Indonesia
NovelToon NovelToon
Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dark Romance / Psikopat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Sena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya—sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir—karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiSena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sultan mah bebas

"Gue pengen banget, tolong lah! Kenapa kalau harus masuk novel, bukan masuk novel romance yang isinya banyak cowok tampan? Atau satu aja deh, satu yang beneran normal dan bukan pembunuh! Pliss... dua puluh lima tahun hidup gue di dunia nyata, gue nggak pernah ngerasain yang namanya punya pacar! Boro-boro dicium, dipegang tangan aja kagak pernah!" omel Sena habis-habisan pada takdirnya yang luar biasa tidak adil.

Ia menepuk-nepuk dadanya sendiri, meluapkan rasa sesak yang terbendung. "Nasib... nasib! Di dunia nyata selalu ditolak cowok kafe, cowok tetangga, sampai mas-mas jualan boba. Pas dikasih kesempatan transmigrasi, malah dijadiin tumbal psikopat gila!"

Namun, di tengah ratapan dramatisnya, memori ingatan milik Estella kembali mengalir ke dalam otaknya. Sena mengerdipkan mata, memproses informasi baru itu dengan cepat.

"Tunggu dulu..." Sena memegangi dagunya. "Si Estella ini ternyata anak orang kaya raya? Mak bapaknya pengusaha besar yang sekarang lagi menetap di luar negeri, dan dia anak tunggal kaya raya yang masih kuliah di sini? Jadi... gue sekarang anak kuliah lagi?!"

Sena langsung menepuk jidatnya keras-keras hingga terdengar bunyi plak. "Aish! Capek-capek empat tahun lulus kuliah di dunia nyata, ngerjain skripsi berdarah-darah, eh sekarang malah disuruh kuliah lagi dari awal?! Yang bener aja!"

Namun, kejengkolannya soal kuliah kalah jauh dibanding ancaman maut yang membayangi lehernya. Sena mulai mondar-mandir di atas lantai marmer ruangan mewah itu seraya memutar otak.

"Sekarang gimana caranya biar gue nggak dibunuh? Karena gue tahu alurnya, apa gue emang bisa menghindar begitu aja?" Sena menggigit kuku jarinya. "Kagak bisa! Vex Noir itu kan karakter utama di novel ini, ya pasti berhasillah itu orang! Dia itu jenius yang kejamnya nggak ada obat!"

Sena menyilangkan tangan di dada, mempertimbangkan sebuah opsi. "Apa gue pindah keluar negeri aja ya, nyusul orang tua Estella?"

Ia langsung menggeleng cepat membayangkan adegan di dalam novel yang pernah dibacanya. "Nggak, nggak! Di salah satu plot novelnya, pernah ada musuhnya yang mencoba melarikan diri sampai ke luar negeri. Tapi dengan mudahnya Vex Noir malah sampai duluan di sana daripada korbannya! Orang itu jeniusnya di luar nalar. Bahkan ada scene gila di mana dia dengan tenang duduk bareng detektif buat ngebahas cara menangkap pelaku pembunuhan... padahal dia sendiri yang lagi duduk di sana sambil minum kopi dengan santainya!"

Mengingat betapa licin dan dinginnya Lucian Voss alias Vex Noir, bulu kuduk Sena langsung merinding. Melarikan diri bukan pilihan bijak; pria itu justru akan menikmati proses 'perburuan' tersebut bagaikan permainan.

Sena berhenti melangkah. Pandangannya kembali tertuju pada cermin besar yang memantulkan sosok Estella Aurora—seorang gadis cantik berpenampilan bak dewi dengan kulit seputih porselen, mata beriris abu-abu jernih, dan lekuk tubuh yang sangat memikat.

Sebuah ide gila tiba-tiba terlintas di otak Sena.

"Tunggu... apa gue deketin aja ya tuh psikopat?" gumam Sena pelan. Tangannya meraba dagunya sendiri seraya mengamati pantulan dirinya. "Kalau ganteng, sabi lah! Pesona pemilik tubuh ini juga nggak bisa diragukan sama sekali. Muka begini mah levelnya udah bidadari kayangan. Lumayan lah buat eksperimen..."

Sena menyeringai tipis, lalu mendadak membisu. Matanya berkedip lambat saat menyadari betapa besarnya risiko dari ide gilanya itu.

"Tapi... kalau gagal..." Sena menelan ludahnya yang terasa pahit. "Ya palingan... pala gue melayang."

"Mending sekarang gue nikmati waktu dulu buat berbelanja!" cetus Sena mantap, mendadak melupakan krisis ancaman mati konyolnya.

Ia melangkah keluar dari kamarnya dan menyusuri lorong rumah yang ternyata merupakan sebuah hunian megah berlantai tiga. Setiap sudut rumah ini memancarkan kemewahan kelas atas, mulai dari pilar-pilar marmer yang tinggi menjulang, lampu gantung kristal raksasa, hingga deretan lukisan bernilai fantastis. Menyadari kenyataan bahwa dirinya sekarang adalah seorang anak sultan serba ada, dada Sena langsung membusung otomatis. Rasa songong dan bangga yang tak beralasan perlahan merayapi jiwanya.

Sena menuruni tangga melingkar menuju lantai dasar, lalu melangkah mantap menuju area garasi utama. Begitu pintu otomatis garasi terbuka, matanya melotot lebar hingga rasanya ingin melompat keluar.

"Anjaiii!" pekik Sena histeris.

Di dalam garasi yang amat luas dan bersih itu, berjejer rapi jajaran supercar kelas dunia: mulai dari Porsche berwarna abu-metalik, Lamborghini hitam elegan, hingga Ferrari merah membara yang berkilauan diterpa lampu LED.

"Ada plus-minusnya juga ya ternyata masuk ke tubuh ini," racau Sena sambil melangkah mendekati Porsche abu-metalik kesukaannya. "Minusnya siap-siap dipotong-potong sama psikopat, plusnya... wah gila, gue kaya mendadak!"

Sena segera naik ke kursi pengemudi, menggenggam setir berbalut kulit mewah dengan perasaan takjub. Beruntung, memori tubuh Estella membuat jari-jarinya bekerja secara refleks. Ia menekan tombol engine start, menyalakan mesin yang meraung halus namun perkasa, lalu memacu mobil mewahnya keluar dari kediaman keluarga Aurora.

Selama perjalanan, Sena menyusuri jalanan kota dengan mulus. Ingatan Estella membimbing navigasi otaknya dengan sangat baik. Namun, Sena tidak bisa menahan rasa kagumnya saat memandang ke luar jendela. Dunia di dalam novel ini terasa sangat berbeda dari dunia aslinya. Udara terasa lebih segar, jalanan sangat bersih tanpa sampah berserakan, dan arsitektur bangunannya memiliki vibes ala kota-kota Eropa modern yang sangat estetik.

"Wah, vibes-nya luar negeri banget, njir," bisik Sena terkagum-kagum.

Tak butuh waktu lama, Porsche mewah itu terparkir mulus di area parkir khusus VIP sebuah shopping mall megah dan paling eksklusif di pusat kota. Sena keluar dari mobilnya dengan penuh percaya diri, membetulkan gaun mewahnya, lalu melangkah masuk ke dalam mal dengan gaya anggun ala putri bangsawan.

Ia merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah Black Card—kartu kredit tanpa batas yang selama ini hanya bisa ia lihat di konten-konten media sosial.

Sena tersenyum miring, menatap kartu hitam mengkilap di genggamannya. "Waktunya berburu, orang kaya baru action!"

Sena langsung menerjang area high-end fashion. Ia melangkah masuk ke boutique merek ternama seperti Chanel, Dior, dan Gucci. Tanpa perlu melihat label harga sama sekali, Sena menunjuk gaun-gaun malam terbaik, pakaian santai berbahan sutra, hingga sepatu high heels berkristal yang terpajang anggun di etalase.

"Mbak, yang ini, ini, sama yang merah di sana bungkus. Ukuran saya ya. Terus tas yang di atas itu keluarkan semua, gue ambil semua warnanya!" perintah Sena santai sambil melambaikan tangan.

Para pelayan toko sampai membungkuk-bungkus hormat, melayani Sena bagaikan ratu. Usai memborong pakaian dan aksesori, Sena berpindah ke toko perhiasan mewah. Ia mencoba deretan kalung berlian, cincin emas murni, hingga jam tangan berhias permata. Tanpa ragu, Sena langsung menggesek Black Card-nya tanpa berkedip sedikit pun.

Puas menguras isi toko fesyen, Sena membawa tumpukan kantong belanjaan mahal itu ke sebuah kafe eksklusif di lantai teratas mal. Ia duduk di kursi balkon yang menghadap langsung ke pemandangan kota, memesan satu set afternoon tea dengan deretan kue-kue cantik dan teh aroma lavender terbaik.

Sena menyenderkan punggungnya di kursi empuk, menyeruput teh mewahnya perlahan sambil menikmati semilir angin.

"Gini ya rasanya jadi orang kaya," gumam Sena puas seraya memandangi deretan kantong belanjaan bermerek yang menumpuk di samping mejanya. "Mau mati di tangan psikopat atau kagak, urusan belakangan. Yang penting hari ini gue udah ngerasain hidup ala sultan!"

1
putmelyana
bodoh banget ceweknya orang MH ngejauh dari kematian malah ngedeketin udah tau dia psikopat malah deketin. orang mh kabur nikmati karena transmigrasi jadi kaya malah jadi babu
putmelyana
apasih karakter ceweknya sikapnya berlebihan banget gajelas.
Alissia
up thor🤭🤭
Alia Chans
Hadir Thor, saling support💪/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!