kastil tua ini sendirian… tentu saja, saya akan dengan senang hati mengambil alih sebagian beban itu dari bahu Anda yang begitu ringkih.”

Sekilas, ruang makan terasa membeku. Lalu terdengar suara halus porselen beradu.

“Kau terdengar seperti misionaris terkutuk,” geram Grand Duchess, kehilangan sedikit kendali atas nada suaranya.

Davira menahan senyum yang nyaris muncul di sudut bibirnya. “Ah, tapi bukankah terkadang orang seperti itulah yang membawa perubahan?”

Grand Duchess menatap Davira tajam, cangkir porselen di tangannya diletakkan kembali dengan dentang halus yang memotong kesunyian. Matanya menyipit, berkilat jengkel atas balasan menohok dari sang mantan Ratu.

Di sebelah Grand Duchess, Miss Duncan—Fiona—memperbaiki posisi duduknya. Gaun putih gading yang membingkai tubuhnya tampak anggun diterpa cahaya perapian. Ia meletakkan pisau makan dengan gerakan yang sangat halus, lalu mengulas senyum tipis yang tampak begitu polos, namun sarat celaan.

"Bicara tentang perubahan dan beban, Lady Davira," potong Fiona dengan suara lembut bagaikan sutra. "Perubahan tentu hal yang baik jika dibawakan oleh sosok yang tepat. Namun, Kastil Orion dibangun atas dasar kehormatan dan tradisi bangsawan yang murni. Banyak hal di sini yang tak bisa diselesaikan hanya dengan modal keberanian... atau masa lalu yang kelam."

Fiona memiringkan kepalanya sedikit, menatap Davira dengan pandangan prihatin yang dibuat-buat, memamerkan statusnya yang tak bernoda di depan meja makan.

"Saya hanya prihatin," lanjut Fiona, nadanya semakin manis beracun. "Kastil Orion membutuhkan sosok Nyonya Rumah yang mampu menjaga martabat keluarga, bukan seseorang dengan rekam jejak yang dipenuhi rumor buruk. Bagaimanapun, seorang janda—terlebih mantan Ratu yang dikenal dingin dan berdarah dingin—tentu akan kesulitan memenangkan hati para pelayan dan rakyat di sini. Bukankah posisi itu terlalu berat untuk Anda, Lady Davira? Elliot berhak mendapatkan pendamping yang bersih dari bayang-bayang masa lalu."

Sindiran itu dilemparkan secara terang-terangan, dengan jelas membandingkan kesucian Fiona sebagai wanita bangsawan terhormat melawan status Davira yang seorang janda berlabel 'Ratu Jahat'.

Grand Duchess menyunggingkan senyum puas, menantikan kehancuran mental Davira. Sementara itu, Elliot di ujung meja tetap tenang memotong daging di piringnya.

Denting pisau dan garpunya beradu teratur, membiarkan lingkaran ketegangan itu bergulir tanpa niat sedikit pun untuk campur tangan.

Pria itu menyandarkan punggungnya, memperhatikan Davira dengan tatapan dingin dan penuh rasa ingin tahu—menunggu bagaimana istrinya akan meloloskan diri dari jebakan verbal tersebut.

Davira meletakkan piala anggurnya perlahan. Bukannya terintimidasi, ia justru menyandarkan tubuhnya dengan anggun, membalas tatapan Fiona dengan senyuman miring yang tenang namun mematikan.

"Murni dan bernoda hanyalah sudut pandang mereka yang hidup dalam sangkar emas, Miss Duncan," ujar Davira tenang, suaranya mengalun merdu memenuhi ruang makan. "Seorang wanita yang hanya tahu cara tersenyum di pesta teh dan berdandan cantik memang tampak mengagumkan dari luar. Tapi saat badai datang, gaun putih gading yang indah itu tak akan sanggup menahan dinginnya realita kerasanya kehidupan di utara."

Davira melirik Grand Duchess sejenak sebelum kembali mengunci pandangannya pada Fiona.

"Status saya sebagai mantan Ratu bukan sekadar gelar hiasan—itu adalah bukti bahwa saya sudah pernah berdiri di puncak tertinggi kekuatan politik dan berhasil bertahan hidup. Saya tahu cara memerintah, saya tahu cara mengelola anggaran di saat krisis, dan saya tahu betul cara menghadapi orang-orang yang berpura-pura baik di depan saya," lanjut Davira dengan nada dingin yang begitu berwibawa.

Ia menegakkan punggungnya, menatap Fiona tepat di mata. "Jika yang Elliot butuhkan hanyalah pajangan rumah yang penurut dan tak bernoda, mungkin Anda memang calon yang sempurna. Tapi Kastil Orion bukanlah panggung sandiwara, Miss Duncan."

Suasana ruang makan seketika membeku. Fiona tertegun, bibirnya sedikit terbuka namun tak ada kata-kata yang mampu keluar, sementara wajahnya memerah menahan malu dan amarah yang tertahan.

Elliot yang menyaksikan pertunjukan itu perlahan menghentikan gerak jemarinya di atas meja. Sudut bibirnya terangkat amat tipis—sebuah pendar kekaguman tersirat jelas di matanya saat melihat bagaimana Davira menaklukkan dua wanita itu tanpa bantuan siapa pun.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ari Peny
tutup mulut ducces s katakan awal mula masalah krn jebakan elizabet
Uthie
suka 👍
Uthie
Mampir demi sebuah cerita kehidupan kedua 😁👍
gaby
Davira goblok. Knp ngajak Elizabet doang. Yg ada pas Davirq balik dr suku Avarian, si Elliot dah nikah lagi sm Fiona. Ko bisa2nya ninggalin suami sm Jalang. Ntar masuk jebakan jalang, ujung2nya di madu. Ajal Elizabet & Fiona. Atau ajak aja skalian Elliot, itung2 bulan madu
Dewi Anggraeni: Bagus Davira 👍 biar tau rasa tuh nenek" sombong 🤭, disana biar sekalian Davira belajar ilmu bela diri 👍,biar tidak rasa tuh Elizabeth 🤣
total 1 replies
Ari Peny
kirimkan sj adiknya
gaby: Stuju, masa pemimpin di jadikan Jaminan. Bangsa Avarian aja menjadikan pengawalnya sbg jaminan, masa bangsa Arion menjaminkan istri pemimpin mereka. Biar adil jaminan Elizabet & temennya yg membuat smua masalah ini terjadi. Anggap aja sbg hukuman telah membuat kekacauan
total 1 replies
Anggye syahab
kak..apa masih ada updatenya?
Dewi Anggraeni
Up lagi thor ... kok cuma dikit
Ari Peny
lanjuuuut
Rossy Annabelle
next ,cemngt💪
Ari Peny
suka cwk yg cerdas
Ari Peny
coba ikuti
Anggye syahab
kak..kapan update lagi😭
Rossy Annabelle
dah dibaca y thor ,klo BS tiap HR y Doble up/Chuckle/
Anggye syahab
wachhh..blom tidur kak..update malam banget🤭
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪: update sebelum bobok 🤭
total 1 replies
Rossy Annabelle
thanks thor buat Doble up HR ini/Grin/
Rossy Annabelle: ditunggu /Chuckle/
total 2 replies
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..aku tunggu yaa🤗
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..kerennnn🤭🤭🤭🤗🤗
Rossy Annabelle
kopi buatmu thor,next LG 💪
Anggye syahab
kak..apakah hari ini libur update..aku bolak balik..tapi gak ada😭
Anggye syahab: Iyaa gak apa"kak..aku ngerti kemaren hari libur..makasih udh update lagi🤗🤗
total 2 replies
Rossy Annabelle
menarik thor ,next lg
Rossy Annabelle: sama² 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!